
.
Esme berjalan masuk ke Club tersebut. Aroma alkohol sudah mulai tercium saat Esme berada di pintu masuk. Ia masuk lebih dalam, alunan musik EDM (Electronic Dance Music) pun semakin mendominasi seluruh ruangan.
Dum... dum... dum...
Pencahayaan sedikit redup. Tidak seterang rumahnya. Suasana disini pun sangat ramai, mungkin banyak orang kemari untuk mencari hiburan. Tidak hanya wanita muda berpakaian seksi saja, tapi pria berjas dan berdasi pun ada disini.
Kedua mata Esme melirik kesana kemari mencari keberadaan Tn.Roky. Esme sedikit pusing, pandangannya remang-remang, karena ia tidak biasa dengan pencahayaan yang redup seperti ini.
Seorang pria di lantai dua yang sedang duduk meminum bir, menatap ke arah Esme. Pria itu memperhatikannya terus.
"Kau terlihat sangat kesepian, Tuan. Boleh aku temani?" goda seorang gadis seksi, dada besarnya ia tempelkan di pundak pria itu.
"Enyah kau!! Aku jijik dengan sesuatu yang kenyal bulat apalagi tidak asli!" sindirnya sadis.
Jlebb...
Seketika, jantung wanita seksi itu meremuk, ia tercengang dan langsung berjalan menjauh. Memang iya, dada besarnya itu tidak asli, tapi ia tak pernah menyangka akan ada orang yang menyindirnya langsung dihadapannya, dan lagi itu seorang pria tampan. Sangat memalukan!
Esme menajamkan indra penglihatannya sambil berjalan perlahan. Ah, ketemu! Tn.Roky sedang di kelilingi dua wanita seksi.
Esme langsung menghampiri Tn.Roky, tanpa memperdulikan wanita penghibur disampingnya.
"Selamat malam, Tuan. Apa anda menunggu lama?" sapa Esme. Ia menarik kursi lalu duduk disana. Esme sedikit kepanasan di dalam club ini karena memakai jaket berbulu tebal, tapi ia tetap memakainya karena Alucard yang menyuruh.
"Ah! Direktur Pemasaran, Esmeralda?" Matanya langsung berbinar. "Tidak, saya juga baru sampai. Maaf sekali tempat pertemuan kita berubah sangat mendadak." Tn.Roky mendorong dua wanita seksi itu untuk menjauh darinya.
"Haha, tidak apa-apa. Ayo, kita langsung saja ke intinya." Esme memaksakan senyumnya.
"Kau sangat pengertian, Bu Direktur. Jangan terlalu terburu-buru. Kelihatannya kau sangat lelah, aku akan mentraktirmu minum sebagai tanda permintaan maafku," ucap Tn.Roky. Ia pun memanggil pelayan lalu memesan beberapa botol minuman pada si pelayan wanita yang saat ini sedang berdiri di sampingnya.
Ada apa dengan senyum pelayan ini? Senyumnya beda dari pelayan pada umumnya. Garis wajah dan ekspresinya seperti menantangku. (Batin Esme, mata elangnya mulai beraksi)
"Mm... Tuan, aku tidak minum minuman yang beralkohol," kata Esme.
Tn.Roky langsung terjeda sesaat. "Ah-hahaha... minuman ini kadar alkoholnya sedikit, bahkan sangat sedikit sampai tidak akan membuat siapapun yang meminumnya mabuk. Tenang saja, aku akan sangat berhati-hati bersikap padamu, Bu Direktur."
__ADS_1
"Ehem... baiklah."
Setelah Esme menyetujuinya, si pelayan itu langsung pergi untuk mengambil beberapa botol minuman yang dipesan Tn.Roky sambil tersenyum penuh arti.
Sambil menunggu minuman datang, mereka membicarakan tentang Tn.Roky yang akan menginvestasikan sedikit sahamnya. Esme dan Tn.Roky semakin serius dan mendalam membicarakan itu.
"Waahhh, sepertinya kau seorang wanita karir yang bukan hanya pekerja keras, tapi juga pekerja cerdas, ya? Hahahaa, aku sangat kagum padamu," puji Tn.Roky.
"Ah, anda terlalu memuji, Tuan."
"Aku berbicara apa adanya, loh hahaha... lalu, bagaimana kau akan mengelola uang dari para investor?" tanya Tn.Roky basa basi.
"Kami berencana akan menggunakan 62% untuk pemasaran, lalu sisanya untuk inventaris dan kepegawaian -"
Kriing... kriingg...
Tiba-tiba ponsel Esme berdering. Ada panggilan masuk dari Hanabi.
"Mm... maaf, Tuan. Aku akan menjawab telepon dulu," ucap Esme.
"Ya, ya, ya. Silahkan!"
"Sky Club, dengan seorang pria tua berjas," celetuk Hanabi di balik telepon.
"Hah? Apa yang kau...??" Esme terkejut, dari mana Hanabi tahu ia sedang ada di Sky Club dengan seorang pria tua?
Esme memutar bola matanya mencari keberadaan Hanabi.
"Lihat ke arah jam 10," kata Hanabi, ia memberitahu letak dirinya berada.
"Ah, ya. Aku melihatmu -"
"Stop! Jika sudah tahu keberadaanku, berpura-puralah tidak tahu. Jangan terus-terusan lihat kesini," kata Hanabi.
Esme mengernyitkan dahinya. Lalu, ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Ada apa memangnya?" tanyanya penasaran.
"Lihat sembunyi-sembunyi dari pantulan kaca di depanmu itu. Ayo, lihat baik-baik. Siapa yang sedang duduk di kursi ke dua dari kursi yang aku duduki."
__ADS_1
Esme melirik perlahan, reaksinya sangat tenang dan damai hingga tidak menimbulkan kecurigaan pada siapapun.
Deg...
Ara? Alice? (Batin Esme yang berpura-pura tidak terkejut)
"Ya, aku melihatnya," kata Esme.
Ara dan Alice memakai baju panjang, topi dan kain penutup hidung. Mereka menyamar demi mengawasi rencana yang sudah disusun rapi itu.
"Hati-hatilah dengan apa yang pelayan itu suguhkan untukmu. Aku tidak dapat mendengarkan percakapan mereka dengan jelas, tapi aku yakin mereka berniat untuk menjebakmu," jelas Hanabi.
Esme tersenyum menungging.
Wah, wah, wah... Alice dan Ara, ya? Hahahaaa... mereka cocoknya diberi nama Grup Pelakor. Baiklah, sepertinya aku sudah tahu apa yang mereka rencanakan. Kalau saja ada Leo disini, permainannya akan semakin menarik. (Batin Esme)
"Hey, Hanabi? Maukah kau ikut bermain bersamaku?" Esme tersenyum jahat. Jiwa devilnya mulai bergejolak.
"Tuhan menciptakan kedua tangan untuk baku hantam. Jika kau meragukan kemampuanku, boleh dicoba. Aku siap turun ke lapangan," kata Hanabi.
"Tidak, bukan itu. Aku tidak pernah bermain kekerasan dalam permainanku. Permainannya cukup menggunakan otak saja," jelas Esme.
"Kau memang Esmeralda yang aku kenal. Baiklah, aku akan memantaunya dari sini. Hubungi aku saja jika aku diperlukan, aku akan langsung bergerak." Hanabi langsung mematikan panggilan telepon itu sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba tanpa di duga. Leo berjalan cepat masuk ke dalam Club mencari Ara, raut wajahnya kelihatan marah. Dan, Esme melihat itu.
"Ha! Jackpot."
Ctak...
Esme menjentikkan jari tangannya sambil tersenyum menungging. "Aku akan meratakan kalian semua dalam satu tembakan, dan menyudahi semua ini," gumam Esme.
Leo, kedatanganmu menyempurnakan permainan ini. (Batin Esme)
...
BERSAMBUNG !!!
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMEN & TIPS 😘