
Aira menerima telepon dari Aris sambil berjalan menuju ke mobil Steve,
"Hallo Mas?" Ujar Aira memulai percakapan.
"Kamu kuliah selesai jam berapa? Biar Mas jemput. Kita ke Dealer sesuai perintah Bos Adji." Ucap Aris datar.
"Mas sedang kesal ya? Ada masalah?" Tanya Aira lembut
"Tidak, bersiaplah jam 2 siang, Nanti Mas jemput didepan kosan, Tuut" Aris segera menutup kembali teleponnya, membuat Aira merasa aneh dengan sikap Aris. Kenapa sepertinya hari ini moodnya kurang baik?
"Ra, Ayok," Panggil Niko berteriak memanggil Aira untuk segera naik ke mobil.
"Ya, aku segera datang." Jawab Aira segera berlari kecil dan memasukkan ponselnya kedalam tasnya. Dia segera menyusul masuk kedalam mobil.
Dalam perjalanan, Meylani yang duduk dikursi penumpang bagian depan tidak banyak bicara, dia meatap ke depan dengan tatapan kosong. Steve yang menyetir mobil dan meyadari tingkah Meylani segera menyalakan audio mobil dan memutar lagu jazz yang menenangkan.
"Gy, aku jam 2 siang ada keperluan dulu, apa kamu bisa bantu aku jaga Meylani sebentar?" Tanya Aira sambil berbisik pada Ergy yang duduk disampingnya.
"Memang mau kemana?" Jawab Ergy dengan berbisik juga.
"Ada perlu sedikit, tapi aku janji gak akan lama," Bisik Aira lagi.
"Tapi apa Meylani tidak apa apa dijaga sama laki laki?" Tanya Ergy berbisik kembali.
"Iya juga ya, kenapa aku baru kepikiran," Aira berbisik dan berpikir ukang kembali bagaimana dia bisa keluar bertemu Aris untuk pergi ke dealer membeli mobil yang Aira minta waktu itu kepada Papanya.
Saat itu Aira teringat penghuni kosan lain, mungkin saja salah satu mereka bisa membantunya. Perjalanan kembali ke kosan tidak terasa lambat karena jalanan yang lancar.
Setelah sampai dikosan, Ergy memapah Meylani bersama Niko. Mereka masuk ke gerbang bersama sama, disana Mimi dan beberapa penghuni kos yang lain menyambut Meylani pulang.
"Syukurlah kamu sudah sembuh Mey," Ucap Mimi memeluk Meylani.
"Iya Mbak, maaf sudah merepotkan dan membuat khawatir," Jawab Meylani tersenyum tipis.
__ADS_1
"Selamat datang kembali Mey," Ucap beberapa penghuni kos lain. dan setelah berbincang beberapa saat mereka segera mengantar Meylani ke kamarnya untuk beristirahat.
Saat waktu janjian Aira dan Aris tiba, Aira meminta Mimi untuk menjaga Meylani bergantian dan tidak membiarkannya sendirian meski dia sedang tidur. Mimi setuju dan meminta beberapa penghuni kos untuk menemani Meylani selama Aira pergi.
Ergy, Niko dan Steve juga pamit karena mereka ada pertandingan basket dan harus berlatih terlebih dahulu. Setelah mereka pergi, Aira naik ke kamarnya dan bersiap untuk menemui Aris.
Dia berganti baju menggunakan celana jeans panjang dan tanktop berwarna peach dengan jaket croptop senada. Aira menggerai rambutnya dan memakai sandal slip agar lebih nyaman.
Aira mengambil ponselnya dan menelpon Aris, 25 menit menuju pukul 2 siang, waktu dimana Aira dan Aris berjanji bertemu. Aris menerima panggilan telepon dari Aira.
"Ya?" Jawab Aris singkat.
"Aku sudah siap, Mas tolong beri tahu aku jika sudah ada didepan kosan," Ucap Aira datar, dia mulai kesal dengan sikap Aris yang meyebalkan.
"Mas sudah didepan," Jawabnya singkat. Tanpa mengatakan apapun lagi Aira segera menutup telepon dan turun untuk menghampiri Aris yang memang sudah menunggunya.
Aira segera masuk ke dalam mobil Aris dan mereka segera berangkat menuju Dealer mobil yang Aira inginkan. Hening. Aris tak memulai percakapan, dan Aira juga hanya terdiam. Suasana itu begitu canggung dan membuat Aira tidak nyaman.
Aira segera mengambil ponselnya dan menelpon Papanya.
"Pa, Aira dalam perjalanan ke Dealer, uangnya sudah Papa transfer?" Tanya Aira. Terdengar suara sama, namun Aris tidak dapat mendengar jelas apa yang Papa Aira katakan.
"Oh begitu, Oke nanti aku telepon Patrick langsung, Makasih ya Pa,," Ucap Aira menyudahi teleponnya. Aris ingin menanyakan apa yang dia bicarakan dengan Papanya namun Aris ragu.
"Mas ada apa sih? Mas punya masalah ya?" Tanya Aira kesal.
"Memangnya kenapa?" Aris justru balik bertanya. Membuat Aira mendengus kesal.
"Kalau punya masalah sama orang lain, jangan melampiaskan ke Ira dong, emangnya Ira salah apa?" Ketus Aira, dia sangat kesal dengan sikap Aris yang dingin san mengacuhkannya.
Aira melirik Aris yang masih tidak bergeming, pertanyaanya hanya dinawab dengan kecepatan mobil yang semakin tinggi.
"Mau balapan?" Tanya Aira bertambah kesal. Namun Aris tetap diam tidak menjawa sepatah katapun.
__ADS_1
"Berhenti," Ucap Aira dingin. Aris tidak menggubrisnya. Dia tetap memacu mobilnya.
"Berhenti Mas," Nada biraca Aira mulai meninggi. Aris tidak mendengarkannya, dia tetap menginjak pedal gas melajukan mobilnya.
"Berhenti !!!!" Teriak Aira, Sontak Aris terkejut dan segera menginjak pedal rem mendadak. membuat mereka sedikit terbanting.
"Kenapa kamu berteriak seperti itu? kamu ingin kita kecelakaan? Hah?" Aris melotot menatap Aira dengan nanar. Namun ternyata Aira tak gentar. Dia balik menatap mata Aris dengan tajam.
"Jangan ke kanak kanakan, kamu pikir aku gak bisa beli mobil sendiri? Kalau kamu punya masalah, sana selesaikan masalahmu dulu, aku tidak mau bertemu dengan orang yang tidak mau bertemu denganku." Ucap Aira ketus dan segera keluar daei mobil. Aris mendengus kesal dan segera keluar juga.
Aira segera berjalan menjauh dari mobil dan menyetor taksi yang melewatinya. Aris mengejar Aira dan menarik tangannya.
"Naik!" Ujar Aris pada Aira dengan tegas.
Aira tidak menjawabnya dan melepaskan genggaman tangan Aris dipergelangan tangannya. Dia segera masuk ke dalam taksi dan mengatakan pada supir untuk segera melaju menuju Dealer mobil yang Aira tuju.
Aaaarrggghhhhhh
Teriak Aris kesal, Dia tidak menyangka Aira akan begitu tegas dengan sikapnya yang mengacuhkan Aira. Pada saat itu, dia mendapat pesan singkat dari istrinya Ressa yang mengajak candle light dinner. Aris hanya menbaca pesan itu dan segera kembali ke mobilnya menyusul Aira.
Aira selalu diajarkan untuk tidak bergantung pada laki laki selain Papanya. Dia diajarkan untuk melakukan semua hal sendirian kecuali hal yang berat dan berbahaya, Papanya akan bersedia membantunya.
"Dia pikir dia siapa, berani beraninya mengacuhkanku!" gerutu Aira kesal didalam taksi. Aira memejamkan matanya dan menarik nafas panjang agar merasa lebih baik.
Akhirnya Aira tiba di Dealer mobil tujuannya dan segera masuk ke dalam. Disana dia disambut oleh beberapa sales counter yang sedang berjaga.
"Ingin Mobil type apa?" Tanya Sales Counter yang merupakan seorang wanita cantik berjilbab.
"Type terbaru berwarna kuning," Jawab Aira tersenyum.
"Kebetulan stoknya tinggal 1 lagi ada dibelakang, mari saya antar untuk melihat lihat." Ajak wanita itu pada Aira. Aira mengikuti kemana arah wanita itu menunjukan mobil yang dimaksud. Setelah Aiea melihat lihat dan mengecek kondisi mobil lalu test drive, Aira melakukan pembelian mobil itu secara cash.
Aris tiba pula didealer itu, saat Aira akan menelpon Patrick Aris menghentikannga dengan mengambil ponsel Aira.
__ADS_1
"Apa apan sih Mas?" Tanya Aira Emosi.