Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Bingung dengan perasaannya


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Melodi dirujuk ke ruang ICU karena kondisinya mengalami penurunan yang sangat drastis. Sepeninggal Auryn yang diminta keluar ruangan, wanita itu muntah darah lalu jatuh tak sadarkan diri setelahnya.


"Hiks…hikss…" Archie yang sedari tadi selalu disampingnya sedikitpun tidak mau melepas genggaman tangannya.


"Jangan menangis lagi, Ibu mu pasti akan baik-baik saja." Imbuh Archie lagi.


"Aku takut Ar, bagaimana kalau Ibu meninggalkan ku? Aku tidak punya siapa-siapa lagi." Air mata semakin deras membasahi pipinya.


"Ada aku. Jangan takut lagi heum…" Archie meraih Auryn kedalam pelukannya.


"Terima kasih Ar, kau sudah banyak membantu ku, bahkan sampai menemaniku. Maaf karena selalu berpikiran buruk terhadap mu." Auryn sangat berterima kasih juga menyampaikan maaf dan penyesalannya karena sudah salah menilai pria itu.


"Lupakan saja. Hidup memang seperti itu, sebagian besar orang memang hanya akan menilai melalui covernya saja, tanpa membuka apalagi membacanya isi didalamnya." Pernyataan Archie barusan sukses membuat Auryn tertampar dan merasa malu.


Sudah tengah malam, Auryn terlelap di bahu Archie, sementara pria itu ia tetap terjaga jikalau nanti Dokter keluar untuk mengabari sesuatu.


Drett


Benar saja, pintu geser nan besar itu terbuka menampakkan seorang Dokter pria berperawakan bule. Archie membangunkan gadisnya, meski ia tau Auryn lelah tapi gadis itu harus tau kondisi terkini Ibunya.


"Pasien mengalami pendarah lambung dan daat ini kondisi pasien sangat tidak baik, bisa di katakan kritis. Jika pasien siuman nanti, jangan terlalu membebani pikiran beliau. Akan sangat berbahaya jika sampai pasien tertekan hingga mengalami darah tinggi." Jelas Dokter.


"….." Auryn hanya bisa diam tidak mampu lagi mendengar semua penjelasan Dokter.


^^^^


Lain Melodi lain pula Chris, seusai bertemu Melodi tadi tubuhnya juga bergetar hebat. Bukan karena takut atau sejenisnya melainkan karena dendam, ia sangat-sangat membenci wanita itu.


"Aku harus memberitahukan hal ini pada Kakak. Mereka harus disingkirkan. Ah, tidak. Mereka harusnya mendapatkan pembalasan yang setimpal. Akan ku buat kau dan anak mu itu hidup layaknya di neraka Melodi." Chris mencengkeram erat setir mobilnya. Setelah dirinya sedikit tenang, ia kembali melanjutkan laju mobilnya namun tujuannya sekarang ialah rumah Kakaknya, Zach.


Hampir setengah jam menyetir, mobil Chris memasuki rumah besar nan megah milik Kakaknya. Dengan tidak sabaran wanita yang sudah menjadi Ibu itu masuk dengan tergesa-gesa.


"Kakak, Celo." Panggilnya dengan berteriak.


"Celo." Panggilnya lagi, karena tidak seorang pun yang menghampirinya.


"Ada apa? Kenapa kau berteriak begitu? Kau pikir rumah ini hutan belantara?" Kesal Zach, melihat adiknya lah yang datang dan berteriak kencang.

__ADS_1


"Maaf Kak, tapi ada sesuatu yang sangat penting yang harus kalian tau tentang kekasih Archie." Ujarnya cepat.


"Kau menyelidikinya? Bagaimana jika Ar tau dan marah?" Ingat Zach akan sifat pemarah salah satu putranya itu.


"Archie sudah tau." Saut Chris.


"Lalu kenapa? Ada apa dengan keluarga gadis itu?" Tanya Zach yang jadi penasaran.


"Ternyata dia itu, Ibuny-" belum selesai dengan penjelasannya Celo datang menghampiri mereka.


"Kalian kenapa saling berteriak begitu? Ada apa Chris?" Tanya Celo.


"…." Zach hanya mencebik ke arahnya adiknya.


"Begini, tadi aku menjenguk Ibunya Auryn." Ucapnya mulai menjelaskan.


"…." "…." Zach dan Celo saling memandang tidak tau siapa yang dibicarakan Chris.


"Itu, kekasihnya Archie." Melihat reaksi Zach dan Celo yang sudah paham ia kembali melanjutkan penjelasannya.


"Ibunya sedang sakit keras dirumah sakit. Kalian tau, Ibunya," tiba-tiba saja sesuatu terlintas dibenaknya.


"Ah, sebaiknya mereka tidak usah tau untuk sekarang. Rencana ku akan gagal jika Celo tau, karena dia sangat baik hati dan mudah memaafkan orang. Dia tidak akan mau membantu ku balas dendam, apalagi Kakak dia kan sangat mencintai istrinya. Kalau Celo bilang tidak maka tidak." Chris termenung dengan pikiran dan rencananya sendiri, sampai guncangan dari Celo membuyarkan lamunannya.


"Siapa Chris?" Tanya Celo lagi.


"Ah, b-bukan. Maksud ku, tentu saja kita tidak mengenal Ibunya." Jawabnya tergagap.


"Kau ini, jika bercerita sampai selesai jangan digantung. Kau pikir ini novel online." Gerutu Zach kesal pada adiknya.


"Maksud ku, Ibunya sangat baik. Ya, walaupun mereka hidup sederhana tapi ia berhasil membesarkan putrinya menjadi perempuan yang baik dan berbudi luhur. Sangat pantas jika kita jadikan menantu." Jelas Chris.


"Oh, Celo kira apa. Syukurlah. Tidak penting dia berasal dari keluarga mana, yang terpenting gadis itu baik dan bisa membahagiakan Archie itu sudah sangat bagus sekali. Ya kan Dadd." Imbuh Celo.


"Ya." Balas Zach enteng.


"Sudah ku duga. Celo sangat tidak bisa diharapkan, ditambah lagi Kakak yang selalu mengikuti nasehat wanita tercintanya." Cibir Chris dalam hati.


^^^^

__ADS_1


Pagi ini Achie terbangun lebih awal, ia tidak bisa tidur nyenyak karena pikirannya terganggu akan satu hal. Perkatan demi perkataan Melodi terus saja mengelilingi otaknya. Jujur saja ia juga bingung dengan perasaannya.


Hatinya mengatak ia tidak mencintai Auryn sama sekali, tapi disatu sisi ia benci melihat gadis itu akrab dengan Kakak kembarnya, Aldric. Terkadang rasa iba juga memenuhi hatinya sehingga ia sangat ingin melidungi gadis itu.


"Arghh.." teriaknya frustasi.


Ia masuk kekamar mandi untuk membasahi tubuhnya dengan air dingin. Pikirnya dengan begitu ia akan lebih tenang, nyatanya tidak karena wajah sendu Auryn menari-nari dikepalanya.


"Shitt!!" Umpatnya.


Selesai berpakaian, Archie keluar dari kamarnya hendak menemui Auryn di rumah sakit. Semalam gadis itu memintanya pulang karena ia butuh waktu sendiri. Tentu saja Archie memberinya waktu, biar bagaimana pun Auryn memiliki ruang waktu sendiri.


Baru akan memasuki mobil sepasang remaja berteriak memanggil namanya.


"Kak Ar." Panggil salah satunya yang merupakan perempuan.


"Seth, Cassey. Sedang apa kalian disini?" Tanyanya seraya mengurungkan niat untuk masuk ke mobilnya.


"Tentu saja menemui Kakak." Seru Cassey.


"Bohong Kak. Dia mau berkenalan dengan kekasih Kakak." Timpal Seth.


Dua remaja itu Seth dan Cassey. Seth lebih besar satu tahun dari gadis itu. Mereka bersekolah di tempat yang sama, hanya saja Cassey memilih tinggal di asrama karena Mamanya, Chris sering bepergian keluar negeri.


"Sudah pasti ini ulah Kate, semua orang jadi tau kalau Auryn itu kekasihku." Kesalnya dalam hati.


"Ada-ada saja. Pulanglah. Dia libur hari ini." Titah Archie datar.


"Tapi Ka-" Cassey bermaksud akan membantah tapi Seth sudah lebih dulu bicara.


"Kami mau ikut ke rumah sakit, siapa tau kami bisa menghibur Kak Auryn disana." Suara Seth.


"Benar juga, pasti Auryn kesepian. Kate sibuk di hotel sementara dia tidak punya siapa-siapa lagi di negeri bahkan didunia ini." Perasaa iba itu kembali menghampirinya.


"Masuklah. Tapi ingat, jangan bicara yang aneh-aneh." Ingat Archie pada adik-adiknya.


"Siap Bos." Ujar mereka serempak.


Sebagian besar orang memang hanya akan menilai orang lain melalui covernya saja, tanpa membuka apalagi membacanya isi didalamnya. Mereka cenderung lebih mempercayai apa yang dilihat atau apa yang didengar tanpa mengetahui kedua-duanya. __areum kang

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2