
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Nyonya, sebaiknya kita tidak terlalu jauh dari Tuan dan Nona." Ingat Yumi pada Melodi.
"Tidak apa-apa. Lagi pun mereka juga butuh waktu berdua, seharian bekerja, malamnya harus menemani ku. Tidak ada waktu untuk mereka berduaan seperti ini." Melodi perlahan melangkah ke sebuah bangku tak jauh dari posisi mereka sekarang.
"Nona Yumi, apa aku boleh meminta satu hal pada mu?" Ibu satu anak itu meraih tangan Yumi yang duduk bersebelahan dengannya.
"Jika saya bisa kenapa tidak Nyonya." Seulas senyum tulus terpatri jelas diwajah Yumi.
"Kau mau kan tinggal bersama Auryn, menjadi saudarinya?" Permintaan Melodi mengejutkan Yumi.
"Ta-tapi Nyonya, saya hanyalah seorang yatim piatu, bagaimana jika saya anak seorang penjahat?" Jelas Yumi merasa dirinya rendah.
"Itu tidaklah penting nak, karena masa lalu ku jauh lebih buruk dibandingkan penjahat." Melodi berucap sendu.
"Nyonya-" air mata mulai menggenang di pelupuk mata gadis itu.
"Maaf jika permintaan ku ini egois. Aku, aku hanya tidak mau kalian kesepian nantinya. Tinggalah Bersama-sama sampai kalian punya pendamping hidup kelak."
"Panggil juga aku Ibu, mulai sekarang aku Ibu mu nak." Tukas Melodi lagi.
"Terima kasih banyak Nyonya, eh Ibu." Ralat Yumi cepat.
"Oh ya Nona Yumi, sepertinya Dokter Aiden menaruh hati pada mu." Celetuk Melodi setalah tadi wanita berdrama menyedihkan.
"Mana mungkin Ny- Bu, jelas tidak mungkin orang seperti dia menyukai saya." Imbuh Yumi malu juga tidak percaya.
"Mungkin saja, lihat Archie, anak muda itu mencintai saudari mu dengan tulus."
"Ibu ada-ada saja." Yumi menolak untuk percaya, karena akan menyakitkan jika itu tidak benar dan ia sudah memilik harapan.
^^^^
Suasana hening merayapi mereka kedua insan manusia itu, sampai Archie buka suara dengan satu pertanyaan.
"Kenapa Ibu tidak menikah lagi?" Pertanyaan yang dilontarkan Archie membuat Auryn menghela nafas berat.
"Kau tau bukan kalau aku ini anak h***m. Ibu bilang tidak ada yang mau menikahi wanita seperti dirinya dan membesarkan anak h**** seperti ku. Jawaban yang ambigu bukan? Tapi aku tau, kalimat itu bukan dari hati Ibu ku." Auryn menatap Archie sekilas yang juga menatapnya, lalu gadis itu mengalihkan pandangannya.
"Bagaimana menurut mu tentang anak h**** itu Ar?" Auryn kembali menatap Archie, kali ini lebih lama membuat tatapan mereka saling beradu.
"Kita tidak bisa memilih dari rahim siapa akan di lahirkan terlepas dari hubungan baik atau buruknya kita hadir. Mereka yang tidak beruntug itu juga mempunyai hak yang sama, hak untuk bahagia. Kita juga tidak bisa menghakimi mereka yang tidak beruntung itu." Tutur Archie tanpa memutus kontak mata mereka.
__ADS_1
"….." seulas senyum tipis tercetak diwajah manis Auryn, namun air mata tetap saja ikut serta disana.
"Kau spesial Auryn, dengan segala ketulusan dan kebaikan yang kau tebar pada orang disekitar mu. Ku harap kau akan selalu tersenyum apapun yang terjadi, dan itulah dunia mu." Sebelah tangan Archie terangkat untuk membelai surai indah Auryn.
"Hik…hik…" masih terdengar isakan jarang Auryn, tapi sudah tidak se sendu tadi.
Cukup lama kedua anak manusia itu saling diam, Auryn masih mencoba menetralkan kembali nafasnya, sedangkan Archie, pria itu masih saja menatap gadisnya. Entah apa, semenjak mengenal Auryn dan menjalin hubungan yang entah apa namanya, ia jadi punya hobi baru untuk menyimpan segala ekspresi gadisnya di memori ingatannya.
"Mau jalan-jalan disekitar sini?" Tawar Archie, agar kekasihnya itu tidak kembali larut akan masa lalunya.
"Mmm…." Auryn mengiyakan, namun tetap dengan wajah yang ditundukkan.
"Hey…lihat lawan bicara mu." Goda Archie menyadari gadisnya malu.
"Tidak. Mata ku sembab, tidak enak dilihat." Tolak Auryn cepat.
Tak disangka, pemuda itu dengan gesitnya meraih kedua sisi wajah Auryn lalu mengecup kedua kelopak matanya. Sontak saja Auryn yang diperlakukan demikian memejamkan matanya erat.
"A-aapa yang kau lakukan?" Tergagap, Auryn menarik darinya sedikit menjauh dari Archie.
"Kenapa? Bukannya kita sudah sering melakukan lebih dari ini?" Goda Archie menyadari perubahan rona wajah gadis disampingnya
^^^^
"Lihat. Orang-orang pasti berpikir kita keluarga yang sedang piknik. Ah, Ibu sudah tidak sabar rasanya untuk melihat kalian menikah." Seru Melodi semangat.
"….." Auryn juga Archie hanya bisa tersenyum menanggapi menanggapi celotehan Melodi.
"Ryn…apa kau setuju jika Nona Yumi jadi saudari mu?" Imbuh Melodi menghentika kegiatan mereka masing-masing.
"Benarkah? Tentu saja Ryn mau Bu." Sahut Auryn semangat.
"Nak Ar, Ibu titip satu lagi Putri Ibu ya. Jaga mereka baik-baik." Pinta Melodi, diraihnya tangan pria itu lalu diusapnya pelan.
"Ibu tenang saja, aku akan menjaga kalian bertiga." Sanggah Archie.
Hari beranjak sore, artinya sudah hampir seharian ini mereka menghabiskan waktu bercengkrama dan menikmati udara segar. Auryn dibantu Yumi mengemasi barang-barang mereka.
"Terima kasih Nona Yumi." Ujar Auryn.
"Saya yang harusnya berterima kasih Nona, anda dan Ibu sudah sangat baik dan memperlakukan saya seperti saudara. Untuk memimpikannya saja saya tidak pernah Nona." Lugas Yumi.
"Terkadang tidak semua impian kita akan jadi nyata, sebaliknya apa yang kita pikir tidak mungkin bagi kitalah yang nyata. Tapi tetap saja jangan pernah berhenti bermimpi. Bisakah mulai sekarang kita tidak lagi menggunakan kata 'Nona'?" Kalimat Auryn barusan, sepertinya ia belajar banyak dari prianya.
__ADS_1
"Baiklah Kak Auryn." Suara Yumi.
"Ya adik Yumi." Auryn tersenyum lebar dibuatnya.
"Lekas anak-anak, sebentar lagi mau hujan." Melodi menepuk kedua telapak tangannya sehingga menimbulkan suara tepukan.
"Mana ada hujan Bu, langit sangat cerah. Ibu ini ada-ada saja." Ketus Auryn mencibir Ibunya.
"Lihat saja, tidak lama lagi pasti hujan." Ucap Melodi tak kalah mencibir putrinya.
^^^^
"Apa sehabis ini kita bisa pergi makan malam berdua?" Saat akan sampai di mobil, Archie mengutarakan keinginannya untuk mengajak Auryn makan malam.
"Kenapa tiba-tiba?" Karena tidak biasanya pria itu mengajaknya, karena biasanya dia melakukan sesuatu hal sesuka hatinya saja.
"Apa yang kenapa?" Archie malah balik bertanya.
"Tidak apa-apa." Gerutu Auryn.
"Jadi bagaiman? Belum tentu aku bisa mengajak kau lagi lain kali?" Ujarnya datar terkesan serius.
"Aneh, memang dia mau kemana? Toh setiap hari dia selalu menggangu ku." Rutuk Auryn dalam hati.
Waktu bergulir sangat cepat, tidak ada satu orang pun dapat menebak yang akan terjadi. Tiba-tiba saja Archie berlari ke pinggir jalan mengejar seorang bocah laki-laki bersepeda.
"Ar awass…." Pekik Auryn melihat sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah pria itu.
Brakk
"Archie….."
"Ibu…" semua orang yang ada disana yang menyaksikan ikut berteriak.
Kita tidak bisa memilih dari rahim siapa akan di lahirkan terlepas dari hubungan baik atau buruknya kita hadir. Mereka yang tidak beruntug itu juga mempunyai hak yang sama, hak untuk bahagia. Kita juga tidak bisa menghakimi mereka yang tidak beruntung itu. __areumkang__
Terkadang tidak semua impian kita akan jadi nyata, sebaliknya apa yang kita pikir tidak mungkin bagi kitalah yang nyata. Meski demikian tetap saja jangan pernah berhenti bermimpi. __areumkang__
▪︎▪︎▪︎▪︎
Maaf telat Up nya, terjadi kesalahan jaringan sehingga gagal terus.
jangan lupa dukungannya ya Dear, tapi sebelumnya FAVORITE Kan dulu, lalu berikan LIKE dan tinggalkan COMMENT. VOTE juga, bisa saja menentukan kapan saya untuk UP.
__ADS_1
TERIMA KASIH BANYAK