
Ding dong ding
"Perpustakaan akan tutup dalam 5 menit, diharapkan semua pengunjung untuk keluar dengan tertib. Jika ingin meminjam buku, harap datang ke sumber suara. Mohon simpan kembali buku yang anda baca dikeranjang yang sudah disediakan. Terima kasih telah berkunjung ke perpustakaan"
Suara pengumuman itu membuyarkan lamunan indah Ergy dan membuat Aira melepaskan tangannya dari pipi Ergy.
"Gak usah Geer ya, aku cuma merasa bersalah aja udah cubit kamu." Ucap Aira saat mereka keluar dari perpustakaan.
"Kamu kali yang geer, degdegan yah pegang pipi aku," Ledek Ergy mencairkan suasana canggung diantara mereka berdua.
"Idih apaan sih hahaha," Aira tertawa karena lelucon Ergy. mereka berbincang sambil berjalan ke kosan Aira. Dalam perjalanan yang singkat itu, Aira menceritakan pada Ergy saat saat seru dimasa SMA nya. Ergy antusias dan mendengarkannya dengan baik, dia tertawa saat Aira menceritakan hal yang lucu. Padahal sebenarnya dia hanya senang melihat ekspresi Aira yang bercerita seolah kejadian itu terjadi kemarin.
Hingga tak terasa mereka sampai dikosan Aira. Hari hampir gelap saat Ergy berpamit langsung pulang didepan gerbang kosan.
"Kamu gamau mampir dulu? Mey juga ada dikamarnya." Ucap Aira.
"Sudah mau malam, nanti orang tuaku nanyain." Jawab Ergy menolak ajakan Aira untuk mampir.
"Kalau dipikir pikir aku gak pernah liat kamu bawa kendaraan loh, rumah kamu deket sini kan?" Tanya Aira.
"Ah I-iya, deket ko jalan kaki juga bisa, yasudah. Aku pamit ya," Ucap Ergy berlari menjauh sambil melambaikan tangannya.
Aira masuk ke kosan dan naik ke kamarnya. Saat sampai dilantai 2 Aira melihat pintu kamar Meylani terbuka. Dia kemudian mendekati kamar Meylani.
"Mey?" panggil Aira. Namun kamarnya kosong. Aira masuk dan menyapukan pandangannya ke seisi kamar. Namun tak ada Meylani disana.
"Mey kamu didalem?" Aira mengetuk pintu kamar mandi dikamar Meylani. Namun pintunya tidak terkunci. Kosong. Tidak ada siapapun disana.
"Ada apa Ra?" Suara Meylani mengejutkan Aira. Meylani masuk dari luar kamar.
"Kamu dari mana Mey?" Tanya Aira terkejut.
"Abis dari atas ngambil jemuran. Kamu dari mana?" Tanya Meylani.
"Ahh aku abis dari perpustakaan. Bajumu basah gak? Tadi kan hujan," Ucap Aira.
"Iya basah sedikit, tapi gak apa apa, besok aku jemur lagi," Ucap Meylani.
"Yasudah, Aku ke kamarku dulu ya, nanti makan malam bareng ya tunggu aku," Ucap Aira pamit. Meylani menjawabnya dengam anggukan kepala dan tersenyum.
__ADS_1
Aiea segera keluar dari kamar Meylani dan naik ke kamarnya. Namun setelah Aira pergi, raut wajah Meylani berubah menjadi kesal.
"Apaan sih, sok cantik." Gumam Meylani pelan dan menutup pintu kamarnya.
Aira segera melepaskan pakaiannya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dia mandi berendam air hangat beberapa saat. Setelah selesai mandi, Aira mengeringkan rambutnya dan memakai piyama tidurnya yang panjang karena udara cukup dingin saat itu.
Waktu menunjukkan pukul 19.30. Aira mengambil ponselnya dan menekan kontak Aris untuk menelponnya. Namun setelah 3x panggilan, Aris tak juga menjawabnya. Aira menghela nafas kesal. Dia kemudian menelpon Mamanya.
"Hallo sayang, apa kabar?" Ucap Mama Aira begitu menerima telepon dari Aira.
"Baik Ma, Mama dan Papa gimana?" Tanya Aira
"Baik sayang, Papa masih sedikit sibuk, ini juga Mama akan antarkan makanan untuk Papa. Ada apa sayang?" Tanya Mama Aira lembut.
"Gak kok Ma, apa disana memang sangat sibuk?" Tanya Aira menyelidik.
" Iya sayang, kamu tau sendiri Papamu seperti apa. Dia selalu memaksimalkan apa yang bisa dikerjakan saat ini secepat mungkin." Ucap Mama Aira.
"Iya sih Ma, tapi Aira kangen," Ucap Aira manja. Sebenarnya dia hanya ingin mengetahui kabar Aris, namun dia tidak ingin menanyakan langsung pada Mamanya perihal kesibukan Aris.
"Iya sayang, Mama juga kangen, mungkin minggu depan sudah selesai. Untungnya ada yang bantu dari hotel cabang. Jadi bisa selesai lebih cepat." Ucap Mama Aira.
"Hotel cabang sini Ma?" Tanya Aira.
"Ah Ira gak terlalu hafal Ma, hehe," Ucap Aira memaksakan tertawa.
"Yasudah Ma, Aira mau makan malam dulu sama Mey. Mama jangan lupa makan ya," Ucap Aira.
"Ya sayang, selamat makan, Good Night," Jawab Mama Aira.
Aira menutup teleponnya dan menghempaskan tubuhnya ditempat tidur. Dia memikirkan apa yang diucapkan Mamanya.
"Mas Aris kesana sama bu Jessica? yang Sexy itu? Kok Mas Aris gak cerita sih, aaahhh kesal!!" Gerutu Aira sambil memukul mukul tempat tidurnya karena kesal. Sebelumnya dia pernah cemburu dengan Bu Jessica karena wangi parfumnya memenuhi ruangan Aris. Dia khawator Aris akan tergoda oleh Bu Jessica yang memang cantik dan Sexy.
"Tok tok tok"
"Ra ayo makan, laper nih,"
Terdengar suara Meylani dari luar kamar Aira. Setelah membukakan pintu Aira mengatakan kalau dia tak bernafsu makan.
__ADS_1
"Kenapa? ayok makan dulu sambil cerita," Ucap Meylani.
Aira setuju dan akhirnya mereka mengambil makanan dan memakannya dikamar Aira. Meylani sangat lahap menyantap makanannya, sementara Aira hanya mengaduk ngaduknya dengan sendok.
"Ra, makan dulu. Galau juga butuh tenaga tau," Ucap Meylani.
Aira memonyongkan mulutnya dan akhirnya memakan sedikit makanannya. Meski tak berselera, dia memakan beberapa suap nasi.
"Ada apa? Ayo cerita." Tanya Meylani menyelidik.
"Pacarku, gak ada kabar dari kemarin," Ucap Aira lesu dan kesal.
"Kok bisa? Kalian berantem?" Tanya Meylani heran.
"Tidak kok, bahkan kemarin kita mesra mesraan," Ucap Aira mengelak.
"Mesra?" Ucap Meylani dalam hatinya.
"Tapi dia sekarang gak ada kabar sama sekali, apa sesibuk itu?" Aira menatap Meylani dengan tajam.
"Ya mana aku tau Ra, kamu coba telepon dong." Ucap Meylani.
"Percuma, dia gak angkat dan gak jawab pesanku." Ucap Aira lemas.
"Mungkin dia sibuk Ra, sabar aja," Ucap Meylani berusaha menenangkan Aira. Namun tetap saja pikiran Aira diisi dengan kecurigaan kecurigaan. Ditambah lagi, Aris ke samarinda bersama dengan Jessica.
"Kamu sudah ngapain aja dengan pacarmu?" Tanya Aira pada Meylani.
"Kenapa kamu tanya begitu?" Ucap Meylani terkejut.
"Gak apa apa, Aku pengen tau aja, hehe," Ucap Aira
"Kayaknya dia gak tau deh soal pacaran, aku bohongin aja deh," Ucap Meylani dalam hatinya.
"Ya biasa pernah peluk cium, dan banyaklah, seru pokonya." Jawqb Meylani dengan ringan.
"Oh ya? Pernah hubungan intim gak?" Tanya Aira antusias.
"Itu sih biasa" Ucap Meylani dengan tenang. Padahal dalam hatinya dia mengerutu. "Buset pertanyaannya gila, dia pernah kaya gitu sama pacarnya? sakit nih cewek," Gumam Meylani dalam hatinya.
__ADS_1
"Wah kamu juga udah biasa? Kayaknya aku doang ya yang ketinggalan jaman," Ucap Aira lesu.
"Wah Aira pasti ditipu sama Om Om itu, kasian banget," Gumam Meylani dalam hatinya.