Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
SEASON 2 - EPS 5


__ADS_3

Aira masuk ke kamar setelah berbincang dengan Mamanya diruang televisi. Kamar besar itu terasa kosong tanpa Elisa. Aira mengganti pakaiannya dengan piyama berbahan sutera berwarna ungu muda.


Setelah membersihkan diri, Aira naik ke tempat tidur dan berniat untuk istirahat. Namun tiba tiba saja, ponselnya berdering. Itu adalah panggilan video dari instagram.


@user4747471111 memanggil


"Malem malem begini ada aja yang iseng." Aira mematikan dering ponselnya menjadi mode silent, dia membiarkan akun itu terus menelponnya dan kembali berusaha tidur.


Keesokan harinya, Elisa membangunkan Aira dengan memencet hidung Aira, dan berbisik, "Mama bangun, kita belenang,"


Aira membuka matanya perlahan dan kemudian memeluk Elisa.


"Sayang, kamu udah bangun? Mau berenang?" Tanya Aira dengan suara parau karena baru saja bangun tidur.


"Iya Ma, Elisa sama Opa mau belenang, tapi Elisa mau sama Mama juga," Ucap Elisa manja.


"Yasudah Mama siap siap dulu, Elisa tunggu ya," Aira bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya serta berganyi pakaian renang.


Aira keluar dari kamarnya dan turun ke halaman belakang dimana kolam berenang ukuran besar dan kecil berada. Disana Elisa dan Opa sudah bermain air, saat melihat Mamanya tiba, Elisa segera berteriak sambil melambaikan tangannya.


“Mama, sini Ma,” Teriak Elisa yang sedang berenang sambil dipangku oleh Opa-nya.


Aira tersenyum dan membalas lambaian tangan putri kecilnya itu. Oma juga Nampak duduk dikursi santai disamping kolam berenang sambil meminum jus buah strawberry.


“Mama gak berenang?” Tanya Aira pada Mamanya.


“Belum, Mama mau ngisi perut dulu soalnya semalam Mama gak makan, jadi sekarang Mama lapar,” Jawab Mama Aira sambil menahan tawa. Aira mendengar itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah itu Aira ikut masuk ke kolam berenang dan bergabung bersama Elisa dan Opa.


Mereka bermain air bersama dan sesekali Aira memegangi Elisa agar bisa berenang. Aira mengajari Elisa dengan sabar, meski sering sekali Elisa berteriak ketakutan dan minta dipeluk. Oma memanggil asisten pribadinya yang bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan mereka.


“Bu Jenny, tolong kemari sebentar,” Panggil Oma.


Dari dalam rumah, seorang wanita muda berlari tergopoh-gopoh menghampiri Oma, dia membawa kamera DSLR keluaran terbaru.


“Tolong potret Aira dan Elisa, tapi tolong jangan sampai wajah Elisa terlihat jelas, foto bagian belakangnya saja.” Ucap Oma pada Bu Jenny, dia menggangguk dan segera melakukan tugas yang diperintahkan.


Sejam berlalu, Aira membawa Elisa untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi bekerja ke Hotel Air. Saat ini, Hotel Air sedang viral dan banyak sekali tamu yang ingin mencoba menginap, atau bahkan hanya sekedar berfoto ria di lobby atau naik ke rooftop.


Setelah 2 hari launching, pengunjung sangat membludak dan hari ini, Caffe Air juga akan launching. Caffe yang berada dilantai 5 Hotel Air, memiliki konsep yang juga sangat unik, pada setiap meja makan di Caffe Air merupakan meja yang didalamnya ada aquarium kecil dengan ikan koi warna warni didalamnya. Nuansa kebiruan serta hidangan khas hotel bintang 5 juga menjadi andalan.


Setelah selesai bersiap, Aira berangkat menuju hotel dengan Elisa, diikuti oleh dua orang bodyguard yang menaiki mobil terpisah. Dalam perjalanan, Aira membuka ponselnya.


“Ini …… “ Ucap Aira melihat layar ponselnya, terdapat banyak sekali panggilan video dari account tak dikenal yang semalam menelponnya. Dan juga ada 10 pesan masuk dari account Instagram itu.


... Aku ingin melihat anakku ...

__ADS_1


... Mas tahu kamu masih mencintai Mas kan? Buktinya kamu tidak menikah sekarang ...


... Aira sayang, Mas masih inget sekali gimana kamu ...


... Kamu itu wanita yang paling cantik yang pernah Mas temui ...


... Apa kamu tidak merindukan Mas? ...


... Ayolah angkat Ra...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Sayang, angkat dong Mas kangen...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Tunggu Mas ya sayangku ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Missed video call ...


...Selamat tidur sayang ...


Aira refleks melemparkan ponselnya, Elisa terkejut dan menatap Mamanya yang terlihat kesal, mata Aira berkaca kaca. Elisa hanya menatapnya dan tidak berani bertanya. Pak Salim yang menyadari Aira tidak baik baik saja segera menepikan mobilnya.


“Nyonya? Apa Nyonya baik baik saja?” Tanya Pak Salim sopan.


“Laki laki itu mengirim pesan pada saya lagi,” Ucap Aira dengan kesal.

__ADS_1


Dia memberikan ponselnya pada Pak Salim, setelah melihat pesan diponsel majikannya, Pak Salim keluar dari mobil dan memberikan ponsel Aira pada Pak Broto.


“Saya kirim ke bagian IT dulu,” Ucap Pak Broto dan mengembalikan ponsel Aira pada Pak Salim.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Hotel Air. Setelah sampai disana, Aira menuntun Elisa naik ke ruangannya dilantai 25, Elisa tampak lucu dengan gaun merah muda selutut bercorak bunga mawar, rambutnya yang tipis dihiasi bandu kelinci berwarna merah muda senada. Elisa memakai sandal anak berbulu berwarna merah muda motif kelinci senada dengan bandu yang dia pakai.


Para pegawai hotel membungkukkan badan saat Aira dan Elisa melewati mereka, para pengunjung yang juga memperhatikan kedatangan Aira dan Elisa yang dikawal oleh dua orang berbadan kekar. Bu Martha yang sudah menunggu kedatangan Aira segera menghampiri Aira saat ia tiba dilantai 25.


“Bu, 10 menit lagi ada meeting dengan klien vendor Caffe Air, ruangan sudah saya siapkan dan ini materi meetingnya,” Ucap Bu Martha singkat sambil memberikan map biru berisi materi. Aira menyunggingkan bibirnya dan mengangguk pelan, suasana hatinya sedang tidak bagus.


“Sayang, mau ikut Mama meeting?” Tanya Aira pada Elisa, Putrinya hanya mengangguk dan kemudian mengambil buku gambarnya diatas meja kecil yang diletakkan persis disamping meja kerja Aira. Dengan sigap, Pak Broto membawa kursi khusus untuk Elisa.


Elisa sudah terbiasa bertemu banyak orang, dia juga terbiasa menemani Mamanya kemanapun dan bertemu siapapun, Elisa cukup terlatih untuk tidak membuat keributan saat Mama-nya meeting. Saat Aira meeting, Elisa akan duduk dikursi khusus dan mengambar, tentu saja dengan minuman dan camilan kesukaannya yaitu strawberry.


Meski begitu, jika Elisa ingin ke kamar mandi saat Mama-nya meeting, dia hanya akan memanggil Aira sekali, dan Aira sudah mengerti dengan kode yang Elisa berikan. Aira benar benar merasa beruntung memiliki putri yang pengertian.


_____________________________________________


Sementara itu, dirumah Aris…


Aris memperhatikan ponselnya sambil menunggu warung, Ressa sedang pergi berbelanja ke pasar. Aris sendirian saat ada pembeli seorang gadis,


“Pak, mau beli telur 1 kg,” Ucap Gadis itu


“Oh iya,” Aris mengalihkan pandangannya dari ponsel pada garis yang ingin membeli telur, dan ternyata gadis itu cantik. Aris terkesima beberapa saat, menatap gadis itu membuat sang gadis tersipu malu.


“Bapak apaan sih, ngeliatinnya begitu,” Ucap Gadis itu tersipu malu.


“Heran aja, kok ada bidadari beli telur,” Jawab Aris merayu, tentu saja pipi gadis itu memerah.


“Ihh bapak bisa aja, yaudah mana telur saya,” Gadis itu malu, menutupi wajahnya dengan poni rambutnya.


“Oh ya sebentar, kamu orang sini? Kok baru lihat?” Tanya Aris basa basi.


“Saya baru pindah ke kontrakan Pak jaka,” Ucap Gadis itu pelan


“Oh kontrakan pak jaka yang diujung gang itu ya,” Kata Aris sambil membungkus telur yang sudah dia kilo.


“Benar, jadi berapa?” Tanya gadis itu.


“25 ribu, Namanya siapa?” Ucap Aris sambil memberikan kantong plastic berisi telur.


“Siska, Terima kasih ya pak,” Ucap siska memberikan uang pas dan segera pergi.


“Walah walah, pagi pagi udah cuci mata, tapi tetep yang paling cantik itu Aira. Gak ada duanya,” Gumam Aris memandang siska berjalan menjauh dari warungnya.

__ADS_1


Setelah itu, Aris kembali membuka ponselnya. “Hmm langsung diblokir ya,” Gumam Aris.


__ADS_2