Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Penculikan II


__ADS_3

.


Tn.Harits berjalan mendekat. "Apa kau mengusir Esme dari rumahku?" Kedua matanya membulat sempurna.


Ctarr ⚡


Bagaimana dia bisa tahu? (Batin Ny.Hilda bergetar ketakutan)


Tubuhnya menegang, ia menelan salivanya.


"JAWAB!! Kenapa kau mengusirnya dari rumahku?" Tn.Harits meninggikan nada bicaranya, hingga membuat gendang telinga Ny.Hilda sakit.


"A-aku tidak mengusirnya. Anak nakal itu sendiri yang bersikeras ingin minggat dari rumah!" ucapnya dusta.


"BOHONG !!" Tn.Harits menyangkalnya. "Aku tahu seperti apa Esme. Dia tidak akan mungkin pergi dari rumah jika kau yang mengusirnya. Iya 'kan?"


Tubuh Ny.Hilda semakin gemetar hebat. "Tidak! Aku benar-benar tidak mengusirnya. Apa kau tahu, anak itu sedang dekat dengan seorang lelaki. Dia rela meninggalkan rumah demi tinggal bersama lelaki itu." Dustanya semakin menjadi-jadi.


"Hilda! Esme bukan wanita seperti itu." Urat di lehernya timbul, ia benar-benar emosi. "Kau memang seorang ibu yang jahat!! Cepat beritahu aku dimana tempat tinggalnya yang sekarang."


Ny.Hilda terbelalak. "Berani-beraninya kau mengatakan aku seorang ibu yang jahat!!"


"Berani-beraninya kau mengusir Esme dari rumahku sendiri! Sudah mengkhianatinya, bukannya merasa bersalah dan meminta maaf pada Esme, kau malah mengusirnya? Apa kau tidak punya hati?" tutur Tn.Harits.


Ny.Hilda semakin gemetar ketakutan, ia merasa terpojoki.


"Jika kau tidak percaya. Pergi saja ke Perusahaan Mord, dan temui atasannya. Esme dan dia bersekongkol menyingkirkan jabatan Leo dan membuat Leo bangkrut. Anakmu itu lah yang sangat jahat dan licik!!!" jelas Ny.Hilda.


Tn.Harits segera mengambil mantelnya. Ia sangat muak mendengar tuduhan Ny.Hilda yang mengatakan bahwa Esme anak yang jahat dan licik.


"M-mau kemana kau? Ini... ini 'kan masih pagi." Ny.Hilda merasa ketakutan.


"Bukankah kau sendiri yang menyuruhku menemui atasan Perusahaan Mord? Aku akan memastikannya dan mencari anakku. Aku khawatir dia kenapa-napa." Tn.Harits menyingkirkan tubuh Ny.Hilda yang menghalangi jalannya.


"Tidak! Biar Balmond dan aku saja yang membawanya pulang. Tadi, aku hanya asal bicara." Ny.Hilda semakin ketakutan.


Ada apa dengan Ny.Hilda? Tadi, dia sendiri yang menyuruh Tn.Harits mencarinya. Tapi sekarang dia malah menghentikannya.


Sikap Ny.Hilda ini semakin membuat Tn.Harits curiga.


Tn.Harits menghiraukan Ny.Hilda, ia berjalan masuk ke dalam mobilnya.


Bruk... bruk... bruk...


"Harits! Buka pintunya. Biar aku saja yang mencari Esme!" teriak Ny.Hilda.


Tn.Harits mulai menjalankan mobilnya. Masa bodo dengan istrinya itu.

__ADS_1


"Arghh... SIAL!!"


Ny.Hilda segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Melihat pertengkaran orang tuanya, Lolyta yang saat itu sudah memakai baju seragam sekolah, langsung menghampiri Ny.Hilda.


"Ibu, ada apa lagi?" tanyanya penasaran.


"Ayahmu sudah mengetahui kalau ibu mengusir Esme. Dia pergi mencarinya, bagaimana ini Loly?" Ny.Hilda sangat panik sambil terus menghubungi seseorang.


"Ck! Kenapa mereka tidak mengangkatnya di saat genting seperti ini. Dasar sialan!!!" geram Ny.Hilda, benar-benar murka. Ia terus saja menghubungi seseorang.


...


Pukul 07:43 WIB


Tn.Harits sampai di perusahaan Mord. Ia segera masuk berjalan menghampiri resepsionis.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya si resepsionis itu.


"Saya ingin bertemu dengan Esmeralda," ucapnya.


"Esmeralda? Oh, Direktur Pemasaran? ... Tunggu sebentar ya, Tuan !"


Tiba-tiba dari arah luar terdengar kegaduhan. Pria dan wanita paruh baya menarik-narik tangan anak muda.


"Alucard! Ayah perintahkan kau untuk kembali ke rumah saki!" ucap Tn.Aganor, ayah dari Alucard.


Tn.Aganor mengambil kartu yang Alucard berikan. "Dasar anak pembangkang!"


Ny.Bae membelai mesra tangan Alucard.


"Sayang, ibu sangat menghawatirkanmu. Saat ibu tahu kau masuk rumah sakit, kita langsung kemari dengan pesawat pribadi ayahmu. Apa kau tidak akan menurut pada orang tua yang mengkhawatirkanmu?" Ny.Bae sangat bersedih.


Alucard menghela nafas panjang, lalu ia menoleh ke arah ibunya. "Mana mungkin aku tidak menurut pada Ibu cantikku ini. Tapi, saat ini aku mau kerja, ada hal penting yang harus aku urus, Bu. Ibu tunggu aku pulang saja, ya." Alucard mencium kening ibunya.


Tn.Aganor langsung memelototinya dan membawa Ny.Bae masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil, Tn.Aganor segera menelepon seseorang.


"Yan, kerahkan beberapa pengawal di setiap sudut Perusahaan Mord untuk menjaga Alucard. Sepertinya di Indonesia dia memiliki musuh !" Begitulah praduga seorang ayah ketika melihat anaknya babak belur.


...


Alucard berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Ia melihat ada pria paruh bayah yang sedang berdiri di depan resepsionis.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa Tuan ini tidak disuruh duduk menunggu?" kata Alucard pada resepsionis.


"Ah! Tidak apa-apa, nak." Tn.Harits merasa tersanjung dengan perhatian anak muda di hadapannya itu. "Saya kemari hanya ingin bertemu anak saya, Esmeralda."


Kedua mata Alucard langsung terbelalak. "Esmeralda?"


Tn.Harits menganggukan kepalanya. "Saat saya masuk rumah sakit, dia bertengkar dengan ibunya, dan ibunya tidak sengaja mengusirnya ke luar dari rumah. Saya hanya ingin bertemu dan berbicara dengannya," jelas Tn.Harits.


"Mm... maaf, Tuan. Tapi, Direktur Esmeralda dari kemarin tidak masuk kerja," ucap resepsionis.


Tn.Harits terkejut.


"Apa! Tidak masuk kerja? Apa kau bisa menjelaskan padaku alasannya?" Tn.Harits sedikit panik.


"Dia absen tanpa alasan, Tuan."


Alucard pun sangat terkejut dan langsung tersadar perihal kejadian dimana dirinya dipukul seseorang disuatu gang.


Alucard berjalan sedikit menjauh dari Tn.Harits. Ia menelepon seseorang.


"Halo, Dev? Cepat, priksa cctv apartemen dari kemarin hingga saat ini. Apakah dari kemarin Esmeralda tidak berada di apartemennya," ucapnya tanpa ekspresi. Ia langsung menutup panggilan telepon begitu saja. Perasaannya mulai tidak tenang.


Alucard kembali dan menenangkan Tn.Harits sambil menunggu kabar pemeriksaan cctv itu.


Ia menggiringnya duduk dan menyuruh OB mengambilkan minuman hangat.


Tidak lama, ponselnya berdering. Ada panggilan masuk.


"Halo, bagaimana?" katanya.


"Ya, aku sudah memeriksanya dari dua hari yang lalu sampai saat ini. Wanita itu tidak terlihat masuk kedalam apartemennya. Memangnya ada apa?" tanya rekannya di balik telepon. Tapi, Alucard langsung menutup panggilan itu dengan emosi di jiwa.


"Esme tidak ada di apartemennya? Pasti penculik itu berhasil membawanya," gumam Alucard.


Brengs*k kau Kim! Dia berhasil mengelabuiku. Dia bilang Esmeralda sudah lepas dari tangan si penculik itu. (Geram Alucard)


Alucard beranjak dari duduknya dan menelepon Sekretaris Kim. "Dimana kau? Aku akan membuat pertungan dengamu, nanti. Tapi, saat ini kau kerahkan dulu semua orang-orangku untuk mencari Esmeralda. Lacak keberadaanya, sekarang juga!"


Tn.Harits yang mendengar ucapan Alucard langsung beranjak dan menepuk pundaknya.


"Ada apa dengan Esme?" tanyanya dengan raut wajah panik.


Alucard segera mengantungi ponselnya. "Mm... sepertinya masih ada seseorang yang dendam pada anakmu. Tapi, Tuan tidak perlu khawatir, aku akan menemukan Esme secepatnya, tanpa terluka sedikitpun!" Alucard menggertakan giginya, hingga rahangnya mengeras. Jiwa seorang pembunuh terpancar jelas dari dalam tubuh Alucard.


Ada apa dengan Esme? Siapa yang dendam padanya? Kenapa raut wajah anak muda ini begitu marah? Jangan-jangan Esme ... (Batin Tn.Harits mulai menduga-duga, ia menjadi panik dan sangat cemas)


...

__ADS_1


BERSAMBUNG !!!


Jangan lupa Like, Komen & Vote ❤


__ADS_2