Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Kabar Gembira


__ADS_3

.


Suara Alucard berdengung memanggil-manggil namanya sambil menggoyangkan tubuhnya.


Esme mengerjapkan matanya perlahan, penglihatannya tidak jelas seperti ada kabut dimana-mana. Tubuhnya pun terasa lemah tidak bertenaga, juga tidak bersemangat. Ada apa ini?


"Honey, bangun!"


Lagi-lagi suara lembut itu menyadarkannya dari alam bawah sadarnya.


"Hey, ada apa?" Alucard menyubit kedua pipi Esme, karena tak biasanya Esme bangun sesiang ini.


Jam 7 lewat seperti ini, biasanya Esme sudah rapi, harum dan cantik. Sarapanpun biasanya susah siap sedia di atas meja makan. Tapi, hari ini kenapa berbeda?


Alucard menyentuh kening Esme, takutnya ia demam. Tapi, tidak. Suhu tubuhnya normal.


"Jam berapa ini? Kenapa suamiku sudah sangat rapi?" tanyanya terheran sambil menatap penampilan Alucard.


"Sudah hampir jam 8, sayang. Aku ada pertemuan pagi ini. Kalau tidak enak badan, aku akan antar kamu ke rumah sakit dulu."


"Jam 8?" Mata Esme terbelalak. Ia langsung beranjak dan berjalan ke luar dari kamarnya. "Kenapa kau tidak membangunkan aku? Apa kau sudah sarapan?" Kepanikan seorang istri.


"Uh." Tiba-tiba, Esme kehilangan keseimbangan. Alucard segera berlari dan menahan tubuh Esme.


"Ada yang tidak beres dengan tubuhmu?"


"Emm, a-aku hanya merasa tidak enak badan."


Alucard sangat khawatir, ia membawanya duduk. Lalu, memberikan Esme air minum.


Alucard berjalan ke kamar, mengambil sweater tebal untuk Esme. "Kita ke rumah sakit, ya?"


Esme segera menolak. "Tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku. Bukankah kau ada janji temu, sekarang?"


"Itu tidak terlalu penting. Ayo!" Alucard menarik tangannya. Tapi, Esme menolaknya lagi.


"Ck, aku bilang tidak apa-apa. Sepertinya aku hanya perlu istirahat saja hari ini. Kau pergi saja bekerja. Aku bisa mengatasi hal kecil seperti ini."


Esme sangat keras kepala. Jika ia bersikekeh bilang seperti itu, Alucard membujukpun akan jadi sia-sia.


Padahal ia sangat mengkhawatirkan Esme, kelihatannya wajah Esme pun sedikit pucat.


Alucard menghela nafas panjang. "Ya sudah, aku telepon dokternya saja untuk kemari." Ia segera menelepon dokter, menyuruhnya untuk kemari, lalu mengambil sarapan yang sudah dibuatnya dan meletakannya di meja makan.


Alucard sangat memanjakan Esme.


"Kau harus sarapan! Aku akan pergi sekarang. Baik-baik, ya, di rumah." Alucard mencium kening, pipi dan bibir Esme, kemudian berlalu meninggalkannya.


Tapi, tangannya langsung di tarik oleh Esme.


"Ada apa?"


"Lagi...," pintanya manja.


Ada apa dengannya? Sikapnya tidak seperti biasanya. (Batin Alucard)


"Hari ini kau sangat manja." Alucard kembali, lalu mencium kening, pipi dan bibir Esme. "Sudah, ya. Aku pergi sekarang. Kau dirumah saja, tunggu dokternya datang."

__ADS_1


"Baik, Pak Komandan!"


Senyumnya terlihat sangat lembut.


Bruk...


Pintupun tertutup. Alucard masuk ke dalam mobil, dan segera menancap gas.


Di dalam rumah. Esme sangat bermalas-malasan. Mau makan pun tidak nafsu. Akhirnya ia berjalan ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, agar badannya segar.


Selesai mandi, ia mengambil beberapa bungkus makanan ringan, lalu menyetel televisi. Biasanya setiap kali selesai mandi, Esme langsung terduduk di kursi rias. Rasanya, hari ini sangat malaaaass sekali.


Tiba-tiba, terdengar suara ketuk pintu. Esme berjalan dan membukanya. Oh, ternyata dokter yang Alucard telepon, tadi. Dokter ini membawa tas yang agak besar, sepertinya semua alat-alat medis ada di dalam sana.


Esme mempersilahkannya masuk, lalu ia mengambil suguhan dan meletakkannya di atas meja.


Dokter bertanya padanya apa yang ia rasakan. Esme menjawab jujur, bahwa tubuhnya merasa tidak enak, tak bersemangat, juga tak nafsu makan, dan sedikit agak pusing.


Dokter terlihat sangat serius memeriksanya. Ia memeriksa suhu tubuhnya, memeriksa detak jantungnya, dan anehnya... kenapa Dokter ini memeriksa perutnya?


Setelah menunggu beberapa menit. Dokterpun menjelaskan hasilnya.


"Apa menstruasi Nona tidak lancar?" tanya Dokter.


Esme mengingat-ingat kembali. "Emm, ya... dua bulan belakangan ini menstruasiku tidak lancar. Eh, sepertinya bulan ini aku belum datang bulan."


Dokter tersenyum. "Nona, di dalam perutmu sepertinya ada lebih dari 1 nyawa, dan menurutku usianya masih sekitar 5-6 minggu. Saya sarankan sebaiknya Nona melakukan USG, jika ingin mengetahui kondisi janin yang tepat," kata Dokter.


"A-a-a-apa!!"


Esme langsung tercengang, kedua matanya terbelalak besar. Sangat terkejut dengan apa yang Dokter katakan. Berita ini sangat tiba-tiba untuknya.


Dokter menganggukkan kepalanya sambil membereskan alat medis ke dalam tasnya. Lalu, Dokter memberikan Esme beberapa suplemen.


"Suplemennya diminum dua kali sehari, disarankan mengonsumsi makanan yang sehat dan minum air putih setidaknya 8-10 gelas per-hari. Jangan terlalu capek, ya, karena usia kehamilannya masih sangat muda. Saya permisi dulu." Dokter itu sudah melakukan tugasnya, ia pun pergi.


Esme yang masih tercengang, percaya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Hamil? Dua nyawa sekaligus?


Ia meraba perutnya sambil tersenyum.


Semangatnya langsung terkumpul. Esme segera mengambil kunci mobil, lalu pergi ke apotek untuk membeli tespek.


Aku harus memastikannya lagi! (Batin Esme)


Setelah membeli tespek, ia kembali ke rumah. Lalu, mencobanya di dalam kamar mandi.


Dan, apa yang ia lihat? Dua garis merah!


"Aku! Hahahaa... aku benar-benar hamil? Ya Tuhaaaan, terimakasih. Hikss... aku hamil, aku hamil!" Tanpa sadar, air mata bahagianya menetes.


Akhirnyaaa... penantian dan usahanya selama ini membuahkan hasil. Betapa senangnya Esme hari ini.


Kuik... kuikk...


Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Notifikasi kalender?


Esme langsung memeriksanya.

__ADS_1


"Tanggal 01? Hari ulang tahun suamiku!"


Deg...


"Ah, iya! Hari ini 'kan Alucard ulang tahun. Tunggu, tunggu, jadi... berita bahagia ini bersamaan dengan hari ulang tahunnya!" Esme loncat-loncat karena kegirangan. "AAALLL!!! AKU AKAN MEMBERIKANMU KEJUTAN."


Esme pergi ke pusat perbelanjaan. Ia membeli bahan-bahan kue, dan membeli alat-alatnya juga untuk membuat kue ulang tahun. Akan lebih istimewa jika kue ulang tahunnya Esme yang buat sendiri.


Mencari cara membuat kue ulang tahun di Youtube. Tepung berserakan dimana-mana, wajahnya pun terkena tepung. Maklumlah, Esme baru pertama kali membut kue.


Sudah pukul 14.22 WIB. Itu berarti Esme sudah menghabiskan lebih dari 5 jam di dapur, hanya sekedar membuat kue ulang tahun saja.


Setelah selesai membuat kuenya, ia segera merapikan kembali dapur yang sudah tak berwujud itu.


Esme menuliskan beberapa kalimat di atas kue berbentuk bulat itu dan membungkusnya dengan penuh cinta.


Ia menelepon Alucard. "Halo, sayang...??" Senyumnya sangat lebar.


"Aku mengirimi pesan, kenapa tidak di baca? Sudah di periksa oleh Dokter? Apa katanya?" tanya Alucard di balik telepon.


"Emm.. tidak ada, hanya terlalu kelelahan saja. Sayang, kau pulang jam berapa?"


"Hmm... aku akan pulang cepat. Kenapa? Kau rindu?"


"Hihii... tentu saja aku rindu padamu. Bagaimana kalau malam ini kita pergi ke restoran?" kata Esme sambil memperhatikan kue ulang tahun yang telah dibuatnya.


"Kau mau makan diluar?"


"Ya, aku mengajakmu pacaran. Aku akan memberitahumu tempat restorannya. Pulang kerja harus sudah di sana, ya?" Esme sangat gemass, ingin sekali memberitahu kehamilannya saat ini.


"Kau yakin tidak apa-apa?"


"Iya, sayang. Sudah dulu, ini 'kan masih jam kerja. Kau kembalilah bekerja. Love you," kata Esme.


Alucard tersenyum gemas. "Love you to."


"Kiss nya mana?"


"Ah, aku lupa. Emmuuacchhhh. Hihihi...." Pak Presdir bucin.


Panggilanpun berakhir.


Suasana ruang rapat menjadi hening seketika.


Ternyata, Alucard sedang rapat dengan para petinggi perusahaan. Semua anggota rapat yang hadir tercengang, dengan apa yang baru saja didengar dan dilihatnya. Seorang Presdir yang gagah perkasa melakukan hal menggelikan seperti itu di tengah-tengah rapat?


Wajah Presdir seperti tidak berdosa sama sekali. Kita disini 'kan para sesepuh jomblo. Perkataannya yang mesra menyayat hati para jomblo sejati. Kejam! (Batin Roger)


...


BERSAMBUNG!!!


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


Di epsd kemarin, terimakasih banyak buat yang udah ngucapin dan memberikan doa buat akyu. Aku seneng bingit, hikss... 🤧


Semoga kita semua diberikan kesehatan, umur panjang dan rizky yang berlimpah. Aamiin.

__ADS_1


HBD juga buat ALUCARD! 🎉🎊🎈🎂


__ADS_2