Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 11 - Bersepeda lagi


__ADS_3

Tring


bunyi pesan masuk pada ponsel Aira, sambil berjalan dari kantin Aira membuka pesan singkat itu


"Besok akan aku bawakan sepeda milikmu, Ku tunggu depan kosan pukul 07.00"


Aira tersenyum membaca pesan yang dikirim Aris. tanpa membalasnya Aira menutup ponselnya dan memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia bersenandung sambil berjalan riang menuju kembali ke kelas, karena setelah ini ada mata kuliah ke tiga yang harus dia ikuti.


Tak sadar sudah meninggalkan Meylani, Aira sampai di kelas dan memilik tempat duduk untuk dia tempati bersama Meylani. Namun ketika melihat sekeliling, ternyata Meylani tak ada disana.


Aira mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan, namun tak ada Meylani disana. Dia segera berlari kecil ke arah pintu dan ternyata Meylani berjalan bersama Ergy dan kawan- kawannya.


"Mengapa kamu meninggalkanku?" Ucap Meylani sedikit merajuk


"Maafkan aku, ku kira kau mengikutiku dari belakang," Jawab Aira


Mereka segera masuk ke dalam kelas karena dosen mata kuliah selanjutnya sudah tiba dan akan segera memulai perkuliahan. Waktu berjalan dan selepas semua mata kuliah hari ini selesai, Aira dan Meylani segera meninggalkan kelas dan berjalan bersama menuju kos- kosan.


"Ergy ganteng banget ya Ra," Ucap Meylani dalam perjalanan menuju kos- kosan. Sepertinya Meylani menyukai Ergy yang tadi makan bersama dengan mereka.


"Yang mana? Aku lupa," Jawab Aira menjawab ucapan Meylani tentang Ergy


"Mana mungkin kamu tidak terpesona dengan ketampanan Ergy? Dia benar- benar tampan sekali." Meylani begitu bersemangat membicarakan Ergy pada Aira. dia memberitahu Aira bagaimana Ergy makan, bagaimana Ergy berjalan, bahkan bagaimana tatapan Ergy yang membuatnya berdebar.


"Ciee ciee, jatuh cinta pada pandangan pertama ya," goda Aira pada Meylani.


"Bukan begitu, aku hanya kagum," Ucap Meylani tersipu malu karena Aira terus menggodanya sambil menggelitiknya pelan.


Mereka berjalan dibawah sinar senja yang keemasan, Aira melihat matahari yang hampir terbenam, dia menyukai saat itu. Rasanya seperti kebahagiaan makin mendekat. Hari ini indah. Ucap Aira dalam hati.


◇◇◇


Hari yang Aris jalani begitu melelahkan, pekerjaan yang menumpuk karena dia sempat tak fokus memikirkan kepergian Aira dari hotel. Belum lagi Papa Aira yang menelpon Aris setiap hari untuk memastikan putrinya baik- baik saja.


Kalau saja Papa Aira tidak meminta Aris terus dekat dengan Aira agar bisa memperhatikannya, kesalahan yang terjadi malam itu tak akan pernah terjadi. Dia merasa sangat bersalah dan ketakutan jika Aira mengadu kepada Papa-nya. Satu- satunya cara agar Aira tak memberitahukan kejadian malam itu kepada Papa-nya adalah dengan membangun hubungan baik dengan Aira.


Ketika hari mulai malam, Aris menyelesaikan pekerjaannya. Dia menuju pantry hotel dan menyiapkan sepeda milik Aira yang di simpan di pantry hotel. Aris mengecek kondisi sepeda, mulai dari ban, rem hingga lampu sepeda. Setelah selesai mengecek Aris kembali keruangnya.

__ADS_1


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu ruangan Aris


"Masuk" Ucap Aris


Ternyata yang mengetuk adalah Seorang wanita, dia staff keuangan bernama Jessica. Jessica memiliki kulit yang putih, rambut hitam pekat yang pendek model bob, tingginya sekita 167cm dan tumbuhnya ramping berisi.


Jessica membuka pintu dan melongokan kepalanya sambil tersenyum.


"Apa kau sedang sibuk?" Ucap Jessica.


"Tidak, masuklah" Jawab Aris beranjak dari kursi kerja kemudian duduk di sofa.


Jessica masuk ke dalam ruangan Aris mengunci pintu lalu menutup tirai gulung ruangan Aris. Setelah selesai menutup tirai itu, Jessica menghampiri Aris, dan tanpa basa basi dia langsung duduk dipangkuan Aris.


"Aku merindukanmu," Bisik Jessica ditelinga Aris.


Aris tak mengelak atau menolak apa yang Jessica perbuat setelahnya. Justru dia tersenyum dan membiarkan Jessica mengendalikannya. Ruangan itu terasa panas, hingga mereka membuka semua pakaiannya.


Dalam ruangan itu hanya terdengar suara desahan dan nafas memburu mereka, sudah hampir sejam Jessica mengendalikan Aris hingga akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.


Setelah selesai, Jessica segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


"5 menit lagi aku akan rapat, aku harus segera bergegas," Ucap Jessica meninggalkan Aris yang masih ngos-ngosan.


"Dasar wanita aneh, apa dia tak lemas?" Gumam Aris.


Jessica membersihkan diri dengan cepat dan kemudian touch up sekedarnya, karena sebetulnya tanpa make up pun dia sudah sangat cantik karena Jessica merupakan blasteran jerman dan belanda.


Aris merebahkan badannya di sofa, meski dia tak mendominasi, namun Jessica selalu membuatnya lemas. Jessica telah kembali memakai pakaian lengkapnya.


"Thankyou Baby," Ucap Jessica sambil mengecup pipi Aris dan meninggalkannya. Aris beranjak dan segera membersihkan diri pula. Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 21.00, Aris turun ke lobby setelah memulihkan tenaga dan membersihkan diri.


"Malam pak," Sapa Resepsionis yang bertugas


"Malam, saya pulang dulu, kalau ada yang penting segera telepon saya." Ucap Aris

__ADS_1


"Baik pak, Selamat jalan" Ucap Resepsionist.


Aris pulang kerumahnya dan mendapati Ressa tengah tertidur. Aris segera mengganti bajunya dan naik ke tempat tidur. Menyadari suaminya sudah pulang, Ressa terbangun.


"Mas sudah pulang," Ucap Ressa


"Sudah sayang, maaf membuatmu terbangun." Jawab Aris sambil mengecup dan memeluk Ressa.


"Tidak apa- apa kok Mas, sudah makan?" Tanya Ressa sambil memeluk Aris.


"Sudah, ayo kita tidur." Ucao Aris mematikan lampu.


Merekapun tertidur sambil berpelukan.


◇◇◇


Kriiing Kriiing


Suara bunyi alarm yang Aira pasang berbunyi pukul 05.00, Aira segera terbangun dan menuju kamar mandi, bersiap untuk bersepeda. Aira mencatok curly rambutnya agar terlihat bagus ketika diikat dan memakai helm sepeda. Aira mengoleskan lotion wangi baccarat ke seluruh badannya sehingga wanginya semerbak, kemudian mengambil sport bra dan jaket lengan panjang bersepeda crop diatas pusar, sehingga memamerkan perutnya yang ramping.


Dia menggunakan legging hitam selutut dan sepatu sneaker warna hitam. Aira juga menggunakan pelindung sikut dan lutut. Aira merasa berdebar. Dia agak sedikit gugup, merasa malu karena kejadian malam itu, namun dia juga tak memungkiri kalau semua itu terjadi karena dia begitu menyukai Aris.


Tring


Suara notifikasi ponsel Aira. Terlihat pesan singkat dari Aris muncul di notifikasi. Aira segera membuka ponselnya.


"Princess, Aku sudah menantimu didepan." Isi pesan singkat dari Aris. Membaca pesan itu membuat Aira tersipu. Dia berjingkrak jingkrak kegirangan hingga tak sengaja kakinya menyentuh ujung meja dan seketika dia berteriak karena merasa sakit.


"Aduuh" Ucap Aira segera jatuh duduk. Namun karena rasa bahagianya dipanggil Princess oleh Aris, sakit itu pun tak terasa.


Saat Aira menuruni tangga dia melihat ke gerbang, dan melihat Mbak Mi dan Aris tengah mengobrol begitu akrab, melihat itu Aira sedikit cemburu dan berhenti. Dia memandangi Aris dan Mbak Mi dari tangga menuju lantai 2. Kemudian Dia melihat Aris memainkan ponselnya, dan tak lama terdengar suara notifikasi di ponselnya.


Tring


"Saya tunggu dihotel saja ya, ada urusan mendadak sebentar." Isi pesan singkat dari Aris. Aira merasa kesal, mengapa sepertinya Aris menyembunyikan sesuatu? Seakan dia tak ingin Mbak Mi tau kalau dia akan pergi bersama Aira?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2