Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin
Sampai di Korea


__ADS_3

.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi, akhirnya Esme mengiyakannya. Lolyta sangat bahagia sekali, wajahnya sangat ceria. Lolyta memeluk erat tubuh kakaknya sambil berucap terima kasih. Perasaan Esme menjadi luluh lantah, karena ia merasakan perasaan yang hangat seperti dulu.


Esme dan Lolyta berjalan menghampiri Alucard. Ia meminta izin pada suaminya, diperbolehkan atau tidak jika Lolyta ikut bersama mereka ke Korea?


Ternyata... suami Kak Esme sangat tampan. Kok bisa, ya, Kak Esme selalu mendapatkan lelaki yang tampan? Wajahnya lebih tampan dari Kak Leo. Putih, mulus, tinggi, badannya bagus. Uh, apakah semua orang Korea sama seperti dia? (Batin Lolyta)


Alucard menatap dari sudut bawah hingga atas tubuh Lolyta. Tatapan matanya sangat waspada sekali. Takutnya Lolyta ini berpikiran licik lagi pada istrinya.


"Bagaimana? Apa boleh dia ikut?" bisik Esme.


Alucard menghela nafas panjang. "Huuhhh... baiklah, apa sih yang tidak boleh untukmu," katanya sambil terus saja menatap waspada pada Lolyta. "Ya sudah. Ayo, pergi!" Alucard merangkul bahu Esme, ia sengaja meninggalkan Lolyta di belakangnya.


Semua terasa sangat enteng, tidak ada yang tidak bisa bagi Alucard.


Setelah membeli satu tiket dadakan, merekapun berjalan masuk ke dalam pesawat. Tidak lama, pesawat langsung mengudara.


Setelah mengudara beberapa jam. Akhirnya pesawatpun mendarat juga di Korea. Esme di papah oleh Alucard keluar dari pesawat, diikuti dengan Lolyta.


Alangkah terkejut dan malunya Alucard saat melihat ibunya yang sedang berdiri menunggu di bagian penyambutan. Ny.Bae memerintahkan ke tiga adik Alucard termasuk suaminya sendiri, Tn.Aganor, untuk membentangkan tulisan 'Selamat Datang Pengantin Baru'.


Tentunya dengan aksara Korea.


"I-itu kan keluargamu? Kenapa mereka menyambut kita seperti idola saja? Dan, apa arti tulisannya itu?" tanya Esme, sambil tersenyum dan melambaikan tangan pada Ny.Bae.


Alucard menutup mata Esme. "Jangan dilihat, ibuku memang sangat kekanak-kanakkan. Itu ucapan penyambutan untuk kita. Jalan saja ke depan, aku akan mengarahkanmu," katanya dengan wajah yang memerah karena sangat malu atas tindakan konyol ibunya itu.


Lolyta yang menggendong tasnya, hanya terus mengikuti mereka di depan, tanpa berucap apapun, karena sangat sungkan berada di dekat Alucard. Pesona Alucard sangat menyilaukan.


"Ibu, mau taruh dimana mukaku jika ada seseorang yang mengenaliku?" ucap Aldous adik kedua Alucard.


"Ayah, aku ingin pulang!" kata Adamson, adik pertama Alucard sambil menutupi wajahnya dari publik.


Mereka semua dibuat sangat malu.


"Nana, Alucard dan istrinya sudah terlihat. Ayo, kita masuk ke dalam mobil. Tunggu mereka di mobil saja. Kau membuat harga diriku jatuh," kata Djordi Aganor, ayah Alucard.


"DIAM!!!" bentaknya.

__ADS_1


Semua keluarganya langsung bungkam dan menunduk ketakutan.


"Ck, dasar suami-suami takut istri," gumam Akai, adik ke empat Alucard.


Sudah sangat dekat, Ny.Bae langsung menghampiri mereka. Ia memeluk Esme tanpa memandang anaknya sendiri, Alucard.


"Hey, hey, Ibu!! Akulah anakmu, bukankah yang harusnya pertama kali di peluk itu adalah aku?" geram Alucard.


"Cih... aku sudah bosan memelukmu. Aku sudah menemukan yang baru," jawabnya sinis menggunakan bahasa Korea yang Esme tidak mengerti. "Ayo, cantik, kita pulang," sambungnya, sambil merangkul tubuh Esme.


Lolyta merasa terasingkan. Ia hanya menunduk dengan tubuh yang gemetar hebat. Tak kuasa jiwa dan raganya di hadapkan dengan oppa-oppa Korea yang sangat tampan, bagaikan dewa yang turun dari langit.


Glek...


Lolyta menelan salivanya. "Apakah ini semua keluarga dari suami Kak Esme? Oh Tuhaaannnn... kenapa mereka semua sangat tampan? Sepertinya nafasku akan habis, jantungku akan berhenti berdetak jika terus melihat pesona mereka," gumamnya dengan mulut komat-kamit sambil mengikuti langkah kaki rombongan keluarga Alucard.


"Eh, siapa ini? Kenapa dia mengikuti kita dari tadi?" gumam Akai sambil memperhatikan tubuh Lolyta.


"Dia adik iparku, jangan berani macam-macam kau!" bisik Alucard.


Esme dan Alucard masuk ke dalam mobil mewah yang sudah disediakan Ny.Bae.


Ketiga adiknya mengendarai mobil mewah masing-masing yang mereka bawa.


"Hey, hey! Siapa kau?" tanya Ny.Bae menggunakan bahasa Korea yang membuat Esme dan Lolyta menganga.


"Ibu... ini Lolyta, adiknya Esme," kata Alucard yang sudah duduk di kursi belakang.


"Apa? Adik Esme? Jadi... dirumahku akan ada dua orang gadis?" Kedua mata Ny.Bae terbelalak.


Aduh, gawat! Sepertinya Ny.Bae tidak menyukai kehadiran Lolyta. Bagaimana ini? (Batin Esme sangat cemas)


"Bagus!!! Alucard, keluar kau dari mobil ini sekarang, karena tempat duduknya tidak muat. Kau naik mobil Adamson saja. Ayo, cepat, jangan membuang waktu!"


"A-apa?" Kedua mata Alucard terbelalak. "Tidak bisa begitu dong, bu? Tega sekali kau mengusir aku. Ayaahhhh...," rengeknya minta tolong pada ayahnya.


"Sudah, turuti saja kemauan ibumu. Cepat ke luar, sebelum Adamson menyalakan mobilnya," kata Tn.Aganor yang tidak berpihak padanya.


Alucard menelan salivanya, ia ke luar dari mobil dengan wajah datar tanpa ekspresi. Sepertinya, kesialannya telah tiba dimulai dari hari ini.

__ADS_1


Esme dan Lolyta kebingungan dengan percakapan mereka. Kenapa Alucard ke luar dari mobil?


"Sudah, kau masuk saja. Aku akan menumpang di mobil adikku," kata Alucard pada Lolyta.


Lolytapun masuk dengan wajah kebingungan. Tapi Esme, sepertinya sudah paham situasinya. Esme hanya tersenyum sambil melambaikan tangan pada suaminya.


"Rrggghh... awas saja kau ibu!!!" geramnya.


Bruk...


Pintu mobil Ny.Bae tertutup, mobilnya langsung berjalan.


Alucard menghampiri mobil Adamson yang saat itu baru ke luar dari tempat parkir diikuti mobil Aldous dan Akai.


"Berhenti!!!" sergahnya. "Cepat, buka pintu mobilnya."


"Ada apa? Bukankah Kakak di mobil ayah dan ibu?" tanya Adamson.


"Jangan banyak tanya, cepat buka pintu mobilnya!" gertaknya.


Adamson sepertinya sudah mengerti dengan situasi saat ini. "Kakak belum pernah naik angkutan umum 'kan? Aku akan mengerjainya sedikit. Hihihihiii...," gumam Adamson dengan senyum usilnya.


"Kenapa malah melamun? Aku bilang, cepat buka pintu mobilnya!!" teriak Alucard.


"Tidak mau!!! Wllee...." Mobilnya langsung melaju dengan cepat, meninggalkan Alucard.


"A-apa!" Alucard membatu. "H-hey!!! Dasar adik durhaka! Berhenti kau!!" teriaknya, penuh emosi.


Saat akan meminta tumpangan pada mobil Aldous dan Akai. Ternyata mobil mereka pun sudah melaju dengan cepat, mereka seperti menghindar dari Alucard.


"WOY BRENGS*K!!! KEMBALI KALIAN SEMUA!!" Alucard benar-benar sangat marah. "Berani sekali mereka mengerjaiku! Awas saja, aku akan membalas perbuatan kalian, lebih dari ini!"


"Arrghhh.. sial, sial, sial!!"


Mau tak mau, Alucard pun harus naik bus untuk menuju rumahnya.


Tapi sayangnya, bus terakhir sudah lewat satu menit yang lalu. Akhirnya, Alucard memesan taxi online.


....

__ADS_1


BERSAMBUNG!!!!!


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE ❤


__ADS_2