Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Lee Min Oh, bertamu!


__ADS_3

.


Di waktu yang bersamaan, di kediaman Aganor.


Alucard baru saja ke luar dari kamar mandi. Ia mengeringkan acak rambutnya menggunakan handuk kecil, sambil mencari dimana Esme.


"Honey!!" panggilnya.


Esme yang sedang berdiri di luar balkon kamarnya dengan handuk kimono sambil membersihkan telinga menggunakan korek kuping, tak menyahut. Esme hanya memokuskan pikirannya dengan aktifitas yang sedang ia lakukan itu.


Alucard melihatnya dari dalam, ia langsung menghampiri Esme sambil memeluknya dari belakang.


"Sedang apa? Kenapa aku panggil-panggil kau tidak menjawab?" tanya Alucard.


"Aduhh... diam! Aku sedang membersihkan kupingku," sahut Esme hati-hati.


Alucard segera melepaskan pelukannya. "Bersihkan kupingku juga!" titahnya sambil berjalan masuk ke kamar, lalu duduk manis di atas sofa.


Esme tak menjawabnya.


"Esme!!! Aku bilang, bersihkan kupingku juga!!" teriaknya kecil.


Esme menghela nafas panjang. Ia pun menyanggupinya. Esme berjalan menghampiri Alucard sambil memegang beberapa korek kuping di tangannya.


Esme terduduk. "Sini! Tidurkan kepalamu di atas pahaku," ucapnya.


"Waw paha?" Mata Alucard langsung berbinar ria.


Esme mengusap kasar wajah Alucard dengan raut datar tanpa ekspresinya. "Jangan mikir yang aneh-aneh. Mau dibersihkan tidak kupingnya?"


Pluk...


Alucard langsung nurut. Ia meletakkan kepalanya di atas paha Esme, tapi... "Dasar mesum!! Kemana wajahmu mendarat? Lihat ke depan, bukan mengumpat di anu-ku! Memangnya aku mau mencari kutu?" geram Esme.


"Ehm... ya, ya... biasa aja dong," ucap Alucard tak bersemangat. "Pagi-pagi sudah memaki!" gumamnya sedikit jengkel.


"Kau bilang apa?"


"Ah! Tidak ada. Ayo, bersihkan kupingku," Alucard mengelus-elus tangan Esme yang bagaikan singa betina itu. Entah apa yang terjadi pada Esme, pagi ini emosian terus.


Saat sedang membersihkan telinganya. Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu.


Alucard langsung beranjak dan membuka pintu kamarnya. "Hem, apa?" tanyanya pada seorang pelayan.


"Maaf, Tuan... ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona Esme, orangnya sudah menunggu di ruang tamu," ucap si pelayan menggunakan bahasa Korea.


"Siapa?"


"Tuan Lee Min Oh."

__ADS_1


Apa!! Paman Lee? Dia... dia benar-benar bertamu ke rumahku untuk bertemu dengan Esme? (Batin Alucard)


"Bilang saja aku sedang ena-ena dengan istriku. Suruh dia pulang, karena aku akan ena-ena sampai besok, besok dan besoknya lagi," ucap Alucard.


"Tapi, Tuan -"


Bruk...


Alucard langsung menutup pintu kamarnya rapat-rapat, tanpa basa-basi berkepanjangan.


"Ada apa?" tanya Esme, heran.


"Ada aku, kamu dan cinta kita," jawab Alucard.


"😑 Cih! Apaan sih."


Tok... tok... tok...


Suara ketuk pintu lagi. Alucard mengernyitkan keningnya. Ia merasa sangat terganggu.


Lihat saja, aku akan memecat pelayan itu! Berani sekali dia mengganggu waktuku dengan Esme! (Batin Alucard)


"Sudah! Biar aku saja," sergah Esme.


Esme berjalan akan membuka pintu. Tapi, tangannya langsung di tahan oleh Alucard.


Esme sedikit penasaran, seperti ada yang ditutup-tutupi Alucard darinya. Lalu, mau tak mau, Esme pun berjalan membuka lemari pakaian. Ia memilih beberapa baju disana, yang sudah di sediakan khusus oleh Ny.Bae.


Alucard membuka pintunya dengan penuh nafsu. Ia ingin segera memarahi si pelayan wanita itu.


Ceklek...


"Kau bosan hidup, ya? Aku sudah bilang, suruh usir saja -"


"Usir siapa yang kau maksud?" ucap Lee Min Oh. Ia berjalan masuk ke kamar Alucard tanpa permisi.


Alucard mematung dengan mata yang terbelalak.


"Ah!" teriak Esme sangat terkejut, karena keadaannya masih memakai handuk kimono. Tapi, Esme tak segera menutup tubuhnya, ia hanya menganga dan terbelalak.


Siapa yang tidak terkejut, jika idolanya masuk begitu saja ke dalam kamar, melihat kita yang sedang dibalut handuk?


"Suit suiww," Lee Min Oh malah bersiul, tapi dengan pipi yang merah merona. Ia ingin memanasi Alucard, tapi malah birahinya sendiri yang terpancing karena melihat keelokan tubuh Esme.


"Hey! ESME!!! Kenapa kau tidak segera pakai bajunya?" geram Alucard.


"A-em... aku....aku khilaf," celetuk Esme.


Alucard langsung loncat ke atas punggung Lee, sambil menutup kedua matanya.

__ADS_1


"Pergi kau!!"


"Aaaa... lepaskan aku! Aku juga mau ikutan main ena-ena bersamamu sampai besok, besok dan besoknya lagi!!" Lee Min Oh membalikkan perkataan Alucard. Ia meronta, berusaha melepaskan diri. Seumur hidup, belum pernah ada yang berani seperti ini pada aktor papan atas. Hanya Alucard seorang.


Esme segera memakai pakaiannya dengan benar. Setelah melihat tubuh Esme sudah tertutup, Alucard baru melepaskan Lee.


"Arghh!!!" Lee mengedip-kedipkan kedua bola matanya, karena penglihatannya jadi sedikit buram. "Kau ini apa-apaan Alucard?"


"Paman! Mundur!!... Apa kau tahu dia siapa?" tanya Alucard dengan tangan yang dilipat di atas perut.


Esme langsung menyambar. "Introduce, my name is Esmeralda," sapa Esme ramah, sopan, dan begitu lembut. Esme menjulurkan tangan kanannya.


Kedua mata Alucard langsung memancarkan aura yang mengerikan.


*Selanjutnya mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris*


Lee segera menjabat tangan Esme. Tapi, bukan hanya menjabat tangannya, Lee mencium tangan Esme. "Saya Lee Min Oh, pria limited edition. Aktor tampan, mapan, penuh kharisma, dan membahana. Tidak perlu sungkan berbicara denganku."


Alucard semakin panas.


🎶 Hareudang... hareudang... hareudang...


Panas, panas, panaaassss...


"Ah! Emm... maaf, ponselku berdering." Esme berjalan mengambil ponselnya. Ia segera menjawab panggilan telepon dari ayahnya.


Tatapan listrik dari Alucard dan Lee semakin 'Ctarr'. Mengerikan!


Alucard menatap kesal, marah dan benci. Lee hanya menatapnya dengan tatapan menantang.


"Ya, ayah? ... he'em, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kabar ayah disana? ... Syukurlah kalau begitu ... Ah! Aku kurang tahu ... iya, aku akan segera pulang ... Loly? Ehm, aku akan menceritakannya pada ayah kalau aku sudah pulang ... baiklah, wa'alaikumsalam." Esme menutup panggilan telepon itu.


Ia membalikkan badannya, dan apa yang ia lihat. Alucard dan idolanya sedang mengaum-ngaum dengan tatapan yang mengerikan. Nampaknya, Alucard sudah mengeluarkan cakarnya, dan Lee sudah mengeluarkan taringnya. Mereka bagaikan seekor singa dan harimau yang sedang berebut sesuap daging segar.


"Apa-apaan mereka ini?" gumam Esme.


Ah! Aku terpikirkan sesuatu. Kemarin-kemarin 'kan aku sudah menyingkirkan beberapa pengganggu. Sekarang, giliran Alucard. Aku ingin melihat seperti apa caranya bertarung mengusir seorang perusak rumah tangga. Hihi... aku akan beradu akting dengan idolaku sendiri. Semoga saja Lee Min Oh ini bisa dikompromi menggunakan bahasa tubuh. (Batin Esme)


....


BERSAMBUNG !!!


Mau promosi Novel Baruku, tapi Hanya Ada di aplikasi NOV*LME. Bagi yang punya aplikasinya, boleh dong mampir ke novel 'Wife of a Prisoner'. Dibaca aja dulu sinopsisnya. ❤




Maaf ya, akhir-akhir ini up nya lama. Otakku lami mumetttt... 🤧 semoga para readers bisa memakluminya dan memberikan author novel AMP ini kesempatan untuk menyelesaikan cerita ini. Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤

__ADS_1


__ADS_2