Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Tidak bisa diterima dengan cepat


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Hampir satu bulan belakangan ini, hubungan rumah tangga Auryn dan suaminya menjadi dingin. Tidak ada lagi kehangatan seperti biasa, bahkan wanita itu bagaikan hidup di dunia berbeda dengan sang suami hanya saja masih berada disatu atap yang sama.


Tidak seperti weekend biasa, Archie masih tidur di kamar mereka pagi ini. Ya, meski hubungan mereka dingin mereka masih tidur bersama, bedanya Archie akan tidur setelah Auryn terlelap.


Pernah satu malam, wanita itu tidak tidur menunggu Archie tapi pria itu malah tidak kembali ke kamar mereka dan memilih tidur diruang kerjanya. Setiap hari, mereka juga tidak pernah lagi pergi dan pulang bekerja bersama.


"Ar, ayo bangun. Kita sarapan." Auryn mengguncang tubuh suaminya pelan. Rasa senang menghiasi hatinya sebab Archie ada dirumah pagi ini.


Mungkin Tuhan ingin memberi kesempatan untuk mereka memperbaiki hubungan mereka, itulah yang ada dipikiran Auryn.


Tidak menyahuti perkataan istrinya, Archie bangun untuk berlalu ke kamar mandi. Tidak sepatah kata pun terucap dari bibirnya, membuat senyum yang tadinya menghiasi wajah Auryn perlahan meredup.


"Mau sarapan pakai apa Ar?"


"Terserah." Jawaban datar Archie, tidak membuat Auryn menampakkan kesedihannya. Ia sudah bertekat untuk tidak menyerah apapun keadaan mereka saat ini.


Suasana hening kembali menyelimuti, yang ada hanya suara sendok dan piring yang saling beradu.


^^^^


Senyum Auryn kembali mengembang manakala siang harinya, Archie masih berada dirumah dan itu artinya pria itu tidak pergi kemana-mana hari ini.


Saat ini, pria itu sedang berenang di halaman belakang rumah mereka. Auryn berinisiatif membuatkan juice semangka kesukaan suaminya itu. Auryn mendudukkan diri ditepian kolam sembari membenamkan sebagian kakinya.


Archie yang merasa akan kehadiran seseorang, keluar dari sana, diraihnya jubah handuk yang memang sudah ia bawa sendiri. Dibalutkan ke tubuh basahnya, lalu melangkah bermaksud untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Ar, tunggu." Auryn bangkit dari duduknya, nyaris saja ia terjatuh ke dalam kolam jika saja tidak berhati-hati.


"Ini, aku sudah membuatkan juice kesukaan mu." Penuh semangat juga senyum manisnya, Auryn menyodorkan gelas tinggi tersebut.


"…." Tidak tega juga melihat usaha istrinya untuk memperbaiki hubungan mereka, Archie meraih gelas itu untuk diteguk isinya.


"Sudah bukan." Seru Archie, datar dan terpaksa. Ia hendak melanjutkan lagi langkahnya, tapi terburu dicegah Auryn dengan mencekal lengannya.


"Ar, kita perlu bicara." Ucap Auryn cepat.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan."


"Sebentar Ar. Bukankah kau sendiri yang bilang, jika kita ada masalah kita harus bicarakan, cari solusi, lalu berbaikan. Tapi kenapa kau malah menghindar, kesalahan apa yang telah aku perbuat sampai kau mendiamkan bahkan mengacuhkan ku Ar?" Auryn mengeluarkan segala yang ia pendam satu bulan belakangan ini.


"…." Archie bungkam, ia masih betah dengan diam seribu bahasanya.


"Ibu mu." Hanya itu jawaban yang diberikannya.


"Ibu? Kenapa dengan Ibu ku Ar?"


"Tanya sendiri pada Ibu mu itu!! Apa yang telah dia lakukan di masa lalu!" Suara Archie mengeras, melepaskan kemarahannya.


Ucapan suaminya bak hantaman batu besar yang jatuh tepat di pundaknya. Auryn tidak terima begitu saja jika Ibunya dikatai seperti itu oleh suaminya sendiri.


"Punya hak apa kau, men judge Ibu ku yang sudah tiada! Masa lalu yang mana yang telah menyakiti mu sampai kau seperti ini Ar? Apa setelah kematiannya, keburukannya juga harus diungkap?" Auryn pun tak kalah keras suaranya, bahkan suara mereka sangat lantang ditengah hamparan pasir dan laut.


^^^^

__ADS_1


Malam menjelang, matahari telah bersembunyi keberadaannya. Setelah pertengkaran mereka siang tadi, Archie pergi entah kemana meninggalkan Auryn dengan tangis kepiluannya.


Pertengkaran itu juga tidak menghasilkan apa-apa, Auryn sama sekali tidak mendapat jawaban atas masa lalu Ibunya. Kenapa suaminya terlihat sangat membenci Ibunya.


"Ibu, seperti apa masa lalu Ibu? Apa benar Ibu orang yang jahat?" Air mata masih setiap menemaninya, bahkan bola matanya saja nyaris tidak terlihat karena sembab. Lelah menangis, wanita itu menyerah dengan rasa kantuk juga rasa lelah.


Jam menunjukkan sudah tengah malam, suara dari mobil terdengar dipelataran rumah mereka. Tidak berselang lama, pintu kamar Auryn dibuka karena memang tidak dikunci.


Ceklekk


Archie pulang, ia juga tidak tenang meninggalkan istrinya setelah pertengkaran mereka tadi. Rasa bersalah menyerang hatinya, manakala melihat wajah cantik itu masih saja basah karena air mata. Sepertinya, Auryn masih saja menangis dalam tidurnya, begitukah ia menyakiti hati wanita itu.


"Maafkan aku Auryn. Tapi itu semua tidak bisa diterima dengan cepat. Ibu dan Ayah mu hampir saja menghabisi kami satu keluarga." Lirih Archie menatap dalam istrinya.


Archie beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri sebelum menidurkan tubuhnya yang teramat lelah. Lelah fisik juga hati.


Cukup lama ia dikamar mandi, hampir satu jam lamanya. Archie naik ke atas ranjang mereka, tidak hanya itu ia juga menarik Auryn untuk masuk kedalam dekapannya.


Sebelum benar-benar tidur, pria itu mencium lama kening Auryn.


"Hiks.." tidak diduga, Auryn kembali menangis karena ia tidak tidur. Auryn terbangun karena kedatangan suaminya tadi.


"Maafkan aku." Diusapnya lembut punggung wanita itu. Bukannya tenang, tangis Auryn semakin pecah adanya.


"Maafkan aku." Entah berapa kali pria itu berucap maaf, yang berakhir dengan mata mereka yang saling terpejam.


▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2