Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Akhirnya, Goll


__ADS_3

.


Sesampainya di kediaman Aganor. Ny.Bae memapah Esme dan Lolyta masuk ke dalam rumahnya. Sentuhan Ny.Bae sangat lembut, senyumnya memperlihatkan kenyamanan dan keceriaan. Adakah mertua selembut Ny.Bae di Dunia ini?


Para pelayan wanita langsung berbaris dengan sangat rapi, saat pintu di buka, mereka semua menunduk hormat pada tuannya.


Woaahhh... (Batin Esme dan Lolyta)


Mereka bagaikan seorang ratu yang akan memasuki istana kerjaaan. Sambutannya begitu mengesankan.


"Ayo, masuk," ucap Ny.Bae.


Esme dan Lolyta berjalan masuk, langkah kaki mereka sangat hati-hati sekali. Mereka mengedarkan matanya, melihat rumah yang begitu megah, luas dan, WOW. Untuk ruang tamunya saja sangat luas, sepertinya muat untuk 5-7 kamar.


Ucapan penyambutan kedatangan menempel di dinding, dengan pernak pernik yang heboh. Benar kata Alucard, Ny.Bae sangat kekanak-kanakkan, tapi ini semua demi mempererat hubungannya dengan menantunya.


Rumah ini seperti gedung-gedung tinggi di Jakarta, bangunannya menjulang sangat tinggi.


Benar-benar rumah untuk keluarga besar. Esme dan Lolyta sampai di buat menganga, karena belum pernah melihat rumah semenakjubkan ini.


Aku tidak percaya, aku adalah menantu pertama di keluarga ini. (Batin Esme)


Sepertinya Lolyta dan Esme akan dibuat nyasar, jika disuruh berkeliling di rumah ini.


Mereka digiring Ny.Bae menuju meja makan. Semua menu makanan sudah tersaji disana, ditata sedemikian rupa indahnya, hingga membuat iler Esme dan Lolyta menetes. Harum beberapa masakan sekelibat masuk ke hidung mereka, aromanya sangat lezat.


"Ayo, kita makan dulu. Kalian pasti sangat lapar 'kan, sudah menempuh perjalan yang jauh," kata Ny.Bae menggunakan bahasa Indonesia yang fasih.


Ny.Bae benar-benar sangat pengertian, saat tahu Alucard akan menikah dengan orang Indonesia, ia segera mencari guru bahasa Indonesia, dan mempelajarinya dengan giat, hingga bisa sefasih ini bicaranya. Tujuannya, agar lebih dekat dengan menantunya.


Para pelayan berdiri di setiap sudut ruangan, mereka hanya tertunduk, tidak berani menatap.


Tn.Aganor masuk dengan aura yang agung, sambil merapikan jasnya.


"Sayang, apa mereka belum juga sampai?" tanya Ny.Bae.


Grumm... Gruummm...


Terdengar suara mobil sport di depan rumah. Adamson, Aldous dan Akai memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam rumah.


Mereka semua tersenyum ramah pada Esme, dan langsung duduk rapi di kursi makan. "Ayo, kita mulai acara makan-makannya, ini sudah hampir jam 6 sore," ucap Akai, karakternya ceria.


Adamson dan Aldous, anak kembar ini memiliki tampang dingin. Setelah tersenyum pada Esme aura kebangsawanannya terpancar. Esme dan Lolyta menjadi sangat sungkan pada mereka. Merasa tidak pantas jika bersebelahan dengan mereka.


Tapi... kedua mata Esme menciut, ia mencari keberadaan suaminya. Dimana Alucard? Apa dia masih berada di luar?


"Heh, dimana Kakak kalian?" tanya Ny.Bae.


Tubuh ketiga anaknya langsung menegang.


"Kakak? Bukankah Kak Alucard bersama ibu dan ayah?" kata Adamson, berpura-pura tidak tahu.


"Apa kalian meninggalkannya disana?" Tn.Aganor mengernyitkan keningnya.


"Kita... kita tidak tahu." Akai bersekongkol dengan Adamson.


"Ah, sudahlah. Kita mulai saja acaranya, abaikan Alucard. Dia sudah sering dengan acara-acara seperti ini," kata Ny.Bae yang tidak ingin berlama-lama.


Akhirnya, mereka memulai acara tersebut dengan makan-makan keluarga. Sebenarnya, Ny.Bae ingin acara penyambutan Alucard dan Esme semeriah mungkin, sampai menghadirkan artis papan atas dan orang-orang penting lainnya, namun dikarenakan suatu hal, Tn.Aganor tidak memperbolehkannya.


"Mmm... enak sekalliii," ucap Lolyta tanpa sadar sambil mengunyah makanannya.


"Benarkah? Ini semua aku yang membuatnya loh, aku jadi merasa sangat senang. Ayo, habiskan saja semuanya," Ny.Bae sangat bersemangat.


Ia benar-benar sosok ibu dan mertua idaman.


Sebenarnya, anak-anak dan suaminya sangat risih melihat tingkah Ny.Bae yang tidak memperlihatkan keanggunannya. Tapi, ya... begitulah Ny.Bae ketika dihadapkan dengan seorang gadis muda, karena sudah lama ia sangat mendambakan anak perempuan. Ini semua hanya bentuk kesenangannya saja.


Acara makan-makan pun sudah selesai, tanpa hadirnya Alucard. Mereka semua sudah terlihat kekenyangan.


Brak...


"Selamat datang, Tuan Muda," sapa pengurus Feng dengan tubuh yang membungkuk.


Alucard, dengan wajah yang merah padam masuk begitu saja ke dalam rumah, ia mengabaikan sapaan dari pengurus Feng. Tanduknya terlihat sangat runcing di atas kepalanya.


"K-Kakak?" ketiga adiknya sangat gugup dan gemetar.

__ADS_1


"Alucard, dari mana saja kau?" tanya Ny.Bae. "Kita hampir lumutan menunggumu." Ny.Bae beranjak dari duduknya.


Alucard terengah-engah menahan emosi saat melihat wajah ke tiga adiknya yang sudah mengerjainya. "Kalian!!!"


Esme segera memberinya kode agar Alucard tenang. Kemudian, saat melihat wajah istrinya, amarahnya langsung padam.


"Esme, Lolyta... ayo, ikut aku ke atas," kata Ny.Bae.


"Ibu, mau membawa istriku kemana? Aku 'kan baru saja sampai," ucap Alucard.


"Ck. Ibu mau membawa mereka ke tempat spa. Mereka pasti sangat kecapkean." Ny.Bae menarik tangan Esme dan Lolyta.


Benar-benar hari yang sial bagi Alucard. Bukan hanya ke tiga adiknya yang menjengkelkan, ternyata ibunya pun sama saja, malah memisahkannya dengan Esme. Ia membatu dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Akhirnya, Alucard berjalan menuju kamarnya, ingin menenangkan diri dulu sejenak sambil membawa sebotol soju, minuman beralkohol.


Esme, Lolyta dan Ny.Bae sudah berganti pakaian, kini tubuhnya di balut handuk putih yang bersih.


Spa treatment pun berlangsung. Tubuh mereka benar-benar dimanjakan. Rasa lelahnya langsung sirna saat menghirup aromaterapi dan saat pijatan-pijatan nikmat itu menyembuhkan otot-otot tubuh yang lelah.


Entah harus sekaget apa lagi mereka? Tak pernah terbayangkan, di dalam rumah Ny.Bae ada ruangan khusus untuk spa. Pantas saja, wajah Ny.Bae sangat kencang tak berkerut, dan awet muda. Mungkin inilah salah satu rahasianya, Ny.Bae sering memanjakan diri di rumah tanpa harus ke luar rumah.


Mereka semua tertidur karena pijatannya yang nikmat, dan aromaterapi yang membuat rileks.


Tiba-tiba tanpa di duga, Alucard masuk menyelinap ke dalam. Ia segera menggantikan memijat tubuh Esme.


Esme yang sedang terlelap langsung mengerjapkan matanya. Kenapa pijatannya tidak seperti yang tadi? Pijatannya sangat kasar.


Ia menoleh, dan apa yang dilihatnya. "A-alucard? Kau -" Matanya terbelalak.


"Ssttt...," Alucard menutup mulut Esme sambil meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai Ny.Bae dan Lolyta terbangun. Bisa gawat!!!


"Ayo, ikut aku," bisiknya sambil memapah Esme berdiri.


"Ta-tapi... aku -"


Belum juga selesai bicara, seenaknya saja Alucard membawa Esme pergi dari ruang spa itu.


Alucard menutupi tubuh Esme dengan coatnya. Ia menggiringnya masuk ke dalam kamar pribadinya.


Pintu tertutup, Alucard pun langsung mengunci pintunya.


"Enak-enakkan dipijat, suami sendiri malah di anggurin. Kau sudah sangat berani, ya Esme?" gertaknya.


"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu sangat merah, dan mulutmu...," Esme melihat ke sekeliling kamar. Ia mendapati beberapa botol minuman beralkohol di atas meja yang sudah kosong. "Apa kau mabuk?" tanyanya dengan kening yang mengerut.


"Mabuk? Siapa yang mabuk?" Tubuh Alucard sempoyongan. "Bukakan bajuku, aku ingin mandi. Gerah sekali disini," katanya sambil berjalan duduk di atas sofa.


Esme sedikit ragu, ia mengencangkan belitan handuknya. Kemudian, ia segera melepas baju Alucard, dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan airnya.


Esme ke luar dari kamar mandi. "Al, airnya sudah si -"


Alucard mendorongnya masuk lagi ke dalam kamar mandi. Ia mencium bibir Esme penuh nafsu. Esme berusaha meloloskan diri. "Mmmm... Al?" mulutnya langsung tertutup lagi.


Esme mendorong tubuh Alucard. "Hey, sadarlah!"


Alucard malah semakin menggila. Ia mendorong tubuh Esme hingga tubuh mereka berdua masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat.


Jeburrr...


Sikut Alucard tak sengaja menyalakan shower. Semburan air membasahi tubuh mereka. Tidak lama, Alucard langsung tersadar.


"Ah, E-Esme?" Ia menjauhkan dirinya dari Esme, rasanya sangat bersalah. "Ma-maaf aku... mm, aku hilang kendali," ucapnya gugup.


Esme menundukkan kepalanya. Pandangan matanya melihat gelombang air yang mengamuk dengan tatapan panik.


Tubuh mereka sudah basah kuyup. Alucard menelan salivanya, saat melihat belahan dada Esme yang mengkilap karena basah, bibir mungilnya pun menjadi merah glossy. Ia sangat ingin melakukannya, tapi berusaha menahannya.


Alucard beranjak dari bathup. Tapi, lengannya langsung ditahan oleh Esme.


Aku akan menjadi istri yang kejam jika terus menerus mengecewakan suamiku. (Batin Esme)


"Al?" ucapnya lirih.


Dag... dig... dug...


Jantung Alucard cenat cenut. Wajah dan tubuh Esme sangat menggoda. Ia memberanikan diri menoleh pada Esme. Semenggoda apapun Esme, Alucard harus bisa menahannya. Jangan sampai membuat Esme kambuh lagi!

__ADS_1


Saat Alucard menoleh, Esme langsung mendorong bahunya, hingga punggung Alucard terhentak ke sisi bathup. Tetesan air semakin mengalir deras, karena showernya masih menyala.


Esme membuka handuk yang membelit tubuhnya. Mata Alucard langsung terbelalak, melihat keberanian Esme untuk bertelanjang bulat di hadapannya.


Ting!


Birahinya sudah memuncak.


Alucard sudah bertelanjang dada. Perlahan, Esme mengecup lehernya. Otot-otot tubuh Alucard langsung menegang. Sentuhan-sentuhan lembutnya, membuat bulu kuduk Alucard berdiri, termasuk bagian bawahnya juga.


"Esme, apa yang kau?"


"Kau tidak mau?... Baiklah," Esme beranjak dari air. Tapi, Alucard langsung menariknya, hingga Esme terjatuh lagi di hadapannya. Alucard langsung memeluknya erat dari belakang, hingga membuat kedua buah dada Esme terjepit.


"Kau... kau sudah yakin?" tanya Alucard, sedikit ragu.


Esme menganggukan kepalanya. "Ya... aku sangat yakin," katanya penuh percaya diri.


"Kau tidak akan kepikiran hal itu lagi?"


Esme menggangguk.


"Kau serius?"


Esme mengangguk lagi.


Alucard tersenyum kegirangan. "Lalu, apakah sekarang aku dan kau boleh...???"


Esme terus mengangguk, lagi dan lagi.


Alucard langsung membalikkan tubuh Esme. Ia menatap kedua bola mata Esme penuh hasrat. "Thank you, honey," bisik Alucard.


Kemudian, ia mencium bibirnya. Begitupun dengan Esme, ia tak ingin kalah buas dari Alucard. Aksi mereka sangat menegangkan, sangat ganas, sangat panaasss.


Jika kalian melihatnya, ini akan membuat jantung kalian berdebar tak karuan.


"Hey, sini!" Kata Alucard, ia menahan tubuh Esme di dalam air. Dan, akhirnya...


Jleb...


"Ah,"


Sesuatu terasa masuk ke dalam miliknya. Meskipun tidak sulit bagi Alucard untuk mendobraknya, tapi ini benar-benar terasa sakit bagi Esme.


Tangan Esme menyengkram lengan Alucard. Kedua matanya berlinangan air mata, Esme menggigit bibir bawahnya.


Kejadian pelecehan itu sudah sangat lama, mungkin ini memang membuatnya sakit lagi. (Batin Alucard)


"Sakit, ya?"


Esme mengangguk cepat. "Tidak apa-apa. Lanjutkan saja," katanya sambil menahan sakit.


"Baik, aku akan bermain lembut, karena kau harus merasakan kenikmatan disetiap detiknya." Alucard tersenyum nakal, ia menggencarkan lagi aksinya.


"Uh, ssshhh...,"


Memang benar, Alucard bermain lembut. Hingga membuat birahi Esme memuncak, dan yang lebih ganas kali ini malah Esme.


Desah*an demi desah*an terdengar semakin menggelora di telinga Alucard. Hingga batas kenikmatannya hampir tiba.


Dan, ah... rasanya sangat berbunga-bunga sekali.


Tubuh Alucard perlahan melemah. Esme merasakan kehangatan di dalam miliknya.


Untuk yang pertama kali, Alucard menyimpan benihnya di dalam sana.


Mereka berciuman sebelum akhirnya melepaskan satu sama lain.


"Hey, i love you," 💋💋


"Love you to, Al" 💋💋


...


BERSAMBUNG !!!!


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤

__ADS_1


__ADS_2