Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Diary 2


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Ya Momm, Ada apa?" Archie meraih ponsel yang memperlihatkan nama Mommy sebagai si pemanggil.


"Ar, tadi Auryn minta izin untuk menginap di rumah Ibunya. Temani dia ya, sehabis pulang bekerja. Mommy takut dia sakit lagi." Titah Celo.


"Tapi Mo,-"


"Tidak ada penolakan. Kau mau anak dan istri mu kenapa-napa?" Sentak Celo kesal.


"Baiklah. Ar akan susul ke sana nanti. Tapi untuk apa dia kesana Momm?" Tanya Archie bingung.


"Katanya, dia merindukan mendiang Ibunya." Ujar Celo masih melalui sambungan panggilan.


"Oh. Ya sudah Momm, Ar mau ada meeting sebentar lagi." Archie memutus sambungan panggilan dengan Ibunya itu.


"Ternyata benar, dia merindukan Ibunya." Gumam Archie teringat sewaktu istrinya itu mengigau dan menangis dalam Tidurnya.


Jam menujukkan pukul lima sore, Archie baru saja selesai rapat sekitar sepuluh menit yang lalu. Pria itu bersiap untuk pulang, namun tidak kerumah Mommy, ia akan menyusul istrinya di rumah peninggalan mertuanya. Tidak lupa juga Archie membawa beberapa pakaian santai untuk ia kenakan disana nanti.


^^^^


Kembali ke Auryn, wanita dengan perut buncit itu duduk bersila di lantai. Tangannya memegang sebuah buku tebal nan usang yang merupakan diary milik Ibunya. Satu per satu di baliknya lembar demi lembar helaian buku itu. Tak jarang Auryn tersenyum membaca tulisan Ibunya dan tak jarang pula ia bersedih hati dengan kehidupan yang dijalani sang Ibu di masa lalu.


**


"Hari ini aku bertemu lagi dengan pria itu dan kami berkenalan. Namanya Zach, dia dari kalangan berada entah bagaimana jadinya jika dia tau aku menyukainya."


Auryn melewati beberapa lembar halaman, karena curahan hati ibunya itu tidak terlalu mengandung rahasia yang ia cari.


**

__ADS_1


"Senangnya hari ini, ternyata Zach juga mencintai ku. Dia memintaku untuk menjadi kekasihnya dan dia juga akan mengenalkan ku ke orang tuanya."


**


"Mami Zach tidak menyukai ku, katanya kami tidak sepantaran karena aku hanya yatim piatu yang tidak tau asal usulnya. Apa aku memang tidak pantas untuk bersanding dengan Zach?"


**


"Tuhan tolong aku. Hari ini hari terberat dalam hidup ku. Pria itu, stafano Dacosta, dia merebut sesuatu yang sangat berharga di diriku. Sesuatu yang seharusnya ku berikan pada suamiku kelak, Zach. Dia meperkosa ku! Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana jika Zach tau dan meninggalkan ku?"


Auryn meneteskan air mata, mendapati kejadian buruk yang menimpa Ibunya. Tidak tau harus apa dan mengadu pada siapa disaat ia hanya hidup sebatang kara, sungguh malang nasib wanita yang telah melahirkannya itu.


Auryn kembali melewati beberapa lembar halaman, tidak ada kecurigaan sama sekali perihal nama pria yang tadi tertulis di buku harian peninggalan Ibunya itu.


**


"Zach mengetahuinya, dia tau bahwa aku sudah tidak gadis lagi. Tapi dia menerimanya dengan lapang dada. Beruntungnya diriku memiliki kekasih yang sangat mencintai ku."


**


Auryn kembali menangis, segala emosi berkumpul di benaknya. Marah kecewa dan iba, bagaimana bisa Ibunya menjalani kehidupan yang seperti itu.


**


"Dasar pria jahat, dia terus saja menekan ku. Dia memaksaku bertingkah layaknya seorang j****g, dia memintaku untuk merayu sahabat kekasih ku sendiri, namanya Nate dia seorang Dokter. Karenanya, Zach bertengkar dengan sahabatnya dan memutuskan hubungan persahabatannya. Dia selalu mengancam ku!"


**


"Tidak hanya Nate, dia juga memintaku untuk menggoda Eric, sahabat Zach. Aku sudah bagaikan boneka untuk diperalatnya, ingin rasanya ku akhiri saja hidup ini. Tapi bagaimana dengan Zach? Dia pasti akan sangat kehilangan ku."


Auryn kembali melewati beberapa halaman. Dia kecewa akan sikap Ibunya yang mau saja ditekan dan dipermainkan. Meski dibawah ancaman, harusnya Ibunya itu jujur pada Zach. Lebih baik di jauhi dari pada dibenci orang-orang sebab suatu hal yang orang lain tidak tau akar permasalahannya.

__ADS_1


**


"Aku sudah benar-benar menjadi j****g sekarang. Aku menjalin hubungan dengan Shane, sahabatnya. Kami saling melengkapi, meski kami tidak saling mencintai, tapi kami saling membutuhkan. Zach terlalu monoton dan se enaknya sendiri. Maafkan aku Zach."


Auryn menutup mulutnya tidak percaya jika Ibunya menghianati pria yang sudah begitu banyak berkorban demi dirinya. Bahkan sampai memutuskan hubungan persahabatannya demi memilih percaya pada Ibunya tersebut.


**


"Aku hamil! Bagaimana ini? Pernikahan kami sudah didepan mata, apa yang harus ku lakukan? Meski kami juga sering tidur bersama, tapi bagaimana jika Zach tau kalau ini bukan anaknya?"


Auryn kembali terkaget, bagaimana Ibunya bisa berhubungan tanpa adanya ikatan pernikahan. Beruntungnya Auryn, sebab Archie memilih untuk menikahinya sebelum menyentuhnya.


Auryn kembali melewati beberapa lembar halaman, ia masih belum tau siapa ayah biologisnya. Entah itu Shane atau pria jahat yang bernama Stafano itu, telalu banyak pria disekeliling Ibunya itu.


**


"Shane mengakui ini sebagai anaknya, setidaknya aku bisa bernafas lega tanpa harus meminta pertanggung jawaban pria itu, Stefano Dacosta. Perlahan akan ku menyiapkan anak mu ini, aku tidak sudi mengandung benih dari pria bejat seperti mu!"


Bagai ditusuk jarum, perih dan sakit. Auryn terluka membaca tulisan Ibunya. Bagaimana bisa seorang Ibu sampai hati akan melenyapkan anaknya, meski dia tidak menginginkannya. Meskipun itu tidaklah terjadi, dan Auryn berhasil hidup hingga sekarang, tetap saja ia kecewa dan sedih. Meski Auryn sudah berjanji di awal kalau ia tidak akan kecewa, namun sebagai manusia, Auryn tidak bisa mengelaknya.


Dengan wajah memerah dan basah akan air mata, tidak lupa juga akan hidungnya yang mengeluarkan cairan serta memerah karena terlalu banyak menangis. Dengan tangan bergetar Auryn kembali membalik lembaran buka usang itu untuk terus mengetahui masa lalu sang Ibu.


**


Setelah sekian lama, akhirnya kami bertemu lagi. Tapi sayang, Zach mencintai wanita pengganti itu. Bagaimana pun caranya, aku akan merebut Zach dari wanita itu."


**


"Aku muak dengan Chris, wanita itu tidak bisa diajak bekerja sama. Untuk menyingkirkan Celo saja dia tidak becus! Akan ku hancurkan juga dia, serta anak yang ada dalam kandungannya itu. Anak yang akan menjadi saingan anakku untuk mendapat posisi sebagai ahli waris Stefano Dacosta. Ya, aku tau Chris juga tidur dengan Stef hingga dia hamil anaknya, anak pria itu."


**

__ADS_1


"Hari ini aku berhasil menghasut stef, jika anak yang dikandung Chria bukanlah anaknya melainkan anak pria lain. Dan itu berhasil, Stef marah besar. Kami menghampiri Chris di rumah yang ditinggali Zach bersama Celo. Namun di luar dugaan ku, ternyata Stef mempunyai cara sendiri untuk membuat Chris kehilangan anaknya. Dia meniduri Chris dengan kasar hingga wanita itu meregang nyawa. Brutal memang, namun aku juga tidak punya pilihan lain."


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2