Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
SEASON 2 - EPS 9


__ADS_3

Saat malam hari tiba, Aira dan Elisa kembali kerumah. Setelah turun dari mobil, Aira melihat mobil asing yang parkir depan rumah besar miliknya itu.


Aira merasa heran dan segera masuk ke dalam rumah. Ternyata ada tamu yang sedang duduk diruang tamu sambil berbicara dengan Bos Adjie.


"Opa, Elisa sudah pulang," Teriak manja Elisa berlari menghampiri Opa nya yang sedang mengobrol dengan seorang pria berkemeha hitam.


"Sayangnya Opa udah pulang, gimana? Happy ikut Mama?" Tanya Opa mencium pipi Elisa.


"Gak Opa, tadi ada orang jahat gangguin Mama," Gerutu Elisa mengadu pada Opanya.


"Orang jahat? Siapa maksud Elisa, sayang?" Tanya Bos Adjie khawatir pada Aira yang segera berjalan melenggang ke dalam rumah tanpa melihat siapa tamu yang datang.


"Mas Aris Pa," Ucap Aira pelan sebelum naik tangga menuju kamarnya.


"Ra, kamu gak mau menyapa aku?"


Suara itu, suara yang familiar bagi Aira. Aira menengok dan terkejut.


"Kamu?" Ucap Aira terkejut setelah melihat tamu yang datang menemui Bos Adjie, Aira berlari dan segera memeluk pria itu.


________________________________________


Ressa tinggal dilingkungan baru, setelah beberapa hari sebelumnya hanya berdiam diri didalam kontrakan dan berkenalan dengan warga sekitar, Ressa berniat mencari kerja atau berjualan. Setelah selesai mandi dan berganti baju, Ressa keluar rumah dengan membawa uang tinggal 50 ribu.


Dalam perjalanan dia bertemu dengan Pak Syarif, yang sebelumnya menemani Pak Ruslan mengantarkannya ke kontrakan malam itu. Ressa tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Mau kemana Mbak?" Tanya Pak Syarif menyapa dengan ramah


"Saya mau berjalan jalan Pak, sekalian mencari pekerjaan," Jawab Ressa tersenyum


"Mau cari kerja apa Mbak?" Tanya Pak Syarif.


"Apa saja Pak, yang penting halal," Jawab Ressa lemah lembut.


"Kebetulan, istri saya punya usaha kecil kecilan, sedang butuh tenaga buat packing, tapi ya upahnya kecil." Ucap Pak Syarif mrnawarkan

__ADS_1


"Saya mau Pak," Ucap Ressa tanpa ragu dengan mata yang berbinar, dia senang sekali.


"Yasudah mari ikut saya kerumah." Pak Syarif mengajak Ressa kerumahnya. Setelah beberapa lama berjalan, mereka akhirnya sampai dirumah Pak Syarif.


Disana sudah ada beberapa ibu ibu yang sedang menggoreng dan ada juga beberapa yang mengaduk keripik didalam baskom besar.


"Buk, kesini sebentar." Panggil Pak Syarif pada istrinya.


"Iya Pak," Seorang wanita paruh baya menghampiri mereka berdua. Dia tersenyum ramah pada Ressa.


"Ini Mbak Ressa, dia penghuni kontrakan Pak Ruslan yang baru. Dia mau kerja disini." Kata Pak Syarif pada istrinya itu. Istri Pak Syarif mengangguk.


"Nah Mbak Ressa, kenalkan ini Istri saya, panggil saja Bu Yuni." Ucap Pak Syarif mengenalkan Istrinya.


"Mari Mbak, masuk biar tak ajarin cara kerjanya." Bu Yuni sangat ramah, dia mengajak Ressa berkeliling dirumahnya untuk mengetahui usaha rumahan. Karena Ressa sudah pernah berbisnis online, pembicaraannya dengan Bu Yuni sangat cocok.


Ressa juga bersedia membantu Bu Yuni untuk melebarkan pasarnya ke dunia maya. Dengan ilmu yang Ressa miliki sebelumnya, Ressa membantu Bu Yuni dan mengajarkan Bu Yuni yang sebelumnya tidak mengerti pemasaran online.


Waktu berlalu, sebulan berlalu setelah Ressa meninggalkan rumah, Saat ini dia fokus membangun bisnis homeindustri milik Bu Yuni hingha mencapai omset yang tinggi.


"Mbak Ressa, saya sangat terbantu dengan adanya Mbak Ressa. Ini saya ada sedikit rezeki buat Mbak." Kata Bu Yuni menyodorkan sebuah amplop berisi uang kepada Ressa.


"Nggak bu, saya hanya kerja disini. Dan ibu kan sudah menggaji saya." Ressa menolak uang yang diberikan oleh Bu Yuni.


"Ini bonus Mbak, tolong diterima ya," Ucap Bu yuni.


Mata Ressa berkaca kaca, dia memeluk Bu Yuni dan berterima kasih. Ditengah keharuan itu, ada salah seorang karyawan lama yang merasa iri. Dia menyebarkan gosip bahwa Ressa adalah seorang janda gatal.


Desas desus itu semakin menjadi jadi, bahkan sampai terdengar ditelinga Ressa sendiri. Namun Ressa tidak menghiraukannya. Saat ini yang dia inginkan hanyalah bekerja dan melanjutkan hidupnya sendiri.


Ressa pulang dengan rasa senang saat setelah menerima uang dari Bu Yuni. Dijalan dia mampir kerumah Pak Ruslan, namun ternyata hanya ada Bu Hanna disana.


"Maaf bu, saya mau bayar kontrakan," Ucap Ressa


"Oh iya Mbak, tapi Suami saya sedang keluar." Jawab Bu Hanna.

__ADS_1


"Boleh bayar ke ibu?" Tanya Ressa.


"Boleh Mbak, silahkan masuk dulu." Ucap Bu Hanna mempersilahkan Ressa masuk ke dalam rumahnya.


"Terima kasih banyak ya Bu, Bapak dan ibu sudah sangat baik pada saya," Ucap Ressa menyerahkan uang sewa kontrakan pada Bu Hanna


"Sebenarnya Mbak Ressa ini mirip putri saya yang sudah meninggal, makanya saya sulit sekali mengabaikan Mbak, karena tiap melihat Mbak, saya ingat dia," Cerita Bu Hanna dengan wajah tertunduk.


"Ibu boleh anggap saya anak ibu, karena saya juga sudah tidak punya orang tua," Mereka berdua saling berpelukan, Bu hanna memeluk Ressa dengan kasih sayang. Tanpa disadari mereka menangis haru, sampai tidak menyadari kedatangan Pak Ruslan.


"Loh ada apa ini?" Pak Ruslan merasa khawatir karena melihat istrinta menangis bersama Ressa sambil berpelukan.


"Ndak apa apa Pak, Ini Mbak Ressa bayar kontrakan," Ucap Bu Hanna.


"Yasudah, sama ibu saja, Bapak mau mandi dan kemesjid." Ucap Pak Ruslan.


"Iya Pak," Jawab Bu Hanna.


Setelah menenangkan hati, Ressa pamit pulang karena hari sudah mulai gelap. Sesampai nya di kontrakan, Ressa membuka amplop yang diberikan Bu Yuni. Dia terkejut karena isinya lumayan banyak, yaitu sebesar 5 juta rupiah.


"Ini banyak banget, aku bisa nabung dan mulai usaha online lagi seperti dulu." Ressa menangis bahagia. Dia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur usang itu.


Tiba tiba terlintas dalam pikirannya bagaimana kabar Aris. Setelah dia meninggalkan rumah, Aris ternyata tidak mencarinya. Memang dalam hati kecilnya, Ressa masih mengharapkan Aris mencarinya. Mungkin jika Aris mencari dan menemuinya, Ressa akan luluh dan kembali pulang bersama.


Ressa menarik nafasnya dalam. Dia menyimpan uangnya untuk dia bawa ke bank besok. Setelah itu, dia pergi mandi dan berganti baju. Setelah bersih, Ressa memasak mie instan dan kemudian pergi keluar kontrakan untuk membeli beras dan telur.


Namun dijalan, dia dihadang oleh beberapa orang wanita. Wanita yang ternyata sangat iri pada Ressa.


"Hey anak baru, sombong banget," Teriak salah satu dari mereka.


"Eh Mbak laras, Mbak intan sama Mbak hanum, Ada apa ya?" Tanya Ressa ramah.


"Plaaakkkk"


Laras menampar Ressa,

__ADS_1


__ADS_2