Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Tidak mau dia menjadi menantu kita


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Seminggu telah berlalu dilalui Auryn tanpa Melodi, wanita yang telah memberikan kehidupan padanya, Ibunya. Tidak sehari pun dilalui tanpa rasa rindu terhadap wanita yang telah melahirkannya itu. Meski begitu, Auryn sudah bisa menerima kenyataan dan merelakan kepergian Ibunya.


Hari ini, Auryn juga sudah kembali bekerja seperti biasa, tidak hanya itu, ia juga sudah kembali tersenyum walaupun hanya sesekali saja. Sementara Yumi, gadis berwajah jepang itu, juga mulai melalui hari seperti biasa dan hari ini dia juga akan mencoba untuk melamar pekerjaan dibeberapa rumah sakit.


"Mm…ucapan Kakak terakhir kali, apa benar kakak akan berhenti dari hotel Tuan Archie?" Yumi kembali mempertanyakan keputusan Auryn hari itu ditengah sarapan mereka pagi ini.


"Ya. Tapi tidak sekarang, Kakak harus mencari pekerjaan lain dulu." Jawab Auryn menimpali pertanyaan adiknya. Mereka juga sudah mulai terbiasa dengan kehadiran masing-masing sebagai saudara dan menjalani peran sebagai kakak juga sebagai adik.


"Semoga berhasil Kak." Ungkap Yumi memberi semangat.


"Terima kasih. Kau juga." Balas Auryn sembari mengusap lembut tangan Yumi.


Kedua gadis berparas manis yang meneduhkan mata itu berjalan bergandengan meninggalkan rumah mereka untuk menata masa depan. Mereka berpisah di jalanan karena arah mereka yang berlawanan.


Baru akan memasuki hotel milik Archie tempatnya bekerja, Auryn mendengar suara memanggil namanya. Ia menoleh kebelakang melihat siapa orang itu yang ternyata Kate.


"Ryn…"


"Kak Kate." Balas Auryn menyapa sembari menampikkan senyum tipisnya.


"Ryn…" panggilnya lagi seraya menubruk Auryn dengan pelukan. Di elusnya punggung Auryn dengan sayang.


"Kenapa Kak?" Tanya Auryn heran.


"Tidak. Tidak apa-apa. Kakak hanya merindukan mu, maaf disaat kau membutuhkan, kakak malah tidak ada didekat mu. Aku sangat ingin pulang untuk menemani mu juga mengantarkan Bibi ketempat terakhirnya tapi tidak bisa, maaf Ryn..." Kate melepas pelukan mereka, terlihat gadis yang berusia tiga tahun diatasnya itu mengusap air mata yang mengalir dengan bebas diwajahnya.


"Tidak apa-apa Kak." Auryn menenangkan Kate juga mengusap air mata wanita yang sudah dianggap Kakak olehnya itu. Auryn terharu, ternyata ia dikelilingi oleh orang-orang yang peduli dan menyayanginya.


Usai melepas semua perasaan bersalah Kate, mereka berpisah untuk menjalankan pekerjaan masing-masing. Sebelum bekerja, Auryn berganti seragam terlebih dahulu.


^^^^


"Ada apa kau pagi-pagi sekali sudah kemari?" Tanya Zach melihat adiknya, Chris ikut sarapan pagi di rumahnya. Walaupun rumah mereka tidak terlalu jauh atau bisa dikatakan dekat, Chris jarang sekali datang pagi terlebih lagi sarapan bersama.


"Tidak ada. Dimana Kakak ipar?" Chris memutar pandangannya ke sekitar ruangan untuk menemukan Celo, tapi yang dicari tidak ada.


"Di kamar mengambilkan dasi ku." Ujar Zach masih sibuk dengan koran pagi dan secangkir teh hijau di tangannya.

__ADS_1


"Oh." Ber oh ria, Chris melanjutkan sarapannya.


Tak lama setelah keheningan tercipta antara kakak beradik itu, Celo datang memecah keheningan.


"Chris.." panggil Celo melihat adik dari suaminya itu sarapan dirumah mereka.


"Hai kakak ipar." Chris balik menyapa Celo, ditangan wanita tiga anak itu terlihat membawa sepotong dasi berwarna navy polos tanpa motif.


"Sayang, Aku berangkat." Zach berdiri dari kegiatannya, menghampiri wanita yang telah menjadi tulang rusuknya itu. Mengerti, Celo melingkarkan dasi yang tadi ia bawa lalu menyimpulkannya sehingga menjadi bentuk sempurna dileher suaminya.


"Sudah." Celi memastikan penampilan laki-laki yang sudah memberinya kebahagiaan itu sempurna untuk memulai hari dengan menepuk kedua belah bahu Zach. Sedangkan Chris, wanita itu sedikit bersedih melihat pemandangan serasi didepannya, ia juga ingin melakukan hal itu dengan Shane.


"Chris.." tidak sadar termenung, ia dikejutkan dengan Celo yang menyentuh tangannya.


"Eh, ah..ya." jawab Chris tergagap kemudian mengusap tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Mau bercerita?" Tawar Celo melihat gelagat tidak menggembirakan dari wajah Chris yang hanya dijawab berupa gelengan kepala oleh Ibu satu anak itu.


"Aku hanya sedikit merindukan Kak Shane. Yah, kau tau lah hubungan kami sangat singkat. Bahkan dia pergi tanpa mengetahui hadirnya putri kami." Chris berkata dengan tatapan menatap lurus kedepan.


"Tidak Chris, Kak Shane selalu ada diantara kita, dia bersama kalian. Selamanya." Celo tersenyum, digenggam eratnya tangan Chris untuk menguatkan adik iparnya itu.


"Kau tau Celo, saat ini aku memikirkan Auryn. Entah kenapa, gadis itu menarik perhatian ku." Ujar Chris mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Bagaimana jika kita jadikan dia bagian dari keluarga kita. Maksud ku, hubungan mereka, Auryn dan Archie bagaimana jika kita lanjutkan. Kita minta mereka menikah secepatnya." Imbuh Chris serius.


"Tapi aku tidak mau dia menjadi menantu kita." Tolak Celo cepat.


"Apa ini? Apa Celo sudah mengetahui jika Auryn putrinya Melodi?" Batin Chris bertanya-tanya.


Chris tidak bisa tinggal diam, dia tidak mau jika rencana yang sudah ia rancang serapi mungkin akan berantakan hanya karena penolakan Celo.


"Kenapa? Bukannya kau kasihan dengan dia? Dia gadis yang baik, dia juga jujur. Dimana lagi letak kurangnya? Lupakan saja masa lalunya, toh dia juga tidak tau apa-apa." Jelas Chris untuk merubah keputusan Celo, ia berpikir Celo telah mengetahui segalanya.


"Bukan begitu tapi,"


^^^^


Auryn memasuki ruangan Archie karena ia memang hanya bertugas khusus untuk pria itu saja. Pertama ia merapikan ranjang yang berserakan, lalu seisis ruangan tersebut.

__ADS_1


"Dimana pria itu? Sudah beberapa hari ini dia tidak menghubungi ku, kemana dia?" Auryn bertanya pada dirinya sendiri.


Auryn meraih ponselnya bermaksud untuk menghubungi Archie. Dia pikir, Archie harus diberitahu perihal ia akan mengundurkan diri dari pekerjaannya saat ini.


"Ya Auryn, ada apa?" Jawab Archie dari seberang sambungan.


"Mm…kau dimana? Ada suatu hal yang mau aku bicarakan dengan mu." Sahut Auryn cepat.


"Ar…kau mau kemana?" Terdengar suara lain dari seberang sana, seperti suara wanita.


"Ah, jika kau sibuk mungkin lain kali saja." Tidak menunggu balasan dari Archie, Auryn memutus sepihak panggilan yang ia lakukan tadi.


"Dia sedang bersama wanita? Siapa? Ah, sudahlah bukan urusan ku juga." Auryn coba mengelak rasa yang mengganjal dihatinya. Bibirnya berkata tidak peduli, tapi hatinya tidak. Banyak pertanyaan berputar diotaknya, siapa itu? Sedang apa mereka? Apa yang mereka lakukan? Dimana mereka? Pertanyaannya tidak jauh dari seputan pertanyaan itu.


"Arghh….apa pedulimu Auryn. Biarkan dia dengan kehidupannya, apa yang sedang aku pikirkan sekarang?" Gadis itu berbicara sendiri seraya tangannya memukul-mukul ringan kepalanya.


"Lebih baik aku melanjutkan pekerjaan ku saja." Dengan kesalnya, ia melanjutkan membersihkan lantai yang tadi sempat terhenti untuk menghubungi Archie.


Drtt


Drrrt


Auryn melihat Archie lah yang menghubunginya, ia menimbang sejenak antara menjawab atau membiarkan saja. Akhirnya, diputuskan Auryn menerima panggilan dari pria yang berstatus kekasihnya itu hingga kini.


"Ya Ar, ada apa?" Setelah tadi menetralkan suara juga emosinya, barulah Auryn menggeser icon berwarna hijau yang tertera dilayar ponselnya itu.


"Apa yang mau kau bicarakan? Kenapa tadi kau memutus panggilan begitu saja?" Nada suara pria itu terdengar tidak bersahabat di telinga Auryn.


"It-itu…tidak jadi Ar. Lupakan saja." Auryn mati kutu seketika setelah mendengar suara datar pria itu, sudah terbayang di kepalanya bagaiman raut wajah Archie sekarang.


"Siang nanti ku jemput. Bersiaplah." Titahnya tidak terbantahkan.


"Tidak usa-" belum juga selesai berkata, panggilan sudah diputus olehnya.


"Dasar dominan. Apa-apa dia yang memegang kendali." Rutuk Auryn mengatai prianya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Nih satu lagi, besok di usahakan lagi untuk nyicil..

__ADS_1


Jangan lupa sukai karya saya ini dengan memberikan LIKE dan meninggalkan COMMENT. VOTE teman-teman juga sangat berharga buat saya.


TERIMA KASIH BANYAK


__ADS_2