Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Meminta maaf


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Hari pertama Auryn di rumah Ibunya, ia belum sekalipun melihat July, Ibunya Kate. Auryn ingin bertemu untuk meminta maaf, sebab waktu malam itu tidak memungkinkan untuk ia minta maaf.


"Bi, Ryn mau ke luar sebentar." Teriak memberi tau Bi Myla yang berada di belakang rumah, Auryn mengemas beberapa makanan ke dalam rantang kecil yang akan diberikan untuk July.


"Nona mau kemana, biar Bibi temani." Sedikit berlari, Bi Myla menghampiri Auryn. Seperti pesan Tuannya, ia harus menemani Auryn kemana pun.


"Tidak usah Bi, Ryn hanya ke rumah disebelah ini. Mamanya Kak Kate, tinggal disana." Ujar Auryn dengan sedikit terkekeh melihat kecemasan diwajah Bi Myla.


"Bibi kira Nona akan pergi keluar." Seperti menular, Bi Myla pun ikut tertawa melihat Auryn. Wanita tua itu senang karena kini Auryn sudah kembali bahagia.


"Tidak Bi, hanya ke sebelah saja." Setelah berpamitan, Auryn pergi rumah July.


"Mau apa kau kemari?" Seru July, dari nada suaranya jelas jika wanita itu masih marah pada Auryn.


"Ini Bi, Auryn membawa makanan. Kak Kate bilang, Bibi suka sup jamur." Dengan senyum mengembang, Auryn menyodorkan rantang yang tadi ia isi.


"Bawa kembali. Aku tidak butuh itu, kau pikir aku tidak bisa memasaknya sendiri." Bukannya menolak dengan baik, July justri memaki Auryn.


"Maaf Bi." Meski begitu, Auryn tetap mempertahankan senyumnya.


"Pergi sana." July mengusir Auryn.


Auryn kembali ke rumahnya dengan wajah mendung, tapi ia tidak putus asa sebab banyak jalan untuk meminta maaf.


^^^^


Seminggu berlalu, Auryn terus saja mendatangi July entah untuk mengantar makanan atau sekedar membantunya. Sayang, itu tidak membuahkan hasil, seseringnya Auryn datang, sesering itu pula lah July menolaknya. Bahkan, tak jurang pula wanita itu memarahi bahkan memakinya.


"Nona mau kemana? Menemui Nyonya July lagi? Sebaiknya tidak usah Nona, Bibi tidak tega melihat Nona diperlakukan dan direndahkan seperti itu. Masih ada cara lain untuk meminta maaf." Auryn sudah berbagi cerita dengan Bi Myla, karena itulah wanita itu tahu.


"Tidak apa-apa Bi, ini tidak sebanding dengan kesalahan yang sudah Ryn perbuat." Auryn berlapang dada menerima kesalahannya.

__ADS_1


"Ini bukan salah Nona Auryn sepenuhnya, Nona Kate lah yang bersalah tapi Nona yang menanggungnya." Bi Myla terus saja menggerutu tidak terima.


"Tidak apa-apa Bi. Lagi pula, Ryn bukan mau kesana tapi ke super market, susu Ryn hampir habis." Papar Auryn terkekeh pelan.


"Ah begitu. Sebentar, Bibi akan bersiap." Wanita tua yang sedang tidak enak badan itu memaksakan dirinya.


"Bibi tidak usah ikut, istirahat saja di rumah. Ryn hanya pergi sebentar lagipun hanya dekat sini." Auryn melarang Bi Myla ikut demi kesembuhan wanita tua itu.


"Tapi Nona,-"


"Ryn tidak akan kenapa-napa Bi. Ryn janji hanya akan pergi sebentar." Auryn kekeh dengan keputusannya.


"Baiklah Nona." Tidak bisa menolak, terpaksa Bi Myla membiarkan Auryn pergi sendiri.


^^^^


Auryn berjalan pelan karena ia mudah lelah belakangan ini karena kehamilannya. Tanpa disadari wanita itu, seseorang sedang membuntutinya sedari tadi.


Untuk sampai ke super market, Auryn harus melalui jalanan sepi sebab tempat itu pernah terjadi kebakaran berantai. Para pemilik bangunan enggan untuk membangun lagi sebab takut akan terjadi lagi hal yang sama.


Belum sempat wanita itu merasakan kehadiran orang lain, ia sudah dibekap lalu diseret oleh seseorang dari arah belakang. Aurun berusaha memberontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat, terlebih di kondisinya saat ini yang mudah sekali lelah.


"Heumpp…."


"Arghh…" Auryn menggigit tangan yang membekap mulutnya.


"Kurang ajar!! Beraninya kau mengigit ku!" Bentak orang itu yang merupakan seorang pria dengan pakaian serba hitam serta menggunakan masker mulut juga topi untuk menutupi indentitasnya.


"Siapa kau? Apa yang mau kau lakukan pada ku?" Tanya Auryn ketakutan. Ia terus berjalan mundur demi menghindar dari tangkapan pria tersebut.


"Siapa aku tidaklah penting, yang jelas akulah yang akan mengantar mu untuk bertemu Ibu mu." Meski tertutup masker dapat Auryn terka jika pria itu tersenyum miring mencibirnya.


"Kenapa? Apa kita saling mengenal? Apa aku mempunyai salah pada mu?" Auryn mengulur waktu, berharap ada orang yang lewat untuk bisa menolongnya.

__ADS_1


"Untuk menghabisi mu, kita tidak perlu saling mengenal. Cukup dengan uang saja." Seru pria itu seraya terus berjalan mendekat kearah Auryn yang terus melangkah mundur.


Brugh


"Argh…" kaki Auryn membentur sesuatu, menyebabkannya terjatuh dan meringis kesakitan.


"Lihat! Apa kau masih bisa bicara dengan tenang setelah ini." Pria itu mengeluarkan sepucuk senjata api bersiap untuk melepaskan timah panas tepat ke jantung Auryn.


"Tidak. Jangan,-"


"Matilah kau! Susul Ibu mu ke neraka sana." Pekik pria itu sebelum mengeksekusi wanita hamil tidak berdaya itu.


^^^^


"Kenapa hanya diam saja? Ada masalah disekolah?" Zach sedang berada di mobil bersama putra bungsunya untuk menuju ke rumah sakit.


"Tidak ada Dadd. Kapan Mommy akan bangun dan kembali bersama kita lagi?" Seth bertanya dengan tatakan menatap keluar jendela mobil.


"Daddy juga tidak tahu nak. Kita hanya bisa menunggu, semoga ada keajaiban untuk Mommy mu." Tatapan Zach berubah nanar setelah menjawab pertanyaan putranya.


Ditengah kebisuan mereka, Seth tidak sengaja melihat kakak iparnya ditepi jalan dengan seseorang. Diperhatikannya lebih jelas lagi, ternyata orang itu berniat jahat padanya.


"Dadd, itu Kak Auryn." Suara keras Seth menyadarkan Zach dari segala pikirannya.


"Biarkan saja." Sahut Zach datar tanpa menoleh kemana arah pandangan putranya.


"Biarkan bagaimana? Dia dalam bahaya Dadd. Ayo berhenti, kita tolong Kak Auryn." Seth mengalihkan garapannya pada Ayahnya itu. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa Auryn dibiarkan saja di sakiti orang lain, sementara wanita itu masih kerabatnya.


"Bukannya kau mau bertemu Mommy mu, sebaiknya kita segera ke rumah sakit." Zach sama sekali tidak menghiraukan perkataan putranya.


"Tidak Dadd. Kita harus menolong Kak Auryn, orang itu bersenjata. Bagaimana jika dia benar-benar akan melukai Kak Auryn? Ingat Dadd, dia sedang hamil sekarang."


"Dia bukan lagi siapa-siapa kita sekarang, bahkan Kakak mu saja memilih pergi dari kita semua memilih wanita itu." Zach berubah jadi orang yang tidak mempunyai hati nurani.

__ADS_1


"Daddy jahat! Jika Mommy ada, Mommy pasti akan memarahi Daddy." Seth membuang muka dari Ayahnya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2