Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Tingkah Lolyta


__ADS_3

.


Bruk...


Suara pintu kamar yang ditutup kasar. Alucard terduduk dengan wajah merah padam. Instingnya mengatakan bahwa Lolyta pasti akan berbuat ulah lagi disini.


Pada awalnya memang ia tak mau mengajak Lolyta ke Korea, namun ketika melihat wajah Esme yang mengharapkan persetujuan darinya, mau tak mau Alucard mengiyakannya.


Jika benar dia berbuat ulah, aku tidak akan membiarkannya! (Batin Alucard)


"Ada apa denganmu? Apa kau sedang menunjukan sikap aslimu yang sebenarnya?" kata Esme sambil meletakan setelan pakaian di atas ranjang untuk suaminya.


Alucard beranjak dan segera memakai pakaian itu. Ia tak menjawab pertanyaan dari Esme, yang terdengar hanyalah hembusan nafas yang sangat panjang.


Alucard melangkah, dan memeluk Esme dari belakang. "Maaf, tadi aku tak sengaja membentakmu," ucapnya sambil mengendus aroma tubuh Esme yang harum.


"Hmm... ya, tidak apa-apa. Tapi, aku merasa sangat sedih loh." Esme mengerucutkan bibirnya.


"Unch, maaf ya sayaaang," Alucard mencium kedua pipi Esme. "Tadi pagi ada yang membuatku kesal. Tapi, tidak perlu di bahas lagi... emm, apa kau ingin jalan-jalan ke luar?" tanyanya.


Kedua mata Esme langsung berbinar-binar. "Ya, aku mau! Aku mau bertemu dengan Lee Min Oh 😍," Wajah Esme sangat ceria.


"Cih, beraninya berbunga-bunga dihadapanku saat menyebutkan nama pria lain. Apa sih yang kau suka darinya?" gumam Alucard dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Kau kan sudah janji. Apa kau lupa?" Esme menyudutkannya.


"Hmm, ya, aku tahu. Tapi, paman Lee sedang sibuk sekarang. Dia sedang syuting drama baru," jelas Alucard.


"Ya sudah, kita pergi ke lokasi syutingnya saja! Ayo, ayo, cepat...," Esme menarik-narik tangan Alucard. Ia sangat antusias.


"Hey, Esme! Apa sebegitu tergila-gilanya kau pada paman Lee?" Alucard menjadi badmood, ia memunggungi Esme sambil melipat kedua tangannya.


"Kenapa? Apa kau cemburu? Apa kau berpikir, kau akan bersaing dengannya? Hahahaa.... Al, aku hanya mengidolakannya saja, tidak lebih," kata Esme dengan tatapan yang penuh cinta pada Alucard. Kalau di lihat, wajah Alucard sangat lucu ketika sedang cemburu. Ingin sekali, ia menyubit pipinya.


"Hmm... baiklah, tapi ada satu syarat," ucap Al dengan tatapan dan senyum yang nakal. Alucard membanting tubuh Esme ke atas ranjang. Ia segera menindihnya.


Esme merasakan hawa nafsu yang menggelora muncul dari dalam tubuh Alucard. "Al, apakah satu kali sehari tidak cukup?" tanya Esme yang sedang menahan tubuh Alucard.


"3-4 kali sehari adalah porsi yang cukup untukku."


A-apa? 3-4 kali sehari? I-itu bercumbu atau minum obat? Dasar gila! (Batin Esme)


Alucard mulai melepaskan baju bagian pundak Esme. Nasfunya meningkat, saat melihat belahan dada Esme yang menonjol.


"Honey, hari ini kau sangat menggoda," bisik Alucard di telinga Esme. Hingga hembusan nafas Alucard menyentuh pori-pori lehernya, dan membuat Esme menggeliat geli.


Alucard mulai mengecup leher Esme. Semakin kebawah... semakin kebawah... ke bawah lagi... terus ke bawah... dan...


Ceklek...


Tiba-tiba, seseorang membuka pintu kamarnya.


Aksi Alucard langsung terhenti. Mereka terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu.


"Loly?"


"Ah, emm... maaf, Kak. A-aku pikir ini kamar mandi," ucap Lolyta beralasan. Ia segera memalingkan wajahnya, karena melihat pasangan suami istri sedang akan melakukan hal 18+, membuatnya canggung dan malu.


Esme langsung mendorong tubuh Alucard. Esme beranjak sambil membenarkan posisi bajunya.


"Ehemm...," Alucard mendehem. "Dasar, sial! Apa wanita itu sengaja masuk tanpa mengetuk pintu dulu?" gumam Alucard.


Esme menghampiri Lolyta. "Ada apa? Apa kau sudah sarapan?" tanyanya penuh perhatian.


"Emm, aku tersesat disini, Kak. Rumah ini benar-benar sangat luas, aku jandi bingung. Aku ingin sarapan dengan Kakak saja," jawab Lolyta.


"Bukankah aku sudah menyuruh beberapa pelayan untuk melayanimu?" Alucard angkat bicara. Tatapan matanya sangat menakutkan. Sepertinya, ia tahu ada maksud tersembunyi dibalik tingkahnya ini.


"Sudahlah, Al. Aku dan dia disini adalah orang baru. Wajar saja, jika Loly ingin aku yang menemaninya, dia pasti merasa canggung," tepis Esme.


"Hufff... terserah kau saja," kata Alucard. Ia berjalan keluar kamar, melewati mereka. "Ayo turun, ikuti aku. Kita sarapan, dulu."


Mereka berduapun mengikuti langkah kaki Alucard.


Sesampainya di meja makan, para pelayan menundukkan tubuhnya, memberikan rasa hormat.

__ADS_1


Suasananya sangat sepi.


"Kemana yang lain?" tanya Alucard (bahasa Korea), sambil menarik kursi untuk Esme duduki.


"Tuan besar dan ketiga tuan muda pergi mengurus hal penting di perusahaan. Nyonya besar baru saja ke luar, beriau menghadiri undangan dari Organisasi Wanita di Busan," jawab salah satu pelayan dengan sigap.


"Oh, begitu. Apa sarapannya sudah siap?"


"Sudah, Tuan."


Esme dan Lolyta saling kebingungan. Apa yang Alucard dan pelayan itu bicarakan? Tapi, sepertinya, Alucard menanyai keberadaan penghuni rumah ini, karena rumahnya sangat sepi, tidak seperti kemarin, begitu menurut Esme.


Tidak lama, para pelayan masuk sambil meletakan hidangan di atas meja. Aromanya sungguh lezat. Perut Esme dan Lolyta sudah mengaum di dalam.


"Makanlah," ucap Alucard lembut, dengan tatapan penuh cinta. Ia mengabaikan keberadaan Lolyta. Lolyta hanya di anggapnya patung, disana.


"Apa kau suka yang ini?" Alucard menyiuk nasi, lalu memasukkannya ke dalam sup panas. "Ini namanya Gukbap. Biasanya makanan ini diberikan pada orang yang sedang mabuk. Ayo, buka mulutmu," ucap Alucard sambil menyodorkan sesendok Gukbap ke mulut Esme.


"Tapi, aku 'kan tidak mabuk!" bantah Esme.


"Siapa bilang kau tidak mabuk? Coba sini, tatap wajahku. Dalam 5 detik, kau pasti akan mabuk kepayang karena tenggenam dalam kharisma dan ketampananku," ucapnya penuh percaya diri sambil tersenyum lebar.


"Uhuk!! Uhuk!!" Tiba-tiba, Lolyta tersedak.


Esme menginjak kaki Alucard sambil mendelekkan matanya. Berani sekali Alucard menggodanya di hadapan adiknya sendiri. Apa Alucard tidak punya rasa malu?


Esme segera menungkan air minum ke dalam gelas. "Minumlah. Makannya pelan-pelan saja," ucap Esme.


Lolyta segera meminumnya.


Brengsek! Apa Kakak ipar ini sengaja menunjukan sisi lembutnya pada Kak Esme dihadapanku? Membuat aku panas, begitu? (Batin Lolyta, sambil mengaduk-aduk makanannya)


Alucard hanya menyeringai.


Setelah selesai makan. Alucard segera menarik tangan Esme ke luar. "Tunggu, tunggu! Kau mau membawaku kemana?" tanya Esme, sambil menghentikan langkah kakinya. Ia tak tega meninggalkan Lolyta sendirian dirumah.


Lolyta masih terduduk, ia merasa sangat tak dihargai oleh Alucard.


"Bukankah kau bilang ingin bertemu dengan idolamu?"


Kedua mata Esme langsung membulat. "Kau benar!" Seketika kedua matanya berbinar-binar.


Ekspresi wajah Alucard langsung masam saat melihat kehadiran Lolyta. Lagi-lagi ia mengganggu moment berdua dengan istrinya.


"Mm... aku akan pergi ke luar," jawabnya ragu.


"Apa aku boleh ikut?" tanya Lolyta sambil merapikan rambutnya.


"Tidak!" Dengan cepat, Alucard menolaknya mentah-mentah.


Esme langsung menoleh ke arahnya. "Kenapa?"


"Esme, ini momen kita berdua. Aku mengajakmu ke Korea hanya untuk menghabiskan waktu berduaan denganmu," jelas Alucard.


Esme melirik ke arah Lolyta yang sedang menundukkan wajahnya. Lolyta terlihat sangat sedih saat mendengar ucapan dari mulut Alucard, karena sudah men-capnya sebagai seorang penghalang diantara mereka.


Esme menjadi dilema, disisi lain ia menghargai niat Alucard mengajaknya ke Korea untuk berduaan, dan di sisi lain, ia tak tega jika harus bersenang-senang sendiri tanpa mengajak adiknya dan meninggalkannya dirumah.


"Jelaskan padanya, buat dia mengerti. Aku akan menunggumu di mobil," ucap Alucard. Ia berjalan menuju mobilnya.


Esme menghampiri Lolyta.


"Loly, emm... untuk sekarang ini kau dirumah saja dulu, ya? Besok, baru aku akan ajak kamu keliling Korea, bagaimana?" usul Esme.


"Tidak, aku tidak mau dirumah besar ini seorang diri," bantah Lolyta, menolak.


"Kau tidak sendirian, Loly. Dirumah ini banyak pelayan. Mereka akan aku suruh menemanimu, ya?" kata Esme.


"Aku tidak mau. Kak, aku kesini karena aku pikir aku bisa bertemu dengan para idolaku. Tapi, Kakak malah tega, ingin bersenang-senang tanpa aku," Lolyta semakin menunduk sedih dengan bibir mengerucut.


"Bukan begitu Loly...," Esme menghela nafas panjang. "Huufff... baiklah, kau boleh ikut."


Lolyta langsung mendongakkan wajahnya. Ekpresinya langsung berubah menjadi ceria secepat kilat.


"Benar, Kak, aku boleh ikut?"

__ADS_1


"Hmm... yaaa, apa boleh buat." Esme memaksakan tersenyum.


Lolyta langsung memeluknya.


"Kau memang Kakak yang terbaik. Sebentar, ya. Aku ganti baju dan ambil tasku dulu." Lolyta berlari secepat kilat mengganti baju dan tasnya.


Tidak lama kemudian, Lolyta kembali dengan keadaan sangat siap. Bajunya terlihat sedikit terbuka di bagian dadanya. Esme menatapnya curiga. Kenapa bisa secepat ini? Tadi pagi bukankah Lolyta tersesat di dalam rumah?


"Loly, pakai baju yang tebal. Apa kau tidak merasa kedinginan?" tanya Esme yang sedang merasakan suhu dingin di Korea.


"Tidak, justru aku merasa sangat gerah karena sangat bersemangat untuk bertemu dengan idolaku," jawabnya dengan wajah yang bahagia.


"Yakin sekali akan bertemu dengan mereka. Kalau tidak bertemu jangan menangis, ya?"


TIIINNNN!!!! TIIINNN!!!


Esme dan Lolyta menutup kupingnya. Suara klakson mobil sangat kencang sekali, hampir saja merusak gendang telinganya.


Sepertinya Alucard sangat kesal, sudah dibuat menunggu begitu lama.


Mereka pun segera berjalan menghampiir mobil itu.


Kedua mata Alucard langsung membulat. Kenapa Lolyta ikut?


Esme menggerakan isyarat matanya, agar Alucard mengizinkan Lolyta ikut.


"Haahhhh...," Alucard yang sedang memegang kemudi menghela nafas panjang, wajahnya tidak bersemangat. "Ya sudah, cepat duduk."


Esme pun duduk di jok yang bersebelahan dengan Alucard.


Saat ia akan menutup pintu mobil, tiba-tiba...


"Tunggu, Kak!" Lolyta menahan pintu mobilnya. "Kita tukar tempat duduk, ya? Kakak duduk di belakang saja. Aku mau mengabadikan momenku setiap detik, saat aku berada di Korea," ucapnya tidak tahu malu.


Rrghh... kenapa anak ini tingkahnya semakin menjadi? (Batin Alucard)


"Tidak! Yang boleh duduk disini hanya istriku seorang," sergah Alucard dengan tatapan menakutkan.


Esme langsung memelototi Alucard, karena bicaranya sangat keras dan kasar.


"Hmm... Loly, kau bisa mengabadikan momennya dari jok belakang, 'kan?"


"Di belakang gelap, Kak. Kalau aku duduk disini pencahayaannya bagus," kata Loly, yang berusaha meyakinkan Esme.


"Ck! Jangan beralasan, sudah duduk saja di belakang. Masih bagus kau ku ajak pergi," decak Alucard.


"Sudahlah, tidak apa-apa. Jangan memperdebatkan masalah yang sepele. Lagian, Lolyta itu 'kan adiku, dan adikmu juga," kata Esme sambil beranjak.


Batas kesabaran Alucard sudah sampai batas maksimal. Tingkah Lolyta benar-benar membuatnya muak.


Esme ke luar dari mobil dan beralih ke belakang. Lolyta dengan tidak tahu malunya segera masuk dan duduk di depan sana sambil merapikan riasan di wajahnya.


Heh, mau bermain-main denganku, ya? Jangan harap! (Batin Alucard)


Bruk...


Alucard keluar dari mobil itu.


"HYUN BIN!!!" teriaknya, memanggil seorang lelaki yang menjadi pengurus rumah di kediaman Aganor.


"Ya, Tuan," jawabnya cepat, sambil berlari menghampiri Alucard.


"Kau harus menjadi supirku hari ini. Cepat, masuk di bagian kemudi. Aku akan memberimu bonus," ucap Alucard.


Ia menyerahkan kunci mobil pada Hyun. Lalu, berjalan masuk kedalam mobil bagian belakang, dan duduk di samping Esme.


Wajah Lolyta langsung merah padam, karena merasa sangat jengkel tidak bisa membodohi kakak iparnya. "Heh, menarik." Senyum Lolyta menungging.


"Cepat jalan!" titah Alucard.


Mobilpun segera melaju dengan kecepatan normal.


....


BERSAMBUNG !!!!

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


Note : Karakter Esme disini tidak lemah, dia sangat kuat, cerdas dan tanggung. Esme hanya menunjukan sisi baik dan pikiran positif terhadap adiknya. Sabar, permainan yang sebenarnya belum dimulai hehee...


__ADS_2