
saat itu, Ressa menetap Aris, " Bagaimana bisa mas Aris sangat berubah seperti ini? rasanya dulu mas Aris adalah orang yang sangat baik. "
Aris masih di sana, dia menatap Ressa dengan wajah yang marah sementara itu Resa memikirkan Bagaimana caranya untuk pergi dari Aris saat itu.
" bagaimana? Apa kamu masih ingin bercerai? " ucap Aris
" ya. Aku ingin bercerai titik keputusanku sudah bulat. " ucap Ressa tanpa ragu.
" baiklah kalau itu memang maumu, tapi, aku ingin harta gono-gini dibagi dua rata, " ucap Aris dengan angkuh.
" bagi rata katamu? Apa yang harus dibagi rata? rumah ini milikku, mobil itu aku Cicil dengan penghasilan online shop ku, kamu hanya memberikan perabot rumah tangga saja, dan itu tidak banyak! " ucap Resa dengan kesal. Dia segera naik ke motornya dan menyalakan mesinnya.
Aris duduk di belakang Resa membuat Ressa tidak nyaman.
" turunlah Mas, Aku ingin pergi ke pabrik! Kenapa nggak kamu urusin aja cewek yang namanya Aira itu?! " ucap Resa dengan sangat kesal sambil menyuruh Aris untuk turun dari kursi penumpang di motornya.
" Aku tidak akan turun Jika kamu tidak mau bernegosiasi dulu denganku perihal perceraian kita. " jawab Aris Seraya memeluk pinggang Resa dan mencium lehernya titik sontak saja Ressa merasa kesal dan malu dengan perbuatan Aris yang menciumnya di depan umum meskipun saat itu tidak banyak orang berlalu Lalang di komplek.
Ressa akhirnya turun kembali dari motornya mencabut kunci motornya dan masuk ke dalam rumah Aris mengikutinya masuk juga ke rumah itu dan akhirnya mereka duduk berhadapan di ruang tamu.
" sebelumnya, Apa kamu tidak berniat untuk meminta maaf padaku?" Ressa menatap Aris dengan nanar.
" Memangnya jika aku minta maaf, Apakah kamu akan memaafkanku? lalu kembali padaku? "ejek Aries
"setidaknya Harusnya kamu meminta maaf terlebih dahulu bukan? karena di sini aku yang paling disakiti dan dirugikan banyak hal. " ucap Resa datar.
__ADS_1
" hahaha, Jadi sekarang kamu menyalahkanku? " tanya Aris dengan congkaknya.
Ressa tersenyum menata Paris, dia menyadari bahwa Aris Bukankah Aris yang dia kenal dahulu orang yang sangat lembut baik hati, romantis, tidak pernah marah, bahkan sangat pengertian. saat ini Aries memang sangat berbeda.
aris bangkit dari tempat duduk lalu mengambil segelas air di atas meja makan, dia meneguknya lalu kembali duduk dihadapan Resa.
" bahkan saat ini, kamu belum menganggap aku orang lain kan? " tanya Aris
"maksudmu?" tanya Ressa heran
" Aku tidak disuguhkan air, bukannya harusnya orang lain yang bertamu akan disuguhkan air minum, sementara aku harus mengambilnya sendiri itu berarti rumah ini Masih Milikku kan? " ucap Aris menyeringai
" Apa kamu sudah gila? "ucap Resa
" Ayolah, aku masih mencintaimu " ucap Aris sambil menghampiri Ressa dan kemudian mencium bibirnya tanpa ragu. tentu saja, Ressa mendorong Aries melepaskan ciuman Aris. namun tenaga Aries terlalu kuat, dia tidak mampu melawan Aris yang semakin menggila menciuminya.
Resa tidak memungkiri, bahwa dia juga Memang membutuhkan sentuhan dan belaian Aris. meskipun dia merasa ini tidak benar dan dia ingin menolak Tapi di sisi lain, dia menikmatinya.
Aris semakin mendominasi, Resa memang melakukan perlawanan tapi perlawanan yang tidak cukup kuat. " aku yakin dia menikmati ini, " batin Aris.
" Mas ah, sudah ah Mas ah, " ucap Resa mendesah. tapi lagi-lagi, Aris tidak menghiraukannya dia semakin menggila dan melanjutkan aksinya dengan menyerang semua titik sensitif Ressa, membuat Ressa melayang dan akhirnya tidak dapat menolak dengan apa yang Aris lakukan
Aris Mengunci pintu saat Ressa terengah-engah, lalu segera membawa Resa ke kamar dan melanjutkan apa yang sebelumnya dihentikan untuk sementara. Ressa tidak lagi melawan dia hanya pasrah karena nafsunya pun sudah sampai di ubun-ubun dan harus dituntaskan.
sementara itu, Aira yang sedang merenungkan keputusan yang harus diambil mengenai janin yang dia kandung masih merasa bingung karena di sisi lain Aira sangat mencintai Aries, Meskipun Aris menipunya, Bahkan dia selingkuh dari istrinya, Aira Juga Tahu kalau Ressa sedang hamil saat dia menabraknya di supermarket waktu itu, tapi aira sadar kemarin waktu Resa menampakkan dirinya nya, perutnya sudah rata kembali.
__ADS_1
" Apa mungkin istri Mas Aris keguguran ya? "gumam Aira memikirkan kemungkinan tentang kandungan Ressa istri Mas Aris.
" apa yang harus aku lakukan Ya Tuhan, kalau aku melahirkan bayi ini tanpa seorang ayah, dia akan bersedih sepanjang hidupnya, Mungkin saja dia jadi bahan ejekan teman-temannya di sekolah nanti.
Tanpa Aira sadari, mama Aira memperhatikannya dari pintu kamar Aira yang sedikit terbuka Mama Aira menyadari putrinya sedang bingung, merasa frustasi, dihadapkan dengan masalah seperti ini.
Bos Aji menepuk pundak istrinya dari belakang, Mama Aira menoleh lalu menatap suaminya dengan tatapan iba, mengisyaratkan bahwa dia sangat mengkhawatirkan Putri kesayangannya itu.
Bos Aji mengajak istrinya duduk di meja makan bersama, dia menyajikan teh hangat untuk istrinya itu. namun Mama Aira hanya menatap teh itu dengan tatapan kosong.
" pa, mama nggak tega lihat air seperti itu. dia masih sangat kecil, dia sangat rapuh, mama takut, " ucap Mama Aira sambil berlinang air mata.
" sayang, bagi kita airnya masih Putri kecil, tapi dia sudah Cukup dewasa untuk menentukan pilihannya sendiri. pokok yakin dia akan mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri. "jawab Bos Aji.
" tapi pa, rasanya Mama nggak tega, apalagi kalau sampai Aira diaborsi itu akan sangat berbahaya apa, mama takut kenapa-kenapa, kalau terjadi sesuatu yang buruk pada akhirnya Bagaimana pak? "ucap sama Aira sambil meremas kedua tangannya.
Bos Aji berusaha menenangkan istrinya Kok mak dia memeluknya dengan penuh cinta. " semoga saja kita bisa mengambil keputusan yang penting ini, dengan sebaik mungkin. ini demi kebaikan Aira, dan masa depannya. " bisik Bos Aji kepada istrinya. tiba-tiba saja akhirnya keluar dari kamarnya, dia menemui kedua orang tuanya.
" Pa, Ma, sudah mengambil keputusan. " ucap Aira tanpa ragu
" Apa itu sayang? Apa kamu benar-benar yakin? "ucap Bos Aji
Aira mengangguk dan menatap kedua orang tuanya dengan yakin Mama Aira menghampirinya lalu memeluk Putri kecilnya itu dan mulai berlinang air mata kembali
" Mari kita bicarakan di kamarmu, " ucap Mama Aira
__ADS_1
mereka bertiga masuk kembali ke kamar Aira dan mendengarkan keputusan yang akhirnya air akan ambil. Mama Aira menangis mendengar apa yang Aira ucapkan dan bos Aji memeluk Aira dan Mamanya.
halo sampai sini dulu ya season pertama nek 2 hari lagi akan ada season ke-2. terima kasih sudah membaca " Aku seorang wanita selingkuhan"