
.
Alucard yang sedang mengendarai mobil, teralihkan fokusnya pada wajah muram Esme.
Cekiitt...
Mobil berhenti mendadak, hingga Esme terkejut dan langsung tersadar dari lamunannya.
"Ayolah, jangan cemberut terus. Apa kau mau ice cream? Atau... minuman dingin?" tanya Alucard.
"Huuffff... belikan aku minuman dingin saja. Mencaci maki seseorang membuat kerongkonganku gersang," ucap Esme sambil memijat keningnya.
Alucard turun dari mobil, ia segera membeli minuman dingin di Minimarket. Tak lama, ia pun kembali lagi.
Alucard membuka botol minuman dingin itu. "Nih," katanya sambil menyodorkan minuman dingin itu pada Esme.
Esme segera meneguk habis minuman itu hingga tak tersisa. Dahaganya langsung terasa sejuk dan segar. Semangatnya pun pulih kembali.
"Eh, sepertinya kita meninggalkan seseorang?" kata Esme.
"Siapa? Hyun?"
Esme mengangguk.
"Dia bisa pulang sendiri, jangan mengkhawatirkannya," jelas Alucard
"Oh... ya sudah, ayo kita pulang," ucap Esme.
"Kenapa terburu-buru sekali? Kau mempunyai lidah yang tajam, dan aku ingin mencicipinya," tutur Alucard dengan senyum yang nakal.
Kedua mata Esme terbelalak. "Mau apa kau? Jangan bertindak sembarangan!" sergah Esme cepat. Ia rasa, dirinya kini dalam bahaya karena tatapan cabul Alucard sangat tajam.
"Mau apa aku, apakah perlu izin dulu darimu? Aku ini suamimu, apa kau lupa?" Alucard semakin memepet Esme.
"Tapi, ini masih siang!"
"Maka aku akan merubahnya menjadi malam." Alucard menekan salah satu tombol, seketika kaca mobilnya berubah menjadi hitam dan gelap, rasanya seperti tengah malam. Tangan Alucard mulai liar.
__ADS_1
"Al, hentikan! Lihat, dibagian mana yang kau sentuh itu dasar tangan lucknut!!!"
"Honey, kemari... biar aku ingatkan kamu lagi. Kau sudah berjanji padaku akan memuaskanku di ranjang," ucap Alucard.
Kedua pipi Esme langsung merona. "Ehemm.. emm, tapi aku bilang 'kan diranjang, bukan disini!"
"Aku tidak perduli, kita perlu mencobanya dimanapun." Alucard menelusuri setiap inci tubuh Esme.
"Hey, hey, tunggu! Kita sedang berada di keramaian, bagaimana bisa kau bertindak seperti ini?" Esme menahan tangan Alucard yang sudah semakin tidak terkontrol.
"Menurut paman Jun (Dokter Juna), ketika kau sedang emosi lalu kau melakukan hubungan intim, maka suasana hatimu akan berubah menjadi senang kembali. Aku hanya ingin membuktikan apakah perkataan paman Jun itu benar atau tidak," Alucard beralasan.
Tangannya tak bisa diam, Alucard mulai membuka celana miliknya dan melemparkan kesembarang arah.
Esme terbelalak, mulutnya menganga. Tak pernah menyangka, suaminya akan seagresif ini.
"H-hey, pakai lagi celanamu!!" bicara Esme meninggi.
"Tidak mau, aku sangat gerah," alasannya lagi.
"Apakah ini mobil butut? Kau bisa menyalakan AC nya, bukan?"
"Hey, hey, Al!! mmm... aku... uh, aku mmm... aku tidak bisa bernapas, Al!!!" Esme berusaha meloloskan diri. Ia merasa sangat pengap.
Alucard menyalakan AC nya. Ia mendorong pundak Esme, dan... hal yang menyenangkan pun terjadi.
Para siswa SD bermata sipit yang sedang melewati mobil mereka, terheran-heran. Kenapa mobilnya goyang-goyang?
Anak-anak polos ini menghentikan langkah kakinya, mereka malah memperhatikannya dengan seksama, tanpa berkedip.
Guru pembimbing menoleh ke belakang karena anak didiknya tertinggal di belakang, dan matanya langsung terbelalak saat melihat para anak didiknya sedang memperhatikan mobil yang goyang-goyang itu, pipinya langsung merah merona. Sepertinya, Guru pembimbing itu sudah tahu apa yang sedang terjadi di dalam mobil ini. Ia segera menggiring anak didiknya untuk melanjutkan perjalanannya lagi.
"Jangan dilihat, anak-anak. Di dalam mobil ada kambing yang sedang bermain kuda-kudaan. Ayo, kita jalan lagi."
Aduuhh... anak muda jaman sekarang sangat terang-terangan. Mereka yang melakukan, kenapa jadi aku yang malu? (Batin Guru pembimbing)
....
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan.
Disebuah rumah mewah, seorang gadis muda yang berusia 20 tahun, berambut pirang bergelombang sedang berkaca dihadapan cermin. Tiba-tiba asisten pribadinya datang menghampiri.
"Nona Ara, ada berita besar!" ucapnya dengan bahasa Korea.
"Apa kau tidak punya etika? Ketuk pintu dulu sebelum masuk! Jangan mentang-mentang kau dan aku sudah sangat dekat, jadi kau bersikap seenaknya seperti ini!" gertaknya.
Asisten pribadinya langsung tertunduk ketakutan. "Emm... ma-maaf, Nona. Saking senangnya, saya lupa akan hal itu."
"Memangnya ada berita semenghebohkan apa, sampai kau lupa diri?" ucapnya sinis sambil menyisir rambut indahnya.
"Tuan Alucard sudah pulang ke Korea," ucapnya heboh.
Tangan yang sedang menyisir rambut langsung terhenti. Ara Dahyun, bersikap santai dan anggun, padahal sebenarnya ia sangat terkejut dan senang mendengar Alucard ada di Korea.
"Tahu dari mana kalau Kak Alucard ada di Korea?" tanyanya, sok arogan.
"Saya tahu dari internet. Gosip-gosipnya, mereka melihat Tuan Alucard ada di Gwangwamun Square," jelas si asisten.
Rahang Ara langsung mengeras. Tadinya memang ia sangat senang mendengar berita Alucard ada di Korea, namun dipikir-pikir lagi, jika memang benar Alucard pulang ke Korea kenapa Alucard tidak memberitahunya?
"Siapkan mobil! Kita pergi ke Gwanghwamun Square," tatapan matanya sangat tajam dan dingin. Ia meletakan sisir di atas meja rias, lalu beranjak berjalan, membuka lemari pakaian.
"Baik, Nona."
....
Haduh... Lolyta baru aja terhempaskan, sudah ada benalu yang baru. Ara Dahyun, kamu belum tahu saja, seperti apa kecerdikan dan ketajaman lidah Esme. Author nyaranin, jangan berani coba-coba untuk mengusik rumah tangganya, deh. Kalau engga, habislah kau dilahapnya. Author aja sampe merinding nih kalau ngomongin karakter si Esme. Bisa-bisa, nanti Author kena imbasnya juga.
Tunggu, tunggu!! Padahalkan gue sendiri yang nyiptain karakter si Ara, tapi kenapa gue malah ngasih saran ke dia, ya?? 😂
Pokoknya, bukan AIR MATA PENGANTIN namanya, kalau ceritanya ga greget gemesss... 😁
.....
BERSAMBUNG !!!!
__ADS_1
Jangan lupa, LIKE, KOMEN & VOTE.