
"Ressa? Rasanya nama itu pernah ku dengar, tapi dimana ya," Gumam Aira dalam hatinya. Seseorang memapah Ressa agar terbangun, Ressa mengelus perutnya dan merasakan sedikit sakit.
"Bu, sebaiknya kita pulang saja," Ucap Ressa meringis, dia merasakan keram diperutnya.
"Maaf ya mbak, saya tidak lihat dengan hati hati," Ucap Aira merasa tidak enak.
"Gak apa apa, saya juga salah ko," Ucap Ressa tersenyum menahan sakit.
"Saya antarkan saja, saya bawa mobil kok." Ucap Aira menawarkan diri.
"Tidak apa apa, kami juga ditunggu supir nak, Mari," Pamit wanita tua yang memapah wanita bernama Ressa itu. Aira menatap mereka yang berjalan keluar dari super market.
Ergy menepuk pundak Aira dan mengajaknya segera menyelesaikan belanja dan segera kembali ke kosan. Namun Aira masih mengingat ingat nama Ressa yang sepertinya tidak asing baginya.
"Si Aira kaya abis nabrak setan aja, jadi ngelamun mulu hahaha," Ucap Steve tertawa lepas berusaha mencairkan suasana karena Aira yang terlihat tertegun.
"Steve, gak aku bayarin ya dagingnya." Aira melotot
"Ampun tuan putri, biar saya bawakan tasnya," Ucap steve diikuti tertawaan teman temannya. Setelah setelah membeli makanan dan minuman, mereka segera kembali ke kosan.
Begitu sampai dikosan, Aira dan Meylani izin pada Mbak mi untuk memakai rooftop untuk berkumpul malam hari. Malam itu mereka habiskan bersama dengan penuh kehangatan dan keceriaan. Meskipun Niko tidak ada, mereka tetap bisa menikmati malam itu bersama.
Saat malam sudah sangat larut, Ergy dan Steve pamit pulang. Aira dan Meylani juga kembali ke kamar mereka masing masing. Sampai dikamarnya Aira segera mengambil ponselnya dan menelpon Aris.
"Halo Mas, Masih diHotel?" Tanya Aira begitu Aris menerima panggilannya.
"Iya, Mas masih dihotel, ada apa?" Tanya Aris cuek.
"Gak apa apa, aku cuma kangen hehe," Ucap Aira malu.
"Mau ketemu?" Tanya Aris.
"Memang bisa?" Tanya Aira dengan bersemangat.
"Mau nginap dirumah Mas?" Ucap Aris.
"Serius??" Aira terkejut
"Seneng banger kalau kamu mau nginep, Mas kepengen dipijitin," Ucap Aris.
"Tapi aku gak bisa mijit tau," Rengek Aira
"Yasudah gak jadi." Ucap Aris ketus
__ADS_1
"Mau kok Mas, ayo jemput, aku siap siap sekarang ya," Ucap Aira bersemangat.
"Oke, Mas jemput 20 menit lagi ya." Aris menutup telepon Aira.
Aira berjingkrak jingkrak kegirangan, jantungnya berdebar menantikan kekasihnya itu datang. Dia sudah membayangkan malam yang indah bersama Aris.
Aira mengambil baju dan pakaian dalam yang baru, Dia bersenandung ria dan segera bersiap menunggu jemputan Aris. tak lama waktu berselang Aris tiba dengan mengendarai mobil hitamnya.
Laki laki itu melambaikan tangan begitu Aira keluar dari gerbang kosan. Aira mengenakan gaun tanpa lengan selutut berwarna hitam, dia terlihat sangat cantik dan sexy.
Aris menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Lehernya terlihat jenjang karena rambutnya diikat cepol.
"Kamu cantik sekali," Gumam Aris pelan.
"Mas bisa aja," Aira tersipu malu. Aris segera membukakan pintu mobil mempersilahkan Aira masuk kedalam mobilnya. Wangi parfum Aira memenuhi seisi mobil, memabukkan bagi Aris.
Didalam mobil Aris menatap Aira terpaku, Lipstik berwarna merah cabe yang Aira pakai membuat Aris bergairah, bahkan pahanya sedikit terlihat karena gaun yang dipakainya cukup sempit.
"Cantik sekali," Ucap Aris membelai pipi Aira dengan lembut, dia mendekatkan wajahnya. Aira memejamkan matanya dengan jantung yang berdebar. Perlahan dia merasakan hembusan nafas Aris persis didepan wajahnya.
Lalu bibir merekapun berpagutan beberapa saat. Mulanya Aira merasa takut ada yang melihatnya karena itu area kampus dan kosan, namun karena ciuman Aris yang bergairah, Aira juga mulai terbakar ditambah belaian Aris ditubuhnya.
Namun, Dari ujung jalan seorang laki laki memperhatikan mereka, Laki laki itu memotret mereka beberapa kali dengan kamera jarak jauh, difoto itu jelas sekali mereka berciuman dengan penuh gairah.
"Maaf, kamu cantik sekali sih jadi Mas gak tahan," Ucap Aris merapikan kemejanya yang sebelumnya diremas remas Aira.
"Kita lanjutin nanti, disini kan deket kosan," Bisik Aira.
"Bener ya nanti lanjutin," Ucap Aris tersenyum lebar.
"Iya sayang," Ucap Aira. Merekapun segera melaju menuju rumah Aris.
Sepanjang perjalanan mereka berpegangan tangan dan bernyanyi lagu romantis bersama. Sampai dirumah Aris, Mereka langsung masuk kerumah.
"Ini rumah Mas?" Tanya Aira melihat ke sekeliling. Dia takjub karena rumahnya sangat rapih dan dihiasi bunga bunga.
"Benar, dan ini kamarnya," Aris memeluk Aira dari belakang dan mengajaknya masuk kamar dengab mengangkat tubuh Aira.
"Mas ih turunin dong," Aira terkejut dengan perlakuan Aris yang tiba tiba.
"Kamu wangi banget sih sayang," Ucap Aris menciumi leher belakang Aira.
"Mas geli ih," Aira berusaha melepaskan diri dari pelukan Aris, namun justru dia tenggelam didalamnya. Malam yang dingin itu jadi panas dan berkeringat. Waktu terasa berjalan lambat mengikuti irama permainan dua insan yang sedang bercumbu itu.
__ADS_1
Tanpa disadari pakaian mereka berhamburan dilantai, yang terdengar hanya deru nafas bergairah dan desahan nafas penuh nafsu. Malam itu jadi malam yang melelahkan.
"Mas, aku udah 4x loh ke kamar mandi, lututku udah lemas," rengek Aira.
"Mas akan ke samarinda besok selama 2 minggu, jadi akan lama gak ketemu kamu, Mas pasti bakalan kangen banget nanti." Ucap Aris memberitahukan rencana kepergiannya.
"Ada urusan apa kesana Mas?" Tanya Aira menyandarkan tubuhnya dibahu Aris.
"Launching sayang, Mas bawa tallent kesana." Ucap Aris.
"Aku gak bisa ikut soalnya mau UAS dikampus," Aira cemberut.
"Makanya, sekali lagi yuk," Aris mencium Aira lagi.
"Jangan Mas," Aira berusaha menolak.
Aris berhenti dan beranjak, dia mengambil ponselnya dan menyalakan kamera. Dia merekam video lalu kembali mencumbu Aira dan menindih tubuhnya.
Meski Aira sudah sangat lemas, Aris tetap melakukan aksinya dan tak membiarkan Aira beristirahat meski sejenak. Setelah selesai mereka tertidur hanya 1 jam.
Pagi harinya, Aira terbangun saat aris membawakan sarapan ke atas tempat tidur. Dua piring nasi goreng dan jus buah mangga yang Aris buat sendiri. Aira tersenyum kagum dan melahap makanan yang Aris sajikan dengan lahap.
"Mas jago masak ya, ini enak banget loh." Ucap Aira.
"Nggak kok, cuma sesekali saja," Jawab Aris menyuapi Aira makan.
"Kapan kapan ajarin aku ya," Ucap Aira senang. Aris mengangguk pelan setuju.
"Oiya aku mau beli apartemen Mas, nanti bantu aku ya," Ucap Aira.
"Apartemen? Buat siapa?" Tanya Aris.
"Buat aku, atau aku tinggal disini saja sama Mas?" rengek Aira manja.
"Jangan, nanti apa kata orang," Ucap Aris.
"Emang apa kata orang?" Tanya Aira meledek. Aris hanya tersenyum tanpa menjawab.
"Yaudah kita nikah aja, lagian kita kan udah sering berhubungan intim, kalau sudah nikah kan lebih enak Mas, bisa lebih seribg bertemu," Ucap Aira dengan mata yang berbinar binar menatap Aris.
Aris tersedak, dia terkejut Aira akan membicarakan pernikahan.
"Gak mungkinlah kita nikah," Ucap Aris.
__ADS_1
"Kenapa gak mungkin?" Tanya Aira serius.