
.
Meskipun sudah memesan satu restoran hanya untuk mereka berdua, tapi Esme tetap mengganti tempat restorannya. Lebih baik kehilangan uang jutaan rupiah daripada harus kehilangan Alucard. Begitulah menurutnya, karena Esme sangat takut kalau mimpi itu benar-benar jadi kenyataan.
Esme memesan satu meja di restoran yang ada di salah satu Hotel bintang 5 terbaik di Jakarta. Meskipun disini cukup ramai, tidak akan membuat Esme ciut untuk memberikan kejutan pada suami tercintanya.
Jarak Hotel ini pun tak jauh dari perusahaan Mord. Jadi, Alucard akan cepat sampai tanpa hambatan macet atau apapun itu.
Esme mengirimi pesan pada Sekeretaris Kim untuk ikut kemari dan menjaga Alucard. Perasaannya jadi sangat sensitif setelah mimpi buruk itu.
Esme tak akan membuat mimpi itu jadi kenyataan. Walaupun author ingin tetap membuat Alucard mati, ia akan membangkitkannya kembali. Enak saja mau membuatnya jadi janda? Oh, Nooo!! Langkahi dulu mayatku.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Esme sudah dapat pencerahan. Dari jauh sudah terlihat Alucard berjalan menghampiri. Auranya sangat kuat, tubuh semampai, elok rupawan, dengan jas hitam berdasi melangkah semakin dekat sambil menebarkan senyum yang merekah.
Glek...
Ketampanannya paripurna. Tentu saja hanya milik Esme seorang.
Sekretaris Kim mencari tempat duduk yang lain. Ia sadar diri. Jika bergabung dengan merekapun hatinya akan teriris melihat betapa romantisnya ketika manusia sedang jatuh cinta.
Meskipun pernikahan mereka sudah berjalan satu tahun lebih, tapi setiap kali melihat mereka berduaan begitu, rasanya seperti melihat pasangan yang baru saja jatuh cinta.
Membuat gemas dan membuat iri.
Alucard terduduk. Ia merasa terheran dengan sikap Esme, tak biasanya sudah malam begini meminta bertemu di restoran.
Setiap Alucard ingin mengajaknya makan diluar, Esme sering kali menolak, dengan alasan sudah malam, udara malam tak baik untuk kesehatan.
"Ada apa? Kenapa mengajakku kemari?" tanyanya penasaran.
Esme menyentuh tangan Alucard. Tatapan mereka pun, kini beradu. Seketika, suasana berubah, membuat perasaan jadi lembut dan hangat.
"Al, dulu aku adalah wanita yang bodoh, wanita yang masabodo dengan apa yang orang lain katakan, jika aku sudah percaya, maka akan aku genggam erat kepercayaan itu. Sampai-sampai, pada satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 29 bulan Februari, setelah pulang dari Amerika, aku mengalami cobaan hidup yang amat pahit karena kebodohanku sendiri."
__ADS_1
"Aku terlalu percaya pada semua orang. Aku menganggap semua orang terdekatku adalah orang baik, orang yang akan terus menyayangi, mendukungku, dan melindungiku. Tapi, Tuhan membuka mataku lebar-lebar, sampai aku bisa melihat dengan jelas wujud-wujud asli orang terdekatku. Pernikahanku gagal karena perselingkuhan, dikhianati keluarga, hamil lalu keguguran, dicelakai dan mendapat pelecehan seksual sampai dokter mengatakan bahwa aku terkena sindrom trauma plecehan seksual. Pada titik itu aku sudah kehilangan harapan, dan kehilangan arah."
"Disaat masa-masa sulitku seperti itu, masa-masa yang butuh rangkulan, pelukan, kehangatan dan kekuatan, kau hadir menimbun luka dengan cinta... memberiku semua apa yang aku butuhkan. Dan, tanpa aku sadari, perlahan-lahan sikap dan perhatianmu telah menyembuhtotalkan luka yang hampir saja tak dapat ku sembuhkan lagi untuk selamanya."
"Saat kau berusaha meyakinkan aku, saat aku sudah percaya dan menetapkan hatiku padamu, saat aku menerima lamaranmu dan saat aku sudah sah menjadi istrimu, aku berjanji pada Tuhan dan pada diriku sendiri, aku akan menjagamu, dan memberimu cinta serta kasih. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku, karena kau sangat sangat sangaaattt berharga untukku. Maka dari itu, semenjak ada pengganggu dalam rumah tangga kita, aku selalu bersikap keras pada mereka."
Seorang pelayan berjalan menghampiri meja mereka dengan sesuatu di tangannya.
"Dan, hari ini adalah hari spesial dari orang terspesial dalam hidupku."
Pelayan itu meletakan kue ulang tahun di atas meja mereka dengan lilin yang sudah disulut api. Lalu, ia segera kembali karena tugasnya sudah selesai.
Alucard terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Suamiku, selamat ulang tahun." 🎂 ðŸ˜
Air mata yang ditahannya sedari tadir akhirnya pecah, tak terbendung. "Hikss...."
Alucard merasa sangat tersentuh dengan perkataan Esme, melihat Esme menangis haru dan melihat kue ulang tahun dengan bentuk yang unik, pasti Esme membuatnya sendiri. Air mata Alucard pun hampir saja menetes, tapi ia langsung mengusapnya.
"Hikss, jangan banyak bicara! Ayo, tiup lilinnya," ucap Esme, sambil mengusap air matanya.
"Ah, tunggu-tunggu. Katakan dulu keinginanmu sebelum meniup lilinnya," sambung Esme.
"Mm, baiklah. Aku berharap hubungan kita baik-baik saja. Semoga kita selalu sehat, dan bahagia. Rumah tangga dijauhkan dari para pengganggu, daaannn... semoga istriku cepat hamil. Aamiin...."
"Yap. Permohonan dikabulkan!" gumam Esme.
Alucard pun meniup lilinya, karena lilinya sudah hampir meleleh semua.
"Sekarang... ayo, tarik konfetinya," kata Esme.
"Konfeti? Yang ini? Kenapa?"
__ADS_1
Esme menatapnya tajam tanpa bicara, sangat menakutkan. Raut wajahnya seperti sedang mengintimidasi.
"Ah, baiklah, baik."
Alucard pun menarik konfeti Happy Birthday itu perlahan. Betapa terkejutnya saat dibawah konfeti itu ada sesuatu yang muncul karena tertarik olehnya.
Apa ini? (Batin Alucard)
Alucard terkejut dengan tatapan meneliti. "Dua garis merah? I-ini... ini seperti??" Ia menoleh ke arah Esme. Esme terlihat sedang tersenyum santai.
"Honey, k-k-k-kau??????" Alucard menatap perut Esme, kemudian menatap wajah Esme. dan kembali menatap perut Esme.
Ia beranjak dan duduk di samping Esme. "Kau hamil?" Kedua matanya terbelalak besar.
Esme menganggukkan kepalanya.
Ya Tuhaaannnn... Esme hamil. Dia... dia hamil. (Batin Alucard)
"Kau tidak sedang mengerjaiku 'kan? Ini sungguhan 'kan, iya 'kan?" Mata Alucard memerah, sepertinya akan banjir air mata.
Alucard melontarkan bertubi-tubi pertanyaan yang sama, karena sangat tak menyangka, di hari ulang tahunnya, ia mendapat kabar bahagia sebahagia ini.
Ia segera memeluk tubuh Esme, lalu menciumi perutnya berkali-kali dengan penuh cinta.
"Esme, terima kasih. Kabar kehamilanmu ini merupakan hadiah terindah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku mencintaimu, aku benar-benar saaaanggaaatttttt mencintaimu. Kita harus jaga kandungan ini sebaik mungkin!"
....
Mau promosi novel nih. Yang punya aplikasi NOV*LME, mampir ya ke novel 'Wife of a Prisoner' karya ke 3 aku. Sinopsisnya bisa baca di gambar ini ya.
__ADS_1
BERSAMBUNG!!
Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE