Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 69


__ADS_3

Aira dan Mbak Mi terkejut dengan suara Pria yang ternyata adalah Ergy. Dia terlihat mematung dibelakang Aira.


"Aduh Ergy, Bikin kaget saja." Ucap Aira


"Maaf, tapi apa itu benar?" Tanya Ergy menegaskan apa yang dia dengar barusan.


"Iya benar. Mbak aku pamit ya," Ucap Aira kemudian pamit pada Mbak Mi, Mereka berpelukan kembali sekali lagi, lalu Aira mengajak Ergy mengikutinya.


"Ra, kenapa kamu pindah?" Tanya Ergy sekali lagi.


"Papa memintaku pindah ke Apartemen, tapi masih dekat sini kok, Nanti aku undang kamu dan teman teman untuk makan makan ya." Ucap Aira riang.


"Aku tanya kenapa kamu pindah?" Tanya Ergy lagi. Ergy ingin mendengar jawaban yang lain selain apa yang Aira katakan. Namun Aira merasa bingung dengan sikap Ergy saat itu. Tidak biasanya Ergy marah dan membentaknya seperti itu, dengan mata yang berkaca kaca.


"Kamu kenapa sih? Aku jadi takut!" Rengek Aira gemetar. Dia tidak mengerti penyebab Ergy bersikap seperti ini.


"Kamu pindah karena kamu hamil kan?" Bisik Ergy.


Aira terkejut dan mendorong Ergy ke belakang. Aira mulai terisak ingin menangis.


"Jawab Aira!!" Teriak Ergy sekali lagi.


Plaakkk


Aira menampar Ergy.


"Ka-kamu keterlaluan Ergy!! Aku benci padamu!!" Teriak Aira terisak dan segera lari keluar dari kosan menuju Mobil Aris yang terparkir dekat taman.


Ergy merasakan pipinya berdenyut nyeri. Ergy memejamkan matanya dengan air mata membasahi pipinya. Tanpa dia sadari, Meylani memperhatikannya dari jendela kamarnya.


Sementara itu Aira segera masuk ke dalam mobil dan menangis. Aris terkejut dan berusaha menenangkan Aira.


"Ada apa?" Tanya Aris heran


"Tidak apa apa Mas, aku hanya sedih berpisah dengan kawan kawanku dikosan. Ayo cepat berangkat." Ucap Aira tersenyum sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Aris menuruti perintah Aira tanpa bertanya kembali. Aira menatap jalanan dari balik kaca Mobil yang dikendarai Aris itu. Dia memikirkan apa yang Ergy katakan.


"Kenapa Ergy menuduhku hamil? Padahal aku ... Tunggu, kapan aku terkahir kali datang bulan?" Batin Aira. Dia segera mengecek ponselnya dan melihat kalender menstruasinya.

__ADS_1


"Ya ampun, udah telat 3 minggu." Batin Aira. Dia mulai gemetar khawatir.


"Tapi bagaimana bisa Ergy bicara begitu?" Batin Aira lagi. Dia segera membuka internet diponselnya dan mengetik pencaharian.


"Cara mengetes kehamilan."


Aira berselancar mencari tahu bagaimana cara mengetesnya. Dan dia menemukam cara dengan alat test kehamilan yang bisa di beli disupermarket. Tanpa pikir panjang, Aira segera meminta Aris untuk mampir ke supermarket yang terlewati.


"Mas, kita ke supernarket dulu ya, Ada barang yang ingin ku beli." Ucap Aira.


"Baiklah, memangnya kamu mau beli apa?" Tanya Aris.


"Ada sesuatu. hehe" Ucap Aira.


"Sebaiknya aku pastikan dulu, baru setelah itu aku berikan kejutan pada Mas Aris, dia pasti senang jika aku benar hamil." Batin Aira tersenyum.


Sesampainya di supermarket Aris memarkirkan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya. Aira segera keluar dan Aris mengikutinya.


"Mas tunggu disini saja, aku tidak akan lama kok," Ucap Aira menahan agar Aris tak mengikutinya.


"Kenapa? Kamu tidak mau Mas temani?" Tanya Aris heran.


Aris kesal namun dia tidak mau membuat Aira marah, dia tidak ingin kehilangan sumber penghasilannya yang cukup potensial. Aira masuk ke dalam Supermarket dan dia segera menuju meja kasir.


"Mbak, ada alat test kehamilan?" Tanya Aira tanpa basa basi.


"Ada Mbak, mau berapa banyak?" Tanya Kasir perempuan itu dengan ramah.


"Saya beli 3 saja. sama Lipstik yang itu ya," Ucap Aira menunjuk lipstik yang dipajang dibelakang kasir itu. Aira segera membayarnya dan kembali ke mobil.


"Aku harus pisahin lipstik dan alat testnya, jadi kalau Mas Aris tanya, aku tinggal jawab, aku hanya beli lipstik." Batin Aira. Dia kemudian memasukan alat test kehamilan ke tasnya agar tidak ketahuan oleh Aris.


Saat sampai dimobil, Aira melihat Aris tengah bertelepon. Aira berjalan mengendap ngendap dan ingin mengejutkan Aris dengan memeluknya dari belakang.


"Iya, Mas minta maaf, Mas ngerti," Ucap Aris pada seseorang yang dia telepon itu.


"Cuma 2 minggu saja, Gak akan lama kok, kalau ada apa apa segera hubungi Mas," Ucap Aris menutup telepon itu.


Aira mendengarkannya dulu sebelum akhirnya memeluk Aris tiba tiba.

__ADS_1


"Mas, sedang telepon dengan siapa?" Tanya Aira sambil memeluk Aris dari belakang


"Haduh kamu ini bikin Mas kaget. Sudah belanjanya?" Tanya Aris berbalik menatap Aira.


"Sudah nih," Aira tersenyum sembari mengangkat kantong belanja berisi lisptik.


"Yasudah kita segera masuk yuk, sepertinya akan hujan," Ucap Aris menatap ke langit yang mulai mendung.


"Ayo sayang," Ucap Aira.


Mereka segera masuk ke dalam mobil dan menuju ke Apartemen baru Aira. Sesampainya disana mereka masuk san segera merapihkan barang barang Aira.


Sementara itu, Ergy yang habis ditampar oleh Aira duduk terdiam ditaman sendirian. Dia senang dengan Aira yang menamparnya, itu adalah respon yanh sudah dia perkirakan.


Ponsel Ergy tidak berhenti berdering, Meylani menelponnya berkali kali. Tapi Ergy tetap mengabaikannya. Ergy masih butuh waktu. Dia sangat mengukai Aira sejak beberapa bulan lalu melihat Aira dikampus. dan saat ini dia sudah benar benar menyayangi Aira dengan selalu berada didekatnya.


"Padahal kita sudah dekat sejak lama Ra, kenapa aku bahkan tidak tahu kamu punya pacar dan melakukan hal itu bersamanya? Jika saja aku tahu, aku gak akan biarkan kamu terjebak cinta tak sehat seperti itu." Batin Ergy sedih.


"Siapa laki lali brengsek itu, Aku harus mencarinya," Ucap Ergy mengepal tangannya.


Meylani menatap Ergy dari jauh sambil terus menelponnya, Meylani sadar betapa Ergy mencintai Aira begitu dalam, dan dirinya tidak berarti apapun untuk Ergy.


Meylani masih mencoba menelpon Ergy lagi, tapi Ergy mengabaikan ponselnya yang berdering. Hati Meylani sakit. Padahal dia sangat menyukai Ergy sejak lama.


"Kenapa semua ini jadi rumit?" Batin Meylani. Dia berbalik dan kembali ke kosan dengan perasaan yang hancur. Dia menangis tersedu dan segera masuk ke kamarnya.


Meylani menangis dengan menenggelamkan wajahnya ke bantal. Entah kenapa hatinya rasanya hancur, begitu sesak sampai rasanya sulit untuk bernafas.


Tidak disangka seseorang mengetuk pintu kamar Meylani dengan rusuh. Meylani terkejut dengan suara gedoran pintu itu.


Brugh brugh brugh


"Siapa?" Teriak Meylani dari dalam kamarnya.


"Aku Ergy," Ucap Ergy dari luar kamar Meylani.


"Ergy? kenapa dia kesini?" Batin Meylani. Dia segera mencuci mukanya dan mengambil tisu untuk mengeringkan wajahnya. Dia tidak ingin terlihat sembab karena habis menangis.


Meylani memoleskan bedak dan lipstik tipis untuk menyamarkan sisa sisa air matanya.

__ADS_1


"Aku harus bersikap ceria, tenang Mey, kamu harus bisa," Batin Meylani sebelum membukakan pintu.


__ADS_2