Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Bertemu Investor


__ADS_3

.


Suasana di restoran Mose Hotel ini semakin serius. Ara dan Alice telah berhasil menyusun rencana yang sangat kejam untuk membuat Esme jera.


Semua rencana ini adalah 98% pemikiran Alice. Alice merupakan otaknya, dan Ara merupakan kekuasaanya.


Alice akan menyuruh Ara mencari seorang pria untuk di jadikan kambing hitam. Lalu, Ara akan menyuruhnya untuk berpura-pura menjadi investor di perusahaan Mord, orang itu nantinya akan meminta bertemu dengan Esme yang sebagai Direktur Pemasaran.


Ketika Esme dan pria itu bertemu di sebuah club, Ara dan Alice akan menyuruh seorang pelayan untuk memberikan obat perangsang di dalam minuman mereka.


Saat Esme meminumnya, obat itu akan mulai bereaksi. Disaat itulah si pria suruhan Ara akan membawanya ke sebuah ruangan VVIP yang ada di club tersebut.


Ara akan menghubungi Alucard dan Claude bahwa dirinya ada di Indonesia, dan ingin bertemu dengan mereka di club tersebut, ketika itu terjadi, Ara akan membawa Alucard dan Claude untuk melihat pertunjukan Esme dan seorang pria yang sedang bercumbu panas di ruang VVIP.


Bukan hanya Alucard dan Claude saja, tapi Ara akan menghubungi beberapa wartawan. Mereka akan meliput kejadian memalukan menantu keluarga Aganor dan menyebarkannya pada publik. Lalu, Ara akan membeberkan masa lalu kelam Esme pada semua keluarga Aganor, bahwa Esme adalah wanita yang tidak benar, ia sudah pernah dipakai oleh beberapa pria sebelum menikah dengan Alucard.


"Hahahaa... kita akan menang!... Wanita tidak tahu malu itu pasti akan ditendang dari keluarga Aganor. Ny.Bae juga tidak bisa tidak tinggal diam, dia pasti akan memaksa Esme untuk menandatangani surat cerainya dengan Kak Alucard. Begitu juga dengan Kak Alucard, dia pasti akan sangat marah dan kecewa saat melihat istrinya sendiri sedang bersetubuh dengan pria lain. Hahahaha... ternyata kau 'kecil-kecil cabai rawit', Alice. Rencana ini semakin membuatku tidak sabaran." Ara sangat bersemangat.


Alice hanya tersenyum menungging. "Maka dari itu kau harus segera mengaturnya. Buat sedramatis mungkin," ucap Alice.


Tatapan mata mereka berapi-api. Jiwanya berdebar-debar, sangat bersemangat.


...


Beberapa hari telah berlalu.


Saat ini sudah pukul 19:48 WIB. Alucard dengan jas kerjanya berjalan ke luar dari perusahaan, diikuti dengan Sekretaris Kim. Alucard berdiri mematung sambil menyenderkan punggung di depan pintu ke luar, menunggu istrinya selesai kerja.


"Hey, lihat! Sedang apa Presdir disitu?"


"Apa kau tidak tahu? Setiap pulang kerja, Presdir selalu menunggu Bu Direktur. Mereka akan pulang bersama."


"Uh, sosweeeettt... ternyata Presdir seorang suami yang perhatian, ya. Hubungan rumah tangga mereka sangat manis. Aku kapan seperti itu?"


Perbincangan para staf yang sedang melihat Alucard berdiri di depan pintu ke luar.


"Ck, kenapa Esme lama sekali?" gumam Alucard, ia memeriksa pukul berapa ini. Ternyata, Alucard sudah menunggu 15 menit.


"Kim, telepon sekretaris istriku, sedang mengerjakan apa dia selama ini, yang lain saja sudah ke luar dan pulang," geram Alucard.

__ADS_1


Sekretaris Kim segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kadita, sekretarisnya Esme. Tapi, tiba-tiba saja orang yang ditunggu-tunggu datang.


"Esme, apa kau tahu? Oleh-oleh dari Korea yang tempo hari kau berikan padaku, ternyata semua itu dihabiskan Garry!! Padahal aku sudah menanti-nantikannya. Aku sampai menangis dan memarahi Garry saat melihat bungkusannya sudah berada di tempat sampah. Huhuuuu...." Kadita mengerucutkan bibirnya.


"Hihihii... ekspresi kecewamu seperti orang ngidam saja," celetuk Esme.


Deg...


"Ah!...." Kedua mata Kadita terbelalak. "Ngomong-ngomong, bulan ini aku belum datang bulan!" gumamnya sambil terus berjalan ke luar dari perusahaan mengikuti Esme yang berada di depannya.


"Wah!!! Jangan-jangan kau -"


"HEY, ESME!!...Tidak bisakah kau cepat sedikit?" teriak Alucard. Ia terlihat sangat kesal.


Haiss, Presdir kita sudah terserang virus bucin. (Batin Kadita)


"Eh? Sedang apa kau disitu? Apa kau menunggu aku lagi?" tanya Esme.


Sekretaris Kim membungkukkan tubuhnya, tanda penghormatan pada ibu Presdir.


"Kalau iya, memangnya kenapa? Mana mungkin aku membiarkan istriku pulang sendiri!" seru Alucard.


Ups, menggelikan.


Huff... dasar Kadita, padahal aku masih penasaran apa dia benar-benar hamil? (Batin Esme)


"Ayo, masuk!" kata Alucard.


"Tunggu, tunggu!! Apa kau tidak membaca pesanku?"


"Pesan apa?" Alucard terheran-heran.


"Aku tidak bisa pulang dengamu, sekarang. Aku harus bertemu dengan investor malam ini," ucap Esme.


"Investor?" Kening Alucard mengerut tajam.


"Aisss, kau ini. Kau memikirkan apa saja sih, sampai melupakan seorang investor yang akan berinvestasi pada Toserba yang berada di pinggiran Kota agar hidup kembali. Bukankah sudah kita bahas kemarin?" omelnya.


"Itu karena diotakku penuh dengan kamu, kamu dan kamu, semuanya kamu, Esme." Alucard mulai gombal.

__ADS_1


Selama aku kerja dengannya, aku belum pernah melihat Presdir se-cute ini. Hih, aku jadi merinding melihat seorang Presdir yang gagah bagai singa jantan berubah jadi anak kucing di hadapan istrinya. (Batin Sekretaris Kim)


"Presdir, aku akan tunggu kalian di mobil," kata sekretaris Kim. Ia pun berjalan meninggalkan mereka.


"Apa kau lihat ekpresi Kadita dan sekretaris Kim, barusan? Mereka merasa geli kau berbicara manis padaku. Terlebih lagi untuk sekretaris Kim, tolonglah kau hargai status jomblonya. Pasti dia sangat menderita melihat keuwwu-an kita ini," ucap Esme.


"Hmm, ya, yaa... lain kali aku akan memperhatikan perasaan si Kim." Alucard menggiring Esme masuk ke dalam mobil.


"Kau akan bertemu dengan investor itu dimana? Aku juga ada sebuah pertemuan, sekarang. Tapi, Aku akan mengantarmu dulu," kata Alucard.


"Di Kafe Mangrove."


"Kim! Ayo jalan, antar istriku ke Kafe Mangrove dulu," suruh Alucard.


Kenapa perasaanku tiba-tiba jadi tidak enak? (Batin Alucard)


"Baik, Presdir!"


Mobil pun melaju menuju Kafe Mangrove.


Sesampainya disana, Esme langsung ke luar dari mobil.


Alucard juga ikut ke luar dari mobil, ia memakaikan Esme jaket berlengan panjang dengan bahan bulu yang cukup tebal.


"Honey, ingat untuk menghubungiku jika pertemuannya sudah selesai. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu masuk, Tn.Andrew sangat cerewet, aku harus segera bertemu dengannya," kata Alucard. Ia pun masuk kembali ke dalam mobil.


"Oke, tidak masalah. Hati-hati di jalan!" teriak Esme.


Esme berjalan masuk ke dalam kafe tersebut. Tiba-tiba ponselnya berdering, ada sebuah pesan masuk. Itu dari Tn.Roky, si investor. Ia mengirim pesan bahwa tempat pertemuaannya di ubah, menjadi di Sky Club.


"Ck, kenapa pria tua ini baru mengabariku saat aku sudah sampai di Kafe Mangrove?" Esme melihat mobil Alucard yang sudah sangat jauh. "Hufff... tidak mungkin aku menyuruh Alucard kembali dan mengantarkan aku ke sana. Dia juga sangat sibuk."


Esme segera memesan taxi online, karena ini sudah lebih dari jam 8 malam. Ia ingin segera menyelesaikan pertemuannya dengan investor itu. Angin berhembus semakin kencang, untunglah Alucard memakaikan Esme jaket berbulu, udara dinginnya tak terlalu menusuk.


....


BERSAMBUNG !!!


Jangan lupa, LIKE, KOMEN, & TIPS 😘

__ADS_1


Kita lihat, kemenangan kali ini akan berpihak pada siapa? Apakah rencana Alice dan Ara akan berhasil? Dan, apakah kehidupan Esme, wanita cerdas yang pandai bersilat lidah ini akan mengenaskan?


Tadinya mau lanjut nulis, tapi anak kucingku minta makan, mandi dan main hehe, dilanjut nanti ya.. 😘


__ADS_2