Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Terpeleset


__ADS_3

.


Pagi hari di kediaman Aganor.


Alucard terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan mata sambil mengusap kasar wajahnya. Kemudian menoleh ke samping kirinya.


Terlihat Esme yang sedang memeluknya. Tubuh telanjangnya terbalut selimut tebal. Alucard tersenyum samar, ia mengingat kecelakaan tak terduga di kamar mandi waktu itu.


Tak pernah terbayangkan, malam pertamanya akan dilakukan di kamar mandi.


Wajah Alucard langsung merah merona saat mengingat betapa terlenanya mendengar desah*n Esme. Air matanya, kesakitannya, dan cengkramannya masih begitu terasa sekali.


Ia membelai mesra rambut Esme yang berantakan sambil tersenyum. Lalu, Alucard mencium keningnya.


Esme terbangun karena sentuhan itu, matanya mengerjap perlahan.


Alucard menatap bulu matanya yang begitu indah di pandang. Tiada lagi wanita secantik Esme di Dunia ini, menurutnya.


Kedua mata mereka beradu. Esme langsung menundukan kepala dan mengumpat lagi di pelukan Alucard.


"Kenapa? Malu, ya?" Alucard tersenyum lebar sambil menyubit kedua pipi Esme. "Ayo, bangun," katanya.


"Mm... seluruh tubuhku sangat pegal dan nyeri," kata Esme yang masih mengumpat.


"Apa kau mencoba menggodaku lagi?" sindirnya dengan tangan yang perlahan mulai liar.


Dasar gila!! Sakit dan pegalnya masih terasa mau mencoba lagi? (Batin Esme)


Esme langsung beranjak, ia menarik selimutnya dan membelitkannya ke tubuhnya sambil berjalan menuju kamar mandi.


Alucard menyandarkan punggungnya dengan senyuman yang ceria. "Begitu, ya? Penolakan tanpa kata," gumamnya.


Alucard pun beranjak. Ia berjalan ke luar dari kamarnya, berniat ingin pergi ke kamar mandi di tempat lain, karena di kamar mandinya sudah ada Esme.


...


Di waktu yang bersamaan.

__ADS_1


Lolyta baru saja terbangun dari tidurnya. Ia menatap heran, dimana ini? Kemarin sore, bukankah dia sedang di ruang spa bersama Ny.Bae dan Esme?


"Wahh," kedua matanya langsung terbelalak saat melihat dekorasi kamar yang saat ini sedang ia tempati. Bak, kamar seorang putri. "S-sepertinya mimpinya masih berlanjut," gumam Lolyta dengan tatapan yang berbinar-binar.


Ia segera beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi, lalu membasuh mukanya. Siapa tahu, setelah membasuh mukanya, mimpi ini akan menghilang.


Nyatanya, tidak. Ini bukan mimpi, ini sungguhan!


Lolyta berjalan ke luar dari kamar itu dengan piyama tidurnya. Ia ingin mencari kakaknya.


"Tapi... dimana Kak Esme?" gumamnya sambil terus mencari.


Nampaknya, Lolyta tersesat dirumah mewah itu. Sudah beberapa menit berlalu, ia masih saja celingak-celinguk mencari apa yang di carinya, dengan tubuh yang membungkuk, karena sangat takut ke tahuan anak-anak Tn.Aganor yang gagah perkasa itu.


Saat akan menoleh ke arah kiri. Wajahnya bertabrakan dengan perut Alucard yang saat itu baru saja ke luar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di bagian bawahnya saja.


Rambut basah berantakan, wajah dan otot tubuh yang mengkilat karena basah kuyup, aura yang penuh karisma, membuat Lolyta terpanah.


"Apa yang kau lihat?" tanya Alucard sinis, sambil mengusap wajah penuh air, karena lantainya dibuat basah oleh air yang menetes dari tubuhnya.


Glek...


"Ck, aneh sekali," gumam Alucard sambil berjalan melewatinya.


"Eh, t-tunggu -"


Srett...


Lolyta terpeleset, karena menginjak genangan air di lantai. Tanpa sadar, ia menarik handuk Alucard dari belakang.


"Uh,"


Blush...


Alucard terbelalak, ia segera menahan sekuat tenaga agar handuknya tidak terlepas. "Apa-apaan kau ini! Cepat, lepaskan!" geramnya.


Deg... deg... deg...

__ADS_1


Jantungnya berdebar saat menyentuh bokong Alucard.


"A-aduh, ma-mafkan aku, Kak," ucap Lolyta sambil berusaha tertatih.


Esme berjalan ke luar dari kamarnya. Ia melihat Alucard dan Lolyta dengan wajah yang sulit di definisikan. Sepertinya ada yang tidak beres!


"Ada apa ini?" tanya Esme dengan pandangan meneliti.


"Ah! K-Kak Esme," ucap gugup Lolyta dengan wajah yang memerah.


"Tidak ada apa-apa. Ayo, masuk. Siapkan baju untukku," Alucard memutar balikkan tubuh Esme, ia mendorongnya untuk masuk kembali ke dalam kamar.


"Eh, K-Kak? Kak Esme!!" panggil Lolyta.


Esme berniat kembali menghampiri Lolyta yang memanggilnya, tapi Alucard langsung mencegahnya. "Aku bilang cepat siapkan baju untukku!" Untuk yang pertama kalinya Esme mendapatkan bentakan dari Alucard.


A-ada apa dengannya? (Batin Esme)


Esme pun berjalan membuka lemari, dengan wajah kebingungan, dan sedikit sedih.


Alucard ke luar dari kamar itu. Ia mendekati Lolyta yang masih mematung di luar sana.


"Aku peringatkan padamu, jangan berbuat ulah dikediamanku! Paham?" kecamnya dengan tatapan yang menakutkan.


Deg...


Lolyta terbelalak, ia langsung menunduk ketakutan. Apa maksud dari ucapannya itu? Ulah apa yang kakak iparnya maksud? Apa Alucard marah saat Lolyta menyentuh bokongnya? Tapi, itukan hanya ketidak sengajaan saja.


"Pelayan! Pelayan!" panggilnya. Ke empat pelayan langsung datang menghampiri. "Dia adalah adik iparku, layani dia sebaik mungkin. Perhatikan dia, jangan sampai berbuat ulah," ucap Alucard. Ia langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Lolyta merasa dipandang rendah oleh kakak iparnya sendiri. Hatinya sangat sakit, bagaikan terisis pisau, ia sangat marah pada Alucard. Kenapa sikapnya sangat kasar padanya? Sedangkan sikapnya pada Esme sangatlah lembut.


Mungkin karena Kak Esme sangat cantik dan memiliki postur tubuh yang bagus. Akupun bisa seperti itu! Lihat saja, aku akan membuat diriku sederajat dengan Kak Esme. (Batin Lolyta)


....


BERSAMBUNG !!!!

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


__ADS_2