
▪︎▪︎▪︎▪︎
Satu minggu berlalu semenjak malam itu, Archie mendatangi Auryn ke rumahnya. Ucapan pria itu untuk mengajaknya menikah tidaklah dianggapnya serius. Bagi Auryn ia hanyalah sosok yang tidak mungkin akan berarti apa-apa bagi orang se sempurna Archie.
Anehnya, setelah pertemuan mereka yang terkesan tidak masuk akal itu, Auryn tidak pernah lagi melihat prianya. Adakalanya, rasa rindu melanda Auryn karena tidak bertemu pria mesum yang berstatus kekasihnya itu.
Begirupun, wanita-wanita yang kemarin berbuat kasar terhadapnya tidak lagi pernah terlihat. Menurut kabar yang tersebar, mereka diberhentikan dengan tidak hormat bahkan nama mereka di blacklist dari tempat-tempat yang sekiranya bisa menampung mereka. Kejam bukan, tapi itulah Archie.
"Mm..Kak Kate, apa kakak ada bertemu Archie? Sudah seminggu ini dia tidak terlihat." Auryn yang saat ini, sedang menikmati makan siang bersama sahabat yang dianggapnya Kakak itu, menanyakan keberadaan pria yang sudah seminggu ini memenuhi pikirannya.
"Ar? Kau benar-benar tidak tau dia kemana?" Tanya Kate sangsi.
"Tidak Kak, memang kemana dia?" Auryn semakin penasaran saja dibuatnya.
"Dia sedang mempersiapkan pernikahan." Ujar Kate merendahkan volume suaranya.
"Siapa yang akan menikah?" Bukannya lepas rasa keingin tahuannya, malah ia semakin dibuat bingung.
"Archie." Singkat Kate.
Deg
Auryn terkejut bukan main, rasa-rasanya gadis itu kesulitan untuk bernafas juga jantungnya seperti berhenti berdetak.
"Rynn.." panggil Kate melihat respon Auryn.
"Auryn..hei..." panggil Kate lagi sehingga membuat gadis itu sedikit tersentak.
"Eh, ah ya Kak. Kakak bicara apa?" Sebisanya Auryn merubah mimik wajahnya senetral mungkin.
"Ar akan menikah." Ulang Kate lagi.
"Oh." Tidak tau lagi harus menanggapinya bagaimana, Auryn kembali melanjutkan makannya dengan tidak berselera.
Mereka saling terdiam, jika Kate diam sibuk dengan makanannya sementara Auryn, gadis itu memilih diam karena jika ia kembali bertanya yang ada perasaannya semakin tidak karuan.
^^^^
"Celo, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mu itu. Bisa-bisanya kau mendesak putramu untuk menikah, sementara dia belum ingin melakukannya. Belum tentu juga mereka sekarang saling mencintai." Zach mengusap kasar wajahnya, merasa frustasi akan keputusan yang diambil istrinya itu.
"Sewaktu kita menikah juga tidak ada cinta. Hanya aku yang mencintai mu waktu itu Dadd, ingat itu jika Daddy lupa." Balas Celo tidak mau dipojokkan begitu saja.
Entah kenapa, dalam mempersiapkan pernikahan putra mereka, malah suasana yang tercipta menjadi panas. Ya, saat ini keluarga Alterio tengah mempersiapkan pesta pernikahan Archie.
"Sudah. Sudah. Kenapa Kakak dan kakak ipar malah bertengkar? Tidak baik menyambut hari baik dengan perdebatan seperti ini." Chris yang sudah tentu, ikut andil dalam hari bersejarah keponakannya itu dibuat pusing dengan kelakuan orang tuanya.
"Kakak ipar, apa Kak Eric juga Audrey sudah menyetujui rencana ini?" Tanya Chris mengganti topik perdebatan mereka.
__ADS_1
"Sudah, dan mereka sangat senang mendengarnya." Melihat dua wanita yang disayanginya itu berbincang serius, Zach memilih untuk undur diri.
"Bagaimana dengan Auryn?" Chris yang selalu saja bertanya.
"Gadis itu pasti bisa menerima, dia gadis yang baik dan tidak banyak bicara. Sangat disayangkan dia harus hidup menderita." Ujar Celo dengan nada sendu.
"Ya. Dan sayang sekali karena dia harus menjadi objek balas dendam dari masa lalu Ibunya." Batin Chris, tersenyum miring tanpa sepengetahuan Celo.
"Kakak ipar benar, semoga dia bisa bahagia setelah ini." Sahut Chris dengan senyum palsunya.
Dua wanita yang sama-sama berstatus Ibu itu kembali melanjutkan memilah dan memilih segala sesuatu tentang persiapan pernikahan Archie.
Archie yang terpaksa melaksanakan pernikahan ini, memilih untuk menurut saja. Dia tidak mau pusing untuk mengurusinya, ditambah lagi pria itu juga tengah mempersiapkan hotel barunya di kota C.
Jadilah Celo dan Chris yang berkuasa untuk menentukan bagaimana dan apa saja yang harus dipersiapkan.
"Gaun pengantin mereka bagaimana Chris?" Celo menoleh kearah adik iparnya itu yang sedang sibuk membolak balik kertas yang dengan apa isinya.
"Jaden bilang, tiga hari lagi mereka bisa melakukan fitting pertama." Jawab Chris masih sibuk dengan kertasnya.
"Bagus kalau begitu, tinggal cincin mereka saja lagi yang belum." Seru Celo penuh semangat.
"Ya. Secepatnya kita desak mereka untuk memilihnya." Mereka tertawa bersama, bedanya tawa Chris bukanlah tawa bahagia.
^^^^
"…" sedang Grace, wanita itu melirik dengan tatapan permusuhan.
"Heh, sudah ku duga Auryn, si j****g kecil itu hanya sebagai pelampiasan Tuan Archie saja. Bicara soal Tuan Archie, apa kau sudah dengan kabar, kalau Bos kita itu akan menikah dalam waktu dekat ini?" Tanpa melihat reaksi Grace, wanita bernama Leslie itu terus saja berbicara panjang lebar.
"Dari siapa kau tau?" Dengan wajah memerah menahan kesal, Grace bertanya ke temannya.
"Apa?" Leslie yang baru menoleh ke arah Grace melihat raut tak bersahabat di wajah wanita itu.
"Cepat katakan! Dari mana kau mendapat berita itu HAH!!" Leslie terkejut mendengar Grace berteriak membentaknya.
"G-Grace,-" tergagap, Leslie tidak percaya Grace yang selalu terlihat anggun itu bisa seperti ini jika marah. Satu pertanyaan terlintas dibenaknya, "Kenapa dia bisa semarah itu?" Batin Leslie.
"Leslie!!" Grace ulang membentak temannya..
"Y-yya Grace? Kau bertanya apa?" Leslie benar-benar tergagap, tidak hanya itu wajahnya juga berubah pucat.
"Dari mana kau tau kabar itu?" Grace mencengkeram erat kedua sisi wajah Leslie, giginya terkatup erat saat berkata membuktikan betapa besarnya amarahnya.
"Itu sudah jadi rahasia umum Grace, bahkan Nona Kate saja membenarkannya." Leslie coba melepaskan cengkeraman kuat Grace, dan berhasil wanita itu melepasnya.
"Dengan siapa?" Wajah yang tadi mengeras karena marah kini berubah tegang.
__ADS_1
"Entahlah, katanya ini masih rahasia. Atau bisa jadi juga wanita tadi calon istrinya." Kini Leslie lebih agak berani dibanding ketakutannya tadi.
"Shitt!" Umpat Grace yang terdengar jelas di telinga Leslie.
Sementara itu, Auryn yang tidak sengaja mendengarnya memilih untuk tetap bersembunyi. Gadis itu rupanya berusaha menghindari Grace agar tidak terlibat masalah dengan seniornya itu.
"Ternyata benar, Ar akan menikah. Kenapa dia tidak memberitahu ku? Apa hubungan kami akan berakhir seperti ini?" Tanya Auryn pada dirinya sendiri. Kemudia berlalu dari sana takut kehadirannya diketahui dan malah mencelakainya.
^^^^
Malas rasanya jika harus bertemu dengan Archie, tapi karena permintaan Kate Auryn terpaksa harus menemui pria itu untuk mengantarkan file penting yang harus segera diperiksanya.
Penuh keraguan, akhirnya Auryn memberanikan diri untuk masuk dan kesalahannya gadis itu tidak mengetuk lebih dahulu. Menyesal, itulah yang kata pertama yang memenuhi otak Auryn manakala gadis itu tidak sengaja melihat Archie dalam posisi yang bisa dikatakan intim dengan seorang wanita.
"Auryn.." Archie yang sama tidak kalah terkejutnya dengan Auryn, segera saja menghempas tubuh wanita yang tanpa sengaja menimpa tubuhnya. San tentu saja siapapun yang melihatnya akan salah paham, tidak terkecuali Auryn pun sama.
"Auwh…Ar.." wanita itu mengaduh kesakitan saat pantatnya bersentuhan lansung dengan lantai yang keras.
"M-maaf Ttuan. Nona Kate meminta saya untuk mengantarkan file ini, katanya penting Tuan." Auryn mengulurkan file tersebut dengan jarak yang cukup jauh, juga dengan kepala yang menunduk dalam.
"Kemarilah." Pinta Archie pada gadisnya.
"…." Tidak menjawab hanya gelengan yang diberikan gadis itu.
"Jangan buat aku bicara dua kali sayang." Gertak Archie geram.
"Siapa dia Ar? Apa dia-" sela Cerry. Ya, gadis yang tengah bersama pria itu tak lain dan tak bukan ialah Cerry.
"Diam Cerry!! Sebaiknya kau pergi sekarang!" Wajah Archie sudah memerah karena menahan sesuatu.
"Tapi Ar, bukannya kita akan ke butik untuk melihat gaun pengantin?" Lanjut Cerry lagi.
"Ku bilang pergi ya pergi!" Suara pria itu menggema disetiap sudut ruangannya.
"Hiks…Ar…" gadis yang selalu dimanja apalagi tidak pernah dibentak itu, pergi dengan wajah berurai air mata.
"Aur- shit!! Kemana perginya gadis itu?" Sepeninggal dua gadis yang kini membelit hidupnya, Archie menambah rambutnya kasar.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Sebenarnya siapa ya yang dipilih Archie? Auryn kah atau Cerry?
Stay read terus ya dear dan tidak lupa saya ingatkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk LIKE, COMMENT dan VOTE.
Sebelumnya jangan lupa untuk ditambahkan dulu ke FAVORITE kalian ya.
Karena apa, karena bagi sebagian besar Author dukungan adalah semangat paling besar untuk kembali merangkai kata-kata sehingga menjadi sebuah cerita yang bisa dibaca dan dimanfaatkan untuk mengisi kekosongan waktu kalian.
__ADS_1
Terima kasih