Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Kali ini boleh gagal


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Senyum Chris bagai terenggut paksa pagi ini, rencana yang awalnya telah ia susun semua gagal. Pertengkaran sepasang suami istri itu tidaklah terjadi, mereka nampak biasa saja bahkan lebih mesra dibanding sebelumnya.


"Mulai hari ini, Bibi bebas melakukan segala hal dirumah ini. Auryn maupun Bi Myla tidak akan turut campur. Ya kan, sayang." Archie meraih pinggang Auryn lebih mendekat, wanita itu berdiri tepat disampingnya untuk mengambilkan sarapan pagi.


"Ya Bi. Auryn minta maaf karena telah membuat Bibi tidak nyaman. Tapi, biarkan Ryn tetap melayani segala kebutuhan Ar, karena itu memang sudah tugas Ryn sebagai seorang istri." Pinta Auryn, wanita itu tersenyum menatap kearah Chris seperti minta persetujuannya.


"Tentu saja sayang. Bibi juga minta maaf, Bibi tidak ada maksud sama sekali untuk membuat kalian bertengkar. Bibi hanya tidak enak saja berdiam diri, padahal Bibi hanya menumpang disini." Keluh Chris, wanita itu masih berniat meracuni pikiran keponakannya.


"Bibi jangan bicara seperti itu lagi, mana ada Bibi yang menumpang dirumah keponakannya sendiri." Sanggah Archie cepat. Ia tidak mau mood nya berubah buruk pagi ini.


Mereka sarapan dalam diam dengan Auryn yang sigap memenuhi segala kebutuhan suaminya itu. Sementara Chris, wanita itu terus saja memperhatikan kegiatan Auryn, bak seekor elang mengintai mangsanya.


Selang beberapa lama, mereka berpamitan ke Chris untuk berangkat ke hotel.


"Bi, kami berangkat dulu. Jika Bibi butuh apa-apa atau sesuatu, hubungi Ar atau Auryn." Pamit pria itu yang diikuti Auryn dibelakangnya.


"Kali ini boleh gagal. Tenang Auryn, masih ada berikut, berikutnya lagi dan seterusnya hingga hidup mu hancur." Chris menatap kepergian keponakannya dengan senyum iblis yang membuat siapa saja bergidik ngeri.


^^^^


Beberapa hari berlalu, Chris kembali berulah dan membuat masalah dalam rumah tangga suami istri itu. Sepulangnya mereka dari hotel, kedatangan mereka disambut dengan kehadiran Cerry dirumah mereka.


Chris mengatakan, dialah yang mengajak wanita itu untuk menginap disana karena ia merasa kesepian. Meski tidak suka, Archie juga tidak bisa menolak ketikan Chris meminta izin dengan wajah memelas. Dasar wanita ular bermuka dua.


"Hai Nona Auryn." Sapa Cerry basa basi.


"Hai juga Nona Cerry, apa kabar?" Auryn yang memang dasarnya berhati malaikat, tidak bisa menangkap niat jahat wanita itu menginap dirumahnya.


"Auryn, masuk ke kamar." Titah Archie datar ke istrinya itu.


"Bibi, Nona Cerry, saya permisi ke kamar dulu." Pamit Auryn yang selalu sopan.


"Bi, Ar mau kita bicara sebentar." Archie mengisyaratkan adik dari ayahnya itu untuk mengikutinya.

__ADS_1


"Bibi mau bicara dulu dengan Ar, lakukan apa yang kau bisa Cerry. Jangan kecewakan Bibi." Sepeninggal Archie, Chris berbisik kearah Cerry yang tentu saja disambut baik wanita itu.


^^^^


"Ada apa Ar?" Chris berlagak tidak tau apa-apa.


"Kenapa Cerry ada disini? Bibi tau bukan, Ar tidak menyukainya." Tegas Archie penuh penekanan.


"Bibi kesepian Ar, kalian bekerja dan selalu pergi pagi dan pulang sore." Balas Chris dengan nada yang ditinggikan.


"Ada Yumi dan juga Bi Myla disini." Bantah Archie datar dan dingin.


"Yumi? Adik ipar angkat mu itu, selalu berada di kamarnya dan tidak keluar bahkan untuk sekedar menyapa Bibi. Myla? Kau ingin Bibi berbicara dengan asisten rumah tangga?" Chris marah, ia merasa terhina saat keponakannya menyarankan seorang asisten rumah tangga untuk menjadi teman bicaranya.


"Memang kenapa dengan asisten rumah tangga? Mommy saja tidak pilih-pilih orang untuk dijadikan teman." Pria itu jadi ikut emosi manakala Bibinya membandingkan derajat seseorang.


"Ya. Bahkan ia memilih putri dari musuhnya untuk kau jadikan istri." Cibir Chris dalam hati.


"Malam ini Ar mengizinkan wanita itu menginap disini, tapi besok pagi-pagi sekali dia harus sudah pergi." Chris tidak berani membantah jika keponakannya itu sudah memutuskan sesuatu. Archie mewarisi hampir seratus persen sifat dingin Kakaknya, Zach.


^^^^


"Nona Cerry? Apa anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Auryn, saat membuka pintu kamar, ia mendapati wanita itu dibalik pintu kamar mereka.


"Em…itu, saya tidak membawa baju ganti karena tadinya Bibi tidak menawarkan untuk menginap disini. Saya pikir, ukuran kita mungkin saja sama, jadi boleh saya pinjam baju Nona Auryn?" Ujar Cerry.


"Tentu saja Nona, sebentar saya ambilkan." Dengan tidak tau malunya, Cerry yang diminta untuk menunggu masuk kedalam kamar mereka.


"Nona pasti nyaman sekali tidur disini." Sungguh lancang, bahkan sekarang ia duduk ditepi ranjang mereka, tidak lupa pula Cerry mengusap lembut permukaan ranjang yang dilapisi selimut tebal berbulu lembut.


"Maaf Nona Cerry, tidak seharusnya Noba lancang memasuki kamar kami. Bukannya, tadi saya meminta anda menunggu sebentar." Ada rasa kesal dihati Auryn, saat mendapati orang lain memasuki privat room nya.


"Oops..maaf." ekspresi bersalah sengaja dibuat Cerry, tapi ia masih tidak beranjak dari posisinya.


"Ini, mungkin agak kependekan di Nona. Tapi cukup nyaman di pakai saat tidur." Auryn mengulurkan satu set piyama. Karena tinggi mereka yang berselisih lumayan beda, Auryn berpikir mungkin itu akan kependekan oleh wanita itu.

__ADS_1


"Apa tidak ada night gown atau lingerie? Saya tidak terbiasa menggunakan piyama, ya, semacam kebiasaan gadis kota." Dari kalimatnya, nampak Cerry sengaja mencemooh Auryn.


"Tidak sopan memakai pakaian seperti itu, saat menginap dirumah orang lain Nona." Bukan Auryn namanya, jika diam saja saat dicemooh.


"Saya tidak suka. Berikan kemeja Ar, itu lebih baik dibanding memakai pakaian kuno." Pandangannya mengarah ke pakaian yang tadi disodorkan Auryn.


"Nona, jika tidak suka. Pakai saja baju anda yang sekarang untuk tidur. Itu pun jika anda nyaman. Lagipula, tidak baik seorang wanita single memakai pakaian seorang pria, terlebih dia sudah mempunyai istri." Imbuh Aury masih menahan kekesalannya.


"Kau,-"


"Ambil itu, dan keluar dari sini cepat!" Suara Archie menginterupsi perdebatan kedua wanita itu.


"A-Ar." Cerry terkejut, sebab ia tidak mengetahui atau tidak menyadari saat pria yang dicintainya itu masuk kesana.


"Sayang, kenapa kau biarkan orang lain memasuki kamar kita heum? Dia juga lancang menduduki ranjang kita. Ranjang yang menjadi saksi bisu percintaan panas kita." Archie sengaja mengeraskan suaranya agar bisa didengar oleh Cerry. Tidak hanya itu, pria itu juga memeluk Auryn dari belakang, lalu mengecupi leher hingga tengkuk sang istri.


"Ar, lepas. Malu, ada Nona Cerry." Bisik Auryn merona malu.


"Oh, kau masih disana? Mau melihat kegiatan ranjang kami secara lansung heh!" Cibir Archie dengan senyum miring khasnya.


Karena kesal, Cerry keluar dari kamar mereka dengan hentakan keras berasal dari kakinya, dia juga membanting keras pintu hingga menimbulkan bunyi yang berdentum.


"Ar, Nona Cerry sudah keluar." Auryn bergerak gelisah melepaskan dekapan suaminya yang mulai nakal kesana kemari.


"Siapa bilang kau melakukannya, semata untuk mengusir wanita itu. Aku menginginkan mu saat ini, istri ku." Suara Archie memberat menandakan hasratnya sudah diujung tanduk.


"Tapi kita belum mandi Ar." Auryn beralasan.


"Setelah ini kita akan mandi, dan mencobanya disana." Tidak terima alasan, segera saja pria itu memulai aksinya dengan mengangkat tubuhnya istrinya ke ranjang dan merebahkannya.


Sementara diluar, Cerry mengumpat sumpah serapah karena kesal melihat kemesraan pria yang dicintainya dengan wanita lain yang berstatus istrinya. Jika saja, Auryn tidak ada, sudah dipastikan dialah yang berada disana dan menjadi istri Archie.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Maaf kalo masih ada typo yang ga kesaring. Maklum manusia bisa, salahnya bisa kapan aja...

__ADS_1


Wkwkwkk


Tidak bosan saya ingatkan, LIKE, COMMENT, VOTE, dan tambahkan ke FAVORITE biar ada notif kalo UP.


__ADS_2