
Aira berjalan menuju kamarnya dilantai 3, dia menyapa beberapa penghuni kos yang akan ke bawah untuk sarapan. Namun karena dia kenyang jadi dia tak tertarik sarapan.
"Aira," Teriak Meylani memanggilnya dari depan kamar Meylani
"Jangan teriak teriak," Ucap Aira menjawab panggilan Meylani.
"Sini ke kamarku, ada yang mau aku tunjukin," Ucap Meylani sambil melambaikan tangannya memberi isyarat pada Aira untuk segera datang. Aira berjalan menuju kamar Meylani karena penasaran apa yang ingin kawannya tunjukkan.
Mereka masuk ke dalam kamar dan Meylani segera mengunci kamar itu. Melihat tingkah laku kawannya itu semakin membuat Aira heran hingga mengerutnya dahinya yang mulus.
"Ada apa sebenarnya?" Tanya Aira pelan sambil berbisik.
"Ini luar biasa ra," Jawab Meylani dengan semangat.
"Apa?" Tanya Aira sekali lagi karena penasaran.
"Hari ini dosen mata kuliah ke-4 tak akan masuk, dan digantikan dengan asisten dosen." Kata Meylani masih penuh semangat.
"Ya terus? Apa yanh luar biasa??" Tanya Aira heran.
"Assisten dosen minta kita belajar ditaman kota sambil bawa bekal, kita piknik Ra," Jawab Meylani kegirangan, dia menari mari sambil bernyanyi. menggoyangkan tubuhnya.
"Asyik, syalalalala," Senandung Meylani.
"Ha Ha ha, segitu senangnya kamu karena picnik?" Tanya Aira.
"Iya dong, seneng banget. kita belanja yuk, aku mau bikinin bekal untuk kesayangan aku." Ucap Meylani berbisik, mendengarnya Aira terkejut dan tertawa terbahak bahak. Terlihat Meylani begitu senang.
"Yasudah kita belanja, aku traktir, tapi aku ingin ganti baju dulu." Ucap Aira sekalian pamit berganti baju sebentar.
"Beneran kamu akan traktir? Wah nikmat sekali berteman dengan anak sultan," Meylani tambah kegirangan dan memeluk Aira.
"Hey sudah peluknya, bukakan kunci pintunya, biar kita bisa segera berbelanja." Ucap Aira.
Meylani membukakan pintu dan Aira segera menuju ke kamarnya. Sesampainya dikamar dia mengganti pakaiannya dengan dress hitam selutut tanpa lengan, lalu memakai jaket jeans dan sepatu sneaker senada.
tak butub waktu lama untuk berdandan Aira selalu percaya diri tanpa make up, karena meskipun tanpa make up dia sudah sangat cantik. Sebelum keluar kamar Aira menyemprotkan parfum nya dan mengambil tas kecil serta beberapa buku cacatan untuk mata kuliah hari ini.
__ADS_1
"Ayolah Aira kamu gak perlu dandan." Ucap Meylani yang ternyata sudah menunggunya didepan pintu kamarnya. Aira tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah laku kawannya yang sedang dimabuk cinta itu.
"Sejak kapan kau ada disana?" Tanya Aira
"Sejak zaman romawi mengusai negara api," Jawab Meylani dengan nada puitis seolah menjadi seorang pujangga.
"Ha ha ha kamu kayanya bahagia banget Mey," Ucap Aira sambil mengunci pintu kamar nya dan segera bergegas turun bersama Meylani.
Dilantai bawah penghuni kos lain sedang sarapan, mereka saling berbincang ringan sambil bercanda ria. Meylani dan Aira menyapa mereka dan pamit pergi terlebih dahulu.
"Kalian ada jam pagi?" Tanya Mbak Mi yang melihat Aira serta Meylani yang sudah rapih dan membawa buku buku cukup banyak.
"Ngga kok mbak, hanya saja kita ada perlu sedikit, hihihi," Jawab Meylani dengan ceria.
"Tumben kamu terlihat senang sekali Mey, dapet lotre ya?" Tanya Mbak Mi yang merasa tingkah aneh dari Meylani yang tiba tiba menjadi ceria dan senyumnya lebar.
"Iya Mbak, dia lagi jatuh cinta" Ledek Aira sambil menertawakan tingkah laku kawannya itu. mendengar ucapan Aira, Meylani mencubit lengan Aira pelan.
"Apaan sih Aira bisa aja kamu," Ucap Meylani malu.
Didalam minimarket itu, Aira dan Meylani memilih beberapa makanan ringan yang bisa dijadikan bekal untuk piknik ditaman nanti. saat sedang berbelanja, ponsel Aira berbunyi, satu pesan singkat masuk.
Tring
Aira memeriksa ponselnya, dan ternyata itu pesan dari Aris.
"Mana nomer rekening kamu?"
Aira tersenyum melihat pesan singkat itu dan hendak membalasnya, namun Meylani menghampirinya dan mengajak untuk segera membayar belanjaannya.
"Ra ayo bayar dulu, 10 menit lagi mata kuliah pertama dimulai." Ucap Meylani membuyarkan pikiran Aira yang sebelumnya ingin membalas pesan Aris.
"Oh ya, ayo kita segera bayar," Jawab Aira setuju.
Mereka segera menuju kasir dan membayar belanjaan tersebut. setelah selesai, mereka segera keluar dari minimarket dan menuju ke kampus dengan 3 kantong besar berisi makanan dan minuman.
"Lalu makanan ini akan kita simpan dimana?" Tanya Aira kepada Meylani karena bingung dengan belanjaan yang mereka bawa.
__ADS_1
"Diloker aja, ayo kita lari," Ujar Meylani seraya berlari meninggalkan Aira dan akhirnya Aira pun berlari kecil mengikutinya.
"Hey tunggu aku," Teriak Aira pada Meylani yang mendahuluinya.
Mereka tertawa bersama sambil berlari kecil membawa makanan dan segera menuju loker mahasiswa. disana banyak mahasiswa lain yang aneh dengan tingkah laku mereka berdua.
"Kalian ngapain?" Tanya Ergy yang mengejutkan Aira dan Meylani.
"Ah kita..." Belum selesai Aira menjawab Meylani menutup mulutnya.
"Ngga kok, gak ngapa ngapain, iya kan Aira?" Ucap Meylani masih dengan menutupi mulut Aira. dia mengangguk setuju dan berusaha melepaskan tangan Meylani yang menutupi mulutnya.
"Apa sih Mey, engap tau," Keluh Aira setelah berhasil melepaskan tangan Meylani yang menutupi mulutnya. namun bukannya menjawab Meylani justru menarik lengan Aira pergi meninggalkan Ergy yang kebingungan melihat tingkah mereka berdua.
Ergy pun berlalu, pergi entah kemana, sementara Aira dan Meylani menuju ruangan mata kuliah pertama. Dalam perjalanan mereka berbincang tentamg tugas minggu sebelumnya yang diberikan oleh dosen.
namun dalam perjalanan Meylani terhenti sejenak.
"Ada apa Mey?" Tanya Aira
"Sepertinya aku sakit perut. Aku ke kamar mandi dulu, kamu duluan ya ke kelas." Ucap Meylani segera berlari menuju kamar mandi karena perutnya yang terasa sakit.
Aira berjalan sendirian menuju ruangan, lalu dia mengambil ponselnya dan berniat membalas pesan yang dikirimkan Aris sebelumnya.
"Tak usah Mas," Isi pesan singkat dari Aira yang dikirimkan kepada Aris. setelah mengirim pesan singkan itu Aira masuk ke ruangan yang hampir sudah dipenuhi oleh mahasiswa lain.
Aira mencari tempat duduk untuknya dan untuk Meylani. setelah beberapa saat duduk, Aira berniat akan mengirim pesan singkat kepada Meylani. Namun seseorang menaruh botol jus minuman didepannya.
Aira mengangkat wajahnya yang tertunduk dan melihat siapa yang memberikannya. Ternyata seorang pria kurus hitam manis, dia memakai hoodie berwarna biru cerah. dia tersenyum manis.
"Boleh kenalan?" Tanya Pria itu tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Aira tersenyum dan akan menyambut uluran tangan Pria itu. Namun tiba tiba Ergy yang justru bersalaman dengan pria itu.
"Ergy, salam kenal ya," Jabat Ergy, Pria ktu terdiam lalu pergi sambil berdengus kesal. Tak berhenti disana Ergy juga meminum jus yang diberikan pria itu untuk Aira.
"Itu kan milikku," Kesal dengan tingkah laku Ergy Aira memukul lengannya.
"Aww, sakit tau cantik, Ha ha ha" Ujar Ergy sambil mencubit pipi Aira dan tertawa. Tak lama Meylani tiba dan melihat keakraban Aira dan Ergy.
__ADS_1