
Aris merebut ponsel Aira dan memasukkannya kedalam saku celananya. Aira menatap Aris dengan tatapan nanar, Aris menarik tangan Aira keluar dari Dealer, Setelah sampai diluar Aira menghempaskan genggaman tangan Aris. Aira mengusap usap pergelangan tangannya yang terasa sakit.
"Kenapa kamu pergi seperti itu?" Tanya Aris kesal, Aira memutarkan bola matanya tanda dia tidak peduli dengan ucapan Aris. Aira tidak menjawab hanya menatap Aris dengan tatapan tajam.
"Jawab!" Teriak Aris. Aira tertawa mengejek dan mendekatkan wajahnya kepada Aris.
"Sudah bosan hidup?" Bisik Aira dengan nada mengancam. Aris tertegun beberapa saat, lalu melangkah mundur.
"Aku mencintaimu Mas, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya! Kalau kamu pikir aku akan diam saja karena selama ini aku mengikuti perkataanmu, kamu salah!" Ucap Aira pelan namun tegas. Aris menghela nafas panjang dan mengangguk anggukkan kepalanya.
"Baiklah, Mas minta maaf." Aris menyerah, termyata Aira bukan gadis polos yang bisa dia kendalikan dnegan mudah. Awalnya dia pikir Aira adalah gadis yang manja dan tidak bisa melakukan semua hal sendiri. Namun ternyata Aira memiliki keberanian yang sangat tinggi.
"Segampang itu?" Tantang Aira.
"Apa maumu?!" Tanya Aris mulai kesal lagi.
"Katakan, kenapa Mas bersikap seperti itu padaku sejak kemarin," Ucap Aira datar. Aris kebingungan harus mengatakan apa pada Aira, karena sebenarnya dia kesal melihat laki laki yang menunggu Aira pagi itu, dan juga dia kesal karena Ressa menolak untuk berhubungan dengannya setelah dia merasa cemburu pada Aira.
Namun bibir Aris tidak bergerak, dia tetap terdiam. Aira tidak mau menunggu, dia segera membalikkan badannya dan pergi masuk ke dalam dealer. Namun Aris segera menarik tangan Aira dan memeluknya.
"Maafkan Mas, Mas cuma cemburu dengan laki laki yang kemarin itu." Ucap Aris dengan lembut. Aira menarik nafas panjang lega. Dia membiarkan Aris memeluknya beberapa saat.
"Kembalikan ponselku," Ucap Aira dengan tersenyum tipis.
Aris memberikan ponsel Aira kembali, dan membiarkan Aira menelpon Patrick untuk menyelesaikan transaksi pembelian mobilnya. Aris membantu mengurus persyaratan dan prosedurnya. Sampai akhirnya mereka selesai bertransaksi.
"Kapan mobilnya bisa saya bawa?" Tanya Aira dengan sumringah, dia sangat segera ingin mengendarai mobil barunya.
"Besok pagi kami ambil, mohon disiapkan dan dicek terlebih dahulu mesinnya." Ucap Aris tidak memberikan staff Dealer menjelaskan terlebih dahulu.
"Baik pak," Ucap Wanita yang merupakan Staff Dealer.
Aris dan Aira pamit undur diri. Dan segera masuk ke dalam mobil. Aris terdiam dan menatap Aira yang masih menatap pada ponselnya. Beberapa saat Aris menunggu. Namun Aira masih tetap fokus pada ponselnya.
Aris mengambil ponsel Aira lagi, Aira menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
"Kembalikan!" Ucap Aira dengan tatapan kesal, namun Aris justru mencium bibir Aira, dan merekapun berpagutan beberapa saat. Aira lega akhirnya Aris tidak mengacuhkannya lagi.
Tangan Aris mulai meraba raba, namun Aira menghentikannya. Aris melepaskan ciumannya dan segera memperbaiki kembali posisi duduknya. Dia mendengus kesal karena penolakan Aira.
"Aku buru buru, aku harus menjaga Meylani lagi." Ucap Aira tenang, dia memperbaiki pakaiannya yang hampir dibuka oleh Aris. Namun Aris memasang wajah kesal dan berulang kali menghela nafas panjang berusaha meredam emosinya.
"Baiklah Mas antar kamu pulang," Ucap Aris segera menyalakan mobilnya dan menyetir dengan perasaan yang kacau. Nafsunya belum terselesaikan. Setelah semalam ditolak oleh Ressa istrinya, Saat ini Aira juga menolaknya. Aris sangat kesal karena kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi.
Seoanjang perjalanan Aris hanya terdiam, Aira menyadari bahwa Aris marah karena dia menolak, namun Aira takut jika mengikuti keinginan Aris dia akan semakin cinta padanya dan tidak bisa meninggalkannya.
Aira sadar dia belum mengetahui apapun tentang Aris, keluarganya, masa lalunya. Dia hanya mengetahui Aris adalah karyawan kepercayaan Papanya. Meski sudah melakukan hubungan intim dengam Aris, Aira masih merasa ragu.
Sesampainya dikosan Aira, Aris segera memacu kembali mobilnya ketika Aira turun. Saat itu hari sudah sangat gelap. Jam tangan Aira menunjukan pukul 19.15. Aira segera bergegas masuk ke kosan dan menuju kamar Meylani.
Ternyata disana ada 2 orang penghuni kos lain yaitu Andin dan Sinta. Mereka menyambut Aira dengan berbisik karena Meylani tengah tidur.
"Kamu baru sampai?" Bisik Andin. Kamar Andin berada disamping kamar Aira.
"Iya, Maaf ya merepotkan kalian," Jawab Aira dengan berbisik juga.
"Iya, biar kami saja yang menginap malam ini." Ucap Andin pada Aira. syukurlah, Gumam Aira dalam hati, dia berterima kasih dan segera naik menuju kamarnya.
Dia masuk dan segera menyalakan keran untuk memenuhi bak mandinya. Sepertinya dengan berendam air hangat akan membuatnya lebih baik. pikirnya dalam hati.
Sementara itu Aris yang kesal mengebut mengendarai mobil, dia berteriak kesal. Saat itu dia dalam perjalanan pulang. Sebelum masuk komplek perumahan dia melihat toko bunga indah yang masih buka.
Dia memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam toko. Disana indah sednag berbincang bersama Ressa istrinya.
"Loh Mas? ko ada disini?" Tanya Ressa terkejut begitu melihat suaminya masuk.
"Sial, kenapa ada Ressa disini," Aris menggerutu didalam hatinya. Namun bibirnya tetap tersenyum.
"Kamu kan mengajakku makan malam, mana mungkin aku tidak membawakan sesuatu untukmu," Aris merayu Ressa didepan indah. Indah terlihat kesal dengan menggigit bibirnya.
Ressa segera menghampiri Aris dan memeluknya. Aris membalas pelukannya dan menatap Indah yang mengedipkan mata menggoda Aris.
__ADS_1
"Mas sudab tidak marah?" Tanya Ressa manja.
"Mana mungkin Mas bisa marah lama lama sama kamu, ayo pulang." Ajak Aris dengan menggandeng tangan Ressa.
"Mari Mbak indah kami pamit ya," Pamit Ressa ceria, dia sangat senang dengan sikap Aris yang manis. Dia bersyukur ternyata suaminya mau memaafkannya dengan cepat. Ressa sempat ragu Aris akan marah beberapa hari karena kemarin malam Aris benar benar terlihat seperti orang lain.
Sesampainya mereka dirumah, Ressa meminta Aris mandi dan berganti pakaian. Aris menurut dan segera menuju kamar mandi. Namun ternyata didalam bak mandi sudah terisi air hangat yang ditaburi kelopak bunga mawar.
Aris terkejut, belum sempat memanggil Ressa untuk menanyakan apa yang terjadi, Ressa masuk ke kamar mandi hanya menggunakan handuk. Aris terkejut karena Ressa mewarnai rambutnya menjadi kecoklatan lebih terang.
"Mas, malam ini kita pengantin baru lagi ya." Bisik Ressa ditelinga Aris, membuat bulu halusnya bergidik gemetar. Aris menyeringai. Akhirnya bara api nafsunya bersambut dengan Ressa.
Ressa mendahuluinya masuk kedalam bak mandi berukuran besar, melambaikan tangan memanggil Aris. Tanpa pikir panjang Aris segera melepaskan pakaiannya dan mengikuti Ressa.
Mereka berendam bersama beberapa saat sambil bermesraan. Setelah itu Aris menggendong Ressa keluar dari bak mandi dan mengeringkan badan mereka.
"Mas, aku boleh minta sesuatu?" Tanya Ressa pelan dan manja.
"Apa itu?" Ucap Aris.
"Kita matikan ponsel kita, agar tidak ada yang menganggu malam ini. saat ini kita bisa menghabiskan waktu kita hanya berdua." Ucap Ressa.
"Baiklah," Aris setuju dan segera mengambil ponselnya dan mematikannya.
Mereka bersiap makan malam, namun Aris menemukan sebuah bungkus bekas obat didalam laci dimana dia akan mengambil alat cukurnya. Sementara Ressa yang telah menganti pakaiannya dengan gaun malam yang sangat tipis segera menyiapkan meja makan dan mengunci pintu pintu dan jendela rumahnya.
"Apa ini?" Guman Aris.
"Ini kan obat..." Aris terkekeh tertawa, Obat itu adalah jamu rapet agar hubungan intim makin mesra. Bahkan sepertinya Ressa sudah meminum obat itu.
"Kamu sangat berusaha keras ya untuk malam ini. Kalau begitu aku juga tidak akan mengecewakanmu." Gumam Aris tertawa riang dan segera mengambil sesuatu dimeja samping tempat tidurnya. itu adalah jamu kuat pria sejati yang Aris simpan untuk saat saat penting seperti ini. Aris meminumnya segera dan obat itu akan terasa efeknya setelah 1 jam.
"Sayang," Panggil Ressa. Dia memeluk Aris dari belakang.
"Ayo kita makan malam," Bisik Aris kemudian menggendong Ressa menuju ruang makan.
__ADS_1