Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Calon menantu


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Sudah hari ke lima Melodi dirawat di rumah sakit, tepat dua hari yang lalu Archie memindahkannya ke rumah sakit terbaik di kota karena kondisi Ibu dari gadisnya itu tidak kunjung mengalami perubahan.


Archie mengambil peran sebagai kekasih yang baik, dimana ia selalu menemani Auryn bahkan ia tidak memaksakan kehendaknya seperti bayangan menakutkan gadis itu. Awalnya ia berpkikir bahwa Bos yang merangkap sebagai kekasihnya itu akan memaksanya melakukan sesuatu di luar kemauannya, tapi nyatanya ia salah besar.


"Tuan tidak seharusnya melakukan ini semua, dengan membayar pengobatan Ibu saya saja itu sudah sangat cukup." Tutur Auryn segan.


"Ingat perjanjian kita 'ber laku sebagai pasangan norma lainnya' hilangkan panggilan Tuan mu itu." Ujarnya tegas bisa dibantah.


"Maaf Tu- eh Ar..ya.. Archie." setiap bersama Archie gadis itu selalu saja gugup dan takut.


"Bagus. Aku sangat suka gadis penurut, terlebih saat sedang berdua dengan ku." Perkataan Archie yang penuh arti malah semakin membuat Auryn bergidik ngeri sampai-sampai tubuhnya bergetar bahkan mengeluarkan keringat dingin.


"Kurangi lah ketakutan mu saat bersama ku sayang, disaat kau memilih menerima tawaran ku, maka mulai saat itu kau harus siap menanggung resiko menjadi kekasih seorang Archie lebih tepatnya milik Archie." Disetiap kata-katanya tersirat tekanan.


"Kemarilah." Titahnya. Perlahan Auryn mendekat, tak disangka pria besar itu menariknya dalam dekapan hangatnya.


"Ibu mu pasti baik-baik saja." Ujarnya disela pelukan mereka, bukan hanya itu usapan di kepala gadis itu sukses membuatnya nyaman dan tenang hingga ia terlelap disana.


Melihat gadisnya tertidur, dengan gerakan sepelan mungkin Archie menidurkan Auryn di sofa yang cukup besar juga nyaman karena ia menempatkan Ibu gadisnya itu di kamar vvip.


"Tidurlah. Kau pasti lelah merawat Ibu mu." Diusapnya penuh sayang surai indah milik gadisnya.


^^^^


"Kakak ipar, apa kau sudah tau Ar memiliki kekasih?" Tanya Chris begitu ia bertandang ke rumah Kakaknya.


"Tidak. Memang dari mana Kak Chris tau?" Celo jadi balik bertanya.


"Dari Kate. Ia bilang Ar mengencani salah satu karyawannya, ia bilang gadis itu sangat manis dan baik juga pastinya. Ya, walaupun bukan dari keluarga berada karena ia hanya hidup berdua saja dengan Ibunya, tapi itu bukan masalah." Jelasnya dengan menggebu-gebu.


"Benarkah? Tapi Celo ragu, jangan-jangan anak nakal itu hanya mempermainkan gadis itu saja melihat kelakuan nakalnya itu." Celo sangsi akan hubungan serius putra satu-satunya itu.


"Eii…kita lihat saja dulu. Siapa tau kalau gadis itu berhasil merubah Archie kita, seperti kau merubah Daddy mereka." Ujar Chris mengenang masa lalu mereka.


"Ada-ada saja." Balas Celo terkekeh.


"Ayo kita ketempat Ar Kakak ipar, kita lihat calon menantu kita." Semangat Chris menggebu-gebu.


"Kak Chris saja yang pergi. Daddy anak-anak minta di temani ke luar kota nanti siang." Sesal Celo.

__ADS_1


"Eh dasar, tidak ada habisnya kalian berduaan." Cibir Chris.


"Bibi disini? Kapan Bibi sampai?" Aldric yang baru saja turun lansung menyapa Bibinya itu.


"Sudah cukup lama Bibi disini sayang." Ia berdiri menyambut pelukan keponakannya.


"Ahh…kalau begitu Al kebelakang dulu." Pamitnya setelah sebelumnya mengecup pipi Mommy tercintanya.


"Tunggu Al, hari ini ada jadwal apa?" Pertanyaan Chris menghentikan langkah pemuda itu.


"Tidak ada Bi, hari ini Al free. Kenapa?" Tanyanya balik.


"Bagus. Kalau begitu temani Bibi melihat adik ipar mu." Cetusnya dengan senyum penuh arti.


"Adik ipar? Cassey punya kekasih Bi?" Seolah tidak percaya akan pernyataan Bibinya barusan.


"Sudah, ikut saja. Nanti kau juga akan tau sendiri. Celo kami pergi sebentar ya." Pamitnya seraya setengah menyeret keponakannya itu.


^^^^


Sementara Auryn bekerja, Ibu Kate lah yang menemani Melodi agar gadis itu bisa tetap bekerja dengan tenang. Beliau sama sekali tidak merasa keberatan karena ia juga menyayangi gadis itu karena selain cantik, Auryn juga baik hati dan sopan.


"Apa anda membutuhkan sesuatu Nyonya?" Tanya July, Ibunya Kate.


"Nyonya July, jika terjadi sesuatu pada saya nanti, tolong jaga putri saya. Tapi anda tenang saja, dia sudah terbiasa mandiri hanya saja masih perlu banyak bimbingan." Tuturnya masih dengan suara pelan dan juga tatapan mata kosong.


"Apa maksud anda Nyonya?" Tanya July, bukannya ia tidak paham hanya saja ia tidak mau wanita yang tengah terbaring sakit itu banyak pikiran.


"Saya sudah tidak sanggup lagi, semakin hari penyakit ini semakin menggerogoti saya. Sekalipun sudah dibawa dan ditangani oleh Dokter hebat, kondisi saya malah semakin menurun." Air mata mulai mengucur deras diwajah pucat itu.


"Apa anda menyayangi Auryn Nyonya?" Bukannya menanggapi, July malah kembali bertanya.


"Tentu saja. Dia adalah satu-satunya harta berharga saya, dia jugalah alasan saya untuk bertahan hidup." Tukas Melodi sedikit tersinggung.


"Lalu kenapa anda menyerah? Anda harus tetap berjuang, seperti dia yang juga berjuang demi anda. Seorang Ibu tidak bisa menitipkan anaknya begitu saja pada orang lain, kasih sayang seorang Ibu itu tidak akan pernah sama dengan siapa pun." Jelas July, ia berhasil membuat Melodi tertegun. Ia hanya mau wanita itu berjuang melawan sakitnya demi putrinya.


"Saya bukan menyerah, tapi ini benar-benar seperti akan membunuh saya kapan saja." Sedihnya lagi.


"Setidaknya berjuanglah dulu Nyonya, kasihan Auryn." July menggenggam erat tangan Melodi.


"Kami akan selalu disamping kalian, jadi jangan cemaskan apapun." Tambahnya lagi.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, karena sudah sangat banyak membantu kami selama disini Nyonya. Terima kasih." Ujar Melodi tulus.


"Sudah, sudah. Makanlah rebusan ubi ini, perlahan." July menyodorkan sepotong Ubi rebus pada Melodi. Tidak hanya putri-putri mereka yang bersahabat, mereka pun menjadi dekat satu sama lain.


^^^^


Di hotel, Kate mendapat kabar kalau Chris yang ditemani Aldric akan berkunjung ke Hotel Archie. Ia belum tau saja, jika tujuan mereka berkunjung ialah untuk menemui Auryn.


"Aduh, Archie kemana lagi? Tau Al dan Bibi Chris mau kesini, dia malah tidak menjawab panggilan ku." Kesal Kate.


Tok tokk


"Ya, masuk." Teriak Kate.


"Kate…" sapa Chris.


"B-bibii.." baru saja ia mendapat kabar, tau-tau mereka sudah disini saja.


"Kenapa terkejut begitu?" Heran Chris.


"Ah, bukan apa-apa Bi, Kate hanya terkejut saja tidak biasanya Bibi datang kemari." Imbuhnya, menetralkan rasa terkejutnya tadi.


Lama berbincang, akhirnya Chris menyampaikan maksud kedatangannya. Ia menagih janji Kate yang akan memperkenalkan Auryn selaku kekasih Archie.


Karena permintaan Bibi jauhnya, Kate meminta Auryn ke ruangannya itu. Sedangkan Aldric, ia hanya diam saja duduk di sudut sofa, sebenarnya ia juga penasaran bagaiman gadis pilihan adik kembarnya itu.


Tidak butuh waktu lama, seseorang mengetuk pintu tanda ia akan menemui Kate.


"Masuk saja Ryn." Saut Kate dengan suara keras.


Ceklek


"Ad-a apa Kak-" belum selesai berucap, mata gadis itu menangkap sosok kekasihnya tapi ada yang berbeda.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Maaf buat yang nungguin, saya lagi menyusun kembali jalan ceritanya. Takut ada yang salah dan dikomentari buruk, juga saya harus hati2 memilih kata takut ada typo.


Jika masih menemukan typo atau salah penulisan kata atau salah nama, mohon maklum yah. Saya hanya manusia biasa, bisa salah kapan saja. Sekali lagi maaf…


Jangan lupa dukungannya ya berikan LIKE dan tinggalkan COMMENT kalian.

__ADS_1


VOTE nya juga ya, biar saya memakin semangat.


TERIMA KASIH BANYAK


__ADS_2