
Pagi hari yang cerah, sinar matahari menembuskn cahayanya ke balik jendela kamar Aira, sinar itu menyilaukan matanya hingga terbangun dari tidurnya.
Aira membuka matanya yang masih sangat mengantuk, dia kemudian mengambil ponsel ya dan melihat apakah ada notifikasi diponselnya. Aira mendengus kesal karena tidak ada notifikasi yang dia harapkan. Aira mengharapkan Aris memberi kabar padanya, setelah seharian hilang tanpa kabar dan tidak mengantarnya mengambil mobil kemarin.
Aira menggeliat dan segera beranjak dari tempat tidur, dia mengambil segelas air putih dan meminumnya. Tidak lama ponselnya berdering. Dia segera mengambil ponselnya dengan wajah sumringah, namun nama yang tertera diponsel itu bukan nama Aris, melainkan Steve.
"Ya? Ada apa pagi pagi begini menelponku?" Tanya Aira ketus.
"Loh kamu lupa?" Tanya Steve heran.
"Lupa tentang apa maksudmu?" Aira balik bertanya, namun yang menjawab bukan lagi Steve, tapi Ergy.
"Kamu bilang mau mengajak Meylani jalan jalan pagi, kita sudah didepan kosan, cepat turun." Ucap Ergy kesal dan langsung mematikan panggilan itu.
Aira berusaha memgingat kejadian hari sebelumnya, hari itu..
Aira tengah menjaga Meylani dengan mengajaknya makan eskrim yang sebelumnya sudah dia beli. Silla dan Andin juga datang untuk menyapa dan kamar Meylani menjadi ramai belakangan ini semenjak kepulangannya dari rumah sakit.
Saat matahari mulai tinggi, Ergy, Niko dan Steve tiba membawakan buah buahan. Mereka berbincang bincang dan bercanda membuat suasana kosan ramai.
"Ra, kenapa kamu gelisah begitu?" Tanya Ergy yang memperhatikan Aira selalu melihat ponselnya beberapa kali.
"Aku mau ke dealer ngambil mobil, tapi belum ada kabar dari orang yang dipercayakan Papaku." Ucap Aira kesal.
"Ayo aku antar." Ucap Ergy menawarkan diri untuk mengantar Aiea mengambil mobilnya.
"Kalian mau pergi?" Tanya Meylani sedih.
" Iya, sebentar saja, cuma ambil mobil saja." Jawab Aira tenang. Dia tidak ingin Meylani sedih.
"Aku boleh ikut? aku juga jenuh dikamar terus, ingin jalan jalan" Ucap Meylani merajuk. Mereka saling bertatapan. Akhirnya Ergy mengajaknya untuk jalan jalan pagi.
__ADS_1
"Kalau kamu ingin jalan jalan, besok kita jalan jalan pagi saja ke taman deket sini. Kalau sekarang matahari sudah naik. Kamu sedang kurang darah, nanti kamu pingsan jika terkena panas matahari terlalu lama." Ucap Ergy menghibur Meylani yang cemberut. Akhirnya Meylani tersenyum dan menganggukkan kepalanya setuju untuk jalan jalan pagi besoknya.
Aira mengingat itu setelah beberapa saat, dia segera memcuci wajahnya dan menggosok gigi. Dia tidak sempat mandi. Dia mengganti pakaian dengan kaos dan celana pendek. Setelah siap, dia menjemput Meylani dikamarnya.
Took took tokk
"Mey, ayo kita jalan jalan," Teriak Aira mengetuk pintu memanggil Meylani.
"Iya iya jangan teriak begitu, aku juga dengar." Ucap Meylani membukakan pintu, dia ternyata sudah siap dan merekapun segera turun menuju gerbang menemui Ergy dan kawan kawannya.
Ternyata yang datang hanya Steve dan Ergy, melihat ketidak lengkapan kawanan itu, Aira penasaran apa yang terjadi.
"Loh, Niko mana? Dia tidak ikut?" Tanya Aira heran.
"Dia gak bisa bangun pagi, keburu mataharinya tinggi, ayok jalan kesana," Jawab Ergy menunjuk ke arah taman. Meylani segera menggandeng lengan Ergy.
"Emang disana ada apa aja?" Tanya Meylani ceria sambil menatap Ergy yang dia gandeng.
"Haha ayo kita beli makanan enak," Teriak Meylani. Steve dan Aira melihat mereka berdua dari belakang salong bertatapan, mereka tertawa tanpa suara menertawakan tingkah Meylanu yang tiba tiba menjadi sangat manja kepada Ergy.
Mereka sampai di taman, dan benar saja banyak sekali pedagang makanan disana. Aira segera mengamankan tempat duduk ditaman agar bisa makan dengan nyaman.
"Hey sini, duduk disini saja,," Panggil Aira pada ketiga temannya itu. Steve mengikuti Aira dan duduk disampingnya tanpa komentar.
"Beli itu dulu yuk, " Tunjuk Meylani mengajak Ergy membeli beberapa makanan terlebih dahulu sebelum duduk bersama dibangku taman.
"Okay, sebentar, Ra! Steve! Mau makanan apa biar sekalian dibeliin dulu," Teriak Ergy kepada kedua temannya yang sudah duduk dikursi taman.
"Aku bubur lengkap ya!" Teriak Aira menjawab pertanyaan Ergy.
"Aku juga!" Teriak Steve juga.
__ADS_1
Mereka berteriak karena memang kondisi ditaman itu dipenuhi orang orang yang sedang berlari oagi dan membeli sarapan, sehingga cukup ramai dan bising.
Ergy pergi bersama Meylani membeli makanan, Aira bersama Steve menunggu dikursi taman itu.
"Ra, kamu tau gak kalau Ergy itu suka banget sama kamu," Ucap Steve menggoda Aira.
"Apaan sih kamu, bohong banget!" Jawab Aira menepuk pundak Steve sambil tertawa kecil.
"Tapi serius Ra," Ucap Steve meyakinkan Aira yang tidak mempercayai ucapan Steve.
"Gak mungkinlah dia suka sama aku, orang dia isengin aku terus" Kata Aira yang memang sering kali mendapat keisengan Ergy padanya.
"Memang dia sangat iseng sih, tapi serius, dia suka banget sama kamu." Ucap Steve cuek dan menyalakan musik diponselnya kemudian memasang earphone ditelinganya.
Aira tidak menganggap serius apa yang Steve ucapkan, Dia juga membuka ponselnya dan membuka aplikasi media socialnya. Tidak lama waktu berselang, Ergy dan Meylani tiba dan membawa beberapa makanan dan diikuti oleh pedagang bubur ayam yang mengikuti mereka membawa 2 mangkok bubur ayam pesanan Aira dan Steve.
"Wiihh makasih makanannya." Ucap Aira senang begitu melihat bubur ayam yang menggugah seleranya itu. Ergy menatap Aira yang sedang mengaduk aduk bubur ayam miliknya.
"Kamu beli apa aja Mey?" Tanya Steve melihat bungkusan yang dibawa Meylani.
"Aku beli nasi kuning dan gorengan, sama seperti Ergy." Jawab Meylani ceria. Steve mengangguk anggukan kepala dan melihat Ergy yang menatap Aira.
"Ayo ayo makan," Ucap Aira, Meylani dan Ergy juga membuka bungkus nasi kuning dan makan bersama. Mereka berbincang bincang hal lucu tentang Niko dan tertawa bersama.
Aira bersyukur melihat Meylani yang tidak terlihat murung lagi, dia sangat ceria berada didekat Ergy. Apa mungkin orang yang disukai Meylani itu Ergy? Pikir Aira didalam hatinya.
Setelah selesai sarapan bersama, mereka berjalan jalan sekeliling taman untuk melancarkan pencernaan mereka.
"Kita foto yuk," Ajak Meylani dan segera memposisikan dirinya didepan dan mengambil foto dengan kamera depan ponselnya. Mereka berfoto dnegan pose yang kocak sehingga tertawa terpingkal pingkal saat melihat hasilnya.
Pagi itu Meylani sudah merasa jauh lebih baik dan memutuskan untuk segera masuk kuliah kembali. Dan berniat untuk mencari pekerjaan sampingan untuk membayar hutang biaya rumah sakit pada Aira.
__ADS_1
Tidak terasa wakyu sudah cukup siang, saat itu mereka pulang pukul 11.00 karena merasa sinar matahari sudah mulai terik.