Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Maldives


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Pagi menyambut, Auryn terbangun setelah mendengar suara keributan dari arah pintu. Gadis itu menggeliat tapi sayang, sepasang tangan menahan pergerakannya.


Mata bulatnya membola, masih setengah sadar untuk mengingat status barunya. Seiring mengerjapnya mata mata bulat itu, Auryn pun ingat bahwa ia sekarang sudah sah menjadi istri Archie.


"Astaga. Untung saja Ar belum bangun, kalau tidak, bisa-bisa pria mesum ini menertawakan ku." Cetus Auryn dalam hati.


"Ar…bangun." Auryn mengguncang pelan pundak suaminya.


"Tiga menit lagi Momm." Igaunya, kemudian berbalik tidur telungkup yang semakin menindih tubuh kecil Auryn.


"Ar..berat!" Pekik Auryn yang kini memukul-mukul keras lengan atas suaminya itu.


Usai aksi pukul-pukulan Auryn tehadap suaminya, kini kedua pasangan itu ikut bergabung dengan keluarga untuk sarapan pagi. Mereka disana yang awalnya tengah terbincang seru seketika terdiam melihat kedatangan mereka, terutama Aldric.


"Jarang sekali Kakak bangun terlambat, tidur jam berapa semalam Kak?" Sambar Seth dengan pertanyaan anehnya.


"Jam tiga." Jawab Archie acuh.


"Selama itu?" Sahut yang lainnya tidak percaya. Pikiran mereka sudah melayang kemana-mana.


"Apa sudah ada baby lucu nya disini kak?" Cassey yang ada disana pun ikut menimpali pertanyaan Seth tadi juga tangannya menyentuh perut rata Auryn.


"Uhukh..uhuk…"


"Al, kenapa nak? Makannya pelan-pelan." Celo menuangkan seglas air ke gelas putra sulungnya itu. Ya, yang tersedak bukanlah Archie maupun Auryn, tapi Aldric.


"Terima kasih Momm." Tidak disadari orang-orang disana, kini kedua saudara kembar itu saling menatap tajam.


^^^^


Tidak membuang waktu, Archie lansung memboyong Auryn untuk honeymoon. Pria itu itu tidak mau menundanya karena setelah ini ia akan sangat sibuk, sebab persiapan pembukaan cabang hotelnya di kota C.


"Ar, aku rasa kita tidak perlu pergi jauh. Disini saja sudah cukup." Auryn coba untuk merubah keputusan suaminya itu, ia merasa tidak enak karena terlalu berlebihan menurutnya.


"Ini honeymoon kita, dan aku tidak mau ada pengganggu." Ujar Archie datar, dan itu membuat Auryn terdiam.


"Maaf, maksudku. Sekaranglah waktunya bagi kita untuk berduaan, dan bukannya kita sudah sepakat untuk memberi kesempatan pada pernikahan ini." Tukas Archie, melihat Auryn yang gusar.


"Baiklah. Maaf, aku juga tidak bermaksud membantah, hanya saja aku takut ini terlalu berlebihan." Auryn jadi merasa bersalah karenanya.


"Tidak sayang, tidak ada yang berlebihan dalam pernikahan kita, itu normal-normal saja jika kita pergi honeymoon. Atau, apa kau takut padaku?" Archie yang kini mulai mengerti isi kepala istrinya.


"T-takut a-apa?" Elak Auryn menyembunyikannya.

__ADS_1


"Takut aku memakan mu." Goda Archie mengedipkan sebelah matanya.


"Ar…" rengek Auryn yang terdengar sangat menggoda ditelinga pria itu.


"Sudah. Sebaiknya kau istirahat saja, perjalanan kita masih lama." Suruh Archie.


"Memang kita mau kemana?" Tanya Auryn masih penasaran.


"Nanti akan ku beritahu. Sudah tidur saja. Persiapkan tenaga mu, karena sesampainya disana kau tidak akan bisa istirahat." Pria itu menaik turunkan alisnya, memperjelas godaannya.


"Dasar pria mesum." Ketus Auryn, lalu memiringkan tubuhnya membelakangi Archie.


^^^^


Hampir sehari semalam berada di jalur udara, akhirnya pasangan suami istri baru itu sampai di negara tujuan mereka. Archie menenteng satu koper berukuran cukup besar, sementara Auryn membantu suaminya membawa ransel berukuran sedang yang berisikan laptop dan beberapa kebutuhan kerja suaminya, sekedar berjaga-jaga saja jikalau ada pekerjaan mendesak.


"Ini dimana Ar?" Auryn yang belum mendapat jawaban kembali melayangkan pertanyaan.


"Maldives." Singkat Archie.


"Apa? Ma-maldives? Astaga Ar, ini sangat jauh dari rumah." Mata Auryn membulat sempurna bersamaan dengan keterkejutannya. Bagaimana tidak, selain jauh, negara ini juga sangat terkenal dengan surganya para pengantin baru.


Archie tidak lagi menanggapi ocehan gadisnya, mereka terus saja melanjutkan perjalanan yang ditempuh dengan mobil dalam diam.


Selama beberapa hari disini mereka akan menginap di bungalows yang beratapkan jerami seukuran rumah sederhana dan terletak presis ditengah laut yang airnya teramat jernih.



"Wahh…ini cantik sekali Ar. Aku suka." Auryn berlari kearah jendela menatap keluar dimana sekelilingnya hanya ada laut.


"Tapi kenapa bungalow kita tidak terhubung seperti yang disana?" Tunjuk Auryn mengarah pada rangkaian bungalow yang berda cukup jauh dari mereka.


"Jika aku katakan bahwa bungalow ini dan kapal yang kita naiki tadi adalah milik ku, apa kau akan percaya?" Archie melangkah mendekat, memeluk pinggang istrinya dari samping.


"Aku percaya, karena kau selalu berkata apa adanya." Yakin Auryn, menatap dalam sorot mata tajam itu.


Bukannya menanggapi ucapan istrinya, Archie malam memberondong bibir Auryn dengan bibirnya. Ciuman lembut itu lama kelamaan berangsur menjadi ******* kecil yang cukup membuat Auryn kehabisan nafas.


^^^^


Seharian ini mereka habiskan dengan beristirahat saja, mereka akui jika perjalanan tadi melelahkan. Karena kemarin mereka juga baru saja mengadakan pesta pernikahan yang itu juga cukup menguras tenaga.


"Bagaimana jika kita lapar? Dari mana kita dapat makan?" Archie tertawa dengan kepolosan istrinya itu.


"Haha.." tawa Archie semakin pecah.

__ADS_1


"Kenapa kau malah tertawa? Apa kau tidak lapar?" Kesal Auryn lagi.


"Kau lapar?" Kali ini Archie yang bertanya dengan wajah tanpa dosanya.


"Iya." Cicit Auryn dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


"Ayo kita masak sesuatu." Tutur Archie sembari berdiri dari duduknya, tangan besarnya terulur untuk diraih istrinya yang disambut baik Auryn.


Lagi, perempuan yang masih gadis itu dibuat melongo dengan dapur mini yang ada di bungalow itu. Disana cukup lengkap untuk persediaan mereka selama lima hari kedepan.


"Siap untuk memasak istri ku?"


"Siap untuk memasak juga- suami ku?" Usai mengucapkannya, wajah gadis itu langsung merona merah. Archie yang melihatnya tidak tahan untuk tidak mengecup wajah cantik didepannya.


Selesai memasak, mereka menghidangkan makanan mereka dan menciptakan suasana romantis sendiri. Auryn berdecak kagum akan keahlian suaminya dalam hal menata meja untuk dinner mereka.


"Wah…tidak salah kau menjadi pemilik hotel bintang lima Ar, dilihat dari cara kau menata ini semua saja sudah jelas kau ahlinya." Puji Auryn tidak tanggung-tanggung akan sisi romantis Archie.


Pas sekali didukung dengan sunset yang akan bersembunyi ketempat peraduannya membuat suasana mereka semakin romantis.



"Ar…lihat, ada sunset. Ini sangat cantik." Tiada habisnya kekaguman Auryn. Archie yang sedari tadi hanya diam sembari menyunggingkan senyumnya kini ikut menimpali celotehan sang istri.


"Kau juga canti, Auryn." Dan itu sekali lagi membuat Auryn tersipu malu.


"Terima kasih Ar." Lalu gadis itu menundukkan kepalanya.


Mereka makan diisi dengan Archie yang menjelaskan sedikit tentang Maldives dan bagaimana sampai ia memiliki bungalow disana.


"Awalnya, ini untuk hadiah anniversary Momm dan Dadd, aku ingin mereka merasakan kembali masa-masa indah dalam pernikahan mereka. Terlebih lagi selama menikah Momm dan Dadd tidak pernah honeymoon." Jelas Archie menceritakan orang tuanya.


"Benarkah mereka tidak pernah honeymoon?" Terang saja Auryn tidak percaya.


"Ya." Memang sesuatu yang sulit dipercaya bukan?" Archie juga ikut tertawa dengan keanehan orang tuanya itu.


▪︎▪︎▪︎▪︎


sekarang sudah memasuki fase pernikahan mereka, yang artinya konflik akan mulai berdatangan. Tapi tenang aja, konfliknya gak akan ada pelakor, karena saya takut diteror. wkwkwk...


yang suka sama karya saya jangan lupa dukungannya ya dengan memberikan LIKE, COMMENT dan VOTE. juga tambahkan ke FAVORITE kalian ya dear.


Terima kasih banyak


LUV U

__ADS_1


__ADS_2