Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Persiapkan dirimu


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Selepas jam kerjanya selesai, Auryn bergegas kerumah sakit bermaksud menyampaikan kabar bahagia pada Ibunya. Entahlah, saat ini yang ada di pikirannya hanyalah kesembuhan Ibunya, harta berharga satu-satunya.


"Terima kasih Tuhan, semoga Ibu lekas Sembuh dan kembali bersemangat seperti sedia kala." Doa dan rasa syukur tidak terlewat sedikit pun disetiap ayunan langkahnya.


"Apa sebaiknya aku membahas hal ini dulu dengan Dokter? Tapi, alasan apa yang akan ku katakan? Ah….nanti sajalah. sekarang aku harus memberitahukan Ibu dahulu." Sempat bimbang, Auryn akhirnya memutuskan untuk memberitahukan kabar gembira ini pada Melodi.


Ceklek


"Eh," begitu masuk, Auryn dikejutkan dengan kehadiran Aldric disana. Saudara kembar kekasihnya itu tidak hanya berkunjung, ia juga terlihat menyuapi potongan buah untuk Ibunya.


"Auryn, sudah datang nak." Sapa Melodi, yang pertama melihat kehadiran putrinya.


"Iya Bu. Hai Al.." dari Ibunya, Auryn beralih menyapa Aldric.


"…." Aldric hanya melambai sekilas sebagai respon dan tak lupa senyum manisnya.


"Dimana nak Archie?" Tanya Melodi seraya menoleh kearah pintu.


"Ar masih ada pekerjaan Bu, nanti dia kemari." Auryn mengatakan yang tadi di katakan pria itu.


"…." Tanpa suara, Melodi hanya mengangguk pertanda ia paham.


"Nak Aldric, kalian kan kembar, tapi kenapa perangai kalian sangat jauh berbeda?" Tanya Melodi penasaran.


"Ibu…kenapa Ibu menanyakan hal seperti itu?" Kesal Auryn juga malu.


"Tidak apa-apa Ryn, toh kita juga akan jadi keluarga nantinya." Timpal Aldric mengandung arti.


"Oh, ah…ya." Auryn yang awalnya heran, paham seketika saat melihat raut penuh tanya Ibunya.


Cukup lama saling terdiam, setelah tadi Auryn mengambil alih tugas Aldric menyuapi Buah Ibunya. Bukan apa-apa, gadis itu merasa tidak enak hati karena hubungannya tidak sedekat itu dengan Aldric.


"Bu, tadi Ar bicara sesuatu dengan Ryn." Auryn mulai buka suara perihal pembahasannya dengan Archie tadi untuk pengobatan Ibunya.


"Apa kalian punya masalah?" Tanya Melodi.


Sebelum melanjutkan pembicaraannya dengan Ibunya, Auryn menoleh sekilas ke arah dimana Aldric duduk. Terlihat pria itu tengah asyik dengan sebuah buku entah apa, dan terkadang sesekali ia membuka ponselnya.


"Bukan seperti itu Bu. Ar bilang kalau dia dapat rekomendasi pengobatan dari salah satu kenalannya. Dia mau membawa Ibu kesana untuk berobat." Jelas gadis itu takut-takut jika Ibunya akan tersinggung dan marah pada Archie. Ia juga bingung, kenapa ia harus memikirkan perasaan pria yang ia cap mesum itu.


"Seperti apa hubungan mereka sebenarnya? Apa Ar benar-benar mencintai Auryn?" Aldric yang sedari tadi mendengarkan percakapan Ibu dan anak itu bertanya-tanya dalam hati.


"Tidak usah nak, Ibu tidak mau kemana-mana. Ibu sudah merasa sehat sekarang." Tolak Melodi halus.

__ADS_1


"Tapi Bu, katanya ini sangat efektif, Ibu bisa sembuh dan kembali seperti dulu." Lanjut Auryn lagi.


"Maaf, nak. Sejujurnya Ibu sudah tidak sanggup lagi, percuma saja. Ibu tidak mau menyusahkan mu terlalu banyak lagi." Batin Melodi sendu.


"Bu…Ibu…" panggil Auryn melihat Ibunya termenung.


"Eh, ya nak." Sahut Melodi tersentak dari pikirannya.


"Mau ya Bu." Jelas sekali dari raut wajah gadis itu tatapan penuh mohon.


"….."


^^^^


Flashback


"*Kalau begitu, tidurlah dengan ku malam ini." Pinta Archie tanpa di duga-duga.


"A-apa?" Terang saja Auryn terkejut, perempuan mana yang ekspresinya biasa saja saat ada seorang pria mengajaknya tidur bersama.


"Kenapa kau terkejut begitu?" Timpal Archie cepat.


"Ak-aaku…" suara gugup Auryn diperjelas dengan wajahnya yang berubah pucat pasi.


"Kenapa kau tertawa?" Geram Auryn kesal.


"Jika kau melihat sendiri raut wajah mu di kaca tadi, pasti kau juga akan tertawa." Seru Archie masih dengan tawanya sesekali.


"Kau mengerjaiku hah!" Sentak Auryn kesal.


"Kenapa? Kau kecewa aku tidak sungguh-sungguh untuk meniduri mu?" Ejek pria itu.


"Ka-" belum jadi melepaskan kekesalannya, Archie sudah lebih duku mendorong Auryn lalu memojokkannya di dinding. Tak butuh waktu lama bagi pria itu untuk mempertemukan bibir mereka, kali ini ciuman Archie lebih lama dari sebelumnya dan terkesan menuntut.


Bukan Auryn namanya jika gadis itu terima begitu saja di cium oleh Archie. "Cobalah untuk tidak menolak sekali saja Auryn, kau kekasih ku." Ujar pria itu setelah mengakhiri serangannya, wajahnya terlihat memerah entah karena marah atau menahan sesuatu.


"Maaf.." Auryn menundukkan kepalanya takut jika kekasihnya itu marah.


"Sudahlah, lupakan." Archie berucap dengan dingin kemudian berlalu pergi. Auryn merasa bersalah dan ia juga tidak tau kenapa itu, ditatapnya lekat-lekat punggung lebar pria yang sudah banyak membantunya beberapa waktu belakangan ini, tepat saat itu pula Archie membalikkan badannya.


"Untuk tidur bersama ku, itu serius Auryn, tapi tidak sekarang. Persiapkan dirimu." Ucapan terakhir Archie berhasil membuat Auryn terkejut*.


Flashback off


Archie duduk terdiam didalam mobilnya, pikirannya penuh akan bayangan auryn. Saat ini, pria itu sedang berada di parkiran rumah sakit. Niatnya ingin menemani gadisnya, tapi ia urungkan karena pikirannya masih kacau karena sesuatu yang selalu ia tahan saat bersama gadis itu.

__ADS_1


"Si*l!! Bagaimana bisa gadis itu memenuhi pikiranku! Arghh.." jeritnya frustasi lalu melampiaskannya pada setir mobil yang tak bersalah itu.


"Kenapa reaksi tubuh ku selalu berlebihan saat bersamanya?" Archie masih saja berbicara sendiri. Jika saja ada orang yang melihat, pasti mereka akan berpikiran kalau dia sudah tidak waras.


Dihirupnya nafas dalam-dalam, lalu dikeuarkan, berulang kali Archie lakukan untuk meredam emosi juga hasratnya. Pria itu selalu pandai memainkan emosinya, maka dari itulah tidak satu orangpun mengerti akan sifat asli dari seorang Archie.


Drtt


Drrt


Merasa emosinya kembali stabil, Archie meraih ponselnya yang tiada henti bergetar.


"Ar…kau sedang dimana? Ada sesuatu yang mau aku sampaikan?" Tanya suara lembut di seberang sana.


"Sedang dijalan akan kerumah sakit. Tunggu saja disana, sepuluh menit lagi aku sampai." Balas Archie berbohong pada Auryn yang menghubunginya karena ia sudah cukup lama sampai dirumah sakit.


"Baiklah. Hati-hati menyetir." Sahut Auryn sebelum mengakhiri sambungan panggilan mereka.


"Mmm…" usai menjabaw sekilas, Archie kembalu memasukkan ponselnya kedalam saku celanya.


^^^^


Seperti katanya tadi, saat ini Archie dan Auryn sedang duduk berdampingan dibangku taman rumah sakit. Suasana malam ini begitu mendukung situasi mereka saat ini, lampu taman yang indah juga ditemani hamparan langit malam yang bertabur bintang.


Mereka juga sengaja berbicara diluar agar tidak mengganggu Ibunya atau lebih tepatnya Auryn tidak mau Ibunya tau pembicaraan mereka.


"Apa yang mau kau sampaikan?" Tanya Archie memulai pembicaraan.


"Ibu..Ibu tidak mau melakukan pengobatan itu Ar." Ujar Auryn dengan nada bergetar dan wajah tertunduk.


"Ibu bilang, dia baik-baik saja. Tapi aku tau Ibu berbohong. Ibu tidak baik-baik saja." Setetes air mata jatuh diwajah Auryn dan itu tertangkap pandangan Archie.


"Apa yang harus aku lakukan Ar?" Tanya Auryn putus asa seraya mendongakkan pandangannya ke arah Archie.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Maaf baru sempat Up, dikarenakan pekerjaan saya di dunia nyata. Selain itu, saya juga butuh dukungan dari teman2 semua. Dukungan dapat kalian berikan berupa LIKE, VOTE dan COMMENT.


***Dibandingkan para Author yang bekerja keras memikirkan alur dan juga perasaan teman2 semua ( suka/tidak ) memberikan dukungan sangatlah mudah.


Jadi intinya, kita saling menghargai saja, Author berpikir untuk menyenangkan dan mengisi waktu luang teman2. Sementara teman2 menghargai Author dengan dukungan dari kalian.


Sekian cuap2nya, maaf jika teman2 ada yg tersinggung.


Terima kasih buat yang sudah setia dan memberi dukungan*** .

__ADS_1


__ADS_2