
.
"Oppa, apa kau mau minum atau makan sesuatu?" tanya Esme, ia memberikan isyarat pada Lee dengan menggerakkan bola matanya.
Lee yang sedang duduk santai melirik ke arah Alucard, bahasa tubuh atau kode yang Esme perlihatkan sepertinya dengan cepat ia tangkap.
"Ehm... ya, minuman apapun boleh," ucapnya. "Apa kau orang Asia?" tanya Lee dengan senyum yang manja manja gimanaaa gitu.
Alucard berwajah datar, ia hanya menyimak. "Aku di anggap nyamuk, begitu? Apa mereka sengaja?" gumam Alucard, acuh tak acuh.
"Ya, aku tinggal di Indonesia," jawab Esme sambil berjalan ke luar dari kamarnya, menyuruh pelayan membuatkan minuman untuk idolanya, lalu ia segera masuk kembali.
"Ah! Indonesia? Aku pernah berkunjung beberapa kali ke sana," ucap Lee, berusaha lebih dekat dengan Esme.
"Oh ya! Apa kau suka makanan Indonesia?" tanya Esme, antusias.
"Cih, 😏" Alucard berdesis.
"Ya! Ya! Ya!! Ada beberapa makanan Indonesia yang aku suka. Aku mencicipi seblak, ketoprak, dan yang lainnya saat aku berkunjung ke sana dalam acara Global Fan Meeteng Firts Love With Indonesia, tapi dari semua makanan Indonesia yang aku cicipi, aku lebih suka dengan nasi goreng," jelas Lee.
"Nasi goreng?" gumam Esme terheran, karena makanan seperti nasi goreng bisa-bisanya disukai aktor setampan Lee Min Oh.
"Ya, nasi goreng." Lee mengangguk.
"Apa kau sudah sarapan?" tanya Esme. Lagi-lagi ia memberi isyarat agar Lee menjawab 'belum'.
"Ah, emm... karena terburu-buru kesini, aku jadi melupakan sarapanku," ucap Lee bersekongkol.
"Pintu ke luar ada di lantai dasar, paman bisa pergi dari rumahku dan berjalan 5 kilo meter untuk sampai di restoran yang menyediakan sarapan bergizi," celetuk Alucard. Kemudian, ia berjalan membukakan pintu.
"Ah, jangan! Ayo, ikut aku," Esme menarik tangan Lee ke luar dari kamarnya, melewati Alucard begitu saja. "Aku akan membuatkan nasi goreng spesial untuk Oppa."
__ADS_1
Jleb...
Sesuatu menembus ke dalam dada Alucard. "Aku siapa? Aku dimana?" gumam Alucard yang terabaikan sambil ternganga.
Lee berjalan sangat dekat dengan Esme. Mereka menuruni tangga, menuju dapur. Alucard hanya melihatnya dengan malang dari jauh.
"Bagaimana pandanganmu tentang orang Indonesia?" tanya Esme sambil tersenyum lembut. Ia sengaja membuat Alucard lebih panas.
"Mm, aku belum bisa mengatakan pendapatku tentang keseluruhan orang Indonesia. Aku hanya tahu, saat aku ke Indonesia atau ke Negara yang lain, pasti selalu saja ada fans yang mengajakku untuk menikah," jawab Lee.
"Menikah? Hihihii... pantas saja kau belum menikah sampai saat ini. Padahal wajah, kekayaan, dan pesonamu tak perlu diragukan lagi, ternyata terlalu banyak calonnya, ya?" sindir Esme.
Bruk...
Alucard berjalan cepat, menerobos di tengah-tengah mereka. "Aku lapar! Buatkan sarapan untukku!" ucapnya sinis sambil duduk di kursi makan.
Kalau saja dia bukan idola istriku, sudah ku cekik dan ku tendang dari rumah ini! (Batin Alucard)
Tiba-tiba, Ny.Bae ke ke luar dari kamarnya. Ia berjalan menghampiri Esme dan Lee.
Lee membungkukkan tubuhnya. "Selamat pagi menjelang siang, Bibi. Apa kabar?"
"Aku selalu baik. Sudah lama kau tidak kesini, aku hanya bisa melihatmu di televisi saja. Apa kau tidak merindukan aku?" Ny.Bae bersikap lembut pada Lee, sudah seperti anaknya sendiri saja.
Esme hanya terdiam. Ia tak tahu mereka membahas apa.
"Uh, maaf, Bibi. Akhir-akhir ini aku sedang sibuk syuting drama baru -"
"Ck! ESMERALDA!!! Ayo, cepat! Buatkan aku nasi goreng spesial!!" teriak Alucard.
Ny. Bae beradu tatap dengan Esme.
__ADS_1
"Ehm... Bibi, dia ini adalah salah satu penggemarku dari Indonesia. Dia akan membuatkan aku makanan Indonesia, nasi goreng," Lee menengahi.
Ny.Bae sepertinya sudah paham, situasi apa yang sedang terjadi di antara mereka. Ia berjalan menuju ruang makan, menghampiri Alucard.
"Alucard!! Kenapa kau teriak-teriak begitu pada istrimu? Jika ingin sarapan, panggil saja pelayan. Aku sudah menempatkan banyak sekali pelayan di dalam rumah, apa masih kurang?" ucap Ny.Bae.
Alucard terbelalak. Kini, ibunya pun ikut-ikutan. "Ibu, Esme akan membuatkan nasi goreng untuk paman Lee. Aku sebagai suaminya, harus yang pertama kali mencicipi masakan buatan istriku."
"Halah, kau manja sekali! Esme ini sangat mengidolakan Lee, kau maklumi saja dulu. Jarang-jarang loh, seseorang bisa bertemu dengan idolanya langsung, apalagi sampai membuatkan nasi goreng!" Ny.Bae benar-benar sudah berkomplotan dengan Lee dan Esme.
Esme dan Lee tersenyum kecil.
Ini pelajaran untukmu, Alucard! Berani-beraninya kau membuat menantu pertamaku bersedih, kemarin! (Batin Ny.Bae)
"Ibu, katakan yang sejujurnya. Apa aku adalah anak yang tertukar?" gumam Alucard, gigit jari. "Aku merasa terkucilkan. Apa salahku?"
"Sudah, Esme. Jangan dipedulikan, biar dia merasakan seperti apa rasanya cemburu. Ayo, kita ke dapur masak nasi goreng untuk Lee!" celetuk Ny.Bae sambil mendorong-dorong tubuh Esme.
Uh, ayaahhh dimana kau? Ba**gaimana bisa aku menghadapi dua singa betina yang sedang mengeluarkan taringnya? (Batin Alucard)
Alucard menoleh ke arah Lee yang akan duduk di sampingnya. "Kenapa paman tertawa begitu? Kau meledekku?"
"Ya, aku sedang meledekmu. Hahahaa...," Lee menutupi tawanya. "Alucard, aku tahu betul seperti apa kamu dari kecil. Kamu tidak pernah terkalahkan, tak pernah tunduk pada siapapun. Tidak disangka, sudah menikah karaktermu jadi alot, liat dan kenyal di hadapan istrimu," sindirnya bertubi-tubi.
"Tutup mulutmu, paman! Aku seperti ini karena aku menghargai dan menghormati istriku. Meskipun usia paman lebih tua dariku, tapi, kau belum tahu apa-apa, karena kau belum pernah berada di posisi aku, pria yang sudah menikah!"
Jleb!! Jleb!! Jleb!!... Skakmat.
Pedas sekali ucapan Alucard. Sudah mencibir tentang usia, ditambah lagi tentang status Lee yang belum kunjung menikah. Calon istrinya saja belum kelihatan, bagaimana mau menikah? Lee langsung terdiam, tak bisa berkutik.
...
__ADS_1
BERSAMBUNG !!!
Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE supaya sore atau siang bisa up lagi hehe... ❤