
Aris melepaskan pelukan Aira dan hendak berjalan menuju pintu.
"Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan agar Mas memaafkanku?" Ucap Aira dengan putus asa.
Aris menoleh kemudian berbalik, dia berjalan menghampiri Aira.
"Kamu gak salah ko, Mas nya aja yang terlalu berharap sampai ajak kamu ke Villa ini." Jawab Aris tersenyum dingin.
Aira bingung harus bersikap seperti apa, Akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekarkan wajahnya dan mencium Aris.
"Aku mencintaimu Mas," Ucap Aira.
"Mas punya hadiah buat kamu," Ucap Aris tersenyum dan mengajak Aira duduk diatas tempat tidur.
"Apa itu?" Tanya Aira penasaran.
"Tapi pasti kamu gak akan mau." Jawab Aris.
"Mau ko," Ucap Aira tanpa ragu.
"Yakin?" Goda Aris sambil mengelitik tubuh Aira.
"Hahaha iya Mas yakin ko," Jawab Aira yang kini sudah bersandar ke bahu Aris.
"Kalau gitu, diam ya," Ucap Aris yang kemudian melancarkan aksinya dengan memainkan pangkal paha Aira. Membuat Aira melayang ke atas awan. Aris memang lihai soalnya ini, dia tau persis bagaimana membuat wanita bertekut lutut dan tak kuasa melawan apa yang diperbuatnya.
Aira meremas tangan Aris menahan apa yang dia rasakan. setelah makin lama makin terdengar suara seperti gemericik air. tanda Aira sudah mencapai puncaknya.
Nafas Aira masih terngah engah. menerima hadiah dari Aris mebuatnya lemas dan memejamkan matanya beberapa saat. Sampai saat Aris berbisik ditelinganya.
"Gimana rasanya?" Ucap Aris.
"Linu Mas,"Jawab Aira pelan
"Kamu suka gak?" Tanya Aris lagi
Aira membuka matanya dan menatap Aris yang duduk disampingnya. Lalu dia mengangguk malu malu. Aris memberikan minum kepada Aira dan membangunkannya.
Setelah minum minuman itu Aira kembali berbaring karena merasa lemas. Dia merasakan lembab dibawah sana.
"Mas, barusan itu apa?" Tanya Aira
"Itu hadiah pertama," Jawab Aris
"Hadiah pertama? Memang ada berapa hadiah?" Tanya Aira bersemangat.
__ADS_1
"Ada beberapa, mau lanjut yang kedua?" Tanya Aris kepada Aira.
"Emm Bo..Boleh," Jawab Aira ragu ragu.
"Kalau begitu Mas buka pakaianmu ya," Ucap Aris.
"Tapi Mas," Aira menahan tangan Aris yang akan mengangkat dressnya.
"Kenapa?" Tanya Aris
"Aira malu," Jawab Aira tertunduk
"Kenapa malu, kamu itu sangat cantik, semua bagian tubuhmu indah." Ucap Aris
Aira melepaskan tangannya yang menahan tangan Aris, kemudian membiarkan Aris melakukannya. Ketika akhirnya suasana menjadi sangat panas saat mereka bercumbu bersahutan dengan suara deburan ombak, tak ada seorangpun yang menggangu dua insan yang sedang bercinta ditepi pantai itu.
Hari mulai senja saat mereka sudah bercinta beberapa kali. Aira terlihat begitu lemas dan tertidur diatas tempat tidur dengan memakai selimut sebagai pakaiannya. Sedang Aris sudah memakai pakaiannya kembali dan menyeduh kopi dengan air yang dia masak sebelumnya.
Triing Triing
Suara telepon berdering, itu adalah panggilan dari Ressa istri Aris. Dia segera keluar dari villa setelah memastikan Aira tertidur.
"Halo" Ucap Aris
"Mas, pulang kerja tolong belikan perban, perbanku sudah habis," Pinta Ressa
"Itu aja sayang, pulang jam berapa?" Ucap Ressa
"Sekitar jam 8 malam" Jawab Aris.
"Yasudah, maaf mengganggu ya Mas" Ucap Ressa lalu menutup telepon. Aris kembali masuk kedalam villa dan menghampiri Aira untuk membangunkannya.
Aira yang masih tertidur menolak untuk bangun, namun Aris tak kehabisan akal. Dia memasukan tangannya kedalam selimut dan meraba didalam sana, beberapa saat kemudian Aira terbangun karena sentuhan dipangkal pahanya.
"Ayo bangun sayang, hampir malam." Ucap Aris.
"Iya Mas, aku mandi dulu," Aira beranjak dan segera pergi menuju kamar mandi.
Dia menyalakan shower dan mulai membasahi tubuh dan rambutnya. Dia mengusap seluruh tubuhnya menggunakan sabun mandi, namun ketika tiba saatnya membersihkan pangkal pahanya, Aira merasakan sedikit pedih. Namun Aira justru tersenyum dan mengingat momen mendebarkan yang tadi dia rasakan.
Bahkan rasanya setiap sentuhan dan apa yang Aris lakukan tadi sangay membuat Aira bersemangat. Selesai mandi, Aira bersiap untuk pulang bersama Aris.
"Ayo Mas kita pulang." Ajak Aira.
Aris mengangguk dan memeluk Aira beberapa saat. Tercium aroma wangi dari tubuh Aira yang sudah selesai mandi.
__ADS_1
"Makasih ya Mas hadiahnya," Ucap Aira dalam pelukan Aris
"Kamu suka?" Tanya Aris sambil melepaskan pelukannya dan menatap Aira. Ditanya seperti itu membuat Aira merasa malu dan teesenyum sambil mengangguk pelan.
"Mas senang sekali hari ini," Ucap Aris sambil kembali memeluk Aira.
"Aira juga sangat senang Mas,"Jawab Aira memeluk erat Aris.
Setelah berpelukan beberapa saat mereka akhirnya menuju kembali ke mobil dan memacu mobil kembali menuju dunia nyata. Ya. Bagi Airq yang barusan terjadi itu seperti mimpi, mimpi indah yang tak pernah dia bayangkan. Meskipun sebelumnya pernah melakukan itu bersama Aris, namun saat itu dia sedang mabuk dan tak begitu merasakan nikmatnya cumbuan itu. Dalam perjalanan Aira masih terbayang bayang apa yang sudah dia lakukan bersama Aris tadi. setiap yang dilakukannya dan gaya yang Aris ajarkan membuatnya berdebar setiap kali mengingatnya.
"Mas, apa kita akan datang kesini terus?" Tanya Aira malu malu.
"Kenapa? Apa kamu ingin datang kesini lagi?" Tanya Aris balik.
"Iyaaa jikaa.. sama Mas," Jawab Aira sambil menggigit bibirnya menahan senyumannya.
"Hmmm boleh, nanti lihat jadwal Mas yang kosong dan jadwal kuliahmu yang kosong juga ya." Terang Aris. Mendengar itu Aira segera membuka ponselnya. Dia melihat jadwal kuliah yang ada di website kampusnya untuk melihat hari apa yang kosong.
"Aku free cuma hari ini, hari rabu saja." Jawab Aira lesu
"Hmm Mas seharusnya hari ini jadwal gowes, cuma karena Mas masih cuti jadi bisa kesini sama kamu," Ucap Aris sambil tetap fokus pada kemudinya.
Mereka berbincang menyesuaikan jadwal karena keduanya memiliki aktifitas rutin yang tak bisa ditinggalkan terus menerus. Aris yang bekerja di hotel Papa Aira dan Aira yang sedang berkuliah.
"Yaudah nanti Aku bilang Papa buat kosongin satu hari Mas biar full bisa sama aku," Ucap Aira sambil tertawa kecil. Mendengar itu Aris terdiam tak langsung menjawab.
"Jangan, biar nanti Mas sendiri yang bicara sama Papa kamu tentang hubungan ini, tapi untuk saat ini kita rahasiakan dulu ya." Pinta Aris sambil menggenggam jari tangan Aira.
"Kenapa?" Tanya Aira kecewa.
"Mas kan karyawan Papa kamu, bagaimana jika dia tak setuju dan memisahkan kita dengan memutasi Mas ke cabang lain di kota lain?" Ucap Aris.
"Gak mungkin, Papa justru akan menaikkan jabatan Mas." Tutur Aira dengan percaya diri.
"Aira, Ini dunia bisnis. Jadi Mas minta kamu rahasiakan dulu." Ucap Aris dengan tegas. Aira terdiam merasa sedikit kecewa. Sehingga selama dalam perjalanan Aira hanya terdiam memandangi jalan dibalik kaca jendela mobil.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam mereka sampai didepan kosan Aira. Tanpa berbicara sepatah katapun Aira turun dari mobil tanpa pamit kepada Aris. Menyadari Aira yang sedang merajuk, Aris juga keluar dari mobilnya dan hendak mengejar Aira. Namun langkahnya terhenti.
"Dari mana Ra?" Tanya Mbak Mi
"Abis dari..." Belum selesai Aira menjawab, Aris sudah menyahutnya.
"Dari kampusnya. Kamu dari mana Mi?" Tanya Aris.
"Eh Ris kok kamu bareng Aira?" Tanya Mbak Mi merasa heran.
__ADS_1
"Dia anak bos pemilik hotelku, dan aku hanya menjaganya." Jawab Aris lugas. Mendengar itu Aira kecewa, dia ingin Aris mengakui dia bahwa Aira kekasihnya. Aira segera pergi naik ke kamarnya meninggalkan Aris dan Mbak mi yang kemudian mengobrol lagi.