
▪︎▪︎▪︎▪︎
Satu tahun kemudian, semua orang disibukkan akan persiapan pernikahan Aldric dan Nessi. Entah bagaimana mereka menjalin hubungan hingga sampai menikah seperti sekarang.
Setelah Cerry ditangkap polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pernikahan mereka dibatalkan, dan ini keputusan Eric sendiri karena malu atas perbuatan putrinya. Cerry benar-benar telah mencoreng nama baik Eric.
"Bagaimana Al, apa adik mu akan datang?" Celo menghampiri Aldric setelah tadi minta putranya itu untuk menghubungi adiknya agar mau datang ke pernikahannya.
"Dia akan datang Momm,"
"Apa Celo juga ikut?"
"Ya." Aldric ikut senang karena adiknya itu mau datang, mengingat kejadian setahun yang lalu. Tentu saja pria itu merindukan adiknya.
^^^^
Tibalah, hari pernikahan Aldric dan Nessi. Archie memang datang, namun mereka memilih untuk menginap di hotel di banding rumah utama. Archie masih kecewa dengan keputusan Ayahnya hari itu.
"Ar," panggil Celo dari arah belakang putranya. Mereka tidak memberitahukan perihal bangunnya Celo dari komanya atas saran dari wanita itu karena sengaja untuk memberi kejutan.
"Mo-Mommy.. "
"Ya nak, ini Mommy. Mommy sudah sembuh dan sehat seperti
sedia kala lagi." Celo merentangkan tangannya yang disambut baik oleh pria itu.
"Ar merindukan Mommy." Imbuh pria itu sendu.
"Mommy juga nak." Mereka melepas rindu melalui pelukan hangat.
"Dimana Auryn?" Tanya Celo tidak melihat kehadiran menantu kesayangannya itu.
"Ada, dia sedang bersama Bibi July, membicarakan sesuatu." Tukas Archie.
^^^^
"Celo."
"Bibi." Auryn menyahuti sapaan kaku dari July.
"Mmm…bagaimana kabar mu?" July masih berbasa basi.
"Baik, Bibi sendiri apa kabar?"
"Baik juga. Oh ya Ryn, beberpa bulan lalu Kate kembali. Dia sudah memiliki anak laki-laki, lucu sekali." Tatapan Auryn berubah sendu, tanpa sadar July telah membangkitkan luka lama Auryn. Ditambah lagi, wanita itu masih belum hamil juga hingga sekarang.
"Maaf, Bibi tidak bermaksud untuk mengingatkan mu lagi pada luka lama itu." July tersadar akan hal itu, meminta maaf segera.
"Tidak apa Bi."
__ADS_1
"Ryn, Bibi minta maaf. Bibi menyesal telah berlaku jahat pada mu hari itu. Maafkan Bibi Ryn."
"Tidak Bi, Ryn lah yang seharusnya minta maaf karena telah membuat Bibi kecewa dengan memberi jalan untuk pernikahan Kak Kate."
"Tidak apa-apa nak. Bibi juga bersalah dalam hal itu karena telah menghalangi cinta mereka. Apa yang Bibi takutkan tidaklah terjadi." Ulas July.
"…." Auryn tersenyum mendengarnya.
"Kalau Ryn boleh tau, kenapa Bibi tidak setuju mereka menikah?" Tanya Auryn berhati-hati.
"Kenzie itu seorang duda. Dia menikah karena dijebak mantan kekasihnya, pernikahan mereka sangat singkat dan juga mereka tidak mempunyai anak. Meski begitu, tetap saja dia duda. Bibi pikir jika Kate menikah dengannya, makan Kate akan bernasib sama seperti mantan istri Kenzie. Tapi Bibi salah, mereka bahagia sekarang."
"Ya. Kekuatan cinta memang luar biasa." Timpal Auryn menyimpulkan cerita July.
"Ya."
^^^^
Semua anggota keluarga berkumpul di ruang khusus untuk membahas hal-hal kekeluargaan. Disana juga ada Eric dan Audrey, Zach meminta mereka tetap bersahabat setelah apa yang dilakukan Cerry. Tidak jadi besan, bukan berarti persahabatan mereka pupus begitu saja.
"Archie dan Auryn yang semula diminta datang ke ruangan itu, seketika undur diri karema memamg dirinya bukan bagian dadi mereka lagi.
"Ar, mau kemana nak?" Celo berdiri dari duduknya, ia sedih melihat putranya menyingkir dari sana seolah bukanlah bagian dari keluarga.
"Maaf Momm, kami akan kembali ke hotel. Auryn sepertinya juga sudah lelah, dan kami juga harus mengepak barang karena akan berangkat pagi sekali." Sahut Archie datar.
"Ar," Celo mengejar putranya.
"Jangan pergi nak, kembali lah ke sini lagi." Ucapan Celo penuh mohon.
"Maaf Momm, Ar tidak bisa tetap tinggal di keluarga yang telah membuang Ar. Kalau Mommy mau, Mommy bisa mengunjungi kami atau Mommu bisa ikut jika Mommh mau." Archie benar-benar menempatkan Celo di posisi yang sulit.
"Celo, biarkan mereka pergi." Sentak Zach emosi.
"Dadd!!" Bentak Celo.
^^^^
Tiga tahun berlalu, Auryn dan Archie sudah hidup bahagia selamanya. Mereka juga sudah dikarunia sepasang anak kembar yang mereka beri nama Seandra untuk laki-laki dan Senadira untuk perempuan.
Siang ini si kembar dihebohkan dengan kedatangan Grandnie dan Granddad mereka. Bocah yang baru berumur satu tahun itu begitu lincah dan pintar untuk anak seumuran mereka.
"Momm, Dadd, bagaimana perjalanan kalian?" Sapa Archie menyambut kedatangan kedua orang tuanya.
"Lumayan melelahkan untuk ukuran umur kami." Keluh Zach.
"Tidak Ar, itu hanya Daddy mu saja, Mommy masih kuat kok." Ejek Celo ke suaminya.
"Ya, ya…kau masih muda." Zach memilih mengalah dibanding harus melawan seorang nenek-nenek.
__ADS_1
"Dimana cucu-cucu Mommy Ar?" Celo berdiri dari duduknya, berjalan mengelilingi rumah untuk menemukan keberadaan si kembar.
"Mereka masih di kamar Momm. Biasa, mempermainkan Ibu mereka." Celetuk Archie menceritakan keseharian anak kembarnya.
"Kau ini."
^^^^
Tibalah hari dimana Archie dan Auryn menimati waktu berdua mereka. Mereka menganggap kedatangan orangtuanya sangat berguna sebab mereka bisa menghabiskan waktu berdua tanpa ada gangguan dari si kembar.
Mereka pergi ke bungalow untuk melepas rindu, sekaligus rehat dari aktifitas sehari-hari. Mereka sengaja memilih tempat ini karena disinilah kenangan mereka dimulai.
"Ar, terima kasih sudah memilih ku dan mencintai ku hingga detik ini." Mereka duduk bersisian di tepi bungalow dengan kaki menjuntai. Tidak lupa, sebelah tangan Archie mendekap erat pinggang rampingnya.
"Tidak sayang, akulah yang berterima kasih. Terima kasih sudah mau melengkapi kekurangan ku dengan kelebihan mu. Terima kasih sudah mau menerima ku kembali setelah apa yang telah ku lakukan padamu. Maafkan aku." Mereka saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
"Bukankah itu tujuan pernikahan, kita saling melengkapi satu sama lain." Tutur Auryn lembut.
Perlahan dua insan manusia yang di mabuk cinta itu melepas rindu dengan cara mereka berdua. Archie membopong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mereka. Selanjutnya hanya mereka yang tau apa kelanjutannya.
^^^^
Tiga tahun cukup untuk merubah segalanya, terutama untuk Chris dan Cerry. Beberapa bulan di penjara, Chris di diagnosa terkena penyakit lambung sama halnya dengan Melodi, namun wanita itu masih belum mau sadar dan menyadari kesalahannya.
Untuk Cassey, gadis remaja itu memang sulit untuk menerima diawal. Seiring berjalannya waktu, Cassey mulai terbiasa tanpa Ibunya. Celo dengan penuh kasih merawatnya sepeeti putrinya sendiri, ia juga membawa Cassey pulang ke rumah utama dan melarangnya kembali ke asrama. Disana, Cassey merasakan kasih sayang yang lengkap, meski terkadang ia juga merindukan Ibunya.
Sementara untuk Cerry, wanita itu mengalami depresi ringan yang terkadang berhalusinasi. Ia menghayalkan Archie datang untuk membebaskannya dan membalas perasaan cintanya. Tidak jarang juga wanita itu mengamuk dan sesekali tertawa sendiri. Itu semua terjadi karena Cerry yang rutin mengkonsumsi obat penenang setelah Archie memilih untuk menikahi Auryn.
Dendam hanya akan membawa malapetaka tersendiri bagi si pelakunya. Dendam merupakan bentuk rantai yang akan terus berlanjut jika tidak di putus tengahnya. __areumkang__
Karma itu nyata adanya, cepat atau lambatnya itu terjadi merupakan rahasia yang tiada seorang pun tau. Karma belum tentu jatuh pada pada orang yang melakukan dosa, bisa saja turun pada anak atau cucu orang tersebut kelak. ___areumkang__
Tidak semua kehidupan itu bahagia, tergantung bagaimana kita menjalaninya. Ada orang yang berbahagia di hidupnya, ada juga orang yang terus saja menghadapi masalah dalam hidupnya. Namun semua tetap sama, setiap orang akan memiliki akhir entah itu bahagia atau sedih. __areumkang__
__END__
▪︎▪︎▪︎▪︎
**Maaf ya dear, ini seharusnya End kemarin. Tapi karena ada satu dan lain hal jadi sekarang baru bisa UP.
Saya mau mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada readers setia, mereka yang sudah memberi saya dukungan baik LIKE, COMMENT, juga VOTE.
Jangan di hapus dulu ya, dari Favorite kalian, sebab masih ada extra chapternya.
Ah, satu lagi, ikuti saya di IG @areumkang16
Sekali lagi TERIMA KASIH semuanya 🙏🙏🙏
Maaf jika ada TYPO atau tidak memuaskan, maklum, Author hanya manusia biasa dan tidak luput dari salah dan khilaf. Begitu juga dengan jalan cerita, maaf jika tidak sesuai ekspektasi kalian. Setiap manusia dikaruniai akal dan jalan pemikiran yang berbeda-beda. 🤭🤭🤭
__ADS_1
SEE YOU 👋👋👋**