Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 62


__ADS_3

"Ya Ergy, Ada apa?" Tanya Aira


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Ergy penuh rasa khawatir.


"Aku baik baik saja, cuma sedikit lapar saja," Ucap Aira lemas.


"Aku belikan makanan ya, kamu mau makan apa?" Tanya Ergy sambil bersiap keluar dari kamar Meylani.


"Tidak usah repot repot Gy, nanti aku makan malam sama Meylani saja," Jawab Aira.


"Itukan nanti malam, sekarang kan masih sore, Aku belikan nasi sama ayam goreng ya," Ucap Ergy memberi saran.


"Tapi," Aira merasa tak nyaman merepotkan Ergy.


"Gak usah tapi tapian, aku beli sekarang. 20 menit lagi aku ke kamarmu ya," Ergy menutup teleponnya dan segera beranjak keluar kamar Meylani.


"Gy, ini minumnya," Teriak Meylani.


"Mey aku beli makanan dulu, nanti Kita makan bareng ya," Ucap Ergy dan segera pergi tanpa mendengar jawaban Meylani.


"Ternyata Ergy gak lupa buat beliin aku juga," Meylani tersipu senang. Dia segera mandi dan berganti baju dengan pakaian yang nyaman miliknya. Setelah selesai mandi dia segera naik ke kamar Aira, Namun ternyata Ergy juga sudah kembali dan sedang menaiki tangga. Akhirnya mereka naik bersama ke kamar Aira.


Sementara itu, Aira masih terbaring diataz tempat tidurnya sambil melihat ponselnya, Aira masih menunggu pesan dan panggilan dari Aris. Aira gelisah dan khawatir, tapi dia berusaha berfikiran positif.


"Mungkin Mas Aris sangat sibuk, sampai sampai tak ada waktu untuk membalas pesanku." Batin Aira.


"Bruk bruk bruk"


"Pluk"


"Aww"


Aira terkejut dengan suara pintu, sehingga membuat ponsel yang sedang dia lihat terjatuh persis ke wajahnya.


"Haduh, siapa sih rusuh banget," Aira mengusap wajahnya yang merasa cukup sakit karena tertimpa ponsel.


"Ini aku dan Ergy Ra," Teriak Meylani dariuar kamar.

__ADS_1


"Masuk aja, gak dikunci kok," Ucap Aira dengan lantang.


Ergy dan Meylani masuk ke kamar Aira. Mereka duduk dilantai yang beralaskan karpet bulu. Mereka duduk berkumpul membuat formasi bulat dengan posisi makanan ditengah tengah mereka.


"Ini banyak banget," Ucap Aira melihat makanan yang dibeli oleh Ergy.


"Gak apa apa, ini biar kamu gak sakit. Nih ada sambel juga biar gak mual ya," Ucap Ergy.


"Mantap banget nih, ayo makan," Ucap Meylani segera menyantap makanan yang dibawa Ergy.


Sementara Aira terlihat ragu ragu untuk makan, Dia masih merasa mual. Namun Aira sadar bahwa Ergy menatapnya, dia tidak ingin membuat Ergy kecewa dengan tidak memakan makanan yang dia bawakan.


"Ra, kamu gak suka ya makanan yang aku bawa?" Tanya Ergy menatap Aira yang terlihat bingung menatap makanan.


"Suka kok, Cuma bingung harus makan mana duluan hehehe," Ucap Aira segera mengambil nasi dan sepotong ayam goreng beserta sambalnya. Dia menyantapnya dengan lahap.


"Wah ini sambelnya enak banget," Ucap Aira begitu merasakan sambal ijo yang dibawakan oleh Ergy.


"Emang bener, sambel ceu ijah emang mantul, alias mantap betul haha" Ucap Meylani dengan mulut pwnuh makanan.


"Mey, makannya pelan pelan nanti tersedak," Ucap Ergy.


"Sama sama, kamu juga makan yang lahap dong kaya Mey, lihat tuh udah mau abis lagi," Ucap Ergy meledek Meylani.


Mereka pun saling meledek satu sama lain, tertawa sambil makan bersama. Beberapa saat Aira melupakan rasa gelisahnya dan rasa mual yang mengganggunya dari pagi. Dia bersyukur memiliki kawan kawan yang baik.


Sementara itu di samarinda. Acara lauching promo hotel baru milik Bos Adji sudah selesai. Semua acara berjalan dengan sukses sesuai dengan keinginan Bos Adji. Ditambah membludaknya pengunjung karena Brand Ambasador yang dipilihkan oleh Aris.


Setelah semua acara selesai, Bos Adji mengumpulkan semua staff yang terlibat. Begitupun Aris dan Jessica. Mereka duduk bersama disamping kolam berenang dan minum wine bersama.


"Saya sangat berterima kasih atas kerja sama dan dedikasi kalian semua untuk hotel. Tanpa kalian, Acara hari ini tidak akan bisa sesukses ini. Untuk itu, mari bersulang." Ucap Bos Adji mengangkat gelasnya didepan semua staff dan mengajak bersulang.


Suasana riuh bergembira, diiringi musik dan lampu yang temaram. Disana mereka berbincang ringan sebelum akhirnya beristirahat. Bos Adji ditemani istrinya segera kembali ke kamar mereka.


Saat itu Bos Adji melihat Aris berbincang sangat akrab dengan Jessica. Bos Adji menghampiri mereka berdua dan menyapa.


"Pak Aris, Terima kasih atas bantuannya." Ucap Bos Adji menyapa.

__ADS_1


"Bos, ini sudah merupakan tugas saya, Selamat malam Bu Bos," Aris menjawab Bos Adji dan menyapa istrinya.


"Ngomong ngomong, apa kalian berpacaran? Sepertinya akrab sekali." Ucap Bos Adji menggoda Aris dan Jessica.


"Ah kami.." Ucap Jessica terpotong oleh ucapan Aris.


"Tentu tidak Bos, Kami hanya dekat karena sering bekerja sama, iya kan Bu Jessica?" Kata Aris menegaskan.


"Iya Bos, kita hanya partner kerja saja kok," Jessica tersenyum.


"Yasudah, kami pamit ya, selamat beristirahat." Ucap Bos Adji, segera pergi sambil menggandeng tangan istrinya dengan mesra.


Aris dan Jessica membungkukkan kepala dan tersenyum, Setelah mereka berlalu, Jessica menatap Aris dengan tajam.


"Jadi, Kita hanya partner kerja yang baik?" Tanya Jessica.


"Kamu kan sudah bersuami Jess, Nanti suamimu ngamuk dan ngobrak ngabrik hotel gimana?" Goda Aris.


"Haha iya emang suamiku emosional, Mainnya kasar. Makanya akuebih suka main sama kamu," Ucap Jessica mengecup Aris pelan.


Aris yang memang dalam keadaan setengah sadar karena mulai mabuk merasa dibangkitkan gairahnya. Dia tersenyum dan memegang pipi Jessica.


"Jangan disini, ayo ikut aku," Bisik Jessica dan berjalan mendahului Aris. Aris mengikuti Jessica menuju kamarnya. Mereka masuk ke dalam kamar hotel yang memang sudah disiapkan untuk staff.


"Kenapa kamu selalu ingin bermain denganku?" Tanya Aris pada Jessica saat Jessica membuka kancing kemeja Aris.


"Suamiku kasar dan egois, Dia hanya memikirkan kepuasannya sendiri. Dia melakukannya hanya saat dia ingin. Sementara inginku tidak penting baginya." Ucap Jessica dengan sedih.


"Lalu kenapa tidak bercerai saja?" Tanya Aris.


"Tidak semudah itu, Keluargaku punya hutang cukup banyak padanya. Bisa bisq dia membunuhku," Ucap Jessica tertawa. Tanpa banyak bicara lagi, mereka melanjutkan permainan yang sudah dimulai diluar.


Jessica juga tidak mengetahui bahwa Aris sudah menikah. Dia berpikir Aris cukup bebas untuk selalu bermain dengannya. Dia selalu menikmati permainan dengan Aris, karena dia mendominasi.


Malam itu, Aris menikmati permainan bersama Jessica, sementara Aira gelisah memikirkannya sambil menatap ponsel yang tak berdering sekalipun.


Tanpa terasa air mata mengalir dipipi Aira. Entah kenapa hatinya terasa pedih. Merasa diabaikan dan tidak diprioritaskan. Sesak dadanya menatap ponselnya yang menampilkan pesan pesan singkat yang dikirimkannya pada Aris.

__ADS_1


Padahal jauh disana Aris sedang bersenang senang. Tak sedikitpun dia terpikirkan Aira, bahkan Ressa. Aris hanya menikmati apa yang ada dihadapannya.


__ADS_2