Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 32 - MAKAN MALAM KELUARGA


__ADS_3

Restoran yang dituju oleh Aira dan keluarganya cukup jauh dari Rumah Sakit, sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk sampai kesana. Dalam perjalanan, Aira duduk diantara kedua Orang Tuanya, menyandarkan kepalanya ke bahu Papanya dengan manja.


"Pa, Aira senang sekali hari ini, melihat Papa dan Mama datang. Tapi Aira juga sedih dengan apa yang terjadi pada Meylani." Lirih Aira dengan tatapan kosong.


"Sayang, jangan khawatir. Papa dan Mama tidak akan meninggalkanmu." Ucap Mama Aira menenangkan dengan mengelus tangan putrinya.


Mereka bertiga berpelukan, melepas rindu karena beberapa bulan tak bertemu. Setelah sampai di Restoran yang dituju, mereka keluar dari Mobil dan segera masuk ke dalam Restoran itu beserta para ajudan.


"Kalian juga makanlah, pesan apa saja. biar Patrick yang urus," Ucap Papa Aira pada Patrick dan para Ajudannya untuk makan malam juga.


Sementara itu, Aira dan Mamanya yang sudah mendapatkan tempat duduk segera memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.


"Bagaimana kuliahmu? Apakah sulit?" Tanya Mama Aira pada Putrinya.


"Ya begitulah Ma, tapi seru kok, aku senang sekali." Jawab Aira ceria,


"Papa senang kalau kamu tidak merasa terbebani dengan kuliah manajemen perhotelan. Papa ingin kamu meneruskan usaha Papa," Ucap Papa Aira mengelus rambut panjang Aira yang tergerai.


"Iya Pa, Aira juga suka dengan kuliahnya, teman temannya seru dan lagi mata kuliahnya tidak menjenuhkan." Ucap Aira dengan bersemangat. Dia menceritakan kesehariannya ditempat kuliah dan kosan pada kedua Orang Tuanya.


Seelah selesai makan malam, Papa Aira memanggil Patrick dengan melambaikan tangan karena Patrick berada di meja lain yang agak jauh dari mereka.


"Ya Tuan, ada yang Tuan perlukan?" Tanya Patrick sopan saat menghampiri Para Majikannya.


"Pesankan kamar dihotel kita, dan tambahkan extra bed, karena saya ingin tidur bersama anak dan istri saya." Ucap Papa Aira mengatakan maksudnya dan dijawab oleh anggukan pelan Patrick. Dia segera mengambil ponselnya dan undur diri sebentar untuk menelpon pihak hotel.


"Tuan, kamar sudah disiapkan. Tuan, Nyonya dan Nona, kita akan pergi 10 menit lagi." Patrick mengangguk pamit dan menyiapkan mobil dan para Ajudan.


"Hooaammm, Aira sudah mengantuk Ma," Ucap Aira manja.


"Iya sayang, ayo segera keluar dan masuk ke mobil." Jawab Mama Aira merangkulnya dan bergandengan menuju ke mobil.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju hotel Aira memeluk dan bersandar ke bahu Mamanya dan tertidur. Aira sangat kelelahan hari ini. Dia cukup shock dengan apa yang terjadi belakangan ini.


Setelah sampai dihotel, Papa Aira tidak membangunkan putrinya, justru menggendongnya.


"Apa tidak dibangunkan saja Pa?" Tanya Mama Aira.


"Ssstttt, Tidak apa apa, Aira pasti kelelahan." Jawab Papa Aira dan segera menggendong putinya dari dalam mobik ke kamar hotel.


Tubuh Aira mungil bagi Papanya yang bertubuh kekar. Meski sudah tidak muda, namun Papa Aira senantiasa menjaga tubuh dan staminanya. Sehingga menggendong Aira yang sudah dewasa pun dia tidak masalah.


Staff hotel sudah bersiap berbaris rapi menyambut kedatangan mereka. Termasuk Aris. Mereka berbungkuk bersamaan ketika Orang Tua Aira masuk kedalam hotel.


"Selamat datang Tuan dan Nyonha, biar saya tunjukan kamar yang akan ditempati." Ucap Jessica tersenyum manis menggoda sambik menatap lekat pada Papa Aira, itu membuat Mama Aira terkekeh merasa lucu.


"Okay, 1 jam lagi staff hotel harus Meeting evaluasi dengan saya, tolong siapkan laporan tiap departemen dan juga laporan keuangan 4 bulan terakhir." Ucap Papa Aira singkat dan segera naik ke lift untuk menidurkan putrinya terlebih dahulu.


Aris merasa lega karena Aira tertidur, dan Aris meyakini bahwa Aira belum bercerita tentang dirinya kepada Kedua Orang Tuanya. Aris segera menyiapkan ruangan untuk meeting evaluasi bersama beberapa staff lain.


Sementara itu Aira yang sudah ditidurkan diatas tempat tidur tidak terbangun justru lebih nyenyak. Mamanya tersenyum lega melihat putrinya baik baik saja.


"Aku disini saja bersama Aira, Aku lelah dan ingin beristirahat." Jawab Mama Aira tersenyum pada suaminya itu.


"Baiklah, istirahatlah. Besok pagi kita akan terbang ke Samarinda." Ucap Papa Aira tanpa melepaskan pelukannya pada istrinya itu.


Papa Aira menghampiri putrinya yang sedang tertidur pulas, dia menatapnya dan mengelus kepalanya pelan. Dia pun merasa lega, karena ternyata putri cantiknya tidak berada dalam bahaya, Papanya selalu merasa khawatir karena ini pertama kalinya mereka tinggal berjauhan dalam waktu yang lama.


Tok tok tok


" Permisi Tuan dan Nyonya, saya Jessica. Meeting evaluasi sudah siap untuk dilaksanakan." Terdengar suara lembut seorang wanita dari luar kamar. Mama Aira yang sebelumnya memperhatikan tingkah Jessica yang sepetinya ingin menggoda suaminya segera menahan suaminya yang akan membukakan pintu.


"Ada apa sayang?" Tanya Papa Aira heran.

__ADS_1


"Wanita itu sepertinya ingin menggodamu," Ucap Mama Aira dengan nada kesal, Papa Aira justru tertawa dan memeluk istrinya. lalu dia menatap istringa dengan penuh cinta.


"Laki laki yang cerdas, tidak akan menghabiskan waktu dengan wanita penggoda," Ucap Papa Aira pelan dan meyakinkan.


"Lalu?" Jawab Mama Aira meragukan.


"Papa sudah sangat sibuk, membahagiakan dua wanita, yaitu Mama dan Aira. Jadi Papa juga tidak ada waktu untuk wanita lain." Ucap Papa Aira meyakinkan istrinya yang khawatir.


Mama Aira tak menjawab, hanya menghela nafas panjang dan justru membuat Papa Aira tertawa.


"Aku sangat mencintaimu dan Aira. Bagiku kalian yang terpenting. Laki laki sejati pasti memperjuangankan agar keluarganya bahagia dan tetap utuh," Ucap Papa Aira mengecup kening istrinya. Lalu pamit keluar untuk melaksanakan meeting evaluasi.


Mama Aira sangat bahagia memiliki suami dan ayah terbaik untuk putrinya. Merasa beruntung dicintai oleh pria yang selalu memperlakukannya dengan baik.


Papa Aira membuka pintu dan melihat Jessica bersama para Ajudannya dan segera berjalan menuju ruangan meeting. Meeting Evaluasi itu berjalan selama 2 jam lebih hingga larut malam.


Pada pagi harinya, Aira terbangun dan melihar kedua Orang Tuanya berada disisinya. Aira memeluk Mamanya yang masib tertidur dan membuat kedua Orang Tuanya terbangun.


"Good morning honey," Ucap Papa Aira yang juga sudah terbangun.


Mereka bangun dan bersiap pergi. Aira memiliki jam kuliah pagi dan harus kembali ke kosan terlebih dulu, sementara Orang Tuanya harus segera terbang ke samarinda untuk mengecek proyek pembangunan hotel disana yang seharusnya dilaksakan kemarin.


Aira mengantar kedua Orang Tuanya ke bandara. Mereka berpamitan dan berpelukan.


"See you Baby, baik baik disini ya," Ucap Mama Aira memeluk dan menciumi Putrinya itu.


" Ma, Pa.. sebenarnya ada yang ingin Aira minta." Ucap Aira malu


"Katakan saja sayang," Jawab Papa Aira mengelus rambutnya.


"Boleh gak Aira beli mobil sendiri, karena kemarin Aira ingin antar Meylani, tapi Aira tidak punya kendaraan." Ucap Aira menyesal. Papanya tersenyum dan mengecup kening Aira.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, 2 atau 3 hari lagi Papa kirimkan mobil ke kosan kamu ya, Nanti kamu kirim foto mobil yang kamu inginkan." Ucap Papa Aira dan segera pamit karena pesawat akan segera berangkat.


"Bye Ma, Bye Pa, save flight. Telepon Aira begitu sampai samarinda. " Ucap Aira melambaikan tangannya. Melihat Orang Tuanya semakin jauh Aira meneteskan air mata, dia sedih karena harus berpisah kembali dengan ornag tuanya.


__ADS_2