Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Tisu Magic


__ADS_3

.


Kling... kling...


Sebuah pesan masuk. Esme yang sedang mengantri di kasir Minimarket segera merogoh saku celananya. Siapa yang mengiriminya pesan malam-malam begini?


"Ah! Hanabi?" Esme terkejut. "Sudah lama kita tak bertemu. Apa dia merindukan aku?" gumamnya.


Esme memeriksa apa isi pesan dari Hanabi.


"Apa ini?" Kening Esme mengerut tajam. "I-ini... bukankah ini Alice dan Ara?" Sebuah tanda tanya besar di benaknya setelah melihat foto yang Hanabi kirim.


"Ck! Hey, Nona. Apa kau tidak melihat seberapa panjang antrian ini?" ucap salah seorang pria tua di belakang Esme.


"A-ah, maaf." Esme tersadar, ia segera mengantungi ponselnya, lalu memberikan sejinjing belanjaan pada kasir.


Bip... bip... gesrek...


"Totalnya Rp.738.300, Nona." Kasir itu memberikan keresek berisi belanjaan pada Esme. Esme membayarnya, lalu segera mengambil belanjaannya itu dan berjalan ke luar.


Esme berdiam diri di depan Minimarket itu. Ia merogoh kembali saku celananya, mengambil ponselnya, lalu menelepon Hanabi.


"Ya, Hanabi. Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Esme dibalik telepon.


"Benar sekali. Tapi, sepertinya kita akan segera bertemu. Apa kau masih Esme dengan keangkuhan dan kesombonganmu itu?" sindir Hanabi.

__ADS_1


"Cih, aku merasa sangat tersanjung kau memperhatikanku seperti itu," desis Esme. "Ah, ya. Kenapa kau mengirimiku foto itu?"


"Ehmm... bukan apa-apa. Aku hanya merasa ada aura jahat saja saat aku melihat mereka berbincang. Apa kau tahu, sebelum Alice dan wanita itu duduk berhadapan, Leo lah yang pertama berbincang dengan wanita itu. Alice mengupingnya dari belakang sofa mereka. Lalu, entah Leo mendapat panggilan dari siapa, dia jadi tergesa-gesa dan harus pergi dari sana meninggalkan si wanita itu, dan tiba-tiba saja Alice duduk menggantikan kursi Leo. Dari situlah aku merasa sangat curiga," jelas Hanabi.


"Bukankah Leo dan Alice ada di Bandung? Bagaimana bisa kau bertemu dengannya?" tanya Esme penasaran.


"Emm... akhir-akhir ini mental suamiku sudah mulai membaik, dia sudah jarang memukuli aku. Kemarin, dia mengajak aku main ke Bandung. Dia juga memesan sebuah Hotel untuk kita, dan di Hotel inilah aku bertemu dengan Alice, Leo dan wanita itu," jelas Hanabi.


"Huff... syukurlah jika suamimu sudah kembali normal. Ini merupakan sebuah keajaiban cinta yang besar. Aku merasa senang mendengarnya," kata Esme. "Oh, ya. Ngomong-ngomong, apa kau tahu mereka membicarakan apa?"


"Uh, tidak. Sayangnya, aku tidak mendengar mereka membicarakan apa. Tapi, aku sangat yakin, ada sesuatu yang jahat akan terjadi. Kau harus berhati-hati, Esme. Jika butuh bantuanku kau bisa menghubungi aku, oke?"


"Oke. Baiklah, terima kasih untuk peringatannya. Aku tutup teleponnya, dah." Esme pun memutuskan panggilan telepon itu.


Ya, aku harus terus waspada. (Batin Esme)


Brukk...


Alucard keluar dari mobil, lalu menutup pintu mobilnya. "ESME!!" panggil Alucard yang saat ini sedang menyenderkan punggungnya di samping mobil miliknya.


Siapa yang dia telepon malam-malam begini? (Batin Alucard)


Esme tersadar. "Ah! Em?"


Alucard berjalan mendekatinya. "Wajah istriku terlihat gelisah begini, ada apa?" tanya Alucard, ia mengambil alih keresek belanjaan dari tangan Esme.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa. Ayo pulang, ini sudah malam." Esme berjalan masuk ke dalam mobil.


Aku rasa, aku tidak perlu memberitahu Alucard kalau Ara bertemu Alice dan Leo. Aku tidak akan melibatkan Alucard jika memang mereka merencanakan sesuatu untukku. (Batin Esme)


Alucard memeriksa isi kresek itu, apa saja yang Esme beli.


"Makanan ringan semua?" gumamnya. Tapi, tiba-tiba mata Alucard terhenti. "Eh, apa ini?" Alucard mengambil bungkusan berwarna hitam yang membuatnya penasaran.


"Su-per ma-gic?" Ia membaca merk bungkusan itu. "I-ini kan tisu untuk mencegah ejakulasi dini pada pria? Apa Esme benar-benar membeli ini untukku agar saat kita melakukan itu lebih lama dari sebelumnya? Apakah klimaks-ku sangat cepat hingga membuatnya tidak puas?" Alucard tercengang.


Wah, wah! Esme kau??... Aku merasa kau sedang menghinaku! Baiklah, aku akan membuktikannya malam ini, bahwa aku bisa bertahan sampai 2 jam lebih. (Batin Alucard)


Alucard berjalan cepat menuju mobilnya. "HEY, ESME!! MEMANGNYA MENSTRUASIMU SUDAH SELESAI?" teriaknya, dengan rasa kesal dijiwa.


Bruk...


Pintu mobil tertutup rapat.


Alucard meneriaki masalah menstruasi di depan umum? Membuat para pejalan kaki merasa malu saja karena mereka mendengar sesuatu yang sensitif dan jadi berpikiran 18+.


....


BERSAMBUNG !!!


Jangan lupa LIKE, KOMEN & TIPS 😘

__ADS_1


__ADS_2