Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Pergolakan batin


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Ibu harus kuat ya, bukannya Ibu mau melihat Ryn menikah. Kita hidup bersama nanti, karena Ryn pasti membutuhkan Ibu untuk merawat cucu-cucu Ibu." Auryn tersenyum, tapi tetap saja air mata tidak pernah kering dari wajahnya.


"Selamat pagi Nona." Sapa seorang Dokter yang diikuti dua orang perawat.


"Pagi Dokter." Balas Auryn setegar mungkin.


"Permisi Nona, kami mau memeriksa perkembangan Nyonya Melodi sebentar. Sebaiknya anda beristirahat dikamar sebelah untuk sesaat, kasihan jika anda sampai ikut sakit." Tawar salah seorang perawat tadi.


"Terima kasih, tapi saya mau disini saja menemani Ibu saya. Takutnya saat terbangun, Ibu membutuhkan sesuatu." Tolaknya halus serta alasannya.


"Nona tenang saja, kami selalu siaga disini. Jika Nyonya Melodi bangun, pasti kami beritahukan. Sebaiknya anda istirahat." Perawat satunya lagi mengusap lembut lengan atas Auryn. Mereka semua prihatin melihat keadaan gadis itu dan juga terharu melihat kasih sayangnya pada Ibunya.


"Baiklah. Terima kasih banyak, kalau bagitu saya istirahat sebentar."


Karena rasa lelah yang mendera, belum berapa lama ia merebahkan tubuhnya disofa, Auryn sudah terlelap. Archie yang juga baru sampai, mengisyaratkan kedua adiknya untuk diam dan menunggu di luar.


Archie mengambil posisi bersimpuh tepat didepan gadisnya, lekat-lekat diperhatikannya wajah lelah itu. Satu tangannya terangkat merapikan beberapa helai rambut yang jatuh menutupi wajah manisnya. Perlahan tapi pelan, di kecupnya lama kening Auryn. Cukup lama Archie dalam posisi itu tapi tidak mengganggu Auryn sama sekali, mungkin karena gadis itu terlalu lelah tidak tidur semalaman.


Pria itu menaruh satu paper bag juga satu kotak makanan untuk Auryn agar saat terbangun gadis itu bisa lansung ganti pakaian dan juga sarapan atau lebih tepatnya makan siang. Setelahnya ia keluar, agar tidak mengganggu istirahat kekasihnya.


^^^^


Hari ini hari libur Kate, gadis itu keluar untuk menemui seseorang. Ia berniat akan menemani Auryn nanti setelah urusannya selesai.


"Mau kemana Kate? pagi-pagi begini sudah rapi? Bukannya kau libur sekarang?" Tanya July melihat putrinya sudah rapi sekali pagi-lagi.


"Itu, Archie minta digantikan menemui client Ma, yah itu." Bohongnya tergagap.


"Benarkah? Kau tidak bohong kan?" Tanya July lagi sedikit curiga.


"Te-tentu saja Mam. Mana berani Kate bohong. Heh.." ujarnya dengan senyum yang dipaksakan lalu melangkah keluar rumah.


"Sebentar Kate. Mama mau menghubungi Ar dulu." July tidak mudah percaya begitu saja akan alasan yang diberikan putrinya.


"Mam…" ia hanya bisa pasrah. Toh sebelum-sebelumnya Archie jugalah yang akan membantunya. Maka dari itu sepupu mesumnya itu jadi leluasa menindas bahkan mengancamnya.


"Baiklah, Mama percaya. Sudah sana." Usirnya setelah menghubungi Archie.

__ADS_1


"Lain kali percayalah pada anak sendiri Ma. Lagipula, Archie sibuk, dia juga harus menemani Auryn." Tukas Kate pada Ibunya.


"Iya ya. Mama juga kasihan pada gadis itu, semoga saja Melodi lekas sembuh." Akhirnya Kate berhasil mengalihkan kecurigaan Ibunya.


Kate benar berbohong, ia menemui seorang pria sebenarnya. Pria yang sangat dicintainya, tapi terhalang restu Ibunya.


"Ken, aku sangat merindukan mu." Serunya seraya berlari memeluk erat pria tampan berkaca mata itu.


"Aku juga sayang." Sautnya membalas pelukan gadis yang dicintainya itu. Tidak banyak waktu untuk mereka bisa bertemu seperti ini, hanya sesekali dan itupun harus sembunyi-sembunyi seperti maling.


"Mau kemana kita hari ini?" Tanya pria itu.


"Ketempat dimana tidak ada orang yang mengenali kita." Tutur Kate sendu.


"Maaf Kate." Sesal pria itu merasa bersalah.


"Bodoh!! Kenapa kau yang minta maaf Ken?" Ia memukul ringan dada keras pria yang dipanggil Ken itu. Lebih panjangnya, Kenzie Rudolf, bekerja sebagai manager disalah satu Bank Swasta di kota. Dilihat dari penampilan juga dari kehidupan keluarganya tidak ada yang salah, tapi entahlah kenapa hubungan mereka ditentang Mama Kate dan hanya mereka lah yang tahu itu.


"Karena kita tidak bisa seperti pasangan normal lainnya, bertemu saja kita harus sembunyi-sembunyi begini. Apa kau tidak lelah?" Tanya Ken lembut.


"Jujur, aku juga lelah Ken. Terkadang terlintas dipikiran ku untuk kita kabur saja dan menikah ditempat yang jauh." Ujarnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Mau sampai kapan kau bersabar Ken?" Tanya Kate sangsi.


"Kau meragukan ku?" Pertanyaan Ken menyiratkan kekecewaan.


"Tidak. Hanya saja, aku takut kau tinggalkan." Kate menyerah, air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Melihat itu Ken menarik kekasihnya kedalam pelukannya.


"Itu tidak akan pernah terjadi, hanya saja jika aku mati barulah aku meninggalkan mu." Imbuhnya meyakinkan.


"Terima kasih." Mereka saling berbagi pelukan juga kasih sayang. Dibalim ketegasan dan kebaikan hati seorang Kate, siapa yang tau gadis itu menjalani kisah cinta yang rumit.


^^^^


Auryn terbangun dari tidurnya saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Ia mendudukkan tubuhnya, sedikit meregangkan otot-ototnya.


"Jam berapa sekarang?" Tanyanya sendiri, lalu menelisik sekitar untuk menemukan jam dinding.


"Astaga. Sudah jam sebelas saja." Kagetnya, baginya tidur tiga jam itu sudah sangat lama sekali karena apapun bisa terjadi saat ia tertidur.

__ADS_1


"Mm..apa ini?" Auryn meraih paper bag yang ada di meja didepannya, lalu dibuka untuk dilihat apa isisnya.


Ceklek


Baru akan melihat isinya, Auryn melihat pintu ruangan yang ditempatinya terbuka. Masuklah sepasang remaja yang di kenalinya, tapi yang pria tampak tidak asing karena ada kemiripan dengan Archie.


"Kakak sudah bangun?" Tanya mereka bersamaan.


"Kalian siapa?" Tanya Auryn bingung.


"Adik ipar Kakak. Ini Seth dan aku Cassey." Seru Cassey memperkenalkan diri mereka.


"Adik ipar?" Auryn mesih mencerna perkataan gadis itu karena ia juga baru bangun tidur.


"Iya Kakak cantik. Kami adik-adiknya Kak Ar, dan itu dari Kak Ar." Ujar Seth seraya menunjuk kearah paper bag yang dipegang Auryn.


"Oh. Ah, haii, saya-" Aurynn berniat akan memperkenalkan diri.


"Kak Auryn." Lagi-lagi mereka menjawab dengan kompak.


"Dimana Ar?" Tanyanya memperhatikan sekitar, tapi tidak menemukan pria yang berstatus kekasihnya itu.


"Tadi katanya mau menemui Dokter sebentar. Sekarang entahlah kak." Jawab Seth.


"Oh. Baiklah, saya mau bebersih sebentar. Terima kasih." Auryn masih canggung bicara pada mereka.


^^^^


"Hei, kau lihat tidak. Kekasih Nona tadi sangat baik ya, dia tidak hanya mencintai putrinya tapi juga sangat perhatian pada Ibunya." Seru seorang perawat itu.


"Iya. Kau benar. Meski mereka tidak punya keluarga lain, setidaknya Nyonya ini mempunyai calon menantu yang sangat baik, tampan pula. Ahhh, aku jadi menginginkannya."


"Hush, kau ini."


"Tapi benar kok. Tadi saja, Tuan itu menemui Dokter lansung untuk menanyakan perkembangan calon mertuanya." Begitulah kiranya bisik-bisik perawat yang tertangkap pendengaran Melodi.


Sebenarnya, tidak lama setelah Auryn pergi beristirahat Melodi siuman. Tapi ia melarang saat salah satu perawat akan memanggil putrinya karena ia kasihan pada Auryn.


"Archie sangat baik sekali pada kami, dia juga tulus mencintai Auryn. Apa salah jika aku meminta mereka berpisah? Tapi bagaiaman jika Chris menyakiti Auryn melalui Archie? Tidak, dia anak baik, Archie pasti mampu melindungi Auryn dari apalun termasuk Bibinya." Melodi mengalami pergolakan batin antara memisahkan putrinya dengan Archie atau menyatukan mereka.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2