Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
KUA


__ADS_3

.


Setelah selesai mandi dan sarapan bersama. Mereka langsung menuju tempat pemakaman umum. Esme dan Alucard berziarah ke makam ibu dari Esme, yaitu Ny.Riana.


...


Di waktu yang bersamaan.


Bandung, pukul 09:08 WIB.


Saat ini, Alice sudah selesai di make up, ia pun segera memakai gaun pengantin yang sangat sederhana.


Dalam benaknya, ia benar-benar sangat menyesali perbuatannya. Gaun pengantin yang mewah dan cantik, riasan profesional, pernikahan megah berratusan juta, mengundang tetamu kehormatan, diliput sana sini, dan menjadi berita utama, sirna semua karena ulahnya sendiri.


Kini, yang ada hanya kesederhanaan saja. Riasan sederhana, pernikahan sederhana, bahkan tidak ada tamu melainkan para pengurus pernikahannya saja.


Mereka melaksanakan pernikahan di salah satu KUA yang ada di Bandung, dan sangat tertutup. Bukan di gedung, karena Leo tak mampu membayarnya. Ini semua pun dimodali oleh Kadita dan Garry.


Sebenarnya, orang tua Alice sangat malu untuk hanya sekedar datang menjadi saksi, dan walinya. Mereka benar-benar sudah tidak mau terlibat dengan Alice, tapi karena keharusan dan bujukan Kadita, Tn.Argus dan Ny.Irina pun akhirnya datang ke Bandung.


Setelah acara ijab kabul selesai, Alice saat ini sudah dinyatakan sah menjadi istri Leo.


Tn.Argus dan Ny.Irina beranjak pulang tanpa berpamitan pada Alice ataupun yang lainnya. Mereka sangat malu, karena para pengurus acara pernikahan mengenal siapa betul Tn.Argus, ia adalah salah satu Gubernur di Indonesia. Sudah tak tahu harus taruh dimana lagi mukanya.

__ADS_1


"Ayah, ibu?" panggil Alice sambil berjalan cepat menyusul orang tuanya yang akan memasuki mobil.


"Jangan berbalik!" bisik Tn.Argus pada istrinya, karena saat ini sebenarnya Ny.Irina sedang menutupi tangisan kesedihannya.


Tn.Argus segera masuk di bagian kemudi, lalu langkah kaki Ny.Irina yang saat ini sedang membuka pintu mobil terhenti, karena tangannya di tahan oleh Alice.


"Ibu, maafkan Alice, tinggallah beberapa menit disini. Aku sedang dalam keadaan terpuruk seperti ini, aku hanya ingin ibu ada disampingku," ucap pilu Alice.


Bruk...


Tn.Argus keluar lagi dari dalam mobil, tampaknya ia sangat marah. "Lepaskan!" ucapnya kasar sambil menepis tangan Alice dari lengan Ny.Irina.


"Ayah, jangan seperti ini-"


"Cukup!! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi! Dan, jangan berharap belas kasihan dari kami. Hidupi anakmu sendiri tanpa meminta bantuan dariku!" kecamnya. Tn.Argus segera mendorong Ny.Irina untuk masuk ke dalam mobil.


Setelah menikahpun rasa ketakutan yang ada di dalam diri Alice tak mau pergi.


Ny.Irina mengelak, ia melepaskan dorongan Tn.Argus. Kemudian, ia menoleh pada Alice. Tatapan matanya sangat getir, mengasihani anak sematawayangnya harus mengalami kehidupan yang tidak pernah terduga sebelumnya.


"Alice, semua ini pasti sangat berat untukmu. Tapi, naluri seorang ibu akan muncul dengan sendirinya ketika anakmu lahir. Kau pasti bisa mengurus anakmu sendiri seiring berjalannya waktu. Ini adalah jalan yang kau pilih. Mau tak mau kau harus melewatinya. Dan, satu pesan dari ibu, jangan pernah menyalahkan keberadaannya (bayi). Sayangi dia seperti ibu menyayangimu. Minta ampun dan petunjuk pada Allah. Semoga kau bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi istri dan ibu yang baik juga." Air mata Ny.Irina mengalir tanpa perintah.


"Alice, kau sudah mendapat tamparan hidup seperti ini, semoga kedepannya, jika kau ingin memutuskan suatu hal kau harus pikir dulu matang-matang. Jangan bertindak gegabah. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu, pikiranmu akan di asah menjadi dewasa disaat kau dihadapkan dengan urusan rumah tangga, suami, anak dan keuangan," sambung Ny.Irina.

__ADS_1


Alice benar-benar tidak ingin ditinggal oleh ibunya. Ia merasa tidak puas dengan ucapan Ny.Irina. Tanpa kehadiran sosok ibu, jalan yang di laluinya tidak akan bermakna apa-apa lagi. Alice akan menjadi seperti orang linglung yang kehilangan arah.


"Tapi, bu -"


"Alice, berhenti membuatku malu, dan berhenti membuat ibumu stress. Apa kau tidak pernah membayangkan dampak dari apa yang kau perbuat ini pada kami? Banyak sekali teman ibumu dan tetangga yang mencela kami. Bukan hanya itu, namaku sudah masuk di beberapa koran dan berita karenamu. Bukankah kau tahu, sebentar lagi, aku akan melaksanakan PEMILU? Dan semuanya hancur dalam sekejap mata. Kau memang anak yang tidak tahu balas budi!" Tatapan mata Tn.Argus sangat menakutkan. "Ayo, masuk!" ucapnya pada Ny.Irina.


Tubuh Alice gemetar hebat sambil tertunduk.


"Ma'af ayah, ma'aaafff, 😭" gumamnya dengan bibir yang juga gemetar.


Kadita dan Garry mengintip pemandangan yang memilukan itu dari celah pintu KUA. Kasihan sekali melihat Alice, tapi apa boleh buat, ini adalah jalan yang dipilihnya. Suruh siapa anak seusianya bermain api. Akhirnya, terbakar dan hancur juga 'kan!


Leo pun merasa tergerak hatinya ketika melihat Alice mendapat penolakan dari orang tuanya. Tapi, ia langsung menepis rasa kasihannya itu saat mengingat kembali akan perbuatan kejinya pada Esme, wanita yang sangat dicintainya.


Mobil Tn.Argus terlihat sudah melaju dengan kecepatan tinggi.


Di dalam mobil, Ny.Irina menangis sesegukkan.


Alice, seusiamu harusnya masih belajar, bermain, dan bersenang ria bersama teman-teman. Tapi, kau malah harus dihadapkan dengan persoalan rumah tangga, mengurus suami juga anak. Kau adalah anak gadisku satu-satunya yang selalu ku manjakan. Ibu hanya bisa berdoa, semoga kamu dan anakmu selalu dilindungi oleh Allah. (Batin Ny.Irina, sambil memeluk boneka bunga matahari kesayangan Alice)


....


BERSAMBUNG !!!!

__ADS_1


Walaupun part ini sangat sedikit dari part yang lainnya, tapi di part ini penuh dengan makna loh. Ambil pesan-pesan dari maksud yang terkandung di dalamnya, ya. Semoga para readers bijak dalam membacanya.


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


__ADS_2