
Aira berbaring diatas tempat tidur dan membuka ponselnya. Dia membuka pesan singkat yang dikirim Aris.
" Bisa bertemu?" Isi pesan yang pertama
"Ada yang ingin saya bicarakan," Isi pesan yang kedua
"Bagi saya, ini bukan kesalahan." Isi pesan yang ketiga
beberapa panggilan juga dari nomer yang sama. Aira melempar ponselnya keatas tempat tidur tanpa membalas pesan yang Aris kirim. Dia menutup matanya dan menghela nafas.
Jangankan untuk bertemu dengan Aris, untuk membalas pesan singkat yang Aris kirim pun Aira sangat malu. dia ingat jelas kejadian malam itu, membuat Aira bergidik dan kapok untuk minum minuman memabukan itu lagi.
padahal Aira sangat menyukai Aris, namun jika keadaannya seperti ini aira merasa canggung bahkan untuk hanya sekedar berkirim pesan singkat. jika saja malam itu dia tak mabuk, mungkin pesan singkat yang Aris kirim malam ini jadi hal yang sangat membahagiakan.
Bergelut dengan pikirannya sendiri, Aira tertidur. Badannya lelah karena pindah ke tempat kos dan pikirannya lelah memikirkan kesalahannya malam kemarin.
◇◇◇
Tok tok tok
"Airaaa..! Ayo sarapan!" Terdengar suara Meylani mengetuk pintu kamar Aira. Dia terbangun dan segera membasuh wajahnya dan menyusul Meylani ke lantai 1 untuk sarapan.
Suasana pagi dikosan itu cukup ramai, ada total 15 orang yang bersarapan. Semuanya merupakan mahasiswa yang berbeda Kampus.
"Selamat pagi semuanya," Ucap Aira
"Pagi ra," Jawab beberapa penghuni kos lain.
"Wah kesukaanku," Ucap Aira kegirangan melihat sarapan yang disediakan ternyata nasi goreng dan orak arik telur.
"Cepet ambil piring ntar keabisan," Ucap Angga yang merupakan salah satu penghuni kos.
Setelah mengambil makanan, Aira duduk bersama Angga, Meylani dan Siti. Mereka berbincang bincang tentang kampus masing masing. selesai sarapan Aira pamit naik duluan karena ingin segera mandi.
tepat saat Aira masuk ke kamar kosnya, suara dering telepon berbunyi. panggilan itu dari Aris. Aira menatap ponselnya beberapa saat, kemudian menerima telepon dari Aris.
__ADS_1
"Akhirnya diangkat juga. Kamu kos dimana?" Suara Aris dari sebrang sana.
Aira hanya terdiam, dia tak menjawab Aris. kemudian dia terduduk lemas.
"saya tau kamu mendengarkan ucapan saya, jadi tolong dengarkan saja." Ucap Aris.
"Saya ingin bertemu. Saya ingin meminta maaf secara langsung tapi kamu tak merespon pesan dan panggilan saya. jika menurut kamu kejadian malam itu adalah kesalahan, bagi saya itu kebahagiaan. kamu mengertikan maksud saya. jika memang kamu tak ingin bertemu saya lagi, saya mengerti. tapi jika perasaan kita sama, saya harap kita bisa bertemu lagi."
Mendengar ucapan Aris, membuat Aira termenung mencerna semua yang Aris ucapkan. Dia tak mengerti mengapa Aris meminta maaf, karena jelas-jelas dia yang menggoda aris dan memaksa Aris masuk ke kamar hotel malam itu.
Aira menghela nafas panjang.
"Saya yang harusnya minta maaf, karena salah saya mabuk malam itu. saya juga sudah kasar pada bapak. saya minta maaf." Tuut" Aira menutup teleponnya tanpa membiarkan Aris menjawab permintaan maafnya.
Aira melempar ponselnya ke atas temoat tidur dan segera mandi. selesai mandi Aira bersiap dan segera turun ke kamar Meylani untuk mengajaknya berangkat ke kampus bersama sama.
◇◇◇
Sementara itu, Aris yang terdiam setelah menelpon Aira. Dia belum pulang kerumah semenjak kejadian itu. dia terus memikirkan Aira dan mengkhawatirkannya. entah mengapa hatinya bergemuruh setiap kali memikirkan Aira.
"Pak mobilnya sudah siap," Ucap Supir yang sebelumnya Aris minta untuk membawa mobilnya ke tempat steam mobil.
Aris menuju kampus Aira. dia menunggu disebrang jalan persis beberapa meter dari gerbang kampus Aira. dia sudah mendapatkan informasi mengenai tempat kos Aira dari supir hotel yang sebelumnya mengantar Aira.
Aris melihat Aira berjalan dengan teman wanitanya menuju gerbang kampus. Aris segera turun dan berjalan menghampiri Aira.
"Bisa bicara sebentar?" Ucap Aris segera.
"Boleh" Jawab Aira.
Aira meminta Meylani pergi terlebih dahulu ke dalam kampus, lalu mengikuti Aris ke dalam mobil. Didalam mobil mereka berdua terdiam, Aira hanya tertunduk kemudian Aris memulai peecakapan.
"Bagaimana kabarmu?" Ucap aris memulai percakapan
"Baik," Jawab Aira pelan
__ADS_1
"Apakah nyaman tinggal di kos itu?" Tanya Aris khawatir
"Sangat nyaman," Jawab Aira singkat.
"Syukurlah, Apa kamu mau bersepeda akhir minggu?" Tanya Aris
" Tentu saja, kemana?" Ucap Aira refleks dengan nada senang. Aiea selalu bersemangat jika membahas soal bersepeda.
"Ada tempat yang bagus, minggu pagi saya jemput." Ucap Aris
Aira mengangguk kemudian keluar dari mobil dan segera masuk ke kampus untuk mengikuti peekuliahan.
Berbeda dengan Aris, dia pulang kerumah karena sudah merasa lega karena Aira akhirnya mau membuka diri lagi padanya. dalam perjalanan dia menyalaman musik koplo kesukaannya dan bersenandung riang.
Setelah sampai dirumah, Dia terkejut melihat rumah yang berantakan seperti sudah kemalingan. Aris panik dan segera menyusuri tiap ruangan dan mencari ressa istrinya. Namun ressa tak dia temukan dimanapun.
Aris segera mengambil peralatan untuk membersihkan rumah yang sangat berantakan dan kotor. beberapa jam berlalu, tak terasa hari menjelang sore. Aris telah membersihkan rumahnya dan ternyata tak ada barang yg hilang.
Aris berjalan ke dapur dan menyalakan kompor untuk memasak air. dia memeriksa kulkas yang kosong. setelah air memdidih Aris memasukannya kedalam tempat minum khusus.
Aris menuju mobil dan memacu mobilnya menuju minimarket didepan komplek rumahnya. dia membeli beberapa macam buah buahan, susu, dan juga bahan pokok. tak lupa Aris membelikan cemilan non kalori kesukaan Ressa dan beberapa snak kesukaannya untuk menemaninya nonton televisi nanti.
Selesai berbelanja, Aris segera bergegas kembali kerumahnya dan merapihkan belanjaannya kedalam kulkas dan tempat penyimpanan makanan. Ketika hari menjelang malam, Aris merasa heran karena tak melihat istrinya.
Dia mengambil ponselnya kemudian mencari kontak istrinya dan segera menelpon istrinya itu. Namun dering ponsel Ressa terdengar dari luar rumah, ternyata istrinya baru saja datang.
"Aku membelikan cemilan kesukaanmu, aku menyimpannya dilemari." Ucap Aris tersenyum melihat istrinya kembali.
"Aku lelah, seharian banyak custumer komplain. Aku istirahat dulu." Jawab Ressa dan segera masuk ke kamarnya. Aris menyadari bahwa Ressa tak baik-baik saja. dia segera mengambil susu yang dia beli diminimarket beberapa saat lalu, dia menyiapkan susu dingin dan cemilan kesukaan Ressa diatas sebuah nampan.
Aris membawa nampan itu ke kamar dan melihat istrinya sedang berbaring ditempat tidur. Aris duduk disampingnya dan menyimpan nampan itu di dipan kecil sampibg tempat tidur.
"Kamu capek ya sayang," Ucap Aris mengelus rambut Ressa lalu mencium keningnya.
"Ini susu dingin dan cemilan kesukaan kamu, aku simpan disini biar nanti kamu bisa ambil ya." Aris kembali keluar kamar meninggalkan Ressa yang sedang beristirahat.
__ADS_1
Aris kembali ke ruang kerjanya dan berbaring di sofa yang ada disana. beberapa saat dia terdiam, memikirkan penyebab diamnya Ressa. namun tak lama waktu berselang. Aris masuk ke kamar tidur dan mendapati Ressa sudah tertidur dan susu yang dia siapkan sudah habis diminum namun cemilannya tak tersentuh.
Aris naik ke tempat tidur dan memeluk Ressa dari belakang. Malam pun berlalu dan Aris tertidur lelap bersama istrinya.