
.
Setelah sampai di lokasi syuting Lee Min Oh, tepatnya di kawasan Gwanghwamun Square - Seoul. Esme di papah Alucard ke luar dari mobil. Sementara Lolyta, ke luar sendiri tanpa ada siapapun yang memapahnya.
Lokasi syutingnya penuh dengan orang-orang yang menonton. Mereka semua menyaksikan syuting ini dari atas trotoar.
Alucard memakai topi hitam dan kacamata hitam, agar tidak ada yang mengenalnya. Memangnya, Alucard di Korea terkenal? Jelas dong, dia kan anak pertama Tn.Djordi Aganor, Pendiri Perusahaan Hiburan Terbesar di Korea. Keluarganya sering kali disorot oleh publik, karena Tn.Aganor memiliki 5 orang anak lelaki yang sukses dan tampan, idaman para kaum hawa.
Tak lupa, Alucard pun memakaikan Esme topi. Tujuannya, agar tidak kepanasan, karena Alucard dan Esme akan berdiri bersama mereka sebagai salah satu penonton. Padahal Alucard sudah memberitahukan pada Esme untuk menemui Lee Min Oh di hotel tempatnya menginap dan beristirahat. Tapi, Esme tidak mau, karena syutingnya akan selesai tengah malam.
Di tempat ini, Lee Min Oh akan dipertemukan untuk yang pertama kalinya dengan pemeran utama wanita dalam dramanya.
Sangat berisik sekali disini, maklum saja, kini Esme dan Lolyta berada di tengah-tengah kerumunan orang. Esme celingak-cekinguk mencari keberadaan idolanya itu.
"Kak, dimana Lee Min Oh nya?" kata Lolyta, yang sedang mengipas-kipaskan tangannya.
Tiba-tiba terlihat seseorang berdiri di atas kursi sambil menggerakan tangannya pada semua penonton di lokasi syuting.
"SILENT!!" teriak seseorang, yang tak lain adalah salah satu kru yang bertugas mengamankan jika para penonton atau para kru yang lainnya berisik.
Semua langsung terdiam, sebab syuting akan segera dimulai.
Hening!
Kini, hanya keheningan yang terasa di sekitar.
Trak... trak... trak...
Lee Min Oh, aktor tampan Korea yang berusia 32 tahun itu keluar dari persembunyiannya. Aura kebangsawanan terpancar dari dalam dirinya, sebab ia memakai busana kerajaan Korea dengan kancing yang terbuat dari logam mulia. Gagah perkasa dan begitu berkharisma.
Semua mata terbelalak dan berbinar ria termasuk mata Esme dan Lolyta. Ya ampun, bagaikan dewa yang turun dari langit. Jantung Esme berdebar tak karuan, rasanya jiwa fanatiknya meronta-ronta di dalam dadanya, ingin sekali berteriak memanggil namanya.
Waaaa... Lee Min Ooohhh!!! (Batin Esme berteriak)
Esme meremas tangan Alucard sangat kencang hingga tangannya memerah dan kesakitan. "Aw," rintih Alucard. "Hey, Esme! Sadarlah," bisiknya sambil melambaikan tangan di hadapan wajah Esme.
"Rrghh... awas Al, kau menghalangiku tahu!!" Esme menepis tangan Alucard yang menghalangi pandangannya.
Uh, kalau tahu begini, aku tidak akan mau mengajaknya bertemu paman Lee. (Batin Alucard)
Kuda putih dengan rambut pirang dan ekor yang panjang, masuk ke lokasi syuting. Kuda ini di tempatkan di samping Lee Min Oh. Aura kejantanan dari kuda maupun aktornya sangat kuat.
Kamera sudah siap dimana-mana. Para kru yang lain pun sudah siaga dengan tugas dan alat yang di pegangnya masing-masing.
Lee Min Oh pun sudah bersiap diri, tatapan matanya terlihat sudah matang. Sepertinya ini adalah detik-detik syuting akan dimulai.
"Camera, roll... ACTION!!" teriak sutradara.
Lee Min Oh segera menunggangi kuda putih itu dengan menghentakkan kedua kaki sedikit ke perut kuda. Auranya sangat gagah berani, dadanya di busungkan, tatapannya sangat dingin, gerak geriknya sangat hati-hati, seperti sedang memakai sebuah mahkota berharga di kepalanya.
"Hyat!!" Kuda putih pun berlari kencang.
Esme melangkah maju sedikit ke depan demi melihat jelas aksi idolanya saat syuting, karena orang-orang Korea banyak yang bertubuh tinggi, ia jadi sedikit kesulitan melihatnya.
"Hey, Esme! Mau kemana?" teriak kecil Alucard.
Kuda yang di tunggangi Lee Min Oh semakin mendekat ke barisan Esme.
Lolyta menyeringai, ia memikirkan hal jahat agar kakaknya dipermalukan disini.
Kedua mata Esme terbelalak, matanya berbinar-binar saat melihat makhluk ciptaan tuhan yang sangat indah ini akan melewatinya.
Alucard dan Lolyta berdesakan, berniat mengejar Esme.
Saat kuda yang ditunggangi Lee Min Oh akan melintas melewati barisan Esme, Lolyta berpura-pura terdorong oleh seseorang yang dibelakangnya, hingga akhirnya tubuhnya menabrak tubuh Esme sangat kencang, hingga Esme keluar dari barisan penonton.
__ADS_1
Esme terkejut saat melihat kuda putih itu akan menabrak tubuhnya.
Tapi, Lee Min Oh segera menghentikan kuda itu dan meraih pinggang Esme, berniat mengangkat tubuhnya untuk duduk di pelana dengannya agar tidak tertabrak oleh kuda putih itu. Esme menahan topi hitam dikepalanya agar tidak terjatuh.
Tapi, aksinya langsung terhenti saat Alucard menarik paksa tangan Esme.
Kedua mata Alucard dan Lee Min Oh bertatapan. Seperti ada petir yang menyambar di antara tatapan mereka.
"Wooaaaa!!! Daebak!!"
Sorak ria para penonton. Mereka segera mengeluarkan ponselnya dan memotret adegan yang sangat menggegerkan itu.
Rrghhhh... jangan bilang, aku malah membuat Kak Esme senang di peluk idolanya. (Batin Lolyta, sangat jengkel karena aksi jahatnya gagal, malah membuat Esme senang)
"Alucard?" sapa Lee Min Oh dengan tatapan lawan. Halis kirinya dinaikan sedikit.
Alucard membenarkan posisi topi di kepalanya. Ia takut publik tahu. Bisa gawat jika namanya menjadi berita utama besok gara-gara kecelakaan ini.
"Paman Lee, lepaskan tanganmu!" gertak Alucard (Bahasa Korea), dengan tatapan yang sangat menakutkan.
"Sangat menarik. Siapa dia?" Lee sengaja menggoda Alucard, nampaknya Alucard akan panas jika Lee tidak segera melepaskan tubuh wanita dihadapannya.
"Tidak perlu tahu! Cepat lepaskan! Kalau tidak, aku akan membuat perhitungan pada Paman," rahang Alucard mengeras.
Lee tersenyum menantang, sebelum melepas rangkulan di pinggang Esme.
Bruk...
Kedua kaki Esmepun menjejak lagi di aspal.
Alucard segera mengambil dan mengurung tubuh Esme dengan coatnya, ia langsung membawa Esme pergi dari lokasi syuting itu.
"Aku akan bertamu ke rumahmu, besok!" teriak Lee. Ia terus saja tersenyum usil.
Mereka melakukan proses syutingnya lagi.
Esme berjalan lagi ke kerumunan orang-orang itu yang sedang menonton syuting.
Alucard sangat marah. Kenapa Esme keras kepala sekali? Alucard 'kan hanya mencemaskan keselamatannya saja.
Tapi, ternyata, Esme menarik paksa tangan Lolyta dari kerumunan orang-orang itu. Taring dan tanduk Esme meruncing. Wajahnya berubah menjadi merah padam.
Esme menyeret Lolyta dan mendorong kasar tubuhnya, hingga tubuh Lolyta menghantam ke mobil Alucard.
"Kakak, apa-apaan kau ini? Ini sakit, tahu!" rintih Lolyta.
"Kenapa kau merebut ucapanku? Seharusnya aku yang berbicara seperti itu!" kata Esme dengan tatapan yang sangat menakutkan.
Alucard melipat kedua tangannya. Ia duduk santai di depan mulut mobil. Sepertinya, ia sudah sangat paham dengan situasinya. Dari awal, Esme pasti sudah tahu akal busuk cabe rawit ini. Ia hanya menguji Lolyta saja, tulus atau tidak ucapan permintaan maafnya saat di Bandara kala itu.
"Apa maksud Kakak? Aku... aku tidak mengerti," ucap gugup Lolyta. Tubuhnya gemetar ketakutan.
"Saat di Bandara aku sangat kasihan padamu, makanya aku menolongmu. Lalu, kau meminta maaf padaku, baik, aku maafkan! Aku mengajakmu ke Korea dan memberimu satu kesempatan untuk berbuat baik. Tapi, pagi tadi, lagi-lagi kau menghancurkan kepercayaanku!" rahang Esme mengeras.
"A-aku? Me-memangnya... memangnya aku berbuat salah apa padamu, Kak?" tatapan getir keluar dari mata bulat Lolyta.
"Masih belaga bodoh! Apakah aku yang harus berbicara terang-terangan dan membuatmu malu?" bentak Esme.
Alucard segera menyuruh orang-orangnya untuk menutup akses jalan ke situ. Ia memberikan ruang dan waktu agar tidak ada yang mengganggu istrinya sedang mencaci maki Lolyta di muka umum. Tujuan jelasnya, agar Esme kenyang memarahi Lolyta. Betapa pengertiannya suami seperti Alucard ini, Esme sedang marahpun malah ia dukung.
"Aku memang tidak tahu, apa yang sudah aku perbuat hingga Kakak semarah ini padaku!" Lolyta semakin keras kepala tetap tidak ingin mengakuinya. Ia jadi dibuat malu dihadapan Alucard.
"Dia 'kan?" Jari telunjuk Esme menunjuk ke arah Alucard. "Kau berniat merebut suamiku dan mencelakai aku 'kan?" Kedua matanya sangat menakutkan, seperti ada kobaran api didalamnya.
Deg...
__ADS_1
Mata Lolyta membulat sempurna. Jantungnya berdegup kencang, ketakutan. Terbongkar sudah niat buruknya. Padahal, ia sudah menyusun beberapa strategi jitu untuk merebut Alucard dari Esme. Tapi, baru beberapa trik saja yang ia mainkan, Esme langsung bisa menebaknya. Bahkan, Esme langsung menghancur remukkan niat buruk Lolyta sampai ia tak bisa berkutik lagi dan mati kutu saat ini.
"A-aku... aku, tidak -"
Bruk...
Esme menonjok kaca mobil Alucard karena dibuat sangat jengkel dengan tingkah sok polosnya Lolyta. Tubuh Lolyta semakin gemetar hebat. Tapi, sayangnya kaca mobilnya tidak pecah, karena di rancang sedemikian rupa kuatnya, hingga pelurupun tidak akan sanggup menembus kaca itu.
"Tadi, kau benar-benar sudah keterlaluan, Lolyta! Kau hampir mencelakai kakakmu sendiri. Ternyata jiwa keji dari diri Alice melekat juga ditubuhmu. Apa kau pernah mendengar pepatah mengatakan, 'Pria baik hanya untuk wanita baik'!! Maka jangan pernah berharap suamiku akan tergiur dengan godaanmu, karena suamiku itu adalah pria yang baik," Esme memicingkan tatapannya. "Kau seharusnya sadar diri Lolyta, masih kecil sudah ada niatan menghancurkan rumah tangga orang lain. Mau jadi wanita macam apa kamu!" gertaknya.
"Ini... ini hanya salah paham saja, Kak. Aku tidak begitu," Lolyta berusaha membela diri.
"Lolyta, Kakakmu ini tidak bodoh! Aku sudah menemukan kebahagiaanku darinya, maka aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak meloloskan batu kerikil sekecil apapun, bahkan sekecil debu sekalipun untuk masuk dan merusak rumah tanggaku, apalagi sampai merebut dia dariku!... Apa kau paham! Jika masih belum paham juga, aku bersedia mengulangi perkataanku sekali lagi," kata Esme, tegas.
Alucard yang mendengarnya dalam diam, hanya bisa tersenyum.
'Itu baru wanitaku', katanya.
"I-iya, aku... aku paham. Setiap Kakak sudah tahu niatan buruk seseorang, Kakak hanya terdiam. Begitu juga saat Kak Leo membohongimu, sebenarnya Kakak sudah lama tahu tentang perselingkuhannya dengan Alice 'kan? Tapi, kenapa Kaka memilih diam?" Lolyta menutupi rasa takutnya dengan pertanyaan.
"Aku diam, bukan berarti aku tidak tahu. Kalau aku sudah sangat marah, takutnya kalian berlumuran darah!"
Glek...
Lolyta menelan salivanya, kerongkongannya terasa gersang dan tubuhnya berkeringat dingin saat mendengar kata-kata itu.
"Al, bantu aku menyingkirkannya dari pandanganku, kirim dia ke ibunya yang miskin, sekarang juga! Jika kau bersedia membantuku, aku akan memuaskanmu diranjang. Gadis seperti dia tidak pantas hidup dibawah tanggung jawab ayahku. Takutnya, dia malah berfoya-foya dan membuat ayahku malu," celetuk Esme.
Alucard berseringai. "Good job, honey!" Ia mencium pipi Esme di hadapan Lolyta.
Esme langsung masuk begitu saja ke dalam mobil.
"Tidak, Kak! Aku tidak mau hidup dengan ibu. Ibu selalu menyuruhku bekerja. Jika aku tidak bekerja, dia akan menjualku pada Saudagar Kaya yang sudah tua. Aku mohon, Kak! Aku benar-benar sangat menyesal, aku minta maaf," ucap pilu Lolyta sambil menggedor-gedor kaca mobil milik Alucard. Tapi, Esme mengacuhkannya.
"Hyun!!" Panggil Alucard, dengan senyum yang terukir indah di wajahnya. Sepertinya, kini, suasana hati Alucard sangat bahagia.
"Ya, Tuan," sahut Hyun.
"Apa kau tidak mendengar perintah dari Ibu Negara? Segera tendang dia dari Korea, suruh beberapa pengawal mengirim dia ke ibunya di kampung, dan segera semprotkan disinfektan ke seluruh awak mobilku. Aku takut, dia menyebarkan virus di mobilku!"
"Baik, Tuan!" ucap Hyun.
Lolyta berusaha meloloskan diri.
"Tidak! Tidak! Aku mohon, Kak. Aku minta maaf, aku berjanji tidak akan berniat jahat lagi," rengek Lolyta pada Alucard. Air matanya sudah mengguyur, membasahi pipinya.
Esme hanya terdiam di dalam mobil. Masa bodo dengan Lolyta, ia sudah benar-benar tutup telinga. Tidak ingin mendengar permintaan maaf lagi darinya.
Alucard segera masuk ke dalam mobil, meninggalkan Lolyta yang sedang menangis terisak-isak, menyesali perbuatannya.
"Pengawal!!" teriak Hyun.
Para pengawal segera menghampirinya.
"Ringkus dia! Kerjakan tugas kalian seperti apa yang sudah Tuan Muda katakan. Cepat!!!"
"Baik!"
Mereka menarik paksa tubuh Lolyta, memasukkannya ke dalam mobil untuk dikirimkan ke salah satu kampung di Indonesia, tinggal bersama ibunya di rumah reyot.
"Kak Esme!!! Kak Esme!! Aku tidak mau, Kak, 😭" teriaknya sekencang mungkin, hampir saja pita suaranya terputus.
Lolyta hanya melihat mobil yang dikendarai Alucard melaju meninggalkannya.
....
__ADS_1
BERSAMBUNG !!!!
Haduh, Jangan lupa LIKE, KOMEN apalagi VOTE nya. ❤