Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Itu Aku bukan Aldric


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Tidak seperti biasanya, hari ini Auryn pergi ke hotel bukan semata untuk bekerja. Gadis itu sudah bertekad untuk menemui Archie, dia harus menanyakan kenapa pria itu sampai hati mempermainkan.


Tanpa mengganti seragamnya terlebih dahulu, gadis itu lansung saja menuju ke lantai dimana ruangan Archie berada. Setiap langkahnya dihiasi wajah datar yang selama ini selalu saja terlukiskan senyum.


Bak pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, mereka berpapasan didepan pintu ruangan Archie. Dari pakaiannya, sepertinya pria itu hendak pergi.


"Ar, kita harus bicara." Ujar Auryn to the point.


"Nanti saja, ada suatu hal penting yang harus ku kerjakan." Bukannya mau menolak untuk berbicara dengan gadis itu, namun pria itu benar-benar tengah terburu yang tergambar jelas dari gestur tubuhnya.


"Sekarang atau tidak sama sekali Ar!" Entah keberanian dari mana sehingga gadis itu bisa seberani ini.


"Baiklah,-" Archie melihat sekilas jam tagan mahal yang membalut elegan pergelangan tangannya.


"Lima belas menit, tidak lebih." Ucapnya, wajah yang selalu terlihat datar itu kini bertukar dengan raut dingin tapi tak cukup untuk menciutkan nyali Auryn.


"Cepat katakan apa yang mau kau bicarakan? Jangan sampai aku membuang waktuku yang berharga percuma hanya karena omong kosong Auryn." Saat gadis itu sudah mendudukkan tubuhnya, tapi tidak dengan pria itu yang berdiri tepat dihadapan Auryn. Tatapannya mendelik tajam sembari sesekali melirik jam tangannya.


"Kemarin Mommy mu datang menemui ku, beliau meminta ku untuk menikah dengan Aldric. Apa yang sebenarnya kau inginkan Ar? Kenapa kau mempermainkan ku seperti ini?" Lansung saja Auryn memulai ceritanya, ia takut akan kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan pria itu.


"Apa maksudmu?" Tanya Archie tidak mengerti.


"Apa maksudku? Harusnya kau bertanya pada dirimu sendiri Ar! Punya hak apa sampai kau yang harus menentukan dengan siapa aku harus menikah!!" Auryn tidak dapat lagi menahan emosinya, gadis itu berteriak lantang mencerca Archie.


"Tunggu. Sepertinya ada kesalah pahaman disini." Archie mengusap kasar wajahnya.


"Ap-" belum lagi lanjut bicara, ponselnya berdering menginterupsi pembicaraan mereka.


Drtt


"Apa!" Bentak Archie kasar pada si pemanggil.


"Tuan, mobil sudah siap. Pertemuan setengah jam lagi." Sahut suara diseberang sana.

__ADS_1


"Cancel! Aku ada urusan penting yang tidak bisa ku tinggalkan!" Hardik Archie tajam pada pria yang merupakan asistennya.


"Baiklah Tuan." Balas orang itu hormat, kemudian memutus sambungan.


Archie mendudukkan tubuhnya tepat disamping Auryn yang membuat gadis itu bergeser untuk menciptakan jarak diantara mereka. Melihat itu Archie tersenyum miring, tapi ia biarkan setidaknya sampai kesalah pahaman mereka selesai.


"Apa yang dikatakan Mommy heum?" Tanya Archie, suara pria itu melembut setelah tadi melepaskan kekesalannya pada si asisten. Sedikit ragu, Auryn menceritakan perihal pembicaraan mereka kemarin.


"Hahhaa….sayang kau benar-benar bodoh!" Tidak hanya mengejek Auryn, pria itu juga menyentil ringan kening gadisnya itu.


"Auh..kenapa kau menyentil ku? Kenapa juga kau tertawa?" Kesal Auryn mengusap keningnya.


"Karena kau bodoh Auryn. Apa Mommy ada menyebut nama Aldric kemarin?" Dari tertawa, Archie bisa lansung berubah datar.


"….." Auryn menggeleng sebagai jawaban.


"Itu Aku Auryn, bukan Aldric. Aku memilihmu untuk jadi istri ku." Lugas Archie masih tetap datar, sorot matanya menatap jauh kedalam iris gadis itu.


Flashback


"Momm…" mulai frustasi, Archie mengusap kasar wajahnya.


"Mommy tanya, Auryn atau Cerry?" Celo sedikit meninggikan nadanya.


"Baiklah Momm, Ar akan memilih Auryn." Tidak ada keraguan sama sekali dari nada suaranya.


"Bagus." Celo mendesah lega mendapat jawaban yang diinginkannya.


"Kalian akan menikah bulan depan, dan jangan membantah. Mommy yang akan mempersiapkan segalanya, kalian tinggal melaksanakannya saja." Ujar Celo penuh semangat kegembiraan.


"Tapi Ar perlu membahas ini dengan Auryn Momm, bagaiman jika dia tidak setuju?" Archie mencoba beralasan.


"Mommy yakin Auryn akan setuju." Ucap Celo sangat yakin.


"Astaga. Kenapa kau bisa seyakin itu sayang?" Tanya Zach sekaligus mencibir istrinya itu dihadapan anak-anak mereka.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti." Yakin Celo lagi tiada tandingnya.


"Baiklah, baik." Mereka lalu tertawa bersama, meski Aldric tidak telalu senang.


Flashback off


"Tapi untuk Mommy mendatangi mu aku benar-benar tidak mengetahuinya." Jujur Archie.


"Maaf Ar, tapi aku menolak pernikahan ini." Tegas Auryn, ia menampik rasa yang bergolak dihatinya. Meski sudah mendengar cerita yang sebenarnya hingga tidak ada lagi kesalahan pahaman, Auryn tetap kekeh dengan keputusannya.


"Ini bukan permintaan, melainkan perintah Auryn." Archie menimpali.


"Atas dasar apa kau memerintah ku!" Emosi Auryn mulai tersulut kembali karena pembahasan mereka saat ini.


"Perintah ku tidak harus didasari apapun, asal kau tau itu sayang." Archie berujar dengan datarnya.


"Apapun itu, aku menolaknya." Sekali lagi Auryn mempertegas penolakannya. Auryn kemudian berdiri dan mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Archie.


Archie yang melihat sikap keras kepala gadis itu memutar otak untuk membuat gadis itu mau menerima pernikahan mereka.


"Selangkah lagi kau menjauh, kau akan tau akibatnya Auryn!" Sentak Archie dengan penuh gertakan.


"…." Dasar Auryn keras kepala, ia tetap saja melanjutkan langkahnya tidak mempedulikan gertakan Archie.


"Maaf, tapi harus kukatakan. Pengobatan Ibu mu kemarin, aku belum mendapatkan apa-apa dari kesepakatan kita. Sekarang kau yang menentukan, tidur dengan ku sekarang disaat status kita hanyalah orang asing atau tidur dengan ku dengan status kita sebagai suami istri. Kau yang menentukan Auryn." Perlahan Archie mendekati Auryn yang tadi sempat menghentikan langkahnya dan terdiam ditempat.


"Bukan maksudku merendahkan, hanya saja harus kau tau, untuk orang seperti mu hanya 'itu' yang bisa kau banggakan sebagai perempuan karena kau sama sekali tidak mempunyai kuasa apa-apa. Sulit bagi wanita untuk mendapat pria baik disaat kau sudah tida perawan lagi, aku tau kau pasti paham maksud ku." Archie berbisik tepat ditelinga Auryn dan dalam hati gadis itu pun membenarkan ucapan pria yang baru saja melamarnya itu


"Kenapa Ar? Kenapa kau mempermainkan ku? Kenapa Hah!!" Auryn berbalik menatap Auryn yang berdiri tepat dibelakangnya. Tangan Auryn terangkat memukul-mukul lengan Archie, yang tentu saja tidak berpengaruh sama sekali melihat perbandingan tubuh mereka.


"Seminggu yang lalu kau memintaku untuk menikah, lalu kau seperti menghilang. Saat aku melihat mu, kau bersama wanita lain tepat dimana berita pernikahan mu tersebar. Dihari yang sama pula Mommy mu datang meminta hal yang sama. Apa kalian pikir aku ini boneka yang bisa kalian permainkan sesuka hati kalian? Hikss..hiks.." Archie menahan lengan Auryn lalu menarik gadis itu dalam dekapannya, di benamkannya kepala gadis itu di dada kerasnya.


"Aku sama sekali tidak ada maksud mempermainkan mu Auryn, sedari awal kau adalah milikku dan sampai kapan pun tidak akan pernah ku lepas meski untuk saudara ku sendiri terlepas dari kita saling cinta atau tidak." Ungkap Archie yang sama sekali tidak dimengerti gadis itu.


▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2