
▪︎▪︎▪︎▪︎
Sepasang insan yang sebentar lagi akan terikat dalam hubungan suami istri itu kini sedang berada di butik berkelas yang bahkan sudah dilirik dunia.
Pilihan pertama mereka jatuh untuk fitting baju, setelah itu barulah memilih desain undangan dan terakhir memilih cincin yang akan menjadi tanda pengikat hubungan mereka.
"Selamat siang Tuan-" karyawan yang menyambut kedatangan mereka ragu untuk menyapa karena mereka kembar, meski sudah acap kali salah satu dari Aldric atau Archie datang kesana untuk menemani Ibu mereka tapi tetap saja orang awam akan sering salah.
"Archie, dan ini calon istri saya." Sahut Archie datar seperti biasa.
"Ah, maaf atas kesalahan saya Tuan muda." Hormatnya dengan sedikit membungkukkan kepalanya.
"Tidak masalah. Dimana Tuan Jaden? Kami sudah membuat janji." Tutur Archie lansung.
"Tentu Tuan, mari saya antar untuk menemui Tuan Jaden, beliau juga sudah sedari tadi menunggu kedatangan Tuan muda dan Nona." Wanita itu mempersilakan Archie dan Auryn untuk mengikuti kemana ia pergi.
Wanita itu mengarahkan mereka ke tangga menurun, karena ruangan Tuan Jaden seperti berada dibawah tanah.
"Silakan Tuan Muda, Nona." Ujar wanita itu ramah, namun hanya pada Archie sementara saat berhadapan dengan Auryn dia memasang wajah sinisnya.
"…." Archie tidak menjawab, pria itu selalu berlaku angkuh tehadap orang lain terlebih lagi orang itu tidak dikenalnya. Sebelah tangannya digerakkan untuk meraih pinggang Auryn agar berjalan berdekatan dengannya.
"Selamat siang paman," sapa Archie begitu mereka dipersilakan masuk oleh asisten Tuan Jaden.
"Eh, Ar. Selamat siang juga. Ayo masuk sini, aha, ini pasti calon menatu idaman Mommy mu itu." Serunya antusias. Meski Tuan Jaden seorang desainer, tapi beliau bukannya seorang yang gemulai seperti kebanyakan desainer pria lain diluar sana.
"Ya Paman, perkenalkan ini wanita Ar, Auryn. Auryn, perkenalkan ini Paman Jaden. Beliau desainer kepercayaan Alterio dan beliau salah satu desainer terbaik dunia." Jelas Archie sembari memperkenalkan sosok Tuan Jaden pada gadisnya.
"Hai cantik, senang bertemu dengan mu. Jangan dengarkan anak ini, dia terlalu melebihkan, paman hanya desainer biasa yang kebetulan menjadi desainer keluarga hebat seperti keluarga Alterio." Tuan Jaden pun tak kalah menyanjung keluarga calon mertua Auryn itu.
"Baiklah, tidak usah berlama-lama, paman sudah tidak sabar melihat gaun biasa itu menjadi elegan melekat ditubuh indah mu." Tuan Jaden mengarahkan asistennya untuk membawa Auryn untuk mencoba salah satu gaun pilihan Celo dan Chris.
"Pergilah, aku akan menunggu disini." Archie menganggukkan kepalanya saat gadis itu menoleh padanya untuk meminta persetujuan.
Sepeninggal Auryn, Tuan Jaden buka suara perihal Auryn, beliau mengungkapkan rasa sukanya terhadap gadis itu.
"Kau beruntung bisa memperistri gadis secantik itu Ar." Ujarnya.
"Maksud paman?" Tanya Archie tidak paham.
"Dia cantik, tidak banyak bicara, dan sopan. Sama seperti Mommy mu, selalu menaruh hormat terhadap orang lain yang bahkan belum dikenalnya." Tukas Tuan Jaden kagum.
"Ya. Paman benar, justru aku yang merasa tidak pantas untuknya. Aku takut tidak bisa selalu menjaga senyum diwajahnya." Tutur Archie menatap kosong kesegala arah.
__ADS_1
"Kau hanya perlu membuatnya nyaman, maka dia akan selalu tersenyum. Hanya saja, jangan terlalu percaya terhadap senyumnya karena bisa saja tersimpan luka dibaliknya." Cetus Tuan Jaden lagi seperti sebuah peringatan.
"Maksud paman?" Belum sempat menjawab kebingungan Archie, suara Auryn menginterupsi pembicaraan mereka.
"Ar…" panggil Auryn bersamaan dengan tirai besar yang tersingkap sempurna tepat dihadapan Archie.
Mata bebas Archie hampir tidak bisa berkedip melihat sosok gadis cantik dihadapannya. Bagaimana tidak, Auryn mengenakan wedding dress bermodel Ball Gown dengan potongan dada agak rendah juga tali spaghetti sebagain penyangganga. Rambutnya juga sedikit dibentuk untuk memperlihatkan hasil yang sempurna
"Cantik." Guman Archie nyaris berbisik. Sementara beberapa orang disana menatap kagum bahkan berbisik karena suka. Tapi lain halnya Auryn, gadis itu nampak risih, terlihat jelas dari ia menutupi bagian dadanya dengan sebelah tangannya.
"Ayo Ar, hampiri wanita mu." Tuan Jaden mendorong pundak Archie menyuruhnya memberi penilaian terhadap gadisnya.
"Mm…Ar, bagaimana?" Tanya Auryn malu, wajah gadis itu sudah bak kepiting rebus, sangat merah merona.
"Cantik." Archie semakin mendekat lalu meraih pinggang rampingnya untuk ditarik sedekat mungkin.
"Mm…tapi,-"
"Tapi apa sayang, melihat mu berdandan seperti ini membuat ku tidak sabar akan hari pernikahan kita." Bisik Archie membuat geli gadis itu.
"Aku tidak nyaman Ar, ini terlalu terbuka." Cicitnya tidak enak hati, takut pria itu akan kecewa karena Auryn tidak suka pilihan Ibunya.
"Benarkah? Tapi ini sungguh cantik." Bantah Archie cepat.
Karena semua telah sesuai dan siap hanya tinggal merapikan saja. Mereka pun pergi dari sana untuk menuju tempat selanjutnya.
Tepat di pintu keluar ruang Tuan Jaden, mata Auryn tidak sengaja menangkap sebuah wedding dress bermodel A-Line dengan atasannya Full Brokat. Cukup lama Auryn memperhatikannya sampai tangan Archie kembali menggandengnya.
^^^^
Sebelum ke tempat percetakan untuk memilih desain undangan mereka, terlebih dulu Archie menepikan mobilnya di restoran khas Jepang. Ya, kesukaan pria itu sama seperti Daddy nya Zach.
"Sebaiknya kita makan siang dulu." Ajaknya, membuka pintu mobil lalu kembali menggandeng Auryn yang juga telah keluar dari mobil.
Makan siang mereka hari itu diwarnai dengan pembicaraan ringan yang terkadang membuat Auryn tersenyum bahkan tertawa kecil. Selain itu mereka juga membahas beberapa hal yang akan mereka jalani saat setelah menikah nanti.
"Mm…Ar, setelah menikah nanti kita, akan tinggal dimana?" Tanya Auryn ragu-ragu.
"Kau pasti mencemaskan Yumi. Tenang saja, setelah menikah kita akan hidup mandiri dan tinggal terpisah dari Mommy. Sementara rumah kita selesai, kita tinggal di apartement ku dulu dan kau bisa mengajak Yumi." Yakin Archie.
"Maaf Ar, jika aku terlalu menuntut. Tapi Yumi sudah menjadi tanggung jawabku sekarang." Jelas Yumi merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak masalah, hubungan seperti inilah yang akan kita jalani, saling berbagi dan mendiskusikan segala sesuatunya."
Puas dengan makan siang, mereka kembali melanjutkan persiapan pernikahan mereka dan sekarang sedang menuju galeri percetakan untuk memilih undangan.
Disana mereka tidak terlalu lama menghabiskan waktu sebab Archie maupun Auryn tidaklah terlalu cerewet dalam hal memilih desainnya. Dan pilihan mereka jatuh pada desain yang simpel dimana ada beberapa tangkai bunga baby's breath berwarna ungu sebagai ornamen yang membuatnya elegan. Dan juga terselip inisial nama mereka A&A disana dengan sebuah kertas kecil.
^^^^
Sore menjelang, sepasang manusia yang akan terikat janji suci pernikahan itu kini menuju sebuah toko perhiasan ternama yang ada di kota mereka.
Archie mempersilahkan gadisnya untuk memilih model dan jenis cincin yang ia suka. Ia sama sekali tidak keberatan jika saja gadis itu akan memilih yang paling glamour dan mahal nantinya.
"Sudah mendapatkannya?" Archie duduk disebelah Auryn sembari mengikuti arah pandang gadis itu.
"…." Auryn menggeleng dengan bibir mengerucut seperti anak kecil.
"Kenapa?"
"Semua terlalu berlebihan, aku suka yang simpel Ar." Keluhnya menolehkan kepala kearah pria itu.
Datanglah seorang karyawan toko dengan membawa kotak beludru berwarna cream ditangannya lalu menyerahkannya ke Archie.
"Ini pesanan anda Tuan muda." Ujarnya menunduk hormat ke pria itu.
"Coba lihat ini." Setelah menerima pesanannya dari karyawan tadi, Archie memperlihatkannya ke Auryn yang masih saja sibuk mencari model yang pas untuknya.
"Indah sekali." Seru Auryn takjub, matanya menatap penuh minat pada cincin itu. Kemudia sesaat ia tersadar, bahwa ada berlian yang cukup besar disana dan ia memperkirakan seberapa mahal harganya.
"Mm…yang lain saja Ar. Aku kurang suka modelnya." Elak Auryn beralasan. Dalam hati ia menyukai cincin itu.
"Ini aku sendiri yang memilih desainnya, dan ini khusus dibuat hanya untuk pernikahan kita." Terang Archie yang berhasil membuat Auryn terperangah.
"Bukankah kita sudah sepakat untuk memberi kesempatan pernikahan ini. Jadi tidak ada salahnya memilih sesuatu yang akan kita kenakan seumur hidup kita." Archie meyakinkan Auryn bahwa semua itu tidaklah berlebihan.
Akhirnya Auryn kembali pasrah tidak menolah, ia tidak mau Archie kecewa dan selalu menuruti kehendaknya. Mereka harus seimbang dalam memutuskan sesuatu, itulah salah satu cara agar mereka terhindar dari perdebatan.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Stay read terus ya dear dan tidak lupa saya ingatkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk LIKE, COMMENT dan VOTE.
__ADS_1
Sebelumnya jangan lupa untuk ditambahkan dulu ke favorite kalian ya.
TERIMA KASIH