
Aris mengerti bahwa Aira merasa tak nyaman dan mungkin ingin mengenakan pakaian, namun nafsu sudah mulai merasuki pikiran Aris yanh tadi telah melihat seluruh tubuh Aira yang basah kuyup. meski hanya sesaat, itu membuat Aris terbayang bayang tubuh Aira.
Takut melakukan kesalahan, Aris merasa harus pamit.
"Yasudah, sepertinya kamu kurang nyaman. Mas pamit ya,"
Mendengar Aris berpamitan, Aira seolah tak ingin Aris pergi. namun dia malu untuk meminta Aris tetap tinggal.
"Baiklah mas, Hmm... Nanti bisakah Mas menemaniku bersepeda lagi?,"
"Boleh, Atur saja kapan waktunya," Jawab Aris tersenyum, lalu berjalan menuju pintu dan meninggalkan Aira. setelah menutup pintu Aris terdiam dan berusaha menahan nafsu yang bergemuruh didalam pikirannya. Siapa yang bisa sadar jika melihat gadis secantik Aira bertelanjang bulat dan basah kuyup.
Aira didalam kamar berusaha menjernihkan pikirannya. dia tak mengerti mengapa dia ingin sekali Aris tetap berada disana bersamanya meski merasa sangat malu atas kejadian yang barusaja terjadi. Aris masih terdiam dibalik pintu, menarik nafas dalam dan segera bergegas menuju lift untuk meninggalkan kamar Aira.
****
Triiing.. Triiing
Suara dering ponsel Aris berbunyi ketika Aris baru saja sampai dilantai dasar hotel, ternyata panggilan itu dari Istrinya, Resa.
"Hallo," Suara Aris menjawab panggilan dari istrinya itu.
"Mas? kenapa kamu ngosngosan?" tanya Resa disebrang sana.
"Aku baru pulang bersepeda. Ada apa?" Aris berusaha menyembunyikan nafas beratnya, bukan karena bersepeda, namun karena Aira.
"Kamu pulang kan malam ini?" Tanya Resa
"Iya ini mau pulang, kangen ya?" Jawab Aris dengan nada menggoda ressa.
"Apasih?! Beli nasi goreng ya aku gak masak," Tuut.. panggilan itu di tutup oleh Ressa. Aris merasa agak kecewa atas sikap istrinya itu. disaat dia merasa nafsunya bergemuruh, dia segera menuju parkiran mobil dan bergegas pulang.
Dalam perjalanan pulang, dia memacu mobilnya perlahan, karena masih terbayang tubuh Aira, sudah lama dia tak melakukan hubungan intim dengan istrinya Ressa, karena mereka berdua sama-sama sibuk dan jarang ada waktu berdua.
Aris menepikan mobil dan membeli nasi goreng kesukaan istrinya. sambil menunggu antrian nasi goreng, dia melihat toko obat herbal yang menjual obat obatan untuk pasutri. Aris menghampiri toko tersebut.
"Permisi pak, ada obat yang bagus?" Tanya Aris kepada penjual yang sedang menyeduh jamu. penjual tersebut menoleh dan tersenyum, lalu menghampiri Aris.
"Bagus buat suami apa buat istri? atau paket lengkap?" Tanya sang penjual
__ADS_1
"Lengkap aja pak," Jawab Aris setengah berbisik
"Masalahnya apa?" Tanya penjual
"Istri saya sering gak mood katanya, dan kadang saya juga kecapean." Terang Aris
"Oke, ini 250 ribu saja," Penjual itu memberikan bungkusan jamu kepada Aris. Aris segera membayar dan hendak pergi, namun penjual tersebut menahannya.
"Emang tau cara minumnya?" tanya penjual tersebut.
Aris terdiam, "Bungkus merah untuk istri 30 menit sebelum pemanasan, bungkus biru untuk suami, minum ditengah tengah pemanasan."
Aris segera bergegas setelah penjual tersebut menerangkan cara minum jamu. dan mengambil pesanan nasi gorengnya. Aris segera memacu kembali mobilnya, tak sabar ingin segera sampai kerumah.
Sesampainya dirumah, Aris membuka pintu dan mendapati Ressa tengah tertidur disofa menggunakan gaun tidur berwarna abu-abu selutut. Aris nenaruh obat dan nasi goreng diatas meja, diapun menghampiri Ressa yang sedang tertidur. Aris mendekatkan wajahnya ke wajah Ressa dan berniat mencium bibir Ressa, namun Ressa terbangun dan terkejut.
"Aduh Mas, Aku ngantuk," Ressa menepis tubuh Aris yang berusaha mendekatinya.
"Sebentar saja," Bisik Aris mulai menciumi leher Ressa.
"Tapi aku ngantuk, Mas aja ya," Ucap Ressa
Aris melanjutkan mencumbu Ressa walaupun dia tetap memejamkan matanya karena merasa sangat ngantuk. Setelah menyelesaikan hasratnya tanpa membuka seluruh pakaian Ressa, Aris menuju ruang kerjanya dan menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada didalam ruang kerja.
***
Sementara itu Aira dikamarnya berbaring terlentang memandangi langit-langit kamarnya. Aira memakai celana pendek berwarna abu-abu dan tanktop berwarna putih, membuat kulitnya yang cerah semakin terlihat berkilau.
diapun bangun dan mengikat cepol rambutnya, lalu menuju ke balkon. Jam sudah menunjukan pukul 00.45. tapi Aira masih belum bisa terlelap. dia memikirkan kejadian memalukan tadi sore.
***
Keesokan harinya.
Tring.
Suara chat masuk di ponsel Aira.
"Reminder para Maba, dateng ke kampus jam 8 tepat."
__ADS_1
Aira memeriksa ponselnya dan terkejut karena Aira terbangun jam 07.25, dia hanya punya waktu 35 menit untuk bersiap dan berangkat ke kampus, untungnya jarak kamous dari hotel hanya 10 menit menggunakan mobil.
Aira segera bergegas mandi dan bersiap, dia memakai kemeja lengan panjang berwarna putih dan rok span selutut berwarna hitam, yang terlihat sangat pas membentuk pinggulnya. Aira tak menyisir rambutnya yang panjang, dia memakai jepit sanggul sambil bergegas keluar menuju lift, Aira sudah membawa semua peralatannya yang sudah dia siapkan sebelum tidur.
Sesampainya dilobby dia mencari taksi, namun tak menemukannya, Aira berjalan mondar mandir sambil sesekali melihat jam tangan yang dia pakai, dari kejauhan dia melihat mobil hotel dan bergegas mendekat untuk meminta diantar ke kampusnya.
Aira mengetuk kaca mobil, begitu kaca mobil itu terbuka, ternyata Aris yang mengemudi. Terlanjur malu, Aira meminta tolong kepada Aris.
"Bisa antar ke kampus? saya buru-buru" Mohon Aira
" Naiklah," Ucap Aris
Aira segera masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Aris. dalam perjalanan keduanya merasa canggung dan saling terdiam sepanjang perjalanan.
Begitu sampai dikampus, Aira segera turun dan mengucapkan terimakasih kepada Aris.
"Makasih ya pak," Aira segera berlari meninggalkan Aris yang masih memandangi punggungnya yang perlahan menjauh. tiba-tiba Aris terbayang kejadian kemarin dan sedikit tertawa.
Aris kembali ke hotel dan mendapat informasi tentang klien yang harus ditemuinya diluar kota. setelah beberapa persiapan, Aris segera menuju bandara dan terbang keluar kota selama beberapa hari.
Aris terbiasa bepergian keluar kota tanpa persiapan atau memberitahukan kepada istrinya. dia hanya akan memberikan oesan singkat setelah tiba diluar kota.
****
Beberapa hari berlalu, Aira merasa aneh tak melihat Aris. dia mengira Aris menghindarinya. dia merasa sedih karena ingin bertemu Aris. Dan kebetulan malam itu Aris sudah kembali dan berada dilobby.
Saat itu Aira menuju bar hotel untuk membeli minuman, kemudian melihat Aris dilobby sedang berbicang dengan staff lain. Aira sangat senang melihat Aris ada dihotel, hingga tanpa sadar dia memandangi Aris.
Aris merasa ada yang menatapnya dan melihat Aira diujung lorong. Aira yang terpergok oleh Aris menjadi salah tingkah dan segera menuju bar hotel.
sesampainya dibar hotel, Aira memesan minuman kepada barista. Seorang barista tampan melayani Aira.
"Mau minuman apa kak?" Tanya pria itu sambil tersenyum kepada Aira
"Yang paling memabukkan pokoknya," Jawab Aira
"Baiklah," Jawab pria itu. Melihat Aira yang sangat cantik, Pria itu tertarik dan mengajak Aira berkenalan.
"Kakak, saya sering lihat disini, VIP hotel ya?" Tanya pria itu.
__ADS_1
"Saya.." Belum sempat Aira menjawab pertanyaan pria itu, Seseorang duduk disampingnya. Aira refleks menoleh. dan ternyata dia adalah...
Bersambung.