Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Tolong


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Flashback


Acara terakhir telah selesai itu artinya Auryn bisa seger beristirahat. Wanita itu tiba-tiba saja merasa pusing juga mual disaat bersamaan, padahal tidak biasanya ia seperti itu. Lagipun tidak mungkin juga ia pergi begitu saja sebelum acara usai, sebab semakin banyak omongan belakang yang akan mencercanya.


"Astaga, kenapa pusing sekali? Baik-baik ya nak, besok kita akan ke dokter untuk memeriksakan keadaan mu." Auryn mengelus lembut perutnya yang masih belum terlalu membuncit.


"Aku sudah tidak tahan lagi. Acaranya juga sudah selesai, sebaiknya aku ke kamar saja." Wanita itu masih berbicara sendiri dan terkadang mengajak baby bumps nya bicara.


Langkah kaki membawanya ke arah kamar, belum sempat mencapai pintu ada seseorang yang memukul pundaknya hingga tidak sadarkan diri.


Selang beberapa lama, Auryn terbangun dalam keadan terikat di sebatang pohon tepat di tepi tebing. Tidak hanya itu, di pelipisnya juga mengalir darah segar, seperti bekas hantaman.


"Ughh…" terdengar lenguhan kecil, begitu kesadarannya kembali. Perlahan, Auryn membuka mata yang nyatanya ditutup dengan kain hitam.


"Oh, akhirnya kau bangun juga Nyonya besar!" Sapa seseorang yang duduk agak jauh dari posisinya saat ini.


"Ugh…ss-siapa disana?" Ringis Auryn ketakutan juga menahan pusing dikepalanya.


"Heh." Cibir orang itu. Ia melangkah mendekat ke arah Auryn, kemudian membuka penutup matanya.


"N-, mmmh…" belum sempat Auryn bersuara, orang itu membekap mulutnya dengan kain yang tadi ia gunakan untuk menutup matanya.


"Kau sudah melihat siapa aku bukan?" Ejeknya melihat wanita hamil itu tidak berdaya dengan keadaannya sekarang.


"Kau mau dengar alasan aku melakukan hal ini?"


"Hemmpp.." Auryn menyahutinya hanya berupa suara yang tidak jelas sebab mulutnya yang dibekap.


"Kau tidak perlu bicara. Cukup dengarkan alasan kenapa aku melakukan hal ini. Dan kau tau, ini semua karena masa lalu Ibu mu yang j****g itu. Dia sudah menghancurkan keluarga ku!!" Bentak orang itu, tidak segan pula ia menarik kasar rambut Auryn yang menyebabkan wanita itu makin kesakitan.


"Eummhh…" Auryn terus saja memberontak. Dalam hati ia berpikir kenapa bagitu banyak orang yang membenci Ibunya? Kenapa kenapa dia dijadikan objek balas dendam pada Ibunya? Begitu banyak pertanyaan yang ingin dia tau apa jawabnya.


"Kau ingin bicara heh? Mau membela Ibu mu yang j****g itu!! Baiklah, akan ku berikan kau kesempatan terakhir untuk bersuara sebelum menyusul Ibu mu ke neraka sana." Tukas orang itu, dengan kasar ia menarik kain yang menyumpal mulut Auryn.


"Argh…" dia tertawa senang melihat Auryn meringis menahan sakit di beberapa bagian tubuhnya.


"Kenapa? Kenapa Kak Grace lakukan ini? Apa hubungan Kak Grace dengan masa lalu Ibu ku?" Akhirnya, Auryn bisa mempertanyakan kebencian Grace selama ini terhadapnya.


Ya, orang yang menyekap Auryn saat ini ialah Grace. Wanita itu yang selalu mengganggu Auryn bahkan menebar kebohongan agar orang-orang membenci wanita itu.

__ADS_1


"Dengar baik-baik! Ibu j****g mu itu menggoda ayah ku, sampai kau ada di dunia ini. Ayah ku lebih memilih kau dan Ibu j****g mu dan mengabaikan kami. Kalian telah membunuh Ibuku, membunuhnya secara perlahan!! Kau tau bagaimana kami harus menjalani hidup hah!! Aku harus banting tulang untuk bertahan hidup demi pengobatan Ibuku, bahkan aku rela menjual harga diri ku, tapi apa! Ibu ku pergi sebelum aku sempat membawanya ke rumah sakit!!" Grace menceritakan masa lalunya dengan menggebu-gebu, meluapkan segala emosinya.


"A-apa? Kak Grace, kakak ku? Lalu dimana Ayah sekarang kak? Ryn in-,"


Plak


Plakk


Dua tamparan sekaligus diterima Auryn, menyebabkan luka sobek disudut bibirnya.


"Kau pikir aku senang berbagi darah dengan anak h***m seperti mu! Kau kotor dan hina persis seperti Ibu mu! Tidak hanya merebut Ayah ku, kau juga merebut Archie dari ku b******k!!"


Deg


Auryn semakin tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Bagaimana bisa, disaat ia bertemu saudara satu ayahnya bukannya mendapat petunjuk mengenai identitas ayahnya, malah ia perlakukan seperti ini.


"Maafkan Ryn Kak, Ryn tidak tau kalau Kakak menyukai Ar. Sungguh. Atas nama Ibu, Ryn juga minta maaf Kak." Auryn memohon dengan lirihnya. Berharap masih ada sedikit kebaikan di diri Grace.


"Maaf? Kau pikir dengan satu kata itu, Ibu ku bisa kembali lagi dan keluarga kami utuh seperti sedia kala hah! Tidak!! Sekarang matilah kau! Temui Ibu mu di neraka sana!"


Grace melepas ikatan Auryn, kemudian mendorongnya ke dalam jurang yang dibawahnya terdapat danau. Auryn yang sudah tidak bertenaga lagi, tidak berdaya menahan dorongan Grace.


"Jangan Kak! Argh…"


Grace menyaksikan bagaiman Auryn terjatuh, tersenyum senang. Ia bahagia telah berhasil membalaskan dendamnya, kini ia bisa bernafas lega. Grace melangkah menjauh dari sana, meninggalkan Auryn entah hidup atau mati dibawah sana.


Flashback off


^^^^


Cukup lama Auryn bergelantungan ditepi tebing yang curam. Keberuntungan masih berpihak padanya, sebab ia tidak lansung jatuh dan menghantam bebatuan yang ada ditepian danau.


"T-tolong…"


"Tolong ss-a-ya..." dengan sisa tenaganya, Auryn bersuara berharap akan ada yang mendengarnya. Meski hanya bersuara lirih Auryn tetap berusaha, setidaknya ia harus bertahan demi anaknya.


Srett


Auryn berhalusinasi, ia merasa seseorang menggapai lengannya untuk kemudian berusaha di tarik naik ke permukaan. Antara sadar dan tidak, ia melihat sosok wanita yang membantunya.


"N-onna Lesli-e…" ucap Auryn terbata, dilihatnya Leslie lah yang membantunya.

__ADS_1


"Bertahanlah. Sebentar lagi bantuan akan datang." Imbuh Leslie memeluk Auryn, sebelah tangannya digunakan untuk menahan darah yang masih saja terus mengalir di pelipis Auryn.


"Ssela-matkan a-anak s-aya N-nona." Mohon Auryn sendu, sebelum kesadarannya perlahan menghilang.


"Tentu kalian akan selamat. Hei, bertahanlah Auryn." Leslie menepuk-nepuk ringan pipi Auryn, agar wanita itu tetap sadar.


Ditengah kebingungannya, beberapa orang datang salah satunya Lyan. Pria itu dengan sigap mengambil alih Auryn dan memerintahkan beberapa bawahannya untuk menahan Leslie.


"Bawa dia ketempat kita." Titahnya datar.


"Aku tidak bersalah. Justru aku lah yang telah menyelamatkannya, kalian salah paham." Leslie memberontak karena memang bukan dialah pelakunya.


"Kau pikir aku akan percaya begitu saja setelah semua yang kau lakukan terhadap Auryn hah!!" Tentu saja Lyan tidak akan percaya, karena dia sudah sering menangkap basah wanita itu menjahati Auryn.


"Bawa dia!" Betak Lyan pada orang-orangnya.


^^^^


"Apa!! Kalian mau mati semua Hah!!" Ditempat lain, Archie memggeram marah dengan kabar yang baru saja diterimanya. Bagaimana tidak, saat ini nyawa anak dan istrinya sedang dipertaruhkan.


"Maafkan aku. Ini benar-benar diluar perkiraan." Bukan membela diri, namun memang Lyan tidak menyangka akan ada yang mencelakai Auryn.


"Sekarang bagaimana keadaannya?" Archie masih dalam mode marahnya.


"Kami masih dalam perjalanan."


"Kenapa kalian lama sekali? Menunggu istri dan anakku meregang nyawa hah!!"


"Sebaiknya kau kembali. Aku tidak bisa mendebatku melalui panggilan." Lyan yang juga emosi, memutus panggilan secara sepihak.


"Shitt!! Bibi benar-benar sudah di luar batas." Archie menggenggam erat ponsel yang masih di tangannya, nyaris saja ponsel itu remuk.


"Arghh!! Apa yang harus aku lakukan sekarang! Aku juga tidak bisa kembali." Pria itu menggeram frustasi. Disatu sisi ia sangat ingin berada disamping istri dan anaknya, namun disisi lain ia juga harus menjauh agar rahasia masa lalu mertuanya tetap aman demi mempertahankan istrinya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Hayoo


Siapa yang nebak Chris pelakunya?


Jangan lupa sukai karya saya ini dengan memberikan LIKE dan meninggalkan COMMENT. VOTE teman-teman juga sangat berharga buat saya.

__ADS_1


TERIMA KASIH BANYAK


__ADS_2