
▪︎▪︎▪︎▪︎
Hari itupun tiba, hari dimana Auryn akan memasuki fase baru dalam hidupnya. Kehidupan baru, status baru, keluarga baru dan tentunya rasa yang baru pula.
Hari yang seharusnya menjadi hari terbesar dan paling membahagiakan dalam hidup seorang wanita, tidak membuat Auryn sebahagia itu. Bagaimana tidak, ia tidak memiliki siapapun untuk mendampinginya. Ya, meski ada Yumi, namun tetap saja ia sangat mengharapkan kehadiran Ibunya atau mungkin sosok Ayah yang ia tidak yakin itu ada.
"Wahh…Kakak cantik sekali." Seru Yumi yang baru saja masuk ke dalam kamar yang memang dikhususkan untuk make up room pengantin.
Pernikahan mereka diadakan di hotel milik Archie sendiri, dengan pesta besar-besaran yang mungkin akan menjadi pembahasan utama di kota bahkan negara mereka. Mengingat status keluarga Alterio yang merupakan salah satu pemegang bisnis terbesar di eropa atau mungkin dunia.
"…." Auryn hanya yersenyum tipis saja sebagai tanggapan.
"Kenapa kakak sedih?" Gadis itu perlahan mendekat ke Auryn, bohong jika ia tidak tau kesedihan kakaknya.
"Kakak harus senyum, Ibu pasti sedih jika kakak tidak bahagia." Yumi berujar demikian, meski ia juga sama sedihnya.
"Baiklah." Auryn memaksakan senyumnya.
^^^^
Mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri semenjak satu jam yang lalu. Kini Auryn tengah berdiri berdampingan dengan Archie di pelaminan sebagai suaminya.
Saat ini Auryn sudah bisa sedikit tersenyum, setelah sejam yang lalu gadis itu menangis hari karena Zach, ayah mertuanya.
Flashback
Tok tok
Melihat siapa yang datang, tiga orang MUA yang bertugas menangani Auryn pamit keluar atas instruksi dari Zach. Dirasa hanya mereka berdua yang tersisa, Zach mendekati Auryn yang sebentar lagi akan menjadi menantu sekaligus putrinya.
"Kau gugup nak?" Zach mengambil sebuah bangku lalu duduk tepat dihadapan gadis itu.
"Sedikit Dadd." Auryn menundukkan pandangannya.
"Hei, ada apa dengan wajah sedih itu heum? Lihat Daddy." Titah Zach, mengangkat dagu Auryn dangan satu tangannya.
"Auryn, bisakah Daddy menjadi pendamping mu? Menggantikan posisi ayah mu hanya untuk hari ini saja?" Pinta Zach merengkuh tangan gadis itu yang kini dibalut sarung tangan tipis yang berwarna senada dengan gaunnya.
"Tentu Dadd, bahkan Ryn tidak keberatan jika Daddy mau menjadi ayah Ryn untuk selamanya." Air mata kembali jatuh, namun bukan lagi air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.
__ADS_1
Flashback off
"Mmm…Ar," panggil Auryn menolehkan kepala kearah suaminya. Meski belum terbiasa, mau tidak mau, suka tidak suka, Auryn harus menerima Archie yang kini sudah sah menjadi suaminya.
"Ya?" Sahut Archie yang juga menoleh kearah Auryn.
"Kenapa Gaunnya bisa berganti dengan yang ini? Dan bukannya gaun pilihan Mommy?" Ya, semenjak tadi gadis itu ingin bertanya tapi tidak tau pada siapa.
"Gaun itu bukan pilihan Mommy, tapi Bibi Chris. Lagipun, ini pernikahan kita dan sudah seharusnya kita memilih sesuai selera kita bukan. Dan aku juga suka pilihan mu, karena aku tidak mau orang lain melihat sesuatu yang memang sudah seharusnya menjadi milik ku." Jelas Archie, namun Auryn tidak mengerti kalimat yang diucapkan suaminya itu diakhir.
"Melihat apa?" Dengan polosnya Auryn malah bertanya.
"Lupakan. Sebaiknya kita sapa para tamu." Archie merengkuh pinggang istrinya untuk menyeimbangkan langkah mereka untuk menemui tamu yang secara keseluruhan adalah tamu suami dan keluarga suaminya.
^^^^
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, artinya pesta pernikahan mereka sudah usai semenjak dua jam lalu. Sepasang suami istri baru itu, kini duduk bersisian diatas ranjang pengantin mereka setelah tadi membersihkan diri.
"Apa kau belum mengantuk?" Archie memecah keheningan diantara mereka.
"Apa kau mau melakukan sesuatu?" Archie kembali bertanya hal yang semakin membuat Auryn gelagapan.
"Sesuatu apa?" Auryn menahan rasa gugupnya dengan bersikap seolah semua baik-baik saja.
"Apa kau tidak mau membuka itu?" Ucapan pria yang berstatus suaminya itu berhasil membuat Auryn terbelalak berpikir yang tidak-tidak.
"Me-membuka ap-pa?" Giliran Auryn yang bertanya dengan raut tidak percaya.
"Itu? Kado dari para tamu dan kerabat kita." Seketika perkataan Archie membuat Auryn mencelos, perasaan lega lansung merayap dihatinya.
"Oh ah…itu. Baiklah, ayo kita lihat bersama." Kegugupan Auryn kali ini, lebih ke merutuki kebodohannya.
Jadilah saat ini sepasang suami istri baru itu duduk bersila di lantai yang beralaskan karpet berbulu lembut yang tentunya dengan harga selangit.
Tangan mereka masing-masing meraih satu persatu kado dan membuka untuk melihat apa isinya. Secara keseluruhan kado itu berisikan pakaian dan juga perhiasan. Ada juga beberapa kado yang isinya beberapa pakaian tidak layak pakai atau kurang bahan dan itu hadiah dari sahabat Archie.
"Mm…Ar lihat ini dari Bibi. Kenapa Bibi juga memberikan kado?" Tanya Auryn heran.
__ADS_1
"Entah. Aku juga tidak paham." Sambar Archie yang masih membuka beberapa kado lainnya.
"Ar…ini," Auryn memperlihatkan isi kado tersebut yang merupakan kotak beludru segi empat yang berukuran sedang, didalamnya terdapat sepasang anting cantik yang ditafsir pasti harganya sangat mahal.
"Cantik." Respon Archie diluar dugaan Auryn.
"Kenapa Ar melihat ini biasa saja? Apa orang kaya biasa memberikan hadiah semahal ini saat ada kerabat yang menikah?" Batin Auryn bertanya heran.
"Lihat, ini dari Kate. Sebaiknya jangan dibuka, pasti isinya sama anehnya dengan bingkisan dari Aiden dan Lyan." Archie menyembunyikan kotak tersebut dibelakang tubuhnya.
"Kenapa? Siapa tau saja, isinya lucu Ar. Kemarikan." Archie yang tidak mau malam pertama mereka yang gagal ini harus terjadi perdebatan, memilih mengalah. Diberikannya kotak tersebut ke istrinya untuk di buka.
"Wahh…ini bagus sekali Ar." Sorak Auryn senang. Hadiah dari Kate berupa setelah pakaian lengkap dengan sepatu dan clucth yang merupakan perpaduan yang sempurna.
"Mmm..kau bisa memakainya saat menemaniku makan makan bersama client kelak." Sahut Archie mengusap kepala istrinya.
"Gadis seperti apa kau ini? Kau sama sekali tidak keberatan dengan hadiah apa saja yang dihadiahi orang lain, bahkan kau tidak bersorak girang saat mendapati hadiah mahal didalamnya." Batin Archie, ditatapnya lekat-lekat wajah gadis yang sudah menjadi miliknya itu.
"Ar, Mommy juga memberi hadiah. Kenapa Ar?" Pertanyaan sama kembali dilayangkan Auryn.
"Karena kau menantunya. Mungki juga Mommy mau menyogok mu agar mau menjadi putrinya." Gurau Archie, mencubit gemas pipi Auryn.
"Coba lihat. Apa isinya?" Archie juga sama penasarannya dengan Auryn.
"Mmm…" Auryn mengiyakan.
Deg
Lagi-lagi hadiah mahal, Auryn menatap mulutnya tidak percaya. Perlahan dibukanya kotak yang juga terbuat dari beludru, sama dengan hadiah dari Chris tadi hanya saja ukurannya yang berbeda. Jika yang tadi ukurannya sedang, maka ini lebih besar.
Baru saja kotak tersebut terbuka, Auryn benar-benar tercengang dibuatnya. Bagaimana tidak, jika hadiah dari Chris saja sudah mahal, apa lagi ini. Satu set perhiasan cantik berhiaskan berlian terdiri dari kalung, anting, gelang dan cincin lengkap semua.
"Terima saja. Kau pantas menerimanya. Karena mereka sama sekali tidak menganggap mu matrealistis, maka hadiah itu pantas untuk mu." Sela Archie seperti bisa membaca isi pikiran istrinya itu.
__ADS_1
▪︎▪︎▪︎▪︎