Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 52


__ADS_3

Aris gelagapan, dia pikir Bos Adji akan memuji apa yang dia lakukan, tqpi justru Bos Adji terlihat kesal. Tatapannya tajam menyorot membuat Aris agak gemetar.


"Ma-Maaf Bos, saya pikir seharusnya untuk promo kali ini kotq harus totalitas, karena hotel disamarinda itu hotel yang paling besar dibanding hotel hotel Bos yang lain." Jawab Aris meyakinkan. Sesaat Bos Adji menghela nafas dan mencerna apa yang Aris ucapkan, Ada betulnya juga. Namun dana promosi yang telah direncanakan akan membengkak.


"Okay, kalau begitu kamu handle semua, jangan sampai ada kesalahan. Saya tidak suka sesuatu yang cacat. Saya mau semua sempurna." Ketus Bos Adji segera masuk kembali ke dalam ruangan diikuti Aris dan Ajudannya.


Acara casting berjalan sesuai dengan apa yang Aris rencanakan. Meskipun awalnya Bos Adji sempat memarahinya, namun akhirnya dia mendapat pujian karena mendapat 3 tallent sekaligus dengan budget yang sesuai.


Setelah para tallent pulang, Aris menghampiri Bos Adji yang tengah bertelepon dengan Aira. Terdengar Bos Adji meng-iya-kan permintaan Aira yang ingin dibelikan nasi goreng.


"Ya sayang nanti Papa suruh OB untuk carikan nasi goreng." Ucap Bos Adji menutup panggilannya dengan Aira.


"Ada yang bisa saya bantu Bos?" Tanyq Aris menyapa Bos Adji.


"Ah ini, Aira minta dibelikan nasi goreng. Kamu tahu dimana yang jualan nasi goreng, Aira bilang ada dekar sini yang enak." Ucap Bos Adji pada Aris. Aris mengerutkan dahinya.


"Ada Bos, mau saya belikan?" Tanya Aris ramah.


"Tidak usah, beri tahu saja dimana lokasinya biar OB atau Ajudan saya yang belikan." Ucap Bos Adji menolak halus tawaran Aris. Namun Aris bersikukuh dan tetap ingin membelikan nasi goreng itu.


Akhirnya Bos Adji setuju dan Aris segera berangkat membelikan nasi goreng itu setelah selesai rapat staff. Bos Adji segera naik ke atas dan Aris pergi membelikan nasi goreng.


Bos Adji tiba di griya tawang, Aira menyambutnya dengan membukakan pintu begitu suara lift terbuka terdengar.


"Papaaaa," Teriak Aira girang.


"Selamat malam sayang, kamu menunggu Papa?" Bos Adji mengecup kening putrinya itu. Aira tersenyum lebar dan mengedip ngedipkan matanya dengan manja. Kemudian dia melihat kedua tangan Papanya yang kosong tanpa buah tangan.


"Nasi gorengnya?" Tanya Aira cemberut. Matanya mencari cari nasi goreng yang dia inginkan itu ditangan kedua ajudan dibelakang Papanya, namun juga nihil.


"Sedang dibelikan sayang, sebentar lagi datang," Ucap Bos Adji mencubit pipi Aira gemas.

__ADS_1


Bos Adji merangkul Aira dan membawanya duduk disofa, Mereka menonton televisi bersama sambil bercengkrama. Namun Bos Adji merasa ada yang kurang. Istrinya.


"Dimana Mama?" Tanya Bos Adji menanyakan istrinya pada Aira. Matamya menyapu sekitar namun tak mendapati istrinya.


"Mama sudah tidur Pa, ini kan sudah larut." Jawab Aira lembut sedikit berbisik.


"Pantas saja Papa tak melihatnya. Papa ganti baju dulu ya, nanti kalau ada yang ketuk pintu, biar ajudan saja yang bukakan. Okay?" Ucap Bos Adji segera beranjak dan menuju ke kamar dimana istrinya berada, Aira menjawab dengan anggukan pelan.


Tidak lama waktu berselang, suara lift terbuka terdengar. Ajudan segera bergegas akan membukakan pintu, namun Aira melarangnya.


"Kalian istirahat saja dikamar itu. Aku bisa sendiri, sekarang sudah larut," Ucap Aira meminta kedua ajudan itu beristirahat.


"Tapi Nona," Jawab Ajudan.


"Sshhhttttt, Jangan tapi tapi, sana istirahat, saya juga akan tidur setelah makan nasi goreng," Ucap Aira.


"Baiklah Nona, kami pamit istirahat." Pamit ajudan itu dan segera masuk ke kamar yang ditunjuk Aira setelah Aira membukakan pintu.


"Mas Ar...??" Belum selesai Aira mengucapkan kalimatnya, Aira sefera menutup mulutnya dengan tangan Aris.


Aris memberikan bungkusan yang dia bawa. Aira menerimanya dengan hati yang kesal, dia merindukan Aris yang tidak dia temui beberapa hari.


"Aku rindu," Bisik Aira pelan, dia menundukkan wajahnya.


"Mas juga rindu, besok kalau kamu bisa, kita bertemu diluar," Ucap Aris. Mendengar itu Aira mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar. Matanya berbinar binar berkilauan menatap Aris penuh cinta.


"Apa Mas serius?" Tanya Aira bahagia.


"Iya, Mas tunggu jam 7 malam ditaman depan." Bisik Aris pelan dan matanya melihat kebelakang Aira.


"Mas cari siapa?" Tanya Aira heran melihat Aris yang celingak celinguk.

__ADS_1


"Mas ingin memelukmu sebentar," Bisik Aris memeluk Aira pelan setelah memastikan keadaan aman.


Aris berpamitan dan segera turun kembali dan pulang. Aira menutup pintu dan bersenandung ria, dia makan nasi goreng dengan perasaan yang bahagia meski makan sendirian karena kedua orang tuanya dan ajudan sudah masuk ke kamar masing masing.


Aris mengendarai mobilnya pulang menuju rumah, Dia berpikir menyusun rencana untuk mendapatkan kemauannya. Dalam perjalanan dia membeli buah buahan untuk istrinya Ressa yang sedang hamil.


Sesampainya dirumah, Aris memeluk Ressa dan mengecup keningnya. Ressa merasa agak heran dengan sikap Aris, namun dia senang karena Aris jadi lebih romantis.


"Mas sudah makan malam?" Tanya Ressa pada suaminya yang sednag berganti pakaian. Aris menggelengkan kepalanya dan menatap istrinya tersenyum.


"Mau aku masakin apa?" Tanya Ressa.


"Jangan sayang, Mas belikan nasi goreng, ada diatas sofa." Ucap Aris.


Ressa mencari nasi goreng yang Aris belikan, ternyata betul saja disana ada 2 bungkus nasi goreng diatas sofa. Ressa mengambilnya dan menghidangkannya diatas piring dimeja makan.


Ressa menghirup aroma dari wangi khas nasi goreng rempah yang Aris belikan itu. Ressa segera duduk dan menunggu suaminya selesai berganti pakaiannya.


"Wah, terlihat enak sekali bukan, ayo segera makan," Ucap Aris begitu melihat meja makan yang tertata rapi dan segera duduk dihadapan Ressa. Mereka makan bersama sambil bercengkrama. Ressa belakangan ini banyak bercerita. Entah karena bawaan janin, dia senang sekali bercerita dan berbicara. Segala hal dia bahan berkepanjangan. Aris dengan sabar mendengarkannya dan sesekali tersenyum antusias agar Ressa merasa senang didengarkan.


Setelah selesai makan mereka berjalan jalan sebentar didalam rumah.


"Mas, tubuhku membengkak," Gumam Ressa sedikit kecewa.


"Kenapa? Apa kamu terjatuh?" Tanya Aris khawatir dan memeriksa tubuh istrinya.


"Bukan, bukan itu maksudku," Ucap Ressa tertunduk.


"Lalu apa sayang?" Tanya Aris heran.


"Tubuhku bengkak karena aku sedang hamil," Ucap Ressa sedih.

__ADS_1


Aris menatap Ressa dan membelai wajahnya. Dia tak banyak berbicara, hanya saja kemudian dia memeluknya dan mengajaknya ke tempat tidur. Ressa tidak menolak, dan mebgikuti suaminya.


"Kamu tetap cantik, bagaimanapun kondisi tubuhmu. Terima kasih karena sudah merelakan tubuhmu rusak demi anak kita." Ucap Aris mengecup kenibg Ressa dan mendekapnya diatas temoat tidur


__ADS_2