Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Juga butuh Ayah


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Ditempat yang sama, diatap yang sama juga , hanya sebuah pintu yang memisahkan mereka. Auryn duduk meringkuk dibalik pintu bagian dalam, sementara Archie, suaminya itu duduk bersandar di pintu bagian luar.


Bohong jika pria itu tidak mendengar tangis pilu wanita yang sudah terikat status pernikahan dengannya itu. Sekali lagi, jika ego sudah menguasai diri, hati pun ikut dikuasai. Tidak bisa lagi membedakan antara yang benar dan salah.


"Ibu…hiks…a-ayaahh…" untuk pertama kalinya, Auryn menyebut Ayah dalam tangisnya. Mungkin karena ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, mungkin juga wanita itu berharap Ayahnya masih ada dan akan menemuinya.


"Ayah dimana? Ryn juga butuh Ayah..hikss… Ryn tidak akan menuntut apa-apa, Ryn hanya ingin Ayah tau keberadaan Ryn di dunia ini. Juga katakan pada semua orang kalau Ryn bukanlah anak h***m hikss…hikss…" Archie tertegun mendengarnya, bagaimana bisa wanita itu begitu tegar selama ini, kenyataannya ia rapuh bahkan sangat rapuh.


Kembali lagi, ego menguasai hati dan pikirannya, Archie memilih bungkam tapi tidak mau beranjak dari sana.


Nyaris satu jam wanita itu menangis pilu, sampai akhirnya Archie sudah tidak menangkap lagi suara dari dalam sana. Ia pikir, mungkin istrinya itu sudah lelah dan memilih untuk tidur, atau mungkin sedang makan karena tadi ia juga melihat wanitanya membawa bungkusan makanan.


^^^^


Di tempat lain, Yumi yang hari ini sudah jatahnya pulang dikejutkan dengan kabar menghilangnya Auryn. Gadis itu yang tidak mengetahui permasalahan rumah tangga kakaknya, jadi panik. Tentu ia berpikir yang tidak-tidak seperti diculik atau dicelakai orang jahat.


"Bagaimana dengan Kak Ar Bi? Apa dia sudah menemukan Kakak?"


"Saya tidak tau Nona Yumi, sebab Tuan belum sama sekali menghubungi ke mari." Ujar Bi Myla menjawab pertanyaan Yumi. Dalam hati, wanita tua itu juga mencemaskan Nonanya itu. Biar bagaimana pun beliau tau bahwa hubungan sepasang suami istri itu sedang tidak baik-baik saja. Tapi ia juga tisak bisa memberitahu Yumi, karena itu bukanlah haknya.


"Biar Yumi hubungi Kak Ar dulu." Imbuh gadis itu.


Ya, sebaiknya memang begitu Nona." Bi Myla menyetujui pemikirannya. Gadis itu meraih ponselnya didalam tas selempang yang masih bertengger manis di pundaknnya. Karena cemas, ia belum sempat istirahat bahkan untuk sekedar melepas tasnya.


"Kak Ar, ini Yumi." Sapa gadis itu, begitu Archie menerima panggilannya.


"Ya Yumi, ada apa?" Dari suaranya, Archie terdengar seperti orang yang sedang bersedih.


"Itu, Yumi dengar Kak Auryn pergi. Apa kakak sudah menemukannya? Perasaan Yumi tidak enak kak, takut terjadi sesuatu pada kak Auryn." Bukannya apa-apa, karena kasih sayang Auryn padanya, Yumi merasakan ikatan batin yang kuat terhadap Kakak angkatnya itu.


"Ah…itu,- Auryn ada dirumah Ibu sekarang. Mungkin dia merindukan Ibu, karena itulah dia pergi kesana. Mungkin juga akan menginap disana." Archie tergagap dengan jawaban yang ia kira-kira.


"Mungkin? Apa kakak belum menemui kak Auryn disana?" Yumi sangsi akan jawaban kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Itu, maksud kakak. Kakak sangat sibuk dan tidak sempat menghampirinya tadi, mungkin besok. Kami sudah membicarakannya lewat ponsel tadi, tapi sekarang ponsel Auryn tidak bisa dihubungi, mungkin dia sudah tidur." Dalam hati Archie mengutuk dirinya sendiri, karena telah banyak melakukan dosa terhadap dua kakak beradik itu.


"Begitu." Respon Yumi singkat.


"Ya. Dimana kau sekarang?"


"Sudah dirumah kak. Kalau begitu, biar Yumi saja yang menemui kak Auryn besok pagi?" Tutur gadis itu sedikit lega.


"Ya. Tidurlah, ini juga sudah larut." Ingat Archie lada adik iparnya. Biar bagaimana pun mereka tanggung jawabnya sekarang.


"Ya kak. Auryn tutup."


Mereka sama-sama mengakhiri sambungan lewat udara tersebut.


^^^^


Paginya, Yumi segera bersiap untuk menemui Kakaknya. Ia melewatkan sarapan paginya, ia sangat ingin sarapan bersama kakaknya itu, semoga saja Auryn belum berangkat kerja pikirnya.


"Bi Myla, Yumi berangkat dulu." Walau Bi Myla hanya asisten rumah tangga disana, tapi mereka semua menghormati beliau dan tidak memperlakukannya sebagai asisten rumah tangga seperti kebanyakan orang.


"Terima kasih Bi, Yumi mau sarapan bersama Kak Auryn saja nanti." Sorak Yumi yang kini sudah berada didepan rumah.


"Baiklah Nona, hati-hati dijalan." Bi Myla setengah berlari bermaksud untuk mengantar kepergian Yumi.


Hampir dua jam Yumi berada di taxi, akhirnya ia sampai juga dirumah peninggalan Ibu mereka. Rumah yang membuat Yumi memiliki kenangan tentang keluarga.


Tok tokk


Tokk tok tok


Cukup lama gadis itu mengetuk pintu, namun tak kunjung mendapat sahutan. Ia pikir, mungkin kakaknya sudah berangkat ke hotel, karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewat.


"Mungkin kakak sudah pergi." Sedikit kecewa, Yumi memutar tubuhnya hendak pergi dari sana. Sampai terdengar suara benda pecah dari arah dalam mengurungkan langkah gadis itu. Ia kembali berbalik untuk memastikan bahwa itu bukanlah kakaknya, Auryn.


Beruntung, pintu itu ternyata tidak dikunci, Yumi melangkah masuk semakin ke dalam. Ia masuk ke kamar mendiang Ibu mereka yang kini di huni Auryn.

__ADS_1


"Kak, kak Auryn disini?" Panggil gadis itu.


Tik


Tik


Terdengar lagi suara air dari arah kamar mandi yang ada di kamar tersebut. Langkak kaki membawanya kesana.


"Kak Auryn!!" Pekiknya cemas. Bagaimana tidak, didalam sana ia mendapati Auryn sudah tidak sadarkan diri. Wajahnya pucat pasi, pakaiannya juga sedikit lembab terlebih lagi terdapat darah segar mengalir dari sela pahanya. Membuat Yumi melotot sempurna, setelah kemudian berlari menghampiri kakaknya itu.


"Kak, bangun kak. Apa yang terjadi? Bangun kak." Yumi meraih tubuh ringkih Auryn untuk dirangkulnya. Ia menepuk-nepuk pelan wajah wanita itu, berharap bisa menyadarkannya, tapi nihil Auryn benar-benar tidak sadarkan diri sekarang.


"Kak Ar. Ya, aku harus segara menghubunginya." Siapa lagi jika bukan Archie yang dihubunginya, pria itu adalah suaminya, jadi dia pasti akan bergegas kesana. Sudah beberapa kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali dari suami kakaknya itu. Sementara keadaan Auryn semakin menurun.


"Ya Nona Yumi, ada apa anda tiba-tiba menghubungi say,-"


"Maaf Dokter Aiden, saya butuh bantuan Anda. Kak Auryn, dia jatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri sekarang, kondisinya semakin menurun. Sepertinya, kak Auryn juga mengalami pendarahan. Cepat Dokter, tolong selamatkan kakak saya." Nada suara Yumi penuh permohonan, gadis itu juga sangat ketakutan sekarang.


"Tenang, katakan dimana anda dan saya akan segera kesana." Tukas Aiden.


"Saya di rumah Ibu kami."


"Baiklah, tunggu saya. Sepuluh menit, ya dalam waktu sepuluh menit saya akan tiba disana."


^^^^


Auryn sudah terbangun sejak setengah jam yang lalu, setelah mendengar kabar bahagia yang disampaikan Dokter yang menanganinya, juga dari Yumi. Auryn sangat bahagia dengan wajahnya yang berseri-seri. Ditambah lagi, Archie sudah berdiri tegap dihadapannya saat ini, hanya saja dengan tatapan datarnya.


"Ar, apa kau sudah dengar dari Dokte? Dokter bilang aku hamil Ar, anak kita ada disini sekarang." Kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya, tangannya juga tidak pernah lepas memeluk dan mengusap lembut perutnya yang masih datar itu.


"Kenapa kau bisa hamil?"


Jika ego sudah menguasai diri, hati pun ikut dikuasai. Tidak bisa lagi membedakan antara yang benar dan salah. Kebanyakan orang seperti itu sulit mengakui kesalahan dan cenderung mencari-cari kesalahan orang lain. __areumkang__


▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2